
Seminggu sudah sejak kejadian mengerikan itu. Sam masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan Shiyun. Dia bahkan sudah meminta bantuan pihak kepolisian. Namun, hasilnya nihil.
Sam sangat frustasi, dia benar-benar merasa menyesal karena pertemuan terakhirnya dengan Shiyun dipenuhi perdebatan.
Elvis begitu marah ketika mengetahui Sam berdebat dengan Shiyun. Apalagi ketika mengetahui bahwa Sam hanyalah salah paham terhadap Shiyun.
Sam juga belum datang lagi keperusahaannya. Bahkan ia hanya menerima panggilan dari telpon rumahnya. Handphonenya ia biarkan begitu saja. Ia benar-benar kacau.
Nagisa juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia membantu Sam mengisi ulang baterai handphone nya karena takut ada hal penting yang dikirim melalui chat pribadinya.
"Sam....ini handphone mu sudah kuisi ulang baterainya. Lebih baik kamu lihat dulu takut ada informasi penting!" ujar Nagisa sambil memberikan handphone Sam.
"Hm...Terimakasih, Xixi" balas Sam dengan nada lesu.
Sam pun mulai mengaktifkan handphonennya. Kemudian dia pun membuka password handphonenya. Tampak ada belasan panggilan dari Shiyun tidak terjawab, satu pesan chat dari Shiyun. Enam panggilan tidak terjawab dari Nagisa. Satu panggilan tak terjawab dari Elvis.
"Shiyun sempat mengirimi pesan sebelum kejadian itu terjadi?" heran Sam sambil mengerutkan keningnya.
Nagisa yang mendengar tidak percaya, mana mungkin Shiyun mengirimkan pesan ketika mendekati keadaan genting?
Sam pun membuka chat pribadinya, dan membuka chat dari Shiyun.
Sam...aku tidak tahu apa salahku? Tapi jika aku salah maafkan aku. Jangan dingin padaku! Tidak enak lho! Oh iya, aku dalam keadaan genting. Kurasa nyawaku pun terancam. Aku sudah berusaha menghubungimu, namun sepertinya kamu masih marah padaku. Aku tidak keberatan jika kamu memberikan softcakenya pada orang lain ;) Aku hanya ingin bilang bahwa aku mencintaimu ❤
Terimakasih....dan Maaf
Aku benar-benar mencintaimu Sam. Tunggu aku kembali, jika aku selamat itu juga. Aku akan buatkan softcake lagi untukmu. Kuharap kamu mau mencobanya :)_Shiyun Alister.
Seketika Sam pun kembali frustasi. Ia membuang handphone nya begitu saja. Sosok Sam Li Hanyu yang kuat langsung mengeluarkan air matanya.
Nagisa yang tidak tahu apa yang dibaca Sam hingga membuatnya kembali frustasi langsung berusaha menenangkan Sam. Tampak wajah Sam begitu kusut, dia juga tampak sangat kehilangan.
"Hei....sudahlah. Semuanya sudah terjadi. Jangan buat dia menangis disana! Sam jangan bicara seperti itu! Ok?" bujuk Nagisa.
"Tidak....Nagisa. Aku ingin menemuinya dan berkata maaf walaupun hanya sebentar. Aku ingin minta maaf padanya dan mengatakan bahwa aku sangat mencintainya! Aku ingin mengatakan bahwa aku akan selalu menunggunya! Nagisa.....aku tidak tahu dia kemana! Dia terjatuh kedalam jurang dengan tiga peluru bersarang ditubuhnya....!" teriak Sam semakin frustasi.
Sejak saat itu Sam sangat kacau. Apalagi ketika sebulan kemudian. Dimana polisi menyatakan bahwa Shiyun tewas, hanya saja sepertinya mayat Shiyun tidak ditemukan karena mengingat deras dan landainya aliran sungai dibawah jurang tersebut.
Pihak polisi pun mengambil tindakan dan menutup akses menuju hutan tersebut untuk umum setelah proses pencarian ditutup.
Bukan hanya Sam, Elvis juga tampak sangat-sangat terpukul. Belum lama dia dipertemukan dengan adiknya, sekarang sudah dipisahkan jauh sekali.
"Semuanya karena kamu SAM LI HANYU! Kamu tidak mampu MENJAGANYA! Kamu bahkan tidak MEMPERCAINYA! Brengsek!" marah Elvis. Elvis pun tampak frustasi. Nagisa berusaha menenangkan calon suaminya itu.
Sam hanya bisa diam dan tampak putus asa " Ya....Aku memang brengsek....Argh! Shiyun....maafkan aku. Aku yakin kamu masih hidup! Kamu wanita yang sangat kuat! Aku tidak akan menyerah untuk mencarinya sampai aku menemukan tubuhnya!" balas Sam.
Elvis hanya tertawa sinis, kemudian pergi meninggalkan mansion Sam dan diikuti Nagisa.
Aku yakin kamu masih hidup Shi....Aku akan tetap mencarimu, menunggumu! Aku tidak akan percaya bahwa kau sudah tiada sebelum aku melihat sendiri jasadmu....(batin Sam ditengah frustasinya).
Semenjak itu Sam mulai terpuruk dari segi dirinya sendiri. Ia jarang makan teratur, jarang melakukan aktivitas diluar rumah, mukanya tampak selalu pucat, dia masih tetap frustasi.
Tapi untuk urusan perusahaannya dia selalu membawa pekerjaannya kerumah. Keadaan perusahaan Zeemperor tetap stabil dan mengalami peningkatan. Sam melampiaskan semua yang ia rasakan pada pekerjaannya.
Hingga akhirnya Sam menjadi sosok yang kembali dingin. Lebih dingin dari sebelumnya. Wajahnya kembali datar tanpa hiasan senyuman. Dan dia juga jadi kembali gila kerja yang tidak kenal siang dan malam. Dia juga jadi paranoid.
Begitulah Sam. Dia kembali menjadi lebih dingin. Dia bahkan tidak perduli sekitar. Dia terkadang menangis dan frustasi sendiri. Namun, dia tetap melakukan pencarian dan setia menunggu Shiyun kembali.
______