
Dipagi hari yang cukup cerah. Tampak Sam sedang bersiap-siap bekerja. Di sebuah mansion pribadinya yang cukup besar dan megah, dia hanya tinggal seorang diri dengan para pelayan dan penjaga mansion.
Tiba-tiba handphonenya berdering....
Sam
Hallo
Penelpon
Hai Pak Hanyu. Saya dari badan pengawas saham perusahaan Zeemperor. Saya ingin memberitahu anda bahwa saham perusahaan Shi menurun drastis.
Sam
A....apa? menurun drastis?! Bagaiamana bisa? Shi Group bukanlah perusahaan abal-abal yang kecil. Shi Group adalah perusahaan besar!
Penelpon
Maaf pak, saya sudah mengeceknya. Perusahaan ini ditekan dari jalur belakang oleh beberapa perusahaan termasuk perusahaan besar Vogue Corp.
Sam
A....apa katamu? Vogue Corp? Kamu tidak bercanda kan? Saya baru saja menjalin kerjasama besar dengan perusahaan itu. Ceo nya adalah teman dekat saya!
Penelpon
Pak, saya rasa ini masalah yang cukup buruk. Anda lebih baik segera datang keperusahaan Shi.
Sam
Baiklah!
Seketika telpon pun terputus. Sam benar-benar tampak langsung bad mood. Dia tidak menyangka jika Vogue Corp akan melakukan hal seperti ini.
Jika keadaan perusahaan Shi terus memburuk, maka perusahaan tersebut dapat dengan mudah diambil. Mengingat kedudukan Ceo diperusaahn Shi masih kosong. Aku harus segera menyelesaikan masalah ini! (batin Sam serius).
Sam pun langsung bergegas menuju perusahaan Shi. Dengan kecepatan penuh ia mebelah jalanan kota.
Ketika Sam sampai dia langsung masuk keruangan divisi pengawasan saham dan perkembangan perusahaan khusus Shi Group.
Sam pun langsung memeriksa semua perkembangan dengan seksama. Tampak penurunan saham kali ini tidak terlalu buruk. Sam langsung melakukan tindakan guna memperbaiki keadaan saham Shi Group.
Di ruang sekretaris Ceo atau yang sekarang sedang ditempati oleh Shiyun. Tampak Shiyun sedang mengerjakan tugas yang sudah diberikan Sam padanya. Ditengah mengerjakan tugas, sesekali ia melihat ke arah luar ruangan.
Aneh....Biasanya dia sudah datang jam segini. Apa sedang ada urusan ya. Sudahlah masa bodoh dengan urusannya. Urusanku saja belum kelar saat ini (batin Shiyun tidak terlalu perduli).
Jika kalian bertanya apakah Shiyun benar-benar mencintai Sam dengan tulus, maka jawabannya tidak. Shiyun hanya merasa dia berhutang pada Sam karena Sam telah menjaga perusahaan Shi tanpa mengambil alih kedudukan Ceo. Karena memang dalam wasiat keluarga Alister, hanya keturunan Alister lah yang bisa menduduki posisi Ceo
Akan tetapi jika Sam sosok yang dibutakan dengan kekuasaan, maka sudah pasti dia dari dulu menduduki posisi Ceo Shi Group. Mengapa? Karena Sam dikenal sangat ambisius dan hebat dalam mencapai keinginanya dibidang bisnis.
Shiyun sedang asyik mengerjakan pekerjaannya. Dia tampak menikmati waktu busy nya itu. Shiyun memang dapat disebut wanita karir juga, melihat caranya bekerja. Dia tampak senang dengan tumpukan pekerjaannya. Tampak menikmati waktu sibuknya.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan makan siang. Shiyun yang sedari tadi duduk dikursi kerjanya langsung berdiri dan melakukan peregangan tubuh.
Tidak lama setelah itu, tiba-tiba saja pintu terbuka tanpa ketukan.
“Hei....selamat siang!” sapa orang yang langsung masuk tanpa ketukan itu.
“Siang!” ketus Shiyun, karena tidak suka jika orang masuk keruangannya, baik kamar ataupun ruang kerjanya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
“...Hm....Are you angry to me?” tanya orang itu ketika mendapati balasan ketus dari Shiyun.
“Yes....my answear is Yes Mr. Sam Li Hanyu!” balas Shiyun penuh penekanan pada setiap kata-katanya.
“Why?”
“Kamu masuk tanpa ketuk pintu! Dimana sosok yang sopan santun dari Ceo Sam Li Hanyu? ”
“Oh itu....Sorry. Kamu kan kekasih sekaligu calon istri Sam Li Hanyu, jadi kamu harus tahu sifat jelekku. Aku sangat lapar, kamu juga pastinya. Kita makan siang bareng yu!” ajak Sam.
“Sorry, tapi sekarang aku ngga bisa. Udah terlanjur ada janji. Aku udah selesain semua pekerjaanku. Jadi aku izin ke kamu buat pulang sangat awal”
Sam yang mendapati jawaban dari Shiyun hanya memasang muka kecewa dan penasaran. Siapa orang yang telah membuat janji dengan Shiyun.
“Baiklah. Tapi besok harus makan siang sama aku!”
“Iya terserah kamu”
“Be careful Shi....Please call me if you need anything. I always ready to help you!”
“Ok....” balas Shiyun.
Lalu Shiyun langsung berlalu membawa tas nya. Sam merasakan bahwa Shiyun masih belum bisa mencintainya. Sam mampu merasakan hal itu walaupun dia seorang lelaki. Kenapa? Karena dia sudah sangat mencintai Shiyun.
Di sebuah restoran mewah....
“Shiyun...!” panggil seseorang ketika melihat Shiyun masuk kedalam restoran itu.
Shiyun pun langsung menoleh kearah sumber panggilan dan segera menuju kesana.
“Hai Lonza!”
“Hai juga. Duduklah. Aku sudah pesankan makanan kesukaanmu”
Shiyun yang mendengar itu sebenarnya terkejut. Sejak kapan Lonza bisa ingat makanan kesukaan Shiyun. Shiyun langsung menarik kursi dan duduk.
“Kamu ada angin apa ngajakin aku makan siang? Khusus buat berdua lagi?” tanya Shiyun heran.
Lonza yang mendapati pertanyaan terakhir Shiyun, langsung tertawa.
“Eh kenapa tertawa? Emangnya ada yang lucu ya?”
“Gadis aneh...” balas Lonza singkat. Akan tetapi balasan itu langsung membuat Shiyun terdiam.
Lonza yang masih tertawa langsung silent ketika melihat Shiyun tampak terkejut.
Shiyun yang mendapati panggilan itu langsung kembali pada masa lalunya dengan Lonza. Dimana Lonza selalu memanggilnya gadis aneh. Tanpa Shiyun rencanakan, hatinya membawa ia berlari dari restoran dan meninggalkan Lonza sendiri dalam kebingungan.
Lonza segera membayar makanan yang belum sempat dinikmati itu dan berlari keluar mengejar Shiyun.
“Shiyun....! berhenti” teriak Lonza.
Tetapi Shiyun terus berlari. Hingga akhirnya sebuah batu sukses membuat Shiyun terjatuh.
“Argh....Batu sekali ini saja dukung aku....!” geram Shiyun sambil memegangi lututnya yang memar.
“Shiyun!” teriak Lonza yang sudah mendekat.
“Gadis aneh kamu baik-baik saja kan?” tanya Lonza khawatir.
Untung saja meraka sudah diarea taman. Taman yang tidak banyak pengunjung.
“Lonza?”
“Iya? Apa lututmu sakit sekali?”
“Tidak”
“Kamu kenapa tiba-tiba lari? Makanannya juga belum sempet dinikmati tuh!”
“Kamu...? Kamu udah inget aku?” tanya Shiyun ragu.
“...”
“Jawab aku Lonza! Please answear!” teriak Shiyun.
“Shiyun....”
“Why...?”
“No...Please. Forgive me!”
“Lonza....jawab dulu pertanyaanku!”
“Yes...I remember you. Aku ingat semuanya, termasuk janji kecil kita dan perlakuan burukku padamu!”
“Lonza?” terkejut Shiyun dengan kenyataan itu. Shiyun pun tak kuat lagi. Akhirnya air matanya berhasil lolos membasahi kedua pipi Shiyun.
“Hei don’t cry!” bujuk Lonza sambil menyeka air mata Shiyun dengan jari-jari tangannya.
“Why you forget about me? Empat tahun Lonza....! Selama empat tahun aku berusaha!”
“Shiyun...I’m sorry. Bukan aku yang menginginkannya. Takdir yang menginginkannya!”
“.....” Shiyun tetap diam. Dia masih tidak tahu harus bahagia atau sedih.
Lonza pun langsung memeluk Shiyun. Shiyun tampak merasakan kehangatan dari pelukan Lonza. Sosok yang membuat harinya tampak selalu ceria. Sinar teman masa kecilnya, masa lalunya.
“Gadis aneh aku masih mencintaimu” ucap Lonza tulus.
“...” Shiyun tetap diam. Entah kenapa dia merasa pernyataan cinta Lonza saat ini percuma saja. Ada rasa mengganjal dalam hati Shiyun.
“Hei....Kamu masih marah padaku?.....Please forgive me...Maafkan aku”
“....Lonza, Aku sudah memaafkanmu sejak kamu bersama Cherry”
Deg...Lonza langsung teringat pada kenyataan saat ini. Bahwa ia sudah menikah dengan Cherry. Yang sempat ia cintai walau hanya sebatas karena hilang ingatan akan Shiyun.
Shiyun pun melepaskan pelukan Lonza.
“Thanks.....sudah mengingat aku kembali. Aku senang kamu mengingatku. Tapi aku tidak ingin menerima pernyataan cintamu. Kamu sudah menikah, dan aku tidak ingin jadi orang jahat yang menghancurkan pernikahan orang lain!”
“Shi...yun?”
“Lonza....mungkin sebelumnya aku sempat berusaha membuat mu mengingatku dan membuatmu kembali bersamaku. Tetapi, setelah kamu menikah, semuanya berbeda. Tinggal kenangan saja untukku. Kamu bahkan selalu menyalahkanku mengenai Cherry!”
“...”
“Setelah kamu menikah. Aku sadar kesempatanku pun sudah hilang. Aku pun mulai melepaskan mu walau awalnya tidak semudah membuka lembaran halaman buku. Aku mulai melupakan semuanya dan menganggap janji masa kecil kita hanyalah lelucon belaka!”
“Shiyun!”
“Lonza....Berbahagialah dengan Cherry. Maaf aku menolak perasanmu” balas Shiyun sambil berjalan menjauh.
“Shiyun....! Kamu masih mencintaiku kan?” pertanyaan Lonza langsung membuat langkah Shiyun terhenti.
“Aku tahu itu....Shiyun aku akan menceraikan Cherry dan hidup bersamamu selamanya!” lanjut Lonza dengan kata-kata yang sangat mengejutkan.
“Cukup Lonza! Kamu pikir pernikahan itu lelucon?! Kamu pikir menceraikan seseorang itu semudah kamu menggunting tali? Kamu anggap apa Cherry? Wanita yang sangat mencintaimu?”
“Shiyun....”
“Mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama!”
“Shiyun kamu juga masih mencintaiku kan?”
“Cukup! Jika kamu ingin aku jujur. Ya aku masih ada rasa untukmu, tapi ketahuilah perasaan itu mulai berkurang setiap waktunya dan hanya menyisakan masa lalu”
“Shiyun....”
“Terimakasih Lonza, karena sempat menjadi sandaran dalam kesedihanku dimasa lalu. Dan terimaksih untuk luka yang kamu buat saat ini. Thanks. Good Bye” balas Shiyun sambil berlari meninggalkan Lonza.
Shiyun tidak bisa membohongi diri sendiri, bahwa ia masih mencintai Lonza. Air matanya kembali mengalir jauh lebih deras.
Kalian tahu.....! Sam menyaksikan itu semua dari awal hingga akhirnya Shiyun pergi meninggalkan Lonza dengan tangisan yang meledak-ledak.
Shiyun kamu masih mencintainya? Jangan mencoba membohongi hatimu sendiri! Kukira kamu sudah melupakannya. Aku sadar bahwa hingga saat ini kamu berpura-pura menerimaku. Kupikir kamu bisa mencintaiku. Namun, aku paling tidak suka dibohongi.
_________