Unforgettable Love

Unforgettable Love
CH. 14_ SECRET



Keesokan harinya, Shiyun memutuskan untuk izin tidak kerja. Dia merasa tidak enak badan, dan sedikit kurang semangat.


“Sepertinya aku harus pergi membeli bahan bulanan. Shampo, sabun, bahkan sabun cuci muka dan pelembab pun sudah mulai habis...!” ujar Shiyun sambil mengingat apa saja yang harus dibeli.


Lalu Shiyun pun memutuskan untuk membersihkan apartemennya lebih dulu. Setelah selesai, dia membersihkan dirinya. Lalu membuat salad roti untuk sarapan paginya.


“Baiklah mari kita pergi keluar. Tidak perlu terlalu lama. Aku juga sangat ingin mengistirahatkan kepalaku yang masih pusing tingkat akut ini!”.


Ketika sedang berjalan menuju minimarket. Tiba-tiba dia melihat Cherry dan Lonza sedang duduk ditaman seberang minimarket. Tampak mereka berdua seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan dengan damai tanpa pengganggu.


“Lonza....?” panggil Cherry sambil bersandar dibahu Lonza.


“Hmm...?” balas Lonza sambil melirik Cherry.


“Kamu tuh ya kalau udah santai, bales panggilan aja udah susah...Ck...Aku mau nanya. Ini sih hasil analisis aku sendiri. Tapi karena kamu kurang yakin jadi pengen minta pendapat kamu !” ujar Cherry.


“Iya...iya deh aku dengerin. Ayo bilang ” bujuk Lonza agar Cherry merasa nyaman didekatnya.


“Kamu inget ga, pas kemarin. Di acara itu ada Shiyun...?”


“Hmm...Iyah. Si licik itu. Memangnya kenapa ?” balas Lonza kesal ketika mendengar pembicaraannya mengarah pada Shiyun.


“Kamu inget ga, pas dipanggil namanya ganti jadi Li Shiyun? Bukan Shiyun Alister..!”


“Hah, iya aku inget....Mungkin dia ngga mau kali keluarga Alister yang nggak ada apa-apa nya itu dikenal orang lain....!” balas Lonza yakin sambil tersenyum.


“Huh...Asal nebak mulu deh. Jangan segitunya dong, kesian kalau Shiyun denger...!”


“Udah Cherry ! Jangan mikirin si Shiyun itu. Lagian yang aku katakan juga benar. Emang keluarga Alister punya apa saat ini. Anaknya aja kayak gitu, apalagi keluarganya....!” balas Lonza serius.


Shiyun yang sedari tadi tidak sengaja menguping pembicaraan mereka langsung merasa hatinya pecah berkeping-keping. Dia mungkin masih tetap mencintai Lonza. Tapi kenapa orang yang dia cintai harus selalu merendahkan keluarganya, Alister.


Lonza, entah sudah keberapa kalinya kamu merendahkan keluargaku. Tapi kenapa rasanya aku benar-benar ingin kamu selalu bersamaku...?Kenapa kamu selalu menolakku. Semakin lama kamu menolakku. Maka akan semakin sulit bagiku untuk membuatmu mengingatku kembali....!  batin Shiyun sambil merasa sangat putus asa.


Shiyun yang merasa sangat lelah, langsung memutuskan untuk pergi menenangkan dirinya. Tiba-tiba handphone berdering. Satu panggilan nomer tak dikenal masuk.


No.Tidak Dikenal


Halo, ini nomer Li Shiyun kan...?


Shiyun


Iya benar. Maaf ini dengan siapa ?


No.Tidak Dikenal


Ini saya Sara Xiao....!


Shiyun


Hah...? Ny. Sara Xiao ? Ny. Sara ada apa menelpon ku?


No. Tidak Dikenal


Tadi, saya kekantormu, mereka bilang kamu izin. Jadi saya memutuskan meminta nomer telpon punyamu. Saya ingin mengajak kamu makan siang bersama. Bagiamana ?


Shiyun


Hah...? Makan siang ? Oh...saya bisa. Saya tidak akan menolak ajakan Ny. Sara.


No. Tidak Dikenal


Baiklah, Saya tunggu direstoran Italian dekat Xiao Entertaiment...!


Shiyun


Baiklah....Saya akan bersiap-siap dulu


Panggilannya pun diakhiri sampai situ. Shiyun pun tidak lupa mengsave nomer Ny. Sara Xiao. Tentu saja, siapa yang tidak senang, ketika seorang model papan atas seperti Sara Xiao menghubungi Shiyun lebih dulu.


Shiyun pun memutuskan untuk berbelanja nanti. Sebelum pergi dia sempat melirik dua pasangan yang masih duduk dibangku taman itu.


Walapun hatiku terasa sakit. Aku masih tetap bisa bersabar menunggumu....Lonza!  (batin Shiyun dengan air matanya yang mulai membasahi pipinya).


Ketika sudah sampai di restoran Italian  dekat Xiao Entertaiment, Shiyun mencari wajah Ny. Sara Xiao.


“Shiyun....!” sahut Ny. Sara sambil tersenyum.


Diusianya yang sudah mulai menuju 40 tahun, Ny. Sara masih tetap memiliki wajah yang cantik dan teduh. Sama seperti Sierra sebenarnya. Hanya saja Sierra tidak memperhatikan kecantikannya. Saat ini Sierra merupakan wanita yang mengesampingkan hal itu terlebih dahulu.


Shiyun pun langsung duduk berhadapan dengan Ny. Sara. Ternyata Ny. Sara sudah memesankan makanan dan minuman sebelum Shiyun datang.


“Maaf ya Shiyun, saya sudah memesan makanan dan minumannya terlebih dulu. Tapi ini merupakan menu terenak disini. Saya harap kamu menyukainya....!”


“Eh.....? Ny. Sara tidak perlu minta maaf. Lagi pula saya bukan tipe pemilih makanan. Saya suka makanan apa pun asal sehat dan bisa mengenyangkan perut.....” balas Shiyun sambil tersenyum kecil.


Setelah beberapa saat. Akhirnya mereka selesai makan. Shiyun tampak sangat puas dengan menu terenak direstoran ini.


“Shiyun....?” panggil Ny. Sara.


“Hm... Ada apa Ny. Sara ?” tanya Shiyun heran.


“Eh, kamu tidak perlu sungkan terhadap saya. Kamu panggil saja saya tante Sara. Tidak perlu Ny. Sara. Itu berlebihan” balas Ny. Sara .


“Ah, kalau begitu baiklah....” balas Shiyun sambil kembali tersenyum.


“Oh, iya ada yang ingin tante bicarakan. Tante harap kamu menjawabnya dengan jujur. Jika tidak berarti kamu memang tidak mencintai hal ini...!” ujar Ny. Sara serius.


“Eh...? Tentu saya akan jujur menjawabnya...” balas Shiyun tanpa ragu.


“Baiklah. Apa ini....?” tanya Ny. Sara sambil menunjukkan selembar photo.


Tiba-tiba mata Shiyun membulat. Dia langsung kaku.


“I....itu photo keluarga A....Alister....” balas Shiyun lirih.


“Iya betul. Lalu siapa anak perempuan berambut pendek ini....?”


“I...itu putri keluarga Alister, Sh....Shiyun Alister...” balas Shiyun bertambah gugup.


“Di...dia.....” balas Shiyun terpotong dalam diamnya.


“Dia dimana...? Jujur...!” tekan Ny.Sara.


Shiyun hanya terus terdiam. Keringat dingin semakin bertambah. Shiyun berusaha keras menelan salivanya, karena takut bicara.


“Ehm...Di....dia....Dia dihadapanmu...! Aku tahu aku akan gagal merahasiakan nama margaku. Tapi jangan menghina keluargaku karena aku. Hinalah aku saja Ny. Sara....Maaf tante Sara...!” balas Shiyun.


Ny. Sara terkejut mendengar jawaban Shiyun, tapi dia lebih terkejut karena Shiyun berpikir bahwa Ny. Sara akan menghina keluarga Alister.


“Kamu Shiyun Alister....? Ka....kamu kenapa berkata begitu....?”


“Semua orang merendahkan keluarga Alister, karena melihat aku satu-satunya yang selamat dan tidak berguna bagi keluarga Alister. Mereka selalu berkata keluarga Alister sudah tidak ada, dan aku tidak punya apa-apa, maupun siapa-siapa yang ingin aku jadikan sandaran hidupku....!” balas Shiyun sambil bersedih.


“Shiyun....” gumam Ny. Sara lalu berdiri mendekati Shiyun dan langsung memeluknya erat.


“Ny. Sara....?”  gumam Shiyun terkejut.


“Maafkan saya. Seharusnya saya menemukanmu lebih cepat, agar kamu tidak menderita dibawah keluarga Floyd....!”


“Ini bukan salah tante. Ini memang takdir mungkin. Bahkan takdir pun memisahkan ku dengan orang yang pertama kali kucintai...” lirih Shiyun sambil berusaha menutupi kesedihannya.


Ny. Sara terkejut bahwa Shiyun sudah mencintai seseorang, tapi sepertinya pria yang Shiyun cintai tidak ada untuk Shiyun.


“Shiyun....Kami ada satu hal yang harus kami, keluarga Xiao sampaikan. Ini amanah dari ayah dan ibumu. Dia tahu bahwa keluarga Alister tidak aman. Oleh karena itu ayah dan ibumu berusaha yang terbaik untuk mu dan Elvis. Namun, tragisnya kakakmu, Elvis Alister ikut tewas dalam kebakaran berencana tersebut....!”


Mata Shiyun langsung membulat “Ke....kebakaran berencana....?”


“Lebih baik kamu ikut tante dulu, dan kita bicarakan dikediaman Xiao”.


Lalu Shiyun dan Ny. Sara pun berangkat untuk pergi kekediaman keluarga Xiao. Sesampainya disana. Dilihat terdapat Tn. Carson Xiao dan seseorang yang sedang membaca berkas dengan penuh seksama.


“Sara, dimana Shiyun....?”


“Itu dia. Carson, dugaan kita tepat....” ujar Ny. Sara sambil tersenyum bahagia kepada Tn. Carson.


“Shiyun, kemarilah nak...” ujar Tn. Carson setelah melihat Shiyun muncul.


“Baiklah ini rahasia besar kedua orang tuamu. Sepasang kekasih hebat dalam berbagai hal, kuat dan selalu bersama. Kami sangat takjub melihat kedua orang tua mu” kagum Ny. Sara.


Shiyun hanya diam, dia masih belum tahu apa maksud Tn Carson dan Ny. Sara. Apa rahasia terbesar itu ?


“Shiyun, keluarga Alister belum berakhir....Ini adalah surat tentang ahli waris aset berharga keluarga Alister yang dipercayakan kepada kami, keluarga Xiao....”


“Aset...? Milik keluarga saya....? Saya tahu anda sangat prihatin dengan keadaan saya, tapi anda tenang saja Tn. Carson. Saya bukan sosok yang menyedihkan. Keluarga Alister sudah jatuh dalam keadaan tanpa sepeser uang pun” timpal Shiyun.


“Tidak, nak. Kami benar-benar serius. Kamu sudah tepat dan memenuhi syarat untuk menjadi ahli waris keluarga Alister. Ini adalah berkas Shi Company. Nama perusahaan ini diambil dari namamu, Shiyun. Kedua orang tuamu sangat menyayangimu dan Elvis. Tetapi mereka berpikir, bahwa kamu sebagai anak perempuan tidak bagus jika harus mebuka usaha sendiri dari nol. Hingga akhirnya kamulah yang dpilih untuk menjadi pemilik perusahaan ini...”


“Ti...tidak mungkin! " ragu Shiyun dengan terkejut.


“Shiyun, kedua orang tuamu berharap, kamu jadi gadis yang kuat, yang akan menunjukkan bahwa keluarga Alister tidak layak diremehkan lagi. Perusahaan Shi Company, kamu pasti sudah dengar. Perusahaan Shi, adalah perusahaan multinasional terbesar dinegara Saitama ini. Perusahaan dengan saham tertinggi, bahkan ketiga didunia....!”


“Perusahaan Shi sudah berjalan cukup lama tanpa keluarga Alister. Namun, perusahaan ini akhirnya berhasil bertahan dari masa krisis pasca kebakaran tragis berencana waktu itu. Perusahaan ini merupakan induk dari Xiao Entertaiment, Zeemperor, FG Group, Flores Group, Perusahaan Cyan, bahkan Floyd Group pun belum lama berhasil dikuasai Shi Company. Perusahaan ini menguasai perusahaan terbesar lainnya” tambah Tn. Carson.


“Tapi bukankah perusahaan terbesar itu adalah Zeemperor...?”


“Tidak, pemilik Zeemperor hanya bersedia menyembunyikan kejayaan Shi Company sebelum sampai pada tangan yang benar, yaitu kamu Shiyun Alister....!”


“Pemilik Zeemperor mau berkorban seperti itu...? Dimana dia ? Aku bahkan belum bertemu dengannya meskipun aku sudah bekerja disana ? Siapa dia?  Kenapa dia mau melakukan itu?  Apa ini hanya tipuan belaka? "


“Tidak, kamu jangan salah paham. Dia orang yang baik. Dia bilang, bahwa dia pernah berhutang pada keluarga Alister. Oleh karena itu dia ingin membantumu. Dia bilang kamu tidak perlu tau. Dia hanya ingin berniat baik. Hingga saat ini dia yang terus berusaha menjaga Shi Company. Oleh karena itu kami percayakan Shi Company untuk berkembang dibawah pengawasannya.”


Shiyun terdiam seperti patung. Rasanya tidak percaya, jika itu memang balas budi.


“Shiyun...?” panggil Ny. Sara.


“Eh, iya tante...”


“Nak, tanda tanganilah surat ini. Kumohon jangan kecewakan ayah, ibu dan kakakmu....!”


Shiyun memejamkan matanya. Dia sedang berpikir.


Tidak, aku tidak layak untuk ini. Mungkin aku harus menyelesaikan masalah ku dan mengesampingkan hal ini. Lagi pula bukan perusahaan yang aku banggakan dan aku inginkan.... Mungkin tidak perlu tanda tangan sekarang.... ( batin Shiyun).


“Aku... aku tidak bisa menandatangani itu. Bukan maksudku menolak, tapi aku merasa belum siap dan jauh dari kualifikasi. Tapi aku tetap akan berusaha menjadi yang terbaik untuk membuat keluarga ku disana bahagia....  ”


“Kenapa kamu berpikir begitu, saya rasa ini bagus untukmu. Tapi, jika kamu belum siap, saya juga tidak bisa memaksa. Keputusan ada ditanganmu Shiyun....! Saya yakin kamu akan menerimanya suatu hari nanti!  " balas Tn. Carson.


“Ah iya, aku ada satu permintaan. Maukah kalian mengabulkannya....? ”


“Silahkan, apa itu....?” tanya Ny. Sara sambil tersenyum hanga mendengar Shiyun menginginkan sesuatu.


“Bisakan kalian menceritakan kenapa Sierra keluar dari rumah ini (keluarga Xiao) ?”


“Hhh....Itu ternyata. Aku kira apa. Aku tahu aku salah pada saat itu. Aku hanya menyuruhnya belajar bisnis, tapi dia menyukai desain. Awalnya aku menolak keinginannya. Tetapi aku pun tidak ingin Sierra hidup dalam paksaan. Namun, aku tidak bisa menurutinya saat itu. Sara pun berbicara dan menjelaskan padaku. Semua dia jelaskan dari keuntungan Sierra belejar bisnis, Sara juga menjelaskan dampak negatifnya karena Sara tidak mau anaknya tertekan. Namun, sepertinya kesalahpahaman terjadi. Sierra yang tidak sengaja menguping ayah dan ibunya ini langsung lari ketika hanya mendengar Sara menjelaskan keuntungan Sierra belajar bisnis. Hingga akhirnya Sierra salah paham , dan mengira bahwa kami menginginkannya pergi...”


Shiyun sangat terkejut mendengar hal itu, namun Shiyun belum puas dengan jawaban itu dalam membantu Sierra.


“Lalu, kalian kenapa tidak menghentikan Sierra, saat dia bergegas pergi dari sini...?”


“Kami sudah mencoba, namun gagal. Tetapi aku sebagai ayahnya yang melibatkannya tidak menyerah. Tetapi Sara shock dan sangat sedih dengan perginya Sierra, anak satu-satunya yang sangat ia sayangi. Dia pun jatuh sakit hingga keadaannya sempat tidak memungkinkan. Oleh karena itu aku kembali dan menjaga istriku, Sara. Karena aku yakin Sierra pasti akan kembali pada keluarganya dan akan memeluk ibunya”


“Aku hanya berharap, Sierra kembali dan memaafkan kesalahan ayah dan ibunya ini...” ujar Ny. Sara sedih tetapi sangat berharap.


Tiba-tiba terdengar suara vas bunga pecah dari ruang utama.


“Siapa itu...?” tanya Tn. Carson curiga.


Tiba-tiba saja Sierra datang dan berlari dan jatuh pada pelukan ibunya. Kali ini dia benar-benar memeluk erat ibunya.


“Ayah, ibu maafkan aku. Aku yang salah....Mulai saat ini aku akan mendengarkan kalian” ucap Sierra sambil menumpahkan air matanya yang ia bendung selama ini.


“Sierra...? Tidak nak, kami yang salah, karena telah memaksamu.. Kamu bisa lanjutkan karirmu. Kami akan selalu mendukungmu mulai saat ini” balas Ny. Sara dengan sangat bahagia.


Tiba-tiba muncul seseorang “Sheehan....?” gumam Shiyun.


________