Unforgettable Love

Unforgettable Love
_ENDING_



Waktu terus berjalan. Tak terasa setahun lebih sudah berlalu.


Bagi Sam semuanya terasa hambar. Sam sudah berusaha kembali dan menenangkan dirinya. Dia juga kembali seperti biasa. Dia mulai membenahkan dirinya. Dia kembali tampil sebagai sosok CEO yang semakin maju terutama dalam bidang arsitektur dan desain.


Dia tetap tampan dan tampak cool. Hanya saja dia sangat-sangat dingin dan selalu berekspresi datar. Dia juga tampak tidak tertarik untuk mencari pasangan hidup yang baru.


Pagi ini Sam pergi kekantornya. Seperti biasa dia berangkat pagi dan menghabiskan waktu sarapan diperusahaannya. Sam tampak selalu melirik kearah ruangan Shiyun.


Hingga akhirnya Sam pun memutuskan untuk memasuki ruangan itu.


Tampak ruangan itu bersih dan barang-barangnya masih tertata pada tempatnya. Buku milik Shiyun juga Sam biarkan diatas mejanya.


Hingga saat ini Sam belum ada niatan mencari orang untuk menggantikan posisi Shiyun sebagai sekretaris pribadinya


Aku akan menunggumu Shi!  Kata hatiku berkata kalau kamu akan kembali bersamaku. Namun..... jika memang kamu tidak akan kembali.... Kuharap kamu menungguku disana.... (batin Sam sambil memandangi ruangan itu dan mengingat-ingat apa saja yang pernah terjadi diruangan ini).


“Oh God!.....Aku harus mengunjungi makam kedua orang tua Shiyun. Sekarang  adalah hari kematian kedua orang tuanya.


Sam pun bergegas pergi ke kota Noowa. Tampak ia membawa mobil sportnya dengan kecepatan sedang menuju bandara. Dia hanya bisa mendengarkan musik untuk menghilangkan semua yang sedang ia rasakan.


Rasa rindu yang teramat. Ingin rasanya Sam memeluk erat sosok Shiyun. Ingin rasanya ia berteriak meminta maaf pada Shiyun. Namun, Shiyun tinggalah kenangan.


Sam berharap rasa itu akan terobati ketika ia sampai dimakam kedua orang tua Shiyun.


Jauhnya perjalanan dari Los Nevera ke kota besar Noowa membuat Sam sampai sana sore hari.


Sam pun melanjutkan perjalanannya menuju tempat pemakaman Harry Alister dan Mitsuha Alister.


Langit sore pun sudah tampak pucat menandakan akan turun hujan.


Tibalah Sam dipemakaman kedua orang tua Shiyun. Sam pun berjongkok dan membersihkan makam tersebut.


Setelah itu dia pun mulai berdoa. Setelah selesai berdoa, Sam tetap duduk disana. Terus disana.


Hingga akhirnya hujan perlahan turun membasahi permukaan bumi.


“Kalian tahu Tuan dan Nyonya Alister? Aku adalah pria brengsek yang gagal menjaga anak kalian! Aku gagal! Aku tidak tahu harus bagaimana! Hingga saat ini aku masih tetap mencarinya! Aku yakin dia masih hidup! Karena gadis kalian adalah wanita yang sangat kuat yang pernah kukenal!” ucap Sam sambil memegang nisan kedua orang tua Shiyun.


Tampak Sam kembali frustasi, sepertinya dia akan mengeluarkan seluruh isi hatinya disana.


“Aku memang bodoh! Aku bahkan tidak mempercainya! Aku....aku memang salah, tapi ketahuilah aku hanya takut kehilangannya.Aku hanya takut dia tidak bahagia bersamaku.  Tetapi sepertinya semua memang terjadi. Bahkan aku kehilangan dia! Tolong maafkan aku! Karena tidak bisa menjaga anak kalian dengan baik” ucap Sam. Tampak penyesalan terukir jelas dari raut wajah dan intonasinya berbicara.


Hujan pun semakin deras dan membasahi Sam. Sam tidak perduli, dia hanya ingin disitu.


“Aku hanya ingin dia kembali kesisiku. Aku tidak akan menyia-nyiakannya lagi! Aku akan menjaganya dengan baik! Aku akan selalu mempercayainya! Shiyun! Kamu bilang mau buatkan aku softcake! Aku akan tetap menunggumu, sampai kapan pun, bahkan sampai ajalku tiba. Aku mencintaimu Shiyun Alister! Namun.... akankah kamu kembali kesisiku?! ” teriak Sam.


Wajanya sangat pucat, matanya sangat merah. Tampak dia menahan tangis. Dia mungkin lelaki, tetapi dia juga manusia yang bisa merasakan kesedihan.


“Shiyun...kau tahu? Aku sudah pernah mencicipi softcake mu! rasanya sangat enak! Jujur saat itu aku belum puas, tetapi seseorang datang dan ikut mencoba. Dia sangat suka, hingga akhirnya aku memberikan sisanya! Shiyun kumohon kembalilah! Aku tidak bisa bangkit tanpamu!”


Hujan semakin deras. Sam kembali terduduk. Dia pun diam. Hanya suara hujan yang terdengar sedang bernyanyi dengan nada tak beraturannya itu.


“Aku akan tetap menunggumu Shi....karena aku mencintaimu! Bahkan aku akan menyusulmu, jika tiba saatnya! ” gumam Sam sambil menatap kembali pada makam Harry Alister dan Mitsuha Alister.


Tiba-tiba saja air hujan yang cukup deras itu berhenti membasahi kepala Sam. Sam terkejut bukan main. Seseorang sedang memayunginya dari belakang . Namun, Sam yang cukup kacau tetap diam.


“Siapa yang memayungiku? Terimakasih atas perhatiannya, tapi ini sangat deras. Lebih baik anda pergi berteduh. Aku masih ingin disini” ucap Sam pelan, namun terdengar sangat sedih. Terdengar seperti orang yang sangat kehilangan dan tampak putus asa.


“....” orang itu tetap diam dan terus memayungi Sam.


“...”


“Baiklah....anda tahu, aku adalah pria brengsek yang tidak bisa menjaga kekasihku sendiri! Aku bahkan sudah melukai hatinya. Aku bahkan sangat menyesal membuat dia bersedih. Semua orang  bilang dia tidak selamat! Tapi aku tidak percaya! Karena aku yakin dia adalah wanita yang sangat kuat. Anda tahu? Aku akan tetap menunggunya sampai kapan pun! Karena aku masih sangat mencintainya! Kuharap dia memaafkanku jika dia kembali kesisiku. Aku tidak tahu apakah aku masih bisa bertemu dengannya.... ” ucap Sam seakan ingin orang itu mendengarkan keluh kesahnya.


“....”


“Tapi aku tidak tahu...apakah aku masih layak untuknya? Aku hanyalah pria bresngsek yang ingin meminta maaf dan membayar air matanya  yang jatuh karenaku! Aku ingin mengobati luka dihatinya! Tapi, apakah aku masih pantas bersamanya?” ucap Sam kembali yang terdengar semakin putus asa.


Tiba-tiba payung tersebut terjatuh. Orang itu langsung memeluk erat Sam dari belakang. Sam yang masih terduduk sangat terkejut.


"Hei....?! " ucap Sam ketika peluka orang itu semakin mengerat.


Sam yang masih diliput bingung seketika menegang. Orang yang masih memeluk Sam dari belakang itu tampak sepertinya menangis.


Sam yang merasakan pelukannya tidak asing itu langsung memegang kedua tangan orang yang masih memeluknya tanpa aba aba.


Hangat....! (batin Sam ketika memegang tangan orang itu).


Seketika Sam langsung berasumsi jika dirinya sedang bermimpi.


Namun, sepertinya asumsi itu langsung patah ketika orang yang memeluk Sam itu langsung membuka mulutnya.


“Sam...kamu pantas bersamaku! Aku juga mencintaimu!” ucap orang itu sambil menangis dan memeluk erat Sam dari belakang.


Sam masih terkejut, dia antara bahagia, masih belum percaya, dan sedih.


“Jangan menyalahkan dirimu sendiri! Aku juga sudah meaafkanmu! Terimakasih Sam.....terimakasih karena sudah menungguku untuk yang kedua kalinya!”


“Shiyun....? Shiyun apa kamu baik-baik saja? Shiyun ini kamu kan ?”


Shiyun menatap Sam dan menganguk.


Sam langsung tersenyum, dia pun ikut menangis. Sungguh baginya ini seperti mimpi. Dia pun kembali mengeratkan pelukannya dengan Shiyun.


“Maafkan aku Shi...Maafkan aku! Aku sangat merindukanmu! Kamu tahu? Hari ku tanpamu sama dengan tak berarti! Ingin rasanya saat itu aku pergi menyusulmu, agar aku tidak sendirian didunia ini! ”


“Cukup Sam...Sekarang aku bersamamu! Aku akan selalu ada disini” ucap Shiyun sambil menunjuk ke arah hati Sam.


Sam pun kembali melihat Shiyun, dan tersenyum bahagia.


“Lukamu sudah sembuh?” tanya Sam panik, karena setahun lalu Shiyun mendapati tiga peluru ditubuhnya.


“Sudah....Aku kan kuat!”


"Tentu.... Shiyun Alister ku kan memang kuat. Aku percaya kamu akan kembali..... Terimakasih banyak Shi.... I love you so much! ”


“Sure... I love you too, Sam! " balas Shiyun sambil kembali mengeratkan pelukannya dengan Sam.


Ternyata Shiyun juga sangat merindukan pelukan itu. Pelukan hangat sosok Sam, yang memang sudah sangat ia cintai.


Ternyata takdir mempertemukan mereka kembali, karena mereka memang ditakdirkan sebagai sepasang kekasih.


Terimaksih Shiyun....Aku akan menjagamu dengan baik. Terimakasih sudah kembali untukku....I Love You Shi...._Sam Li Hanyu.


Terimkasih Sam....karena sudah menungguku untuk yang kedua kalinya! Aku tahu apa maksudmu saat itu! Terimaksih karena sudah mencintaiku....dan menjadi cahaya untukku....I Love You Sam...._Shiyun Alister.


______