
Hidup denganmu adalah hal berharga dan terindah bagiku-
______
“Shiyun....?!”
“Kak El!”
Tanpa berpikir panjang Elvis langsung memeluk erat adik satu-satunya itu.
“Kamu kemana saja? Main terus....Setahun lho Shi!” bercanda Elvis untuk menghilangkan rasa sedihnya.
“Aku beristirahat sejenak.....Aku juga merasa itu terlalu lama! Maaf kak”
“Sudahlah.....tidak perlu minta maaf. Seharusnya aku yang minta maaf karena tidak bisa menjagamu!”
“Kak Nagisa!”
“Shiyun!” balas Nagisa sambil melompat memeluk Shiyun yang baru lepas dari pelukan Elvis.
Semuanya benar-benar bahagia dengan kedatangan Shiyun. Apalagi Sam. Elvis yang ternyata masih marah dengan Sam masih tetap tidak bisa memaafkan Sam.
Seminggu kemudian....
Elvis Alister dan Nagisa Qianxi pun menikah. Mereka sudah menjadi pasangan resmi. Pernikahan mereka kali ini terbuka dan mengundang banyak orang. Tampak Cherry juga diundang. Dia begitu terkejut dan bahagia ketika melihat Shiyun.
Cherry pun memanggil Shiyun dengan sebutan Kakak pada akhirnya.
Cherry juga sudah berusaha merelakan Lonza yang sudah beristirahat dengan tenang dialam sana. William Nixon, dari keluarga Nixon yang sudah jatuh cinta dengan Cherry dari usia SMA sekarang memiliki kesempatan untuk bersama Cherry. Walaupun Cherry belum sepenuhnya membuka hati untuk William. Yah, bisa disebut cintanya william ke Cherry sama dengan Sam ke Shiyun.
Dihari pernikahan Elvis dan Nagisa itu semua orang berbahagia. Shiyun pun sangat senang karena kakaknya akhirnya menikah.
“Kak El yang akhirnya ada pasangan selamat ya! Semoga kalian berbahagia....Kak Nagisa juga....Happy Married....Jangan lupa cepet-cepet kasih Shiyun keponakan ya” bercanda Shiyun.
Nagisa dan Elvis yang mendengar Shiyun meminta keponakan langsung menatap Shiyun tajam. Shiyun hanya membalsnya dengan senyuman jahil.
Disana juga ada Sam. Sam yang sudah bagaikan lem kertas, begitu menempel dengan Shiyun. Shiyun tidak bersama dengannya, maka Sam langsung mencari Shiyun dan menanyakan keadaan Shiyun. Kemudian memeluk Shiyun. Yah.....mau gimana lagi, Sam tiba-tiba jadi protektif banget sama Shiyun.
“Nagisa...Xixi sahabatku yang kadang galaknya nggak ketolong, selamat ya! Semoga kalian bahagia! Emm...Kak El...selamat juga ya!” ucap Sam yang sedikit ragu diujung kalimatnya.
Elvis yang masih sedikit kecewa dengan Sam hanya menganguk.
“Kamu kapan Sam?!” tanya Nagisa blak-blakan sambil menatao kearah Shiyun.
Sam dan Shiyun langsung menatap Nagisa tajam. Nagisa tentunya terkejut dengan tatapan tersebut. Dia berpikir pertanyaannya tidak salah.
“Sekarang!” singkat Sam dengan suara lantang.
“Apa?!” terkejut Elvis dan Nagisa. Semua orang pun tertuju pada mereka.
Shiyun yang mendapati jawaban sembrono dari Sam hanya bisa mematung.
"Sam.... kalau jawab jangan sembro.... "
Shiyun merasa bingung apa yang akan dilakukan Sam.
Tiba-tiba Sam mengeluarkan sepasang cincin pernikahan yang sangat indah dari balik jas hitam yang ia kenakan.
“Shiyun Alister WILL YOU MARRIE ME?!” tanya Sam dengan suara lantang, tapi begitu berkesan.
Tentunya semua orang diacara tersebut terkejut bukan main. Sedangka Shiyun masih menganga tidak percaya.
Tiba-tiba semua orang disana berteriak mendukung “Terima...! terima Shiyun!”.
Shiyun pun melirik kakaknya untuk meminta persetujuan.
Elvis yang tidak bisa memisahkan dua insan yang sudah ditakdirkan bersama pun menganguk mantap dan tersenyum setuju.
Shiyun pun merasa sangat bahagia. Sam yang mendapati balasan Elvis langsung tersenyum senang.
“Yes....I Will...Sam Li Hanyu!” balas Shiyun sambil menatap lekat kedua mata Sam.
Sam pun memasukkan cincin kejari manis Shiyun. Shiyun pun memasukkan cincin satunya kesalah satu jari Sam dengan tangan yang masih sedikit gemetar.
"Apakah cincinya sangat berat sampai tanganmu gemetar? Perlukah aku beli cincin yang terbuat dari plastik? " tanya Sam yang sebenarnya menjahili Shiyun.
"Ngga! Tenang aja, cincinnya ringan kok! Jangan terlalu meremehkan, kamu juga sebenernya gugup kan? " balas Shiyun agak datar karena kesal dengan pertanyaan Sam sebelumnya.
Ketika kedua cincin tersebut sudah tersemat disalah satu jari Shiyun dan Sam, semua orang bertepuk tangan ikut berbahagia.
“Maaf....mengganggu acara pernikahan kalian!” ucap Sam pelan sambil menoleh pada Elvis dan Nagisa.
“Tidak...Sekarang ini acara pernikahan kita berempat!” balas Elvis.
“I Love You Shiyun....(cup)” ucap Sam sambil mengecup kening Shiyun lembut.
Shiyun sebenarnya sangat terkejut dengan kecupan Sam, namun ia juga sangat ingin membalasnya.
“I Love You Too....Sam....(cup)” balas Shiyun sambil membalas Sam dengan mencium pipinya.
Yah, Shiyun benar-benar mengumpulkan kekuatan untuk melakukan itu, tapi dia masih tetap merona diujungnya.
Hingga akhirnya mereka berdua berpelukan dengan sangat erat.
“Aku mencintaimu Shiyun.....Aku akan menjagamu dan terus bersamamu sampai ajal menjemput....Terimakasih sudah mencintaiku Shi....I love You...” ucap Sam lembut.
“Terimakasih juga Sam....karena sudah menungguku untuk mencintaimu. Terimakasih sudah bersamaku hingga saat ini. Terimakasih sudah menjadi penghiburku disaat aku kehilangan keluargaku saat itu....Terimakasih sudah menjaga semuanya untukku.....Aku juga mencintaimu Sam....” balas Shiyun.
Semua orang pun bertepuk tangan dengan meriah. Itulah hari paling bahagia bagi Shiyun dan Sam. Shiyun juga sangat bersyukur kakaknya masih hidup dan bersamanya.
Dia juga bersyukur bisa mendapatkan Sam yang sangat mencintainya.
***ENDING***