Unforgettable Love

Unforgettable Love
CH. 13_ OBSTACLE



Keesokan harinya. Shiyun sudah siap berangkat kekantor. Dia kali ini berangkat lebih awal untuk menyelesaikan desainnya yang kemarin ia tinggalkan begitu saja.


Sesampainya dikantor. Dia belum melihat siapa-siapa. Shiyun pun meletakkan tasnya di atas meja. Lalu dia pergi membuat kopi.


“Baiklah, lupakan dulu tekananmu, dan selesaikan desain penting ini...!” ujar Shiyun sambil menghirup aroma kopinya.


Shiyun pun terlarut dalam mendesain perhiasan untuk dijadikan pilihan dalam ajang model Xiao Entertaiment.


Seharian bekerja penuh Shiyun merasa sangat lelah. Dia tidak melihat Sierra dikantor. Dia yakin Sierra pasti mendesainnya dirumah.


Sebelum pulang, kepala divisi desain dan arsitektur Zeemperor, Sheehan Yu mengumumkan pemutusan desain yang akan dikirim untuk Xiao Entertaiment.


Keputusan ini tidak hanya pihak divisi desain dan arsitektur saja, tetapi juga berdasarkan keputusan beberapa orang penting lainnya, dan keinginan Xiao Entertaiment.


Akan dipilih dua desain terbaik. Siapa yang terpilih akan dipromosikan menjadi desainer senior Zeemperor.


“Baiklah, saya yakin kalian semua tahu alasan saya mengumpulkan kalian disini. Saya sangat mengapresiasi desain kalian. Semua desain yang dikumpulkan tetap tergolong desain bagus Zeemperor. Tetapi Zeemperor akan tetap melilih dua desain terbaik....!” ujar Sheehan serius.


“Tentu saja, pak. Saya yakin saya tidak mengecewakan Zeemperor...! Cepat umumkan siapa dua desainer terbaiknya....!” ujar Angela angkuh. Dia merasa desainnya sangat memuaskan untuk Xiao Entertaiment.


“Kami pihak Zeemperor tidak memberitahu siapa desainer dari setiap desain yang ditunjukkan kepada Xiao Entertaiment. Akan tetapi nanti Xiao Entertaiment akan segera mengetahuinya saat acara ajang model nanti.....!” balas Sheehan jelas.


Yang lain tampak sangat antusias mendengar siapa dua desainer unggul itu. Shiyun hanya memperhatikan. Mungkin dirinya ada dikantor, tetapi hatinya entah berkelana kemana.


Shiyun sedang tidak fokus memperhatikan. Dia masih memikirkan Lonza.


“Dua desainer terbaik Zeemperor adalah....Sierra Shen dan Li Shiyun!” ujar Sheehan.


Ketika mendengar keputusan tersebut yang lain langsung terkejut.


“Tunggu, kami tahu Sierra cukup baik, tetapi si anak baru itu punya desain seperti apa.....!?” balas Angela tersentak.


“Haish....Kamu bisa lihat sendiri desain Shiyun....!” balas Sheehan sambil menunjukkan gambar Shiyun yang terpampang dari infocus.


Betapa terkejutnya Angela ketika melihat desain hasil Shiyun. “Ti...tidak mungkin. Dia pasti dibikinin desainer senior yang lebih handal dengan menyewa desainer senior tersebut....!” geram Angela.


“Sudahlah Angela. Pertemuan kali ini cukup sampai disini saja....!” lalu Sheehan pun meninggalkan ruang pertemuan.


Tidak lama Shiyun juga  langsung meninggalkan ruangan tersebut. Angela menatap iri pada Shiyun.


Seminggu kemudian, hari diamana ajang model Xiao Entertaiment pun tiba. Xiao Entertaiment pun mengundang dua desainer terbaik Zeemperor untuk menghadiri ajang model tersebut. Mereka diundang sebagai tamu spesial.


Di gedung Xiao Entertaiment....


“Cherry, hari ini kamu sangat cantik....” ujar Lonza sambil duduk menunggu Cherry yang berdandan  untuk ajang model.


“Humpph....Berarti sebelumnya aku tidak cantik dong...” balas Cherry kesal.


“Eh...? Bukan seperti itu. Kamu selalu cantik dimataku, tapi hari ini lebih cantik dari biasanya honey”


Cherry hanya tersenyum sendiri. Tiba-tiba seseorang datang mengetuk pintu.


“Permisi nona Cherry Floyd, ini saya Lisa ingin memberikan perhiasan yang baru saja diantarkan oleh pihak Zeemperor...Anda harus segera memakainya” ujar Lisa asisten pribadi Cherry.


“Oh Lisa, masuk saja, dan letakkan perhiasannya dimeja rias sana....!”


“Hmm...Baik. Apakah ada keperluan lainnya....?”


“Bisakah kamu atur ulang jadwalku untuk siang sampai sore. Jangan terlalu padat. Aku ingin pergi makan malam bersama tunanganku. Jadi, aku tidak boleh terlalu kecapean....!”


“Ok...Saya permisi dulu...”


Lalu Lisa pun pergi meninggalkan Cherry, Lonza, dan satu perias.


“Zeemperor sangat hebat.....!” ujar Lonza yang kagum melihat hasil desain perhiasan Zeemperor yang akan dikenakan Cherry.


“Tentu saja. Desainer Zeemperor tidak akan diragukan lagi. Itulah alasan Xiao Entertaiment memilih Zeemperor” kagum Cherry.


Setelah Cherry selesai di make up, dia dipanggil oleh pihak Xiao Entertaiment untuk persiapan dipanggung.


Lonza pun harus membiarkan Cherry pergi lagi. Dia pun memutuskan keluar dan mencari udara segar sambil menunggu Cherry kembali.


“Shiyun.....! Kenapa dia disini....? Apa dia sedang membuntuti aku lagi.....?” gumam Lonza sambil mendekat kearah Shiyun.


Shiyun yang sedang berjalan sendiri dilorong tersebut, langsung terkejut ketika Lonza mencengkeram pergelangan tangannya dengan kasar.


“Ah, siapa kamu.....?” terkejut Shiyun.


“Shiyun kamu ingin cari mati ya?! ” teriak Lonza tiba-tiba.


“Lonza....!” terkejutbShiyun. Lalu Shiyun langsung memeluk Lonza karena tadi sangat terkejut. Shiyun langsung merasa lega ketika melihat Lonza. Ia berpikir orang asing ingin melukainya.


Lonza langsung terkejut. Tapi entah kenapa dia merasa ingin terus memeluk Shiyun. Serasa ingin melindunginya. Tiba-tiba kepala Lonza pusing lagi.


“Aah....Lepaskan Shiyun. Cukup sandiwaranya....!” teriak Lonza sambil marah, karena kepalanya serasa ditusuk-tusuk.


“Lonza....?” gumam Shiyun.


Shiyun pun melepaskan pelukannya. Tiba-tiba Lonza terus memegangi kepalanya yang sangat sakit.


“Lonza...kamu tidak apa-apa kan....?” tanya Shiyun khawatir sambil membantu Lonza menemukan tempat duduk.


Lonza yang sudah tidak tahan dengan sakit dikepalanya hanya bisa pasrah ketika Shiyun ingin membantunya.


“Duduklah dulu. Aku akan ambilkan air untukmu....!” balas Shiyun sambil bergegas mengambil air.


Lalu Lonza pun meminum air yang dibawakan oleh Shiyun.


“Terimkasih....” balas Lonza.


Shiyun terkejut ketika mendengar Lonza mengucapkan terimakasih padanya. Sudah sekian lama Lonza tidak pernah berbicara dengan nada normal, apalagi mengucapkan terimakasih, karena saat itu Lonza bilang Shiyun tidak pantas mendapatkannya.


“Sama-sama.....” balas Shiyun gugup.


“Kalau begitu kamu sekarang harus pergi....!” ujar Lonza serius.


Shiyun merasa Lonza masih sakit, tidak bagus jika ia harus berdebat dengannya.


“Baiklah....”


“Hei, tunggu ! Satu hal lagi, jangan terus mengikutiku.....Kamu ini memang wanita naif yang sangat gila....! Sudah sana pergi....Jangan sampai aku melihatmu lagi....! ”


Shiyun hanya diam, lalu pergi. Shiyun merasa bahwa tadi Lonza, sama dengan Lonza yang ia kenal. Namun, sepertinya itu hanya sebatas imajinasinya saja.


Entah kenapa hatiku terasa kesepian ketika Shiyun meninggalkanku....Sudahlah lagi pula dia wanita yang tidak tahu malu. Alangkah baiknya jika dia tidak dekat-dekat denganku...(batin Lonza).


“Baiklah, hadirin semuanya, saya disini sebagai pembawa acara dalam ajang model Xiao Entertaiment. Acara ini dihadiri oleh beberapa model dan selebriti papan atas. Selain itu hadir pula Ceo Zeemperor, Sam Li Haonan, dan Ceo Flores Group, Lonza Flores....Tepuk tangan untuk mereka...!” sambutan yang begitu meriah dari si pembawa acara.


“Wah, ternyata Ceo dingin seperti Sam Li Haonan masih bisa mengunjungi acara seperti ini. Senang sekali bisa melihatnya secara langsung....!” ujar salah satu penonton.


“Lihat Lonza Flores, tunangan Cherry Floyd juga hadir. Dia ternyata sangat tampan dan murah senyum....!”


“Yah...tidak seperti Sam Li Hanyu, dibalik ketampanannya terdapat aura dingin yang menyeramkan....Sudahlah.....”


Semua orang dengan meriah menyambut acara tersebut.


“Shiyun, ternyata kamu bermain kotor. Lihat saja, aku akan membalas mu.....!” ujar Angela yang hadir sebagai pengujung. Angela merasa kesal dengan Shiyun yang mendapat undangan spesial.


Acara meriah tersebut berjalan dengan lancar. Pihak Xiao Entertaiment pun sangat puas dengan desain Zeemperor yang indah.


“Baiklah semuanya. Kalian sudah lihat kan beberapa model yang ikut dalam ajang ini, termasuk ada Cherry Floyd sebagai model senior....!” ujar salah salah satu orang dari Xiao Entertaiment, yang tidak lain adalah Ceo Xiao Entertaimen, Carson Xiao.


Carson Xiao sedang berdiri diatas panggung bersama istrinya, Sara Xiao. Sara Xiao merupakan model pada masa mudanya. Tetapi sudah lama sekali ia berhenti dari dunia model. Saat ini Sara masih tetap cantik, dan dia sebenarnya merupakan ibu dari Sierra Xiao.


“Iya. Cherry tampak sangat cantik dan elegan dengan perhiasan dari Zeemperor....!” teriak salah satu pengunjung. Hingga pengunjung lain pun setuju dengan ucapannya.


“Tentu, Zeemperor merupakan perusahaan besar yang sudah sangat terkenal. Kalian disini juga pasti ingin tahu siapa desainer terbaik Zeemperor saat ini...!” ujar Carson Xiao.


Ceo Zeemperor, Sam Li Hanyu hanya menatap dingin  dengan sedikit seulas senyuman yang nyaris tak terlihat. Kalau mau dikatakan seram juga tidak cocok, dikatakan hangat juga tidak. Ya rasanya seperti menatap tembok jika berhadapan dengannya.


“Bagaimana dengan para model....? Semua orang disini setuju. Oleh karena itu kita serahkan ini pada si pembawa acara yang sudah mengetahui dua desainer ini...!”


Lalu mikrofon pun beralih kembali pada si pembawa acara. Para pengunjung sudah tidak sabar dengan dua desainer ini. Beberapa tahun lalau. Zeemperor juga mengumumkan dua desainer terbaiknya.


Beberapa tahun lalu Nagisa Qianxi sempat bekerja membantu Zeemperor untuk Sam Li Hanyu sebagai sahabatnya. Nagisa akhirnya  rela meninggalkan perusahaan desainnya sementara waktu dinegara Jing South.


Hingga akhirnya Nagisa menjadi salah satu desainer terbaik Zeemperor. Akan tetapi bukan hanya Nagisa, terdapat pula seorang wanita cantik yang menjadi salah satu bagian dari desainer terbaik Zeemperor.


Desainer terbaik Zeemperor selalu memiliki hal yang ditunggu para pecinta desain terutamanya.


“Baiklah kalian lihat perhiasan yang dipakai Cherry Floyd dan Qingzhau Gu.....! Para desainer dari perhiasan ini adalah Li Shiyun dan Sierra Shen....Mari beri applause untuk mereka berdua....!” ujar si pembawa acara meriah.


Para pengunjung pun bertepuk tangan dan mulai penasaran. Sedangkan Tn. Carson Xioa dan Ny. Sara Xiao mulai mendapat piling dari nama Sierra Shen.


Lalu munculah Shiyun bersama Sierra diatas panggung. Mereka berjalan dengan elegannya. Shiyun tampak sangat cantik dengan pakainnya. Sierra tampak terlihat baik selepas sakitnya.


“Hai semuanya, perkenalkan namaku Li Shiyun. Aku merupakan salah satu desainer dari Zeemperor. Kalian bisa memanggilku Shiyun....Terimakasih atas apresiasi kalian semua....!” ujar Shiyun sambil tersenyum hangat. Senyuman yang bisa membuat orang lain tenang sekaligus terpesona.


Semua orang langsung bertepuk tangan, bahkan ada yang meneriakkan “Aku suka padamu Li Shiyun...!”


“Ya, kami juga...!” tambah pengunjung lain.


“Hai....! perkenalkan namaku Sierra Shen. Aku merupakan salah satu desainer Zeemperor. Tapi aku lebih suka melukis. Kalian bisa memanggilku Sierra. Aku sangat senang kalian mengapresiasi desainnya...!” ujar Sierra sambil tersenyum bahagia.


Tak kalah dengan sorakkan untuk Shiyun. Sierra pun banyak mendapatkan applause dan sorakan yang sama meriahnya.


Para pengunjung merasa sangat terpukau dengan penampilan dua desainer terbaik Zeemperor.


Prokk...Prok...Prok.....(suara yang meriah dari tepukan tangan pengunjung acara).


“Shiyun...! Kenapa....si bodoh ini desainer terbaik Zeemperor....?” gumam Cherry terkejut.


“Shiyun....Dia....Dia bukan menguntitiku? Melainkan datang sebagai tamu spesial.....Haish....Tipuan apalagi yang kali ini Shiyun licik itu mainkan.....?” gumam Lonza kesal.


Acara itu berjalan dengan baik. Pihak Zeemperor pun bekerja sama dengan pihak Xiao Entertaiment.


“Sierra aku pulang duluan ya...!”


“Hmm...Cepat sekali Shiyun....! Tidak istirahat dulu ?” balas Sierra.


“Tidak perlu. Aku hanya mau ganti baju lalu pulang... Hari ini cukup melelahkan!”


“Oh, baiklah. Hati-hati ya” balas Sierra sambil tersenyum.


Ketika Sierra sedang mengganti dari high heels menjadi sepatu kets nya, tiba-tiba ada yang datang.


“Si....sierra....!” gumam wanita itu.


Sierra langsung terkejut dan meoleh kesumber suara. Alangkah terkejutnya dia, mata Sierra langsung membulat.


“Kamu.....! Ada perlu apa cari aku?” tanya Sierra datar sambil melipat pakaiannya.


“Sierra.... Kamu kemana saja....?” tanya seorang wanita sambil memegang pundak Sierra.


Sierra sedikit terkejut dengan hal itu, lalu dia buru-buru menghindar.


“Maaf, aku sedang banyak urusan. Jadi harus segera pergi!”


“Sierra tunggu dulu. Kamu kenapa harus pergi begitu lama dan tidak memberitahuku?” tanya wanita yang sudah cukup berusia itu.


“Kamu dan keluarga Xiao yang menginginkannya. Bukan aku! " sinis Sierra.


Tiba-tiba seseorang berlari “Sierra....Kamu masih disana kan ?” teriak oarang itu sambil berlari.


“Shiyun....? Ada apa ?” tanya Sierra bingung.


“Huff....Huf...Hah iya, barang aku ada yang tertinggal...!” balas Shiyun sambil mengatur nafasnya.


Wanita berusia itu pun langsung memeluk Sierra ketika Sierra sudah mau bergegas pergi.


“Jangan pergi dulu sebelum memberikan alasannya pada ibu....!”


Shiyun terkejut, ketika melihat seorang wanita berparas cantik dan elegan itu memeluk Sierra dan menyebut dirinya ibu ... “Nyonya Sara Xiao...” gumam Shiyun terkejut.


“Cukup....! Kalian memang tidak tahu malu. Dulu menendangku keluar, sekarang setelah aku berhasil, menariku kembali masuk....!” geram Sierra.


“Sierra...?” ujar Shiyun dengan nada heran.


“Shiyun kamu sudah mengambil barangmu kan, ayo kita pulang....!” ajak Sierra yang sebenarnya berusaha terlihat kuat.


Seseorang sudah dari tadi melihat kejadian itu.


“Cukup....! Sierra kembalilah dengan keluarga Xiao. Masa lalu saat itu penuh dengan kesalahpahaman. Aku sebagai ayah mu ingin yang terbaik untukmu....!” tukas tuan Carson Xiao.


“Ingin yang terbaik untukku....? Kalian hanya ingin memaksakan keinginan kalian padaku tanpa memperdulikan kebahagianku! ” balas Sierra cepat.


Lalu Sierra pun menarik tangan Shiyun dan bergegas pergi.


“Sierra, tunggu....” ujar Shiyun.


“Kenapa lagi....?”


“Mereka keluargamu, wanita yang tadi memelukmu adalah ibumu. Mereka ingin kamu kembali Sierra. Mereka tidak ingin membuangmu.....!” tegas Shiyun penuh harap.


Kening Sierra mengerut, dia tidak tahu kalau Shiyun akan membantu ayah dan ibunya.


“Terserah kamu Shiyun aku sudah lelah...!” ujar Sierra lalu memutuskan pergi sendiri.


Shiyun hanya menatap Sierra sedih. Nyonya Sara Xiao tiba-tiba menangis.


“Carson, kenapa dia tidak ingin memelukku. Kenapa...? Apa salahku....Ada apa dengannya....?” tanya Ny. Sara Xiao sambil bersedih.


“Sudahlah, mungkin itu jalannya. Kesalahpahaman saat itu membuat dia seperti ini. Ini juga karena ego kita sebagai orang tua yang tidak perduli akan mimpinya. Kita akan mencobanya lain waktu....! Terimakasih ya nak Shiyun....” ujar Tn. Carson.


Shiyun terkejut  lalu membalas dengan senyuman hangatnya yang dapat memberikan ketenangan.... “Sama-sama Tn. Carson dan Ny. Sara”.


“Kamu mirip seperti seseorang yang pernah aku temui....” gumam Tn. Carson.


“Hah....? Benarkah...?” Shiyun berdercak tidak percaya.


“Iya, dia dari keluarga Alister....Shiyun Alister. Hah, bahkan nama kalian hampir mirip ya. Beda marga saja”


“Keluarga Alister merupakan keluarga yang sangat baik. Mereka membantu kami keluarga Xiao hingga kami memiliki kesempatan untuk bisa seperti ini. Akan tetapi kami dengar, keluarga Alister mengalami kecelakaan. Perusahaan mereka terbakar. Hanya Shiyun Alister yang selamat, namun kami tidak tahu dia dimana....!” jelas Ny. Sara sambil kembali merilekskan diri.


“Kami sudah mencari Shiyun Alister, termasuk mengunjungi dokter Jason. Akan tetapi hasilnya nikhil. Kami berharap, kami bisa menemukannya kembali....!” ujar Tn. Carson.


Shiyun hanya terdiam. Dia benar-benar diam tanpa berkutik. Entah sejak kapan air matanya mengalir. Shiyun mulai tidak bisa mengontrol kesedihan akan masa lalunya.


Tn. Carson dan Ny. Sara langsung menatap Shiyun. Mereka melihat air mata mengalir membasahi kedua pipi Shiyun.


“Shiyun....! Kamu baik-baik saja kan?” tanya Tn. Carson.


“Hah....Iya. Saya masih ada urusan. Jadi saya pamit duluan ya Tn.Carson dan Ny. Sara” ujar Shiyun.


Lalu Shiyun pun berlari meninggalkan ruangan itu.


“Apakah dia benar-benar Shiyun Alister....? Wajah, mata, tatapan, dan senyumannya sama. Dia juga tadi menangis ketika mendengar keluarga Alister....!” terang Tn. Carson serius penuh analisa.


“Aku juga merasa seperti itu. Jika itu memang dia. Maka kita harus menyerahakan sesuatu yang sudah diberikan Harry Alister dan Mitsuha Alister waktu itu....!”


“Tapi kurasa kita tidak bisa mengambil keputusan terlalu cepat. Kita lihat saja nanti....!” balas Tn.Carson.


________