Unforgettable Love

Unforgettable Love
CH. 4_ New Bad Family



Disore hari itu, Shiyun benar-benar merasa tidak kesepian. Setidaknya dia mulai tersenyum dan tertawa dengan temannya.


Tiba-tiba dokter Jason datang menghampiri Shiyun dan Sam. "Shiyun, aku mencarimu dari tadi. Ternyata dugaanku benar kamu berada ditaman ini. Sekarang suudah sore, lebih baik kita pulang dulu !" ujar dokter Jason yang cemas hampir setengah mati mencari Shiyun.


"Maaf dokter Jason. Oh iya, ini teman baruku, Sam" ujar Shiyun.


"Oh, baguslah kamu sudah mulai mempunyai teman. Jangan merasa kesepian lagi ya.


"Tidak akan, aku akan berusaha ceria sekarang" balas Shiyun dengan tersenyum.


"Shi...Besok kita main bareng lagi. Besok aku bawa mainan buat kamu. Jadi kita nggak hanya ngobrol, tapi juga bermain" ujar Sam dengan cepat sebelum Shiyun pulang.


"Emm....Baiklah. Sampai jumpa besok...!" balas Shiyun sambil melambaikan tangannya.


Sesampainya dirumah Shiyun langsung pergi kedapur karena melihat Abigail. "Halo bibi Abigail...!" sapa Shiyun.


"Oh, hai Shiyun kecil. Bagaimana harimu ?" balas Abigail sambil mencuci beberapa piring didapur.


"Cukup baik. Bibi apa ada yang bisa kubantu...?" tanya Shiyun sambil melihat Abigail yang cukup sibuk dengan masakan dan cucian piringnya.


"Tidak perlu, Shiyun pergi mandi dulu saja. Nanti tinggal makan malam" balas Abigail sambil tersenyum ramah.


"Baiklah..." balas Shiyun dan langsung berjalan menuju kamarnya.


_______


Setelah selesai mandi. Shiyun pun makan malam bersama dokter Jason, dan Abigail. Dokter Jason dan Abigail merupakan bagian perawat kesehatan keluarga Alister. Harry Alister dan Mitsuha Alister sudah pernah membantu Jason dan Abigail dalam membiayai kuliah mereka. Sehingga dokter Jason dan Abigail merasa senang bisa merawat Shiyun.


Setelah selesai makan malam, dokter Jason dan Abigail mengajak Shiyun duduk diruang keluarga.


"Shiyun, aku ingin menyampaikan sesuatu...!" ujar dokter Jason serius.


"Sampaikan saja dokter, memang ada apa?" tanya Shiyun.


Dokter Jason pun memperbaiki posisi duduknya agar lebih nyaman. "Kami tahu kalau kamu ingin kasih sayang ayah dan ibu. Tetapi kami tidak bisa memberika itu. Tadi siang aku bertemu dengan pemilik perusahaan Floyd. Dia juga salah satu korban kebakaran gedung Alister, tetapi dia selamat. Dia menanyakan kabarmu. Setelah selesai bicara dengannya dia sangat ingin mempunyai anak untuk menjadi saudara anak pertamnya, karena anak pertamanya sedang menjalani pengobatan diluar negeri, sehingga dia ingin anak pertamanya itu memiliki saudara. Jadi dia ingin mengadopsi kamu sebagai anak angkatnya keluarga Floyd." Ujar dokter Jason panjang lebar.


Shiyun terdiam sejenak. Dia memang ingin memiliki keluarga yang bisa menyayanginya. "Dokter Jason, aku sudah memikirkannya..." ujar Shiyun.


"Jadi...? Kami tidak memaksamu, kalau Shiyun tidak mau juga tidak apa-apa" balas dokter Jason.


"Shiyun bersedia menjadi bagian dari keluarga Floyd. Mereka keluarga yang baik kan ?" tanya Shiyun.


"Ya, mereka keluarga yang sangat baik." Balas dokter Jason.


________


Keesokan harinya. Shiyun sudah selesai mandi pagi. Dia sedang membaca buku cerita kesukaanya diruang keluarga. Dokter Jason sedang bekerja diruang kerjanya, sedangkan Abigail sedang menemani Shiyun diruang keluarga.


Tiba-tiba bel rumah berbunyi.


"Bibi, ada tamu...! Biarkan Shiyun yang membukakan pintu ya ?" ujar Shiyun.


"Karena kamu yang mau, baiklah..." balas Abigail.


Lalu Shiyun pun membukakan pintu untuk tamu tersebut. "Halo, paman mencari siapa ya?" tanya Shiyun.


"Hai nak, kamu Shiyun kan. Apakah dokter Jason ada dirumah?" tanya paman tersebut.


Lalu dokter Jason yang mendengar ada tamu, langsung keluar dari ruang kerjanya dan menghampiri Shiyun dan paman tersebut. "Tuan Franco Floyd....! Mari masuk dulu !" ujar dokter Jason.


"Maaf sebelumnya kalau saya mengganggu waktu anda dokter Jason. "


"Tidak masalah, lagi pula ini hari libur."


"Saya sudah menyampaikan hal ini pada Shiyun, dia bilang dia setuju. Tapi kenapa harus dijemput hari ini...?"


"Saya juga merasa tidak enak awalnya, tetapi saya memang sudah memutuskan untuk pindah kekota Los Nevera karena putri saya, Cherry Floyd masih harus melakukan pengobatan berjalan, dokter diluar negeri menyarankan saya untuk melakukan pengobatan berjalan Cherry di Rumah Sakit Besar Los Nevera."


"Seperti itu ya, saya tidak punya hak untuk hal ini. Lebih baik tanyakan Shiyun langsung saja" balas dokter Jason.


__________


Shiyun pun setuju untuk ikut tuan Franco Floyd. Semenjak itu Shiyun tinggal bersama keluarga Floyd.


Namun sore hari dihari yang sama ketikka Shiyun pergi meninggalkan kota Altaraya. Sam mencarinya ke rumah dokter Jason. Mendapati Shiyun yang sudah pindah, wajah Sam kembali murung, karena bagi Sam, Shiyun adalah teman pertamnya.


Dua tahun berlalu.


Cherry Floyd memiliki usia yang lebih muda setahun dibandingkan Shiyun. Tidak terasa Shiyun sudah tinggal bersama keluarga Floyd selama dua tahun.


Pada awal-awalnya Shiyun mendapatkan kasih sayang yang sama dari ayah dan ibu angkatnya.


Tetapi Cherry sangat tidak suka Shiyun sebagai kakak angkatnya mendaptkan hal yang sama dengannya.


Oleh karena itu semenjak Cherry datang dari pengobatannya, Shiyun malah seperti ditinggalkan. Shiyun bahkan membantu pekerjaan rumah agar ayah dan ibu angkatnya bisa tetap menyayangi dia seperti mereka menyayangi Cherry. Tidak jarang Cherry selalu membuat Shiyun dalam masalah dan dimarahi oleh ayah angkatnya.


Cherry selalu tidak ingin bermain bersama Shiyun, karena dia menganggap Shiyun tidak pantas disandingkan dengannya, putri kandung keluarga Floyd. Bahkan Cherry suka menjelek-jelekkan Shiyun didepan teman-temannya. Sejak saat itu Shiyun merasa benar-benar sendiri.


Tring....Tring...(dering telepon rumah keluarga Floyd)


Shiyun pun berlari untuk mengangkat telepon tersebut, karena dari tadi tidak ada yang mengangkatnya. "Ha....lo....?" ujar Shiyun.


"Shiyun....! dokter kira, dokter tida akan mendapatkan kesempatan berbicara dengamu lagi. Aku sudah menelpon beberapa kali untuk berbicara denganmu, tetapi mereka bilang kamu selalu bermain." Balas dokter Jason yang khawatir dengan keadaan Shiyun.


"Ini dokter Jason ya. Dokter bagaimana kedaan mu dan bibi Abigail disana?"


"Kami baik-baik saja. Tetapi bibi Abigail sedang berada diluar kota. Shiyun apa kamu baik-baik saja ?"


"Ten...tu saja" balas Shiyun cepat.


"Syukurlah, apa kamu bahagia ? Pasti senang karena punya saudara angkat. "


"Iya, Shiyun bahagia. Cherry juga bisa nerima Shiyun sebagai sudara angkantnya."


"Bagus, Shiyun kalau kamu ada apa-apa bilang ke dokter ya...!"


"Tentu. Baiklah dokter aku masih ingin bermain. Nanti bicara lagi. Bye..."


"Baiklah....Bye Shiyun"


Tidak disadari air mata Shiyun menetes. Shiyun merasa sangat sedih dan kesepian.


Mungkin ini adalah takdir


Hidup hanya diemani kesepian dan kesedihan


Aku hanya bisa berharap dan berusaha semampuku


Agar aku bisa menemukan jalan dari libirin kesedihan ini


-Shiyun Alister -


_______