Unforgettable Love

Unforgettable Love
CH. 17_Mengubur Perasaan



Pada hari pertunangan Sierra dan Sheehan. Pasca pertengkaran dan perpisahannya dengan Lonza, Shiyun tampak selalu murung. Dia bahkan tidak terlalu bersemangat.


“Ah, Shiyun kukira kamu juga akan izin tidak datang keacaraku” ujar Sierra bercanda.


“Tidak akan. Ini kan acara berharga untukmu. Kamu juga adalah teman terdekatku. Mana mungkin aku tidak hadir dalam acaramu” balas Shiyun sambil tersenyum.


“Hmm, tentu saja. Aku sudah mengira itu. Aku akan membalasnya ketika kamu bertunangan dan menikah dengan pasangan yang kamu cintai nanti” kata Sierra sambil mengajak Shiyun berkeliling.


Dalam malam yang indah bagi Sierra. Shiyun hanya berdiri menatap langit. Dia sedang memikirkan perkataan Sierra.


Mana mungkin bisa. Orang yang kucintai saja sudah akan bertunangan dan menikah dengan perempuan lain. Haih...Sangat melelahkan, mungkin memang sudah harus mulai melupakan Lonza. Hmm...iya. Mencoba move on dengan gila kerja...Bagus juga (batin Shiyun untuk meyakinkan dirinya).


Ternyata seorang pria berpostur tinggi dan kekar sudah memperhatikan Shiyun dari tadi.


“Hei, Shiyun. Karena sekarang kamu adalah sekretaris pribadiku. Kamu juga harus pulang denganku” ujar Sam tegas.


“Hah...? Pulang bareng? Sebelumnya saya minta maaf, tetapi saya menolak ajakan anda secara halus” balas Shiyun penuh harap agar Sam menarik kembali ucapannya tadi.


“Ini perintah, jadi memang harus. Aku kan atasanmu” balas Sam dingin.


Shiyun hanya bisa menjalankan perintah. Jadi dia ikuti dulu saja Sam Li Hanyu ini.


Dalam perjalanan pulang. Sam dan Shiyun saling diam. Supir yang membawa mobil benar-benar merasa gugup dan takut tak karuan jika melihat suasana canggung antara Sam sebagai atasannya dengan wanita pertama selain Nagisa.


Sungguh, terasa seperti tidak ada kehidupan....(umpat sang supir dalam hati).


“Shiyun, besok aku ada acara. Kamu harus ikut, karena itu adalah tender khusus desain dan arsitektur. ”


"Baiklah. ”


“Shiyun apa kamu punya waktu luang akhir pekan ini?” tanya Sam.


“Eh.... memangnya ada apa ? Jika akhir pekan ini aku sangat punya waktu luang” balas Shiyun jelas dan singkat.


“Kalau begitu aku mau ajak kamu liburan kesuatu tempat. Bagaimana ?”


Shiyun yang masih terkejut dengan ajakan Sam, tampak sedang mempertimbangkannya.


“Ok. Saya akan terima ajakan anda.”


“Kamu jangan sok formal. Takut dipecat ya. Lagian bukannya setiap ketemu kamu suka marah dan mengumpat aku. Sekarang tiba-tiba kamu memperhatikan attitude bicara denganku.....bukankah patut dipertanyakan. "


“Udah. Biarkan masa lalu jadi kisah lama. Sekarang ya masa sekarang harus dijalani jadinya....”


Sam tidak suka dengan pernyataan Shiyun. Jika itu prinsip Shiyun, maka artinya Shiyun sudah melupakannya.


Tiba-tiba Sam menyuruh supirnya turun, “Pak Liero, bisakah anda berhenti dan turun didepan sana. Saya akan menyuruh orang saya untuk menjemput anda. Jadi anda tunggu saja disana. Saya kan mengantarkan sekretaris pribadi saya pulang!”


“Ba...baik tuan Hanyu....”


Lalu supir itu langung turun. Sam pun langsung menancap gasnya dengan cepat. Shiyun merasa sangat takut.


Tiba-tiba Sam menghentikan mobilnya.


“Jangan pernah meremehkan masa lalu. Tidak semua masa lalu itu buruk....!” tegas Sam.


“Kenapa kamu tiba-tiba nyinggung masalah ini? Kita berbeda prinsip tuan muda Hanyu ZHE” balas Shiyun dengan penekanan pada nama belakang Sam yang ternyata Sam sembuyikan selama ini ‘ZHE’.


“Cukup. Jangan pernah cantumkan marga Zhe dalam namaku. Namaku adalah Sam Li Hanyu. Bukan Sam Hanyu Zhe!”


“Keluarga itu adalah segalanya. Dia adalah ayahmu, David Zhe. Mana mungkin kamu tidak menganggapnya...!” teriak Shiyun yang mulai kesal dengan Sam.


“Apa hak mu membahas masalah keluargaku. Lagi pula dia bukan ayah dan pemimpin keluarga yang baik! Karena ego nya dia telah membuat ibuku meninggal" marah Sam.


“Sam...! Kamu harus ingat, tanpa ayahmu kamu juga tidak bisa lahir didunia ini !”


Shiyun hanya terdiam mendengar penjelasan Sam.


“Biar bagaimana pun masa lalu itu memiliki nilai. Masa lalu bagaikan sejarah hidupmu, baik cinta maupun hal berharga lainnya. Tidak semua masa lalu menyakitkan...!” ujar Sam dengan nada yang sedikit lebih rendah.


Tiba-tiba Sam menarik tangan kiri Shiyun, dan menggenggamnya erat.


“Shiyun, tolong biarkan aku menggenggam tangan mu sebentar. Ini cukup menenangkanku...” ujar Sam dengan nada normal, tetapi terdengar sangat rapuh.


Ku kira dia paranoid yang dingin dan datar. Ternyata dalamnya dia sangat rapuh....(batin Shiyun yang mulai merasa prihatin dengan Sam).


Shiyun pun menggenggam balik tangan Sam dengan erat.


“Sudah, jangan dipikirkan lagi. Aku akan membantumu mulai saat ini” balas Shiyun dengan senyuman hangatnya.


Dia...tersenyum padaku? Akhirnya dia kembali menunjukakn senyumannya padaku, sekian lama aku merindukan senyuman hangat yang mampu  menenagkanku  sekarang aku baru bisa mendapatkannya lagi  (batin Sam sambil tersenyum bahagia).


Pada akhir pekan. Sam mengajak Shiyun pergi berjalan-jalan.


“Sam kamu mau ngajak aku kemana sih emangnya?” tanya Shiyun penasaran.


“Jangan kepo. Nanti kamu juga akan tahu. Ini adalah tempat terindah intinya” balas Sam dengan senyuman.


Shiyun sedikit terkejut. Sam sekarang menjadi cukup hangat dan sudah mulai berekspresi selain datar. Akan tetapi Shiyun merasa sangat senang melihat Sam tersenyum.


Setelah berada diperjalanan dalam waktu yang cukup lama. Pada akhirnya mereka berdua sampai.


“Ini namanya pantai kenangan” ujar Sam.


“Pantai kenangan...?”


“Iya.....Shiyun kemari kita photo-photo dulu...!” ujar Sam sambil menarik Shiyun mendekat.


Shiyun sempat terkejut, tetapi melihat situasi tanpa kenangan memanglah kurang menarik. Lalu Shiyun kali ini mengikuti Sam saja.


Sam merasa sangat senang pada hari itu, karena pada akhirnya dia bisa bermain bersama dengan Shiyun lagi. Shiyun juga tampak menikmati waktu luangnya itu dengan Sam.


“Shiyun aku ada satu permintaan, maukah kamu mengabulkannya?” tanya Sam sambil duduk menatap pantai dengan ombak kecilnya.


Shiyun sedikit terbelalak dengan ucapan Sam. Shiyun merasa bahwa Sam salah orang. Lagi pula Shiyun merasa tidak memiliki sesuatu yang berharga untuk bisa memenuhi keingianan Sam.


“Ok, aku akan berusaha. Jadi ucapkan apa keinginanmu?”


Sam sempat terdiam. “Jadilah pacarku selama satu hari ini...!” jawab Sam serius.


“A....Apa? Pacarmu?”


“Hmm...Iya. Hanya satu hari ini...!”


Shiyun tampak sedang berpikir. Tiba-tiba Sam angkat bicara lagi, “Kamu ingin bayar dendaan...?”


“Huh...selalu mengancam. Baiklah, aku menyejtujuinya” balas Shiyun percuma.


Sam tampak terkejut, tetapi matanya berbinar-binar bahagia. Sam pun langsung menarik tangan Shiyun dan memeluknya.


“Terimakasih Shiyun...” ucap Sam sangat hangat bahkan menyentuh.


“Hah....sama-sama....” terkejut Shiyun.


Aku mencintaimu Shiyun Alister-Sam Li Hanyu


_______