
Setelah hari itu, Shiyun merasa sangat lelah. Dia langsung menjatuhkan dirinya diatas kasur sesampainya diapartemen.
Sam langsung pulang karena urusan perusahaan belum selesai.
Tidak lama lagi Lonza akan bertunangan dengan Cherry. Harusnya aku bahagia atas pertunangan mereka. Namun, kenapa hatiku rasanya sangat sakit ? Lonza, aku masih mencintaimu. Namun, jika ini memang takdir, maka aku harus berusaha melupakan semuanya, dan mengukir yang baru.... (batin Shiyun hingga akhirnya dia terlelap dalam mimpinya dengan air mata yang membasahi pipinya).
Keesokan harinya Shiyun bangun pagi-pagi sekali. Shiyun sangat muak kalau harus mendengar gosipan karyawan lain dikantor.
Coba saja bayangkan, Shiyun yang tadinya dipandang tidak memiliki style untuk dijadikan bahan gosip, sekarang tiba-tiba namanya dikenal hampir semua orang diperusahaan Zeemperor karena ia tiba-tiba jadi sekretaris pribadi sang CEO.
Ini semua gara-gara Sam Li Hanyu itu. Kalau saja disini tidak ada denda, mungkin aku sudah berhenti... (batin Shiyun kesal).
Sesampai diruang kerjanya, Shiyun langsung membanting tas nya dengan malas keatas meja kerjanya. Lalu dia langsung duduk dengan kesal.
“Ck...Disini aku hanya sendiri. Tidak ada teman buat ngobrol. Ditambah ruang sekretaris ini sangat besar....!” gerutu Shiyun sambil membuka berkas yang dikirim Sam kemarin.
Ketika Shiyun tampak sedang asyik dengan pekerjaanya, tiba-tiba seseorang datang tanpa mengetuk pintu.
“Li Shiyun! Berkas yang kamu kerjakan beberapa hari yang lalu kenapa tidak memuaskan semua. Bukankah ini tentang desain, tapi kenapa tetap saja hasilnya buruk ?” tanya Sam tegas.
“Pak, saya sudah berusaha. Dan itu hasilnya, jika anda kurang berkenan maka anda harus memakluminya !”
“Memaklumi ? Hei kamu kira ini berkas perusahaan kecil-kecilan. Ini berkas untuk perusahaan besar, bisnis yang tidak bisa dianggap remeh!” balas Sam marah.
Tampaknya berkas untuk bisnis baru tersebut benar-benar sangat penting bagi Sam, hingga dia juga marah pada Shiyun.
“Kamu sudah tahu potensiku hanya sebatas kelingking kenapa kamu maksa aku dibidang yang tidak aku sukai? Aku tidak suka jadi sekretaris !” gertak Shiyun tidak terima dikatai Sam seperti tadi.
Sam sangat tidak suka jika ada seseorang yang berani menentang keputusannya. Wajah Sam mulai dingin, akan tetapiterlihat jelas dari matanya bahwa amarahnya sudah muali mendidih.
“Aku tidak suka jika ada yang menentang keputusanku, walaupun itu gadis kecil biasa seperti kamu....!”
“Sudah cukup ! Berikan berkasnya padaku, akan kuperbaiki” balas Shiyun yang langsung berlalu meninggalkan ruangannya.
Ketika hendak memegang gagang pintu, tangan Shiyun langsung ditarik oleh Sam.
“Kamu pikir masalahnya sesederhana itu ! Main pergi saja meninggalkan atasan....” kesal Sam.
“Tadi kan aku sudah bilang akan kuperbaiki secepat mungkin. Apakah tidak jelas ucapanku tadi ?”
“Kamu! Kamu disini hanya pekerja. Apa hakmu berkata seperti itu padaku ? Apah kamu memang gadis yang tidak berguna?”
Shiyun hanya terus terdiam. Dia mulai kesal.
“Ya...Kau benar aku memang tidak berguna, bahkan semua orang membenciku! Semua orang meninggalkanku. Mengataiku. Aku tidak dibutuhkan oleh siapa pun!” kesal Shiyun mulai meluapkan isi hatinya.
Sam tidak suka kata-kata putus asa, apalagi dari mulut Shiyun.
“Berhenti merasa paling menderita! Didunia ini bukan hanya kau saja yang menderita, tapi masih ada orang lain yang lebih menderita. Memangnya kamu pikir hidupmu itu penuh dengan derita? Kurasa tidak!”
“Sudahlah, aku lelah. Aku akan kembali 10 menit lagi” balas Shiyun dengan wajah murung.
“Cih...payah dan tidak berguna! Siapa yang ingin dengan orang sepertimu!” ujar Sam keras.
Shiyun menoleh dan tersenyum kecut “Ya aku memang sudah tidak diharapkan lagi oleh siapa pun” balas Shiyun yang langsung berlalu.
______
“Haish....Ini sudah 10 menit lebih. Kemana sebenarnya Shiyun bodoh itu?” gusar Sam diruangan Shiyun.
Sam pun memutuskan untuk menelpon Shiyun. Teleponnnya aktif namun sepertinya tidak dijawab atau handphone nya dalam mode silent.
“Dasar wanita!. Kalau begitu aku lacak saja!”
Diatap gedung perusahaan Zeemperor...
“Ya...aku memang tidak berguna. Aku hanyalah beban bagi mereka. Aku tidak diharapkan oleh siapapun. Ibu, ayah, kak Elvis....maafkan aku karena pada akhirnya aku tidak sekuat apa yang kalian inginkan. Aku sangat rapuh dan sudah tidak sanggup lagi” gumam Shiyun sambil merintikkan air matanya.
Sam yang sedari tadi bersembunyi, mendengar gumaman Shiyun. Ia langsung sadar bahwa Shiyun sangatlah lemah dan butuh perlindungan.
Dasar Sam, kau bodoh sekali malah melontarkan kata-kata yang membuat Shiyun bersedih....Walaupun berkas itu sangat penting bagi Shi Company, tapi Shiyun lebih berharga dari semua itu... (batin Sam kesal pada dirinya sendiri).
Lalu Sam pun mengurungkan naiatnya untuk menemui Shiyun. Dia juga menarik kembali berkas yang Shiyun buat.
Shiyun juga memutuskan untuk segera kembali keruangannya.
“Eh, ka-kamu kenapa masih ada disini ? Tunggu aku kerjain tugasku? Maaf aku terlambat” ujar Shiyun yang langsung berjalan ke arah meja kerjanya untuk mencari berkas yang tadi diberikan Sam untuk diperbaiki.
“Kamu hari ini cuti saja dulu. Aku lihat wajahmu tampak kurang sehat. Pekerjaan ini akan kuserahkan kepada yang lain. ”
Shiyun sempat terkejut, namun dihatinya ia benar-benar merasa sanagat senang.
“Bolehkah seperti itu?”
“Hmm....Iya” balas Sam datar.
“Kalau begitu aku izin cuti untuk hari ini. Maaf karena aku tidak berguna. Samapi jumpa.”
Lalu Shiyun pun pergi meninggalkan kantor. Sam masih terduduk disofa diruangan Shiyun.
“Dia tampak frustasi, wajahnya juga sangat pucat dibandingkan tadi pagi. Matanya juga sembab. Kurasa ini sudah saatnya....!”
Shiyun hanya menghabiskan harinya diatas kasur. Sesekali dia menatap keluar jendela dari balkon apartemennya.
Tampak ia sangat lesu. Tidak ada semangat diwajahnya. Tidak ada senyum hangat yang selalu ia tebar kepada temannya.
Shiyun merasa sangat pusing. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk membeli obat pereda sakit kepala di apotek.
“Shiyun....?” gumam seseorang sebelum memutuskan masuk kedalam apotek.
“Terimakasih....” ucap Shiyun kepada apoteker. Lalu Shiyun pun langsung berbalik untuk kembali ke apartemennya.
Ketika ia berbalik, ia melihat Lonza. Ya seseorang yang bergumam tadi adalah Lonza.
Shiyun langsung tarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya pelan. Shiyun berjalan keluar dan melewati Lonza begitu saja.
Lonza yang melihat Shiyun melewatinya begitu saja, menatap tidak percaya. Biasanya Shiyun merengek untuk mengobrol dengan Lonza, tapi sekarang dia melewatinya begitu saja.
“Shiyun tunggu !” teriak Lonza.
Shiyun terkejut tidak percaya kalau sekarang Lonza yang memanggilnya.
“Ada apa?”
“Kukira kamu tidak melihatku. Ya aku hanya ingin bilang jangan ganggu aku dan Cherry setelah kami bertunangan dan menikah nanti, dan ya....Kami memutuskan agar kamu tidak mendatangi acara pertunanaganku dengan Cherry karena kami takut kamu mengacaukan segalanya” ujar Lonza dengan nada penuh kebencian.
Shiyun yang mendengar itu dari mulut Lonza langsung merasa sakit dan juga tidak percaya.
“Sudah selesai...? Aku tidak akan mengganggumu dan Cherry. Aku tidak akan menghadiri acara itu jika kalian memang menginginkan seperti itu, karena aku juga bukan siapa-siapa mereka toh. Setelah mereka membuangku, aku tidak memiliki hububungan apapun lagi dengan mereka. Kalau begitu aku pamit duluan. Dan yah...terimakasih untuk luka yang kamu buat selama ini...." balas Shiyun sambil berjalan menjauh, walaupun sebenarnya Shiyun benar-benar merasa sakit hati.
Aku seharusnya senang karena dia tidak akan menggangguku lagi. Namun, kenapa hatiku terasa sakit ketika dia berkata begitu dan pergi meninggalkanku....Sudahlah, mungkin ini hanya empatiku saja....(batin Lonza).
______