Unforgettable Love

Unforgettable Love
CH. 11_ REKAN



Keesokan harinya. Shiyun kali ini bangun pagi sekali. Dia tidak ingin mengecewakan Zeemperor yang sengaja ingin mengontraknya.


Setelah selesai merapikan apartemen, dia pun segera sarapan. Lalu dia dengan cepat segera menuju lift.


Ting.....(lift terbuka).


Shiyun pun segera masuk. Tidak lama kemudian Shiyun keluar dari lift. Dia berjalan dengan cukup elegan untuk hari ini karena dia masih punya banyak waktu untuk sampai ke kantor Zeemperor.


Setelah beberapa saat di perjalanan Shiyun akhirnya sampai didepan perusahaan Zeemperor. Gedung perusahaan ini sangat besar dan tinggi. Desain gedung ini juga sangat mewah. Tidak heran banyak orang yang kagum pada perusahaan ini.


“Ceo perusahaan ini pasti orang hebat. Perusahaan Zeemperor yang sebesar ini pun sudah berhasil menguasai perekonomian kota dan berhasil menjadi perusahaan besar dinegara ini” gumam Shiyun sambil masuk kedalam.


“Permisi, saya Li Shiyun. Saya salah satu anggota kerja kontrak baru Zeemperor Group” ujar Shiyun ramah.


“Oh, anggota kerja kontrak baru bisa menunggu diruang interview sebelah sana” balas salah satu resepsionis.


Shiyun pun berterimakasih, lalu dia segera menuju keruangan tersebut.


Tidak lama interview pun selesai. Shiyun berhasil lolos seleksi layak menerima kontrak kerja dengan Zeemperor.


Zeemperor merupakan perusahaan besar, sehingga untuk para pekerjanya pun harus lolos seleksi. Baik itu pekerja baru yang melamar maupun pekerja yang terikat kontrak.


Shiyun pun segera menuju divisi desain dan arsitektur Zeemperor Group.


“Permisi, saya Li...li Shiyun. Saya merupakan pekerja baru didivisi ini” ujar Shiyun diruang pribadi kepala Divisi Desai dan Arsitektur Zeemperor.


“Hai. Namaku Sheehan Yu. Aku kepala Divisi Desain dan Arsitektur Zeemperor. Kamu Li Shiyun kan ?” balas kepala divisi tersebut dengan hangat.


“Iya...” jawab Shiyun gugup


Sial....aku tidak pernah segugup ini saat baru bekerja. Apakah karena ini perusahaan besar ya....Benar-benar deh rasa gugupnya hampir mau membunuhku.....(batin Shiyun) .


Sheehan yang sedari tadi melihat Shiyun, tampaknya ia tahu situasi. “Tenanglah Shiyun, jangan terlalu gugup. Ayo ikut aku, aku akan memperkenalkanmu pada anggota lain divisi ini!”


Lalu Sheehan mengantar Shiyun menuju ruang divisi desain dan arsitektur. Ruangan kerja divisi ini memang didesain untuk menunjukkan kreativitas para desainer Zeemperor.


Plok...Plok (tepuka tangan Sheehan).


Mendengarkan tepukan tangan Sheehan membuat semua anggota didivisi itu menoleh kearahku dan Sheehan.


“Semuanya. Aku kenalkan seseorang yang baru saja dikontrak Zeemperor. Dia adalah Li Shiyun. Sebelumnya dia bekerja di FG Company, dan hasil desainnya sangat memuaskan”


Semua orang diruangan tersebut hanya memandang kearah Shiyun.


“Hai semuanya. Salam kenal, semoga kita dapat bekerja sama” ujar Shiyun.


“Baiklah, kalian bisa kembali bekerja. Shiyun, mejamu dekat dengan Sierra”.


Lalu Shiyun pun berterimakasih kepada Sheehan. Sheehan membalasnya dengan senyuman hangat.


Kemudian Shiyun pun duduk disamping meja Sierra.


Kemana yang namanya Sierra itu....? (batin Shiyun).


“Kamu Shiyun kan...? Sierra memang selalu terlambat. Biarkan saja. Dia mungkin sedang menggoda lelaki lain. Kamu hati-hati dengannya....!” ujar seorang wanita dalam divisi itu juga.


Shiyun hanya membalasnya dengan tersenyum tipis dan menganguk.


Setelah Shiyun mempelajari desain yang akan dirancang Zeemperor, dia mulai mendesain bagiannya.


Ini memang desain yang cukup rumit, pantas saja Zeemperor selalu unggul dalam desain dan arsitektur. Hal ini karena tuntutan target yang tinggi....(batin Shiyun sambil fokus dengan desainnya).


Tidak lama kemudian, tiba-tiba muncul seorang wanita. Berambut perak sebahu. Mata beriris biru agak gelapnya menatap dengan tajam. Wajahnya yang termasuk cantik seperti aktris papan atas tampak begitu dingin.


Semua orang langsung menoleh kearah wanita itu. Lalu mereka mulai berbisik-bisik. Shiyun hanya diam dan menatap kearah wanita seumurannya itu.


Lalu wanita itu langsung menuju meja disamping Shiyun.


Brak....(suara tas yang dibanting keatas mejanya).


Apakah dia Sierra....? Dia sangat cantik, tapi sepertinya dia temperamental....(batin Shiyun sedikit heran dalam hati).


Lalu, Sierra berjalan dengan juteknya dan mengambil segelas air.


“ Heh...Sierra, kamu dari mana saja....?” tanya wanita tadi yang memberitahu Shiyun  harus berhati-hati dengan Sierra.


Sierra hanya lewat dan mengabikan wanita tersebut.


“Sierra....! Kamu tuli ya...!” teriak wanita itu lagi.


Sierra terus mengabaikannya.


“Wanita sepertimu tidak pantas berada di Zeemperor. Kamu pasti masuk kesini dengan cara kotor. Keluarga Sierra Shen memang selalu bermain kotor...!”


Shiyun benar-benar merasa bahwa ini lebih parah dari orang yang sedang bergosip di perusahaan FG. Shiyun tidak memperdulikan keributan tersebut, dan lanjut fokus mendesain.


Sore hari pun tiba. Shiyun sengaja untuk pulang lebih telat. Diruangan tersebut tinggalah dia seorang.


Ketika sedang fokus dengan desainnya. Tiba-tiba...


“Hah, hari ini aku minta maaf ya Shiyun....!” ujar wanita yang tiba-tiba datang dan tidak lain adalah Sierra.


“Eh...Sierra...?” ujar Shiyun terkejut.


“Kamu Li Shiyun kan....?” tanya Sierra ramah.


Sebenarnya bukan, aku gunakan nama Li hanya untuk menyembunyikan marga  Alister. Agar orang di Zeemperor juga tidak selalu menggosipkanku sebagai penggoda Lonza Flores....(batin Shiyun dalam hatinya).


“Iya, mungkin bisa seperti itu....” balas Shiyun.


Sierra hanya mengerutkan keningnya.


“Aku Sierra Xiao. Teman sebelahmu. Maaf ya hari pertama sudah disambut dengan keributan tadi pagi....!” ujar Sierra.


“Tidak masalah....Aku kira kamu sudah pulang...!” balas Shiyun.


“Oh, tidak. Aku memang memilih bekerja dimalam hari” balas Sierra tersenyum hambar.


Shiyun pun berpikir sejenak “Berarti kamu datang kesiangan itu karena kelelahan dimalam hari dan mungkin ada beberapa urusan rumah yang harus diselesaikan....?” tanya Shiyun mengiterogasi.


Mata Sierra membulat tidak percaya.... “Kamu kok bisa sedelik itu...?”


“Itu memang mudah terbayangkan. Tunggu tadi kamu bilang namamu Sierra Xiao ? Tapi mengapa ketika pagi tadi Angela manggil kamu Sierra Shen...?” tanya Shiyun penuh selidik.


Sierra pun tarik nafas dan membuangnya percuma, “Itu hanyalah nama samaran. Hanya segelintir orang di perusahaan ini yang tahu nama asliku....” balas Sierra.


Shiyun berdercak tidak percaya, karena hal ini juga dia lakukan. “Kalau tidak salah dengar Xiao merupakan pemilik perusahaan Xiao  Entertaiment yang bersaing dibidang industri hiburan. Xiao  Entertaiment merupakan entertaiment terbesar dinegara ini.....!” ujar Shiyun berdercak kagum dengan Xiao  Entertaiment.


Sierra hanya fokus pada bahan desainnya. Dia memang terlihat dingin.


“Ah maaf ya, aku hanya sedang menalar desain yang ingin kubuat. Kalau begitu tolong jaga rahasiaku ya....!


“Tapi kenapa ?  Bukankah Angela tidak akan menghinamu lagi....!”


“Aku sudah terbiasa dengan orang sepertinya. Tujuanku adalah membuktikan pada keluargaku dengan desain yang kubuat. Aku sama sekali tidak tertarik dengan dunia hiburan.....”


“Oh begitu. Tapi tidakkah kamu merasa kesepian jika harus diejek dan dijauhi....?”


“Tidak....Aku memang sudah sendiri dari awal. Tidak ada yang mau berteman denganku lagi pula....” balas Sierra lirih.


"Lalu, kenapa kamu langsung memberitahuku rahasiamu disaat kita baru saja saling kenal? Bagaimana kalau aku membuka rahasiamu? " tanya Shiyun sarkastik.


"Begitukah? Kurasa kamu bukanlah tipe orang seperti itu. Aku percaya padamu" balas Sierra mantap.


Shiyun terdiam sejenak, “Kalau begitu bolehkah aku menjadi rekan dekatmu.....?”


“Hmm....?”


“Kenapa....? Tidak juga tidak masalah.....!”


“Tentu saja boleh.....Hahaha” balas Sierra sambil tertawa.


“Aku juga ada satu rahasia....!”


Sierra langsung berhenti mendesain dan mulai mendengarkan..... “Apa...? Aku akan menjaganya karena kita rekan dekat.....!”


“Pfftt....Baiklah, nama asliku Shiyun Alister.....”


Sierra terdiam, tampak sedang mengingat-ingat..... “Apa.....! Kamu bermarga Alister....?”


“Kenapa...?”


“Keluarga yang sempat berjaya dikota Altaraya....Benar tidak ....?”


“Ba....bagaimana kamu bisa tahu....?”


“Tentu, hancurnya keluarga itu tersebar luas. Tapi aku tidak menyangka bisa bertemu gadis yang selamat bernama Shiyun Alister...Sudahlah jangan terbawa masa lalu....!”


“Yah....Thanks Sierra....!” balas Shiyun sambil tersenyum hangat.


Sierra yang melihat senyuman hangat Shiyun langsung membalas “You’re welcome....” sambil tersenyum hangat.


Malam itu Shiyun punya rekan satu perusahaan yang dia rasa cocok dengannya. Selain Sakura dan Sierra. Shiyun berharap bisa membuat Lonza sahabat pertama dan cinta pertamnya untuk mengingat kembali akan dirinya.


_______