
Dalam perjalanan kembali ke Los Nevera, hanya ada diam diantara Shiyun dam Sam.
Aku akan membuatmu jatuh dalam pelukanku Shiyun. Kau hanya akan aman denganku. Aku sudah menunggu mu begitu lama, tapi apa? Kau menolakku! (batin Sam geram dan kecewa).
Seminggu kemudian, diantara Sam dan Shiyun hanya ada diam. Berkomunikasi bila perlu. Namun bagi Sam itu cukup melelahkan. Tapi Sam juga tidak ingin Shiyun semakin kacau. Dia tidak akan bergerak sekarang.
“Halo Sam, apa kamu ada waktu besok?” tanya seseorang ditelepon.
“Hmm....Iya ada. Memang kenapa?” tanya Sam yang sedang membaca berkas diruang kerja dirumahnya.
“Kamu tahu Flores Group dan Floyd Group? Kedua keluarga itu mengadakan pertunangan putra-putri mereka."
“Hmm...Lalu?” tanya Sam datar.
“Ayolah...Masa kamu lupa. Kamu kan diundang. ”
“Bilang aku tidak bisa datang!”
“Eh langsung tolak begitu aja. Datanglah, karena ternyata Shiyun Alister juga diputuskan diundang oleh keluarga Floyd”
Mendengar kabar tersebut, langsung membuat Sam semakin berambisi.
“Baiklah. Besok kita berangkat bareng! ”
“Ok. "
Yang menelpon tadi, adalah salah satu teman dekat Sam, Ryan Boyega. Kedua orang tua Ryan tewas karena kasus penembakan. Keluarga Boyega langsung jatuh bangkrut dan Ryan hidup sendiri dalam kesusahannya. Tapi sekarang dia sudah cukup mapan dengan perusahaan majalahnya.
Namun, ketika ada orang yang mencoba membunuhnya, Sam datang menolongnya. Hingga saat itu Ryan dan Sam berteman. Walaupun tidak terlalu akrab.
Keesokan harinya, Sam sudah rapih dengan jasnya. Dia memang sangat tampan. Tapi tujuannya kali ini adalah untuk menemui Shiyun nya. Bukan menikmati acara pertunagan Lonza dan Cherry.
Tidak lama kemudian Ryan datang dengan mobil sport hitamnya.
“Ayo, naik! ”
“Ryan....Kenapa kamu juga ikut pergi, memangnya diundang?” tanya Sam sinis tapi memang bercanda.
“Kamu sedang mengutukk? Memangnya aku jelek dan sampah masyarakat gitu? Tentu saja aku datang untuk menghadiri acara pernikahan Cherry, sahabatku”
“Aku baru tahu kalau Cherry sahabatmu”
“Iya..begitulah...”
“Sudahlah....aku tidak perduli pada Cherry. ”
Diacara tersebut, sudah tampak banyak tamu undangan yang datang. Melihat pemeran utama dalam acara itu adalah Cherry Floyd simodel papan atas dengan Lonza Flores si pemilik perusahaan besar Flores, tentu saja tamu-tamu undangan mereka juga dari kalangan atas.
Lonza yang sedang tersenyum bersama Cherry langsung terkejut ketika melihat kedatangan Sam. Yah pasalnya sosok Sam Li Hanyu ini dikenal sebagai pengusaha nomer satu dan sangat terkenal. Dia juga dikenal sebagai sosok yang dingin, tetapi berkharismatik. Ditambah lagi penampilannya yang sangat tampan dengan postur tubuh yang tinggi, kulit putih, dan mata biru pekatnya. Thats perfect.
Semua mata tertuju pada Sam, dan Ryan yang berjalan bersama dengan Sam. Dibelakang mereka terdapat beberapa bodyguard berjas serba hitam dengan kacamata hitam yang mereka pakai.
“Ah...sungguh tidak disangka ternyata anda benar-benar datang Tn. Sam Li Hanyu. Hallo juga Tn.Ryan Boyega” sapa Lonza langsung.
“Tentu saja aku datang Tn. Lonza Flores. Anggap saja sebagat betuk saling menghargai. Tapi anda tidak perlu menyambut kami seperti itu.....!” balas Sam datar.
“Ha...selamat atas pertunangan anda Tn. Lonza dan Ms.Cherrrry” ucap Ryan sambil menekankan nama Cherry.
Cherry menatap Ryan tajam.
Ryan hanya membalsnya dengan senyuman nakalnya.
Lalu Sam dan Ryan duduk. Tampak Sam sedang tidak fokus pada acara, dia lebih fokus memainkan bola matanya untuk menemukan Shiyun.
“Ryan, aku ingin berkeliling. Kamu nikmati saja acaranya. Oh iya jika mau pulang, duluan saja! ”
“Hm...Ok” balas Ryan yang langsung kembali fokus pada pertunjukkan didepannya.
Pada malam harinya. Acara pun selesai. Tidak disangka Sam masih disana.
Diruang istirahat, tampak Lonza sendirian sedang duduk kewalahan. Tiba-tiba Shiyun masuk kedalam.
“Kamu...?”
“Lonza, acaranya sudah selesai. Aku akan pulang, peralatan didapur bekas acara tadi sudah kucuci dan kurapikan, dan satu lagi.....”
Shiyun langsung menarik tangan Lonza. Tentu saja Lonza terkejut bukan main. Shiyun tiba-tiba langsung meletakkan suatu kotak.
“Terimalah ini, ini hadiah dariku untukmu dan Cherry. Hadiahnya tidak seberapa. Tapi kuharap kamu dan Cherry menyukainya. Semoga ini awal yang membahagiakan untuk kalian berdua. Semoga kalian bahagia....Bye Lonza....” ucap Shiyun sambil tersenyum hangat.
Melihat Shiyun pergi menjauh dan menghilang dari hadapannya, entah kenapa Lonza merasa sedih. Ingin dia memeluk Shiyun, tapi Lonza sendiri tidak tahu apa alasannya.
Shiyun....Apakah benar katamu, bahwa kita pernah bersama dulu? Aku sangat bingung hingga saat ini...(batin Lonza sambil menggenggam hadiah dari Shiyun).
Shiyun tampak keluar dengan air mata yang menetes, tapi senyuman hangatnya terus mengembang.
“Shiyun Alister!” teriak seseorang dari belakangnya.
“Cherry....? Ada apa” terkejut Shiyun.
“Sudahlah, jangan pura-pura baik. Kamu ingat Lonza hanya milikku. Milkku....Cherry Floyd!”
“Yah....Aku selalu mengingatnya. Tenang saja” balas Shiyun tenang. Lalu Shiyun pun berbalik dan berjalan untuk pergi.
Tiba-tiba Cherry menarik kasar tangan Shiyun “Kamu! Kamu berani mengabaikan ku begitu saja?”
“Sudahlah.....Lagi pula acara sudah selesai. Aku sudah mengerjakan tugas ku untuk merapikan dapur kalian. Sekarang aku lelah ingin pulang!”
Cherry tidak suka jika Shiyun begitu. Ketika melihat Lonza mendekat, Cherry tiba-tiba menjatuhkan dirinya sendiri.
“Aah...Shiyun apa kamu sebenci itu padaku....Hingga mendorongku?” ujar Cherry sambil tiba-tiba mengeluarkan air mata palsunya.
"Akting lagi...." (batin Shiyun tidak perduli).
“Ada apa ini?” tanya Lonza setibanya disana.
“Lonza....Shiyun mendorongku. Sepertinya dia tidak suka jika aku menikah denganmu. ” manja Cherry.
Lonza langsung menatap Shiyun tajam.
“Ti...tidak.Aku tidak mendorongnya. Dia duluan yang mencegah ku pulang” bela Shiyun.
Namun, sepertinya pembelaan Shiyun tidak digubris Lonza.
“Cukup, Shiyun kukira kamu beneran sudah berhenti menggangguku! Ternyata langsung membuat masalah....!” ketus Lonza sambil menggandeng Cherry berdiri.
“Kamu tidak percaya padaku? Aku tidak melakukannya!”
Tiba-tiba tangan Cherry melayang ‘Plak....’ (tamparan keras mendarat dipipi kanan Shiyun.
“Cherry....? Kamu....?” delik Shiyun tidak percaya.
“Apa? Bukankah pantas untukmu! Atau kau butuh satu lagi untuk yang kiri...?”
Tangan Cherry pun kembali melayang, tetapi tiba-tiba
“Siapa yang berani melakukan kekerasan disini?” ucap orang itu sambil mencengkeram kuat tangan Cherry yang hampir menampar Shiyun.
“Sa....Sam....?” lirih Shiyun tidak percaya.
“Jangan sekali-kali kalian menyentuh apalagi menyakiti wanitaku! " tajam Sam pada Cherry dan Lonza.
Tentu saja Lonza dan Cherry terkejut. Kenapa Shiyun bisa kenal dengan Sam si lelaki dingin dengan statusnya yang tinggi dan wajahnya yang tampan rupawan.
“Oh, kamu hebat ya Shiyun, saking jalangnya sekarang sudah mendapatkan Sam Li Hanyu yang lebih hebat...!” ujar Lonza.
Perkataan Lonza bagaikan pisau yang menusuk Shiyun. Menyakitkan rasanya.
“Lonza....? Lonza kamu juga tidak percaya padaku?” ulang Shiyun.
“Tidak akan pernah.... jalang” balas Lonza jijik.
“Berhenti memanggilnya ******! Dia bukan wanita seperti itu. Dengar! aku dan Shiyun sudah kenal dari kecil bahkan sebelum dia mengenalmu, Lonza Flores! ” teriak Sam marah.
“Apa?!” delik Cherry tidak percaya.
“Aku yang mencintainya! Aku yang sedang berusaha mengejarnya! Karena aku ingin menjaganya! Bukan menghancurkannya seperti dirimu! ” balas Sam.
Lalu Sam pun menarik Shiyun untuk pergi dari sana. Ia memakaikan jasnya kepada Shiyun karena angin malam yang dingin. Ditambah Shiyun yang hanya menggunakan dress.
Melihat hal itu, Lonza kembali merasa sakit. Ada rasa tidak rela. Tapi Lonza tetap saja tidak tahu kenapa bisa ada rasa seperti itu.
Tiba-tiba Lonza merasa pusing dan sakit menusuk-nusuk lagi dibagian kepalanya. Dan tiba-tiba dia terjatuh tak sadarkan diri.
“Lonza...!” teriak Cherry.
________