Unforgettable Love

Unforgettable Love
CH. 12_ Still Love



Keesokan harinya. Karena Shiyun ikut menemani Sierra dan menyelesaikan desainnya kemarin, ia sedikit terlambat bangun.


Ketika Shiyun terlambat, tentu saja dia tergesa-gesa, dan bergerak seperti orang dikejar setan. Sialnya dia bertemu si laki-laki dingin dan aneh itu lagi.


Dan lebih parahnya dia menabrak lelaki itu.


“Ah....maaf ya....Ka....kamu lagi....!” ujar Shiyun terkejut.


Lelaki itu hanya diam, lalu berdiri dan membersihkan pakainnya. Lalu dia menatap Shiyun, kemudian berjalan menjauh.


“Sangat dingin....Entah apa ini hanya perasaanku saja jika berada didekatnya serasa dalam frezer.....!” gumam Shiyun.


Shiyun pun mengambil berkas desainnya yang terjatuh. Tiba-tiba dia melihat seikat pita.


“Eh, pita ini sangat familiar. Apa ini punya lelaki dingin itu. Tapi kan dia cowok. Sudahlah lebih baik aku kejar dia saja....”


Lalu Shiyun pun berlari ke arah yang sama, tiba-tiba dia melihat mobil sport yang biasa dikemudikan oleh laki-laki dingin itu.


“Hei tunggu....!” teriak Shiyun.


Lelaki itu langsung mnegerem mendadak. Dia pun keluar dari mobilnya dan menarik Shiyun masuk kedalam mobilnya.


“Hei... Hei... apa yang kamu lakukan? Kamu sudah digila ya? Main tarik tangan orang seenak jidat” ujar Shiyun kesal.


“Kamu membuatku mengerem mendadak. Kamu tahu itu sangat berbahaya. Aku akan mengantarmu kekantor FG. Anggap saja sebagai ganti aku yang menabrakmu tadi.”


“Tunggu....!”


“Apalagi....? Bukankah aku sudah cukup bertanggung jawab sebagai lelaki, meskipun faktanya kamu yang mencari masalah denganku! ” ujar lelaki itu dingin.


“Aku sudah tidak di FG tapi di Zeemperor. Kalau kamu memang mau mengantarku, antarkan aku ke Zeemperor...! Lagi pula siapa yang meminta mu mengantarkanku” kesal Shiyun yang semakin jelas terlihat dari cara bicara dan ekspresinya.


Seketika setelah mendengar permyataan Shiyun, mata lelaki itu langsung membulat tidak percaya.


“Kenapa tiba-tiba di Zeemperor....?” tanya lelaki itu datar.


“Karena kontrak kerja.....!” ketus Shiyun.


“Hmm....”


“Oh iya tujuan ku memanggilmu tadi untuk memberikan pita ini....!” ujar Shiyun sambil menyodrokan pita yang ia temukan tadi.


Disaat itu pula wajah lelaki itu berubah menjadi horor.


"Sejak kapan kamu mencurinya? "


"Hah? Mencurinya? Aap maksudmu tuan? " tanya Shiyun tidak mengerti.


"Kamu ingin pita itu kan? Jawab? Pita itu sangat berharga dan kau merampasnya?! "


"Jangan menuduhku freezer! Aku menemukannya karena kamu menjatuhkannya. Bodoh" umpat Shiyun menahan kekesalannya.


Lelaki itu pun terdiam sejenak, kemudian ia angkat bicara lagi "Terimakasih".


“Pasti sangat penting bagimu ya....?”


“Hm... Kenapa?”


“Tidak, aku hanya merasa pita itu sama seperti pitaku....!” balas Shiyun sambil mengenang masa lalunya.


Ketika sampai diparkiran perusahaan Zeemperor, lelaki itu terdiam..... “Jangan turun dulu. Siapa namamu....?” tanyanya serius.


“Hah....? Namaku? Namaku Shiyun” balas Shiyun singkat.


“Hanya Shiyun saja....? Tidak ada marga keluarga....?” tanya lelaki itu menginterogasi dengan nada dinginnya.


“Eh....! Li Shiyun....Yasudah aku pergi dulu ya. Hampir telat ini. Terimakasih atas tumpangannya.” Shiyun pun langsung masuk kedalam kantor lewat pintu belakang parkiran.


Diruangan kantor Ceo Zeemperor...


“Nagisa....Tolong periksakan seseorang untukku..!” ujar Ceo Zeemperor.


“Baik Pak. Tapi anda ingin saya menyelidiki siapa...?” tanya sekretaris pribadinya.


“Li Shiyun dari divisi Desain dan Arsitektur...! ”


“Ok....Anda tunggu saja. Saya akan segera mendapatkannya...!”


“Tentu, karena Nagisa memang terbaik....!” balas Ceo itu hangat.


“Ayolah, kalau kamu bukan sahabatku yang lebih tua. Mana mungkin aku jadi sekretaris pribadi sementaramu. Kamu buat aku meninggalkan Qianxi Group di negara Saitama. Perusahaanku yang malang. Seharusnya aku sebagai Ceo Qianxi Group tidak boleh meninggalkan perusahaan sendiri begitu saja” ujar Nagisa.


“Nagisa, saat ini hanya kamu yang bisa kupercaya menjadi sekretaris pribadiku....! Lagi pula perusahaan Qianxi kan perusahaan besar di negara Saitama. Mana mungkin bisa dikalahkan saingan begitu saja.”


“Yah, baiklah. Terserah kamu deh Li Hanyu....!”


“Terimakasih Nagisa Qianxi....” balas Sam Li Hanyu (Ceo sekaligus pendiri Zeemperor) dengan hangat.


“Yah, kamu menang untuk saat ini...!”


“Aku akan segera mencari pengganti yang layak dan kamu bisa kembali mengurus perusahaanmu. ”


“Ok. Deal...!” ujar Nagisa puas.


Lalu Nagisa pun pergi. Tidak lama kemudian Nagisa kembali lagi dengan berkas yang diminta Sam.


“I’m come back....”


“Cepat sekali....!” balas Sam datar.


“Sure....This file about Shiyun Alister...You ask me to find it, right....?” ujar Nagisa serius.


“Yes. Thanks Nagisa....”


"You're welcome. No problem" balas Nagisa ringan.


Lalu Nagisa pun duduk dan menunggu keputusan Sam. Jika tidak ada masalah Nagisa akan pergi untuk urusan pribadinya.


Sam pun mulai membaca biografi Shiyun.


“Tidak ada yang menarik ternyata. Mungkin hanya kebetulan namanya sama” balas Sam datar.


“Oh, seperti itu. Kalau begitu aku harus pergi dulu. Masih ada urusan yang harus kuselesaikan. Semoga kau segera menemukannya” ujar Nagisa sambil berjalan meninggalkan ruangan.


"Yah.... " balas Sam pasrah.


Di ruang divisi Desain dan Arsitektur....


“Kamu tahu Cherry Floyd....?” ujar salah seorang rekan kerja bernama Yuki.


“Iya. Memang kenapa....?” balas Angela memelas.


“Kita mendapatkan proyek yang cukup menguntungkan dengan Xiao Entertaiment....!”


“Maksudmu....?”


“Cherry Floyd merupakan model yang baru naik daun dan langsung tenar. Dia akan mengadakan photo model khusus, oleh karena itu Xiao Entertaiment meminta Zeemperor untuk mendesain perhiasan yang terbaik untuk dikenakan Cherry.”


Shiyun yang sedari tadi hanya menjadi pendengar setia langsung pergi meninggalkan ruangan dan pergi keruang kepala Divisi, Sheehan.


Tok....Tok....(ketukan pintu).


“Masuk....!” ujar Sheehan.


“Maaf pak, saya disini hanya ingin menyerahkan desain yang kemarin anda tugaskan untuk saya....!” ujar Shiyun.


Sheehan tiba-tiba terkejut ketika melihat desain yang Shiyun buat.


“Desainmu sangat memuaskan Shiyun, kamu memiliki kreativitas yang tinggi. Ditambah kamu mampu menyelesaikannya hanya dengan satu hari satu malam” balas Sheehan puas.


“Terimakasih. Oh iya pak, Sierra juga menitip desainnya. Dia bilang hari ini dia tidak enak badan. Saya juga berencana akan menengoknya nanti. Jadi saya akan izin pulang lebih awal setelah menyelesaikan tugas”.


Sheehan melihat desain Sierra. Sheehan tampak puas dan langsung menutup kembali desain tersebut.


“Sebenarnya selama ini desain Sierra merupakan yang terbaik di Zeemperor. Namun, dia tidak ingin orang lain menegtahui kinerjanya. Sampai kemarin belum ada desainer yang bisa menandinginya. Tetapi aku melihat desainmu, desainmu juga memiliki kualitas tinggi” ujar Sheehan serius.


Shiyun hanya terdiam. Dia memikirkan apa yang sebenarnya diinginkan Sierra sampai tidak ingin orang lain mengetahui kemampuannya.


“Sierra sangat kasihan. Tapi sebenarnya latar belakang keluarganya.....”


“....Latar belakang keluarganya sangat tidak sesuai dengan Sierra. Benarkan ? Keluarga Xiao memang merendahkan putri keluarga mereka sendiri....!” ujar Sheehan tiba-tiba sambil menahan emosi.


“Anda mengetahuinya.....?”


“Tentu saja. Aku dan Sierra adalah sahabat dari kecil. Aku sudah melihat bagaimana dia tumbuh dalam tekanan keluarga. Oleh karena itu Sierra memutuskan keluar dari rumah keluarga Xiao dan keluarganya tidak mengizinkan ia membawa sepeser pun uang”


Shiyun tertegun ...


“Sierra juga sudah lelah dengan keluarganya. Tapi aku tidak pernah ingin dia tersakiti. Oleh karena itu demi menjaganya aku berusaha keras untuk mengikutinya. Dia bekerja disini sebagai pekerja aku yang ingin melindunginya harus memiliki posisi yang lebih tinggi.”


“Hah....?”


“Tenang saja, aku tidak pernah melakukan nepotisme. Aku jujur kok dalam bekerja. Tidak memihak siapa pun. Aku hanya ingin memastikan Sierra baik-baik saja....!”


“Bu... bukan begitu juga. Maaf. Baiklah, terimakasih atas informasi anda mengenai Sierra. Aku juga teman baiknya, dan aku tidak ingin melihat dia terus bersedih....!”


Lalu Shiyun pun keluar dari ruangan Sheehan. Dia kembali keruangan divisinya dan kembali bekerja.


Pekerjaanku hampir selesai, lebih baik aku pergi dulu keluar untuk istirahat.  Ini sudah lewat 10 menit untuk istirahat. Aku juga harus memikirkan kesehatanku.....batin Shiyun.


Lalu Shiyun memutuskan untuk pergi keluar. Dalam perjalanannya tiba-tiba seseorang menariknya dan membawanya ke parkiran bawah.


Mata Shiyun membulat terkejut.... “Hei, siapa kamu....? Penculik? Lepasin tanganku! ”


Sial banget hari ini. Sudah dua orang pria menarik tanganku seenak jidat mereka..... batin Shiyun kesal.


“Cih....Shiyun Alister, kamu selalu mengikutiku. Apa yang kamu lakukan di Zeemperor...?” tanya serius Lonza yang ternyata sedang berada di Zeemperor.


Shiyun terkejut dengan adanya Lonza, sehingga ia hanya bisa berdiam diri.


Tangan Lonza yang tadi Lonza gunakan untuk menarik Shiyun, langsung Lonza bersihkan dengan sapu tangannya.


Apakah harus seperti itu...Kamu memang membenci aku ya Lonza....! ujar shiyun dalam hati.


“Lonza...? Kok kamu bisa ada disini...?” tanya Shiyun.


Huh....Dia masih bisa akting pura-pura tidak mengikutiku.  Awas saja kalau dia mengganggu Cherry..... batin Lonza.


“Aku ada urusan. Kamu disini ngapain....?” balas Lonza dengan nada kerasnya.


“A...aku kerja disini...!”


“Seperti itu kah....Mana mungkin perusahaan sebesar Zeemperor mau menerima karyawan sepertimu. Jangan berlagak didepanku Shiyun. Akui saja kalau kamu memang ingin membuntutiku....!”


Shiyun langsung terkejut, tetapi dalam hatinya ia memang ingin selalu mengikuti Lonza. Namun, pertemuannya disini dengan Lonza bukan bagian dari keinginan Shiyun untuk membuntuti Lonza saat ini.


“Shiyun, kamu kenapa....? Masih tidak mau ngaku....! Aku sudah tahu, bahwa kamu memang kakak yang kejam untuk Cherry...”


“Lonza, kamu....!”


“Hmm....Apa? Bukankah aku benar. Mana ada kakak yang mau rebut tunangan adiknya sendiri....!”


“Lonza....! andaikan kamu mengingat masa lalumu. Kamu pasti tidak akan berkata seperti itu....! Kita sudah bersama dari kecil. Kamu berjanji padaku bahwa kamu ingin menjagaku dan melindungiku. Kamu bilang kamu akan selalu bersamaku....Tapi mana.....? Semua janji kamu hanyalah harapan palsu buatku....!” balas Shiyun sambil berlinang air mata.


“Shiyun....Cukup ! Aku muak dengar omongan kamu. Kamu selalu saja membual tentang masa laluku. Kamu jangan ikuti aku lagi dan Cherry...Aku sudah akan bertunangan  dengannya. Apa kamu tidak malu merebut tunangan adikmu sendiri.....?” teriak Lonza kesal.


“Hiks...Lonza aku belum menyerah. Kamu sekarang boleh minta aku begitu. Tapi aku akan tetap berusaha agar kamu mengingatku....! Sebelum hari pertunanganmu dengan Cherry....!” balas Shiyun yakin.


“Begitu kah....dasar tidak tahu malu. Kamu pikir air mata dan omonganmu itu bisa membuatku, Lonza Flores luluh.....? Tidak akan pernah bisa Shiyun Alister....!” teriak Lonza.


“Aku tidak perduli apa yang ingin kamu katakan. Intinya aku akan tetap bantu kamu ingat aku....!” balas Shiyun dengan nada yang tidak kalah dari Lonza.


“Cih....Wanita gila...Menyingkirlah  dari hidupku....!” balas Lonza marah.


Lonza langsung pergi meninggalkan Shiyun. Shiyun yang berusaha tetap terlihat kuat langsung terjongkok dan  menangis diparkiran yang sepi itu.


“Kenapa Lonza....Kenapa kamu melupakan aku...? Tapi aku belum menyerah untuk membuatmu mengingat kembali masa lalu kita....!” ujar Shiyun.


Shiyun pun tenggelam dalam kesedihannya sesaat. Kemudian dia langsung kembali pada kenyataan. Dia pun berdiri dari posisi jongkoknya, dan menghapus air mata yang mengalir dikedua pipinya.


Tanpa memikirkan rencana awal dia keluar untuk istirahat. Dia langsung kekantor dan izin pulang lebih awal. Beberapa rekan kerja lainnya ada yang mempeerhatikan Shiyun dengan heran.


Pada malam harinya. Shiyun tetap diam dalam malam diapartemennya. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk tidur.


Lonza...Walaupun kamu selalu menolak kehadiranku disampingmu saat ini, tetapi aku masih belum menyerah....Setidaknya aku bisa membuat mu ingat siapa aku.  Aku tidak menyalahkanmu Lonza, karena kamu melupakanku. Aku hanya menyalahkan pertemuan pertama  kita yang penuh janji palsu.  (batin Shiyun sambil mengeluarkan air matanya lagi. Hingga akhirnya dia tertidur dengan hati yang terasa hancur) .


_______