Unforgettable Love

Unforgettable Love
CH. 32_ Chatting and Planning



"Baiklah Shiyun ku....jika kamu mencintai lelaki es itu, aku restui hubungan kalian. Dia memang lelaki es yang sangat baik" balas Elvis.


Lalu Elvis pun mencium kening Shiyun dan menggengam erat kedua tangan Shiyun.


"Aku akan selalu ada untukmu...kamu adalah adikku yang sangat aku sayangi. Bilang padaku jika Sam si gunung es ini membuatmu menangis! Tapi apa kamu benar-benar mencintainya secara tulus?!"


"Aku....sedang bertahap untuk mencintai seutuhnya secara tulus. Aku juga menyayangimu kak" balas Shiyun, lalu memeluk kembali kakaknya itu. Ia masih sangat merindukan kakaknya.


Sam yang melihat Shiyun terus-terusan memeluk Elvis langsung mulai kesal.


"Hei sudah pelukannya. Aku tahu kalian saling merindukan, tapi kita bisa mengobrol dirumah. Bukankah ini terlalu melelahkan?" usul Sam.


Sam pun berjalan dan menarik Shiyun. "Ayo Shi...." ajak Sam lembut.


Tak ....Elvis memukul kecil kepala Sam yang tadi membungkuk untuk menarik Shiyun yang sedang duduk disamping nya.


"Beraninya memisahkan aku dengan Shi kecilku!" balas Elvis.


"Au...kak Elvis mu memang jahat Shiyun. Pantas saja dia mendapatkan Nagisa!"


"Hei...sekali mengejek calon istriku. Kulempar kau ke tengah samudera!"


"Tapi...kamu memang benar Sam....Nagisa lebih jahat daripada aku" bisik Elvis kecil. Namun sepertinya Nagisa mendengar bisiskan tersebut.


"Apa katamu? Dasar Elvis Alister, kekasih macam apa kau ini hah?!" geram Nagisa. Atmosfer diruangan itu pun sekeitaka berubah menjadi suram.


Shiyun yang melihat itu hanya tertawa kecil. Lalu dia memeluk Nagisa.


"Nagisa, sekarang menjadi kakak iparku! Kamu memang sangat cantik. Sudah ayo kakak ipar kita pergi saja. Mereka berdua memang lelaki yang tidak tahu diuntung!" ujar Shiyun.


Nagisa pun tersenyum bahagia. Akhirnya ia punya timnya sendiri, dan itu adalah adik iparnya, Shiyun.


"Wanita memang sangat jahat! Sudahlah, ayo kita cari pasangan lain saja Sam?!" balas Elvis.


Seketika Nagisa dan Shiyun kembali datang. Kali ini Shiyun ikut-ikutan menciptakan atmosfer menyeramkan.


"Sam Li Hanyu, sejak kapan kamu jadi playboy? Ingat aku akan melemparmu kedalam gunung berapi jika berani bersama wanita lain!" dingin Shiyun dengan menohok.


"Kau juga Elvis Alister...Sejak kapan punya rencana mencari pasangan lain?!"


"Eh....ka...kami hanya bercanda kok....hehe" balas Sam dan Elvis bersamaan.


Malam itu mereka mengunjungi apartemen Shiyun dan memutuskan untuk menginap dimansion Sam. Malam itu mereka makan dan tertawa bersama, layaknya satu keluarga.


Dikediaman Lonza Flores...


Apa....apa yang sudah kulakukan sebenarnya. Kenapa aku bertekad mengambil apa yang Shiyun jaga. Lonza...kau memang bodoh. Jika kau mencintainya kenapa harus membuat lukanya semakin dalam.....Haish....(batin Lonza kesal pada dirinya sendiri).


"Lo...Lonza?" panggil seorang wanita pelan dan tampak ragu.


"Hm....ada apa?" tanya Lonza acuh tak acuh.


"Apa kamu sakit? Kamu dari tadi tampak gusar dan mukamu tampak pucat" balas wanita itu, ya dia adalah Cherry, yang belum lama menikah dengan Lonza.


"Tidak....Lebih baik kamu tidur duluan saja!"


"Lonza....apa kamu ingin kubuatkan minum. Siapa tahu pikiranmu lebih rileks"


"Tidak!"


"Lonza...."


"Cukup Cherry! Jangan ganggu aku. Apa kamu tidak puas dengan kejadian tadi! Hah?!" tukas Lonza marah.


"Lonza kita belum lama menikah, dan kamu langsung pergi cari wanita lain? Siapa aku sebenarnya dimatamu?" tanya Cherry yang sudah tidak tahan lagi.


"Hm....Kamu? Kamu adalah akar dari semua masalah ini!"


"A...apa? Akar dari masalah? Kenapa kamu menyalahkanku? Apa salahku?!"


"Jika bukan karena kamu, maka aku tidak akan kehilangan Shiyun yang sangat aku cintai!"


"Lonza....Memang aku ada salah apa hingga dikaitkan dengan itu semua?!"


"Kalau kamu tidak bantu aku melupakan dan menjelekkan Shiyun! Mungkin aku masih bisa menghargai dan mencoba mengingatnya! Walaupun kecil kemungkinannya!"


Lonza hanya terdiam ketika mendengar balasan Cherry.


"Sudahlah. Aku lelah. Dengarkan aku, aku akan segera mencerikanmu! Jika hubungan kita saja seperti ini, mau bagaimana kita melanjutkannya. Lagi pula aku sudah tidak mencintaimu Cherry!"


"A...apa? Cerai? Lonza tidak kah kita coba perbaiki rumah tangga yang baru terbangun ini? Mungkin semuanya bisa membaik!"


"Tidak. Aku lelah, dan kamu juga segeralah istirahat!"


"Lonza, kuharap kamu mencoba memperbaiki hubungan kita dulu"


"Sudah cukup! Berapa kali kukatakan aku tidak ingin hidup denganmu! Atas dasar apa hubungan ini bisa berlanjut! Dihatiku hanya ada Shiyun, bukan DIRIMU!" balas Lonza penuh penekanan dan meninggalkan Cherry seorang diri diruang keluarga.


Cherry tampak mulai meneteskan air matanya. Ia merasa sesak, tidak kuat. Ia benar-benar mencintai Lonza. Namun, apa balasannya? Lonza menolaknya bahkan akan menceraikannya tanpa ada mencoba untuk memperbaiki.


Cherry tampak sudah lelah, mukanya pucat. Hatinya sakit. Ia pun segera pergi meninggalkan rumah Lonza. Air matanya pun tampak terus mengalir tiada henti.


Cherry tampak terus berlari kejalan, tanpa disadari sebuah mobil melaju kearahnya.


Cherry langsung terkejut, awalnya dia ingin berusaha menghindar. Tetapi kemudian dia memutuskan pasrah.


Pengemudi mobil tersebut juga sangat terkejut. Tengah malam begini seorang wanita berlari ditengah jalan. Pemilik mobil itu pun berusaha menghindar dan menabrakan mobilnya pada sebuah pohon.


Sontak Cherry terkejut. Dia yang tdainya sudah terduduk pasrah. Langsung berdiri dan menghampiri mobil sport tersebut.


"Hei....apakah kamu masih hidup?" teriak Cherry panik sambil mengetuk kaca mobil bagian pengemudi.


"Au...Bisakah kamu bantu aku keluar?" jawab pengemudi itu serak.


"Ah...tentu saja. Akan kuusahakan!" balas Cherry yang masih khawatir.


Tidak lama, akhirnya pengemudi itu dapat keluar. Tampak keningnya berdarah dan lengannya penuh luka kecil.


"Will....!"


"Cherry!"


"Apakah kamu merasa sangat sakit pada kaningmu?"


"Tidak! Ngomong-ngomong kenapa kamu berlari ditengah jalan? Tengah malam lagi? Itu sangat berbahaya!"


"Ma...maaf Will....Aku...aku"


"Sudahlah. Kakimu juga penuh memar. Aku akan menelpon pengurus pribadiku untuk menjemputku. Kamu harus ikut kali ini, aku akan obati dulu lukamu itu. Ok?"


"Ta...tapi?"


"Tidak ada tapi-tapi. Aku sahabat dekatmu, William Nixon. Aku tidak akan membiarkanumu pergi dengan luka seperti itu!"


"Hah...?"


Kajadian malam itu membuat William Nixon, sosok sahabat dekat Cherry kembali bertemu dengan Cherry, yang sebenarnya sudah sangat ia cintai. Namun Will hanya memupuknya dalam hati, setelah tahu Cherry sudah menikah dengan Lonza. Ia rasa mungkin itu kebahgian Cherry.


Keesokannya dikediaman Boyega. Tampak seseorang sedang berjalan bulak-balik.


"Rencana kita sudah gagal! Lauran, kita harus bisa membalaskan dendam keluarga kita, Boyega!" ujar seseorang itu, yang tidak lain adalah Ryan Boyega.


"Kenapa bisa tiba-tiba muncul Elvis Alister! Kukira dia sudah mati!" balas Lauran.


(Untuk Lauran, kemunculan pertamanya ada pada chapter 24. Bernama lengkap Lauran Spaeny Boyega. Di chapter 24, ia sempat menggoda Sam, untuk bisa masuk kedalam perusahaan Zeemperor dan mencuri data privasi perusahaan agar dapat menurunkan saham Zeemperor. Mereka hampir berhasil, namun kedatangan Elvis membuat rencana mereka gagal total).


"Aku sudah muak dengan mereka. Karena merekalah keluarga kita hancur dan kedua orang tua kita tewas!"


"Kak...lebih baik kita segera akhiri permainan ini, dan habisis mereka semua!"


"Kau benar, Lauran! Kalau begitu mari kita akhiri mereka saja!" balas Ryan bagai devil.


"Kalau begitu, segera susun dan jalankan rencana terkahir kita!"


"Hm...tentu saja. Jika kekuasaan mereka gagal kita ambil, maka merekalah yang harus membayarnya!"


_______