Unforgettable Love

Unforgettable Love
CH. 10_ Keputusan yang Begitu Cepat



Keesokan harinya. Shiyun telat bangun. Dia sudah menangis dan bersedih sepanjang malam. Sehingga matanya yang seperti panda dan agak bengkak tidak dapat disembunyikan lagi.


"Ya ampun, aku bisa kena masalah kalau sampai telat masuk kantor....!" ujar Shiyun dengan buru-buru.


Shiyun hanya punya waktu untuk mandi dan merapikan kasur. Ia tidak sempat makan dan merapikan apartemennya. Lalu Shiyun pun berangkat dengan tergesa-gesa.


_______


Didalam lift yang baru saja mengangkut orang dari lantai yang lebih atas dari Shiyun.


"Halo....Bagaimana apakah kamu sudah menyelesaikan masalah ini ? Aku merasa kalau ada yang berlaku secara kotor untuk desain kali ini. Kita harus secepat mungkin mendapatkan desainer baru....!" ujar seorang lelaki bertubuh tinggi itu.


Didalam lift itu hanya dia seorang, jadi dia bisa menjawab telepon dengan nada keras. Sepertinya lelaki itu sedang kesal bahkan marah.


Lalu lift terbuka, Shiyun yang sudah menunggu lift langsung naik dengan tergesa-gesa. Lelaki itu hanya menatap Shiyun dingin.


Shiyun yang sedang terburu-buru sudah tidak ada waktu untuk memikirkan masalah lelaki yang menatap Shiyun dengan dingin, seakan Shiyun menggagu suasana.


Lalu lift terbuka. Shiyun langsung keluar dan berlari. Lelaki itu pun merasa heran tetapi dia masa bodoh. Lelaki itu pun juga langsung berlari keparkiran dan mulai mengemudikan mobilnya.


Shiyun sudah tidak peduli keadaan sekitar, tanpa menengok kanan-kiri, tiba-tiba mobil sport mewah menyerempetnya.


"Ya ampun....!" gumam si pengemudi mobil yang tidak lain adalah laki-laki yang tadi dilift.


Lelaki itu pun langsung turun dan membantu Shiyun berdiri. "Ah, maaf tuan. Saya sedang buru-buru, jadi tidak lihat kana-kiri."


Lelaki itu hanya diam tanpa ekspresi. Tetapi dia tetap membantu Shiyun berdiri. Mata lelaki itu tiba-tiba menatap tajam luka dipergelangan kaki Shiyun.


"Kamu sedang buru-buru kan....? Dimana kantormu ? Biar ku antar sebagai ganti rugi luka dipergelangan kakimu....!" ujar lelaki itu dengan ekspresi dingin.


"Hah....? ti....tidak perlu. Luka ini tidak seberapa...." balas Shiyun gugup.


"Aku tidak suka ditolak. Cepat katakan....!" tegas si lelaki.


"Emm, baik...Aku bekerja di Perusahaan FG Group" balas Shiyun yang merasa tidak enak.


Lalu lelaki itu menyuruh Shiyun masuk mobilnya. Lalu mereka pun berangkat. Tidak lama kemudian, Shiyun sudah sampai didepan perusahaan FG Group.


"Terimakasih...." ujar Shiyun sambil tersenyum hangat.


Lelaki itu tetap berekspresi datar dan menjawab dengan dingin "Sama-sama", lalu lelaki tersebut langsung menutup kacanya dan melaju dengan mobilnya.


Shiyun merasa heran dengan ekspresi lelaki itu. "Sudahlah, yang penting aku sampai kantor tepat waktu karena tidak perlu menunggu bis."


Ketika Shiyun baru memasuki kantor, aura tidak enak ia rasakan.


"Hei, kamu tahu salah satu desainer terbaik perusahaan kita, Shiyun ? Tadi aku lihat dia kesini diantar menggunakan mobil sport mewah....!" bisik salah satu karyawan, tapi sepertinya itu bukan bissik-bisik karena orang lain pun dapat mendengarnya.


"Benarkah? Aku tidak percaya. Yang aku tahu, Shiyun itu sedang berusaha menggoda Lonza Flores pemilik Flores Group....!" balas karyawan lainnya dengan antusias.


"Apakah dia memang seorang ******? Ck... Penampilan saja tampak lugu, ternyata dalamnya begitu buruk" timpal karyawan lainnya.


Shiyun yang mendegarkan gosip pagi sudah tidak lagi perduli. Dia hanya tersenyum lalu segera masuk keruangannya .


"Baiklah, sekarang mulai kembali mendesain dan selesaikan pekerjaanku, sebelum jatuh tempo" ujar Shiyun menyemangati dirinya.


Shiyun pun memulai pekerjaanya, dia terlihat sedang menjatuhkan diri dengan mendesain perhiasan yang akan dirancang. Setelah mendesain dengan hati-hati dan penuh keseriusan, akhirnya desain perhiasan yang ia rancang sudah siap.


Tidak lama kemudian, tiba-tiba datang seorang wanita yang sepertinya 4 tahun lebin tua dari Shiyun.


"Direktur....? Ada apa datang kemari ?" tanya Shiyun terjkejut ketika melihat direktur perusahaan FG mendatangi kantornya.


"Hah, Shiyun kita harus membicarakan sesuatu....!" balas direktur Emily Jinxi.


"Eh...? Direktur jika ingin bicara denganku kenapa tidak telepon aku saja. Anda tidak perlu jauh-jauh keruanganku" balas Shiyun merasa tidak enak.


Shiyun yang sebelumnya asyik dengan desainnya, langsung antusias untuk mendengarkan pembicaraan penting itu.


"Shiyun, kontrakmu dengan perusahaan FG selesai bulan depan. Tetapi sepertinya tidak bisa sampai bulan depan. Besok kamu sudah harus segera pergi ke perusahaan Zeemperor...!"


Shiyun tampak sangat terkejut, "Be...besok ? Kenapa mendadak sekali....?"


"Hmm....Aku juga berkata begitu kepada sekretaris pribadi dari Ceo Zeemperor. Tetapi dia bilang memang harus segera, dan itu besok"


Shiyun langsung celingukkan panik, "Lalu...?"


"Lalu...? Hmm....Menurutku kamu harus segera mengemasi barang-barangmu dan bersiap kekantor Zeemperor besok. Pekerjaan mu yang belum selesai serahkan padaku saja, akan ku selesaikan. Jadi kamu tidak perlu khawatir"


"Masalah pekerjaan sudah selesai. Ini desain terakhirku...." balas Shiyun agak kecewa karena harus secepat itu pindah ke prusahaan baru.


Mata direktur Emily langsung membulat...."Shi...shiyun...! Kamu sudah menyelesaikan tugasmu...?"


"Iya...Aku juga ada piling perusahaan Zeemperor akan segera menarikku. Jadi aku bereskan sebelum jatuh tempo."


"Kamu memang desainer terbaikku. Aku harap setelah kembali dari kerja kontrak dengan Zeemperor, kamu kembali ke FG Group dan akan kujadikan desainer tetap FG"


Shiyun terkejut mendengar ucapan direktur Emily yang memang sangat dekat dengannya, "Di...direktur Emily...?" lirih Shiyun terkejut.


"Shiyun, cepatlah kembali. Aku akan menunggumu...!" ujar direktur Emily sambil memeluk erat Shiyun.


"Ya, aku akan segera kembali....!" jawab Shiyun yakin sambil memeluk balik direktur Emily.


Setelah itu Shiyun pun segera merapikan kantornya dan menyelesaikan urusan-urusan lainnya yang masih tersisa.


Sore hari pun tiba. Shiyun memutuskan untuk berjalan munuju restoran. "Hari ini sangat lelah. Aku ingin makan diluar saja deh" ujar Shiyun.


Shiyun pun berjalan kaki menuju restoran terdekat saja. Setelah sampai restoran tersebut, ia mulai memesan makanan dan minuman. Lalu dia duduk dibangku. Dia hanya membulak-balikan layar handphonenya.


Tidak lama kemudian makanan dan minuman pesanannya datang. Lalu Shiyun melahap makanan tersebut.


"Akhirnya selesai. Lebih baik istirahat sebentar lalu kembali ke apartemen."


Setelah cukup beristirahat, Shiyun memutuskan untuk segera pulang. Dia membayar makanan dan minumannya.


Setelah sampai dia segera naik lift. Ketika dia melihat seseorang yang disampingnya. Dia terkejut.


"Hah....!"


Lelaki disamping itu menoleh ke arah Shiyun. "Ada apa ? Kamu wanita tadi pagi...!" ujar lelaki yang tadi pagi Shiyun temui itu.


"Tidak ada apa-apa. Ka...kamu juga penghuni apartemen disini...?" tanya Shiyun.


"Mungkin. Ini hanya apartemen cadangan terdekat dengan FG Group" balas lelaki itu datar.


"Apartemen cadangan....?" ulang Shiyun dengan maksud bertanya.


Lelaki itu hanya melirik Shiyun. Lalu lift pun terbuka. Lelaki itu langsung keluar tanpa kata-kata.


Shiyun menatapa heran ke arah laki-laki itu. Lalu lift pun tertutup kembali.


"Laki-laki yang sangat dingin. Ekspresinya pun hanya datar. Tunggu, bukannya waktu pagi dia dari lantai yang lebih atas dibandingkan aku, dan sekarang dia keluar lebih dulu? ....Sudahlah, aku sangat pusing hari ini..." ujar Shiyun.


Sesampainya di apartemen Shiyun langsung melemparkan tubuhnya diatas kasur. Lalu membuang nafasnya percuma.


"Huhhh....besok sudah tidak lagi bekerja di FG Group, yang paling mengejutkannya adalah Zeemperor ingin menjalin kontrak denganku....!" ujar Shiyun sambil memijat keningnya untuk menghilangkan rasa pusing.


Tidak lama rebahan, Shiyun memutuskan untuk merapikan apartemennya. Malam ini dia masih sedang dilanda bingung, tetapi ini memang nyata. Besok ia harus bekerja di Zeemperor, yang merupakan perusahaan besar kelas elite.


_______