Unforgettable Love

Unforgettable Love
CH. 26_ Who's That I Love



Keesokan harinya. Masih pagi-pagi sekali handphone Shiyun berdering. Terpampanglah nama kontak Sam 'Sam si gunung Es' (nama kontak Sam dalam handphone Shiyun).


"Halo Sam?" ujar Shiyun mengawali percakapan.


"Hai Shiyun. Apa aku mengganggumu?"


"Ti...tidak. Lagi pula aku kan sudah bangun"


"Hm... Fine. Kenapa kemarin kamu tidak menelponku? Aku kan udah bilang kalau kamu udah dikantor. Kamu harus telpon aku!" ujar Sam khawatir.


"Maaf Sam kemarin aku banyak kerjaan jadi lupa telpon kamu."


"Haih....Yaudah hari ini kamu istirahat aja. Aku izinin kamu cuti hari ini."


"Eh! Biarin aku mau kekantor"


"Nggak! Kamu harus istirahat. Ok. Besok aku juga udah pulang kok"


"Sam....!"


"Shiyun ada apa? Ngga biasanya kamu begitu. Banyak masalah? Nanti kalau aku udah pulang. Kamu bisa cerita ke aku. Ok?"


"Cukup Sam!" teriak Shiyun dalam telpon.


Sam yang mendengarnya langsung terkejut.


"Shiyun kamu kenapa sih? Aku Cuma khawatir, takut kamu sakit kalau kerja terus. Makanya aku kasih izin istirahat"


"Maaf" singkat Shiyun.


"Tidak apa-apa" timpal Sam.


"Sam kumohon jangan terlalu baik padaku!"


"Kenapa? Kamu kan salah satu orang yang berharga bagi aku." balas Sam.


"Sam, aku masih belum bisa jatuh cinta sama kamu. Bahkan rasa itu belum bisa muncul!"


"Aku tahu itu. Oleh karena itu aku akan berusaha tetap mencintaimu. Kamu cinta pertama dan terakhirku. Cukup aku yang mencintaimu, maka rasa tidak sukamu padaku berubah menjadi cinta perlahan."


"Samm..." lirih Shiyun karena terkejut.


"Shiyun, aku percaya padamu. Kamu harus percaya padaku. I Love You So much...Shi" balas Sam begitu menyentuh. Langsung seketika panggilan itu diputuskan sepihak oleh Sam.


Sam tidak ingin mendengar balasan Shiyun yang masih belum bisa mencintainya.


Sam...Oh god apakah aku harus mencintai Sam? Dia begitu tulus, bahkan dia tidak pernah berhubungan dengan wanita lain karena dia hanya mencintaiku?! Lonza...meskipun kamu ingat kembali aku. Ku rasa itu sudah cukup. Semuanya sudah terlambat. Kamu sudah menikah dengan Cherry. Aku bukanlah pelakor dan bukan juga ******. Sam benar....cukup dia yang mencintaiku, maka aku akan mencintainya perlahan. Sama seperti Sierra dengan Sheehan..... (batin Shiyun).


Hari itu Shiyun akhirnya memutuskan untuk beristirahat dan tinggal seharian dalam apartemennya. Dia merapikan apartemennya, membaca novel, menonton film, dan akhirnya beristirahat.


"Sam benar, aku butuh istirahat....Thanks Sam...." ucap Shiyun sambil tersenyum-senyum sendiri ketika membayangkan Sam.


Satu hari itu pun berlalu. Shiyun benar-benar merasa mendapatkan kembali semangatnya. Besoknya ia bangun pagi sekali. Kali ini dia tidak memakai pakaian formal untuk bekerja.


Shiyun menngikat rambutnya kebelakang seperti ekor kuda poni. Lalu dia memakai baju kasualya dan rok berwarna navy selutut. Tidak lupa dia mamakai kets nya dan memakai jas yang sedikit lebih panjang dari roknya.


Lalu handphone Shiyun pun berdering.


"Pagi Shiyun ku...." sapa Sam semangat.


"Shiyun ku?!"


"Iya. Udah jangan banyak ngomong. Kamu cepet ke bandara. Aku udah siapin supir buat kamu. Dia bilang sudah ada dibawah menunggumu."


"Hm....Ok"


"See you Shi.....I miss you"


".....ya"


Seketika panggilan diputuskan sepihak lagi oleh Sam.


Sampai saat ini aku masih takut dengan balasan Shiyun. Aku benar benar mencintainya, tapi aku takut mendengar jawabannya....(batin Sam sambil memandangi photo yang ia dapat ketika memaksa Shiyun untuk menjadi pacarnya dipantai waktu itu). Tapi sekarang Shiyun sudah benar-benar kekasih Sam.


Apa Sam takut untuk mendengar balasanku? Dia takut aku berkata bahwa aku tidak mencintainya? Dia takut aku berkata bahwa aku tidak rindu sedikit pun padanya? Tapi sebenarnya hari aku merasa sangat senang ketika mendengar dia akan kembali. Tunggu...! Perasaan macam apa ini?.... (batin Shiyun).


Shiyun langsung memutuskan segera kebawah dan menemui supir yang dikirim oleh Sam. Supir tersebut ternyata sudah siap dari tadi. Lalu Shiyun langsung meminta supir itu untuk mengantarnya ke bandara.


Sesampainya dibandara, ternyata Sam sudah sampai. Tepat sekali, tapi itu sedikit telat bagi Shiyun. Shiyun pun berjalan ragu menuju Sam. Sam yang melihat Shiyun disana langsung tersenyum.


"Kalian bawakan barangku menggunakan mobil yang satu lagi. Dan tolong kirimkan mobil sport ku keparkiran khusus dibandara ini. Jangan lama!" perintah Sam kepada anak buahnya.


"Sam..." panggil Shiyun kecil.


"Hm" balas Sam singkat.


Tiba-tiba Sam langsung menarik Shiyun kedalam pelukannya. Betapa terkejutnya Shiyun mendapati itu.


"Aku merindukanmu Shi. Apa kamu baik-baik saja?" tanya Sam yang masih memeluk Shiyun.


"I....iya. I'm fine" balas Shiyun.


Kenapa aku merasa sangat tenang dalam pelukannya? Kenapa aku merasa sangat bahagia ketika melihatnya? Kenapa? Kenapa aku tiba-tiba ingin dia terus bersamaku? Perasaan apa ini sebenarnya? (batin Shiyun dengan banyak pertanyaan yang terus menggebu).


Sam yang mengetahui Shiyun terus diam tidak berkutik langsung melepaskan pelukannya.


"Shiyun....Aku memelukmu terlalu erat ya? Apakah tubuhmu sakit? Oh iya kamu pasti mau kekantor kan? Aku jadi buat kamu kesini, yaudah kamu kekantor aja, aku suruh supirku antar. Aku mau kerumah dulu baru kekantor" ujar Sam berusaha mengerti perasaan Shiyun.


Kenapa? Kenapa aku merasa tidak ingin pisah darinya? Jantung ini! Berdegup lagi dengan kencang, sama seperti pertama kali aku mencintai Lonza....(batin Shiyun yang semakin tidak mengerti perasaannya).


"Shiyun!" panggil Sam membuyarkan lamunanku.


"I Love You" ujar Sam pelan sambil tersenyum. Sam pun langsung pergi. Perilakunya sama saat ditelpon. Sam masih takut mendengar balasan Shiyun.


Seketika Shiyun langsung memanggil Sam "Sam tunggu!"


Sam yang terkejut dengan panggilan Shiyun langsung berbalik. Ketika dia baru berbalik, Shiyun langsung menghamburkan dirinya kedalam pelukan Sam.


Sam terkejut? Sangat....Sam sangat terkejut.


Sam pun langsung menangkap Shiyun dan kembali memeluknya.


"I Love You Too....Sam Li Hanyu" ucap Shiyun sambil membalas pelukan Sam.


Sam yang mendengar jawaban Shiyun langsung tambah tidak percaya. "Shiyun?!"


"I miss you Sam" balas Shiyun.


Balasan Shiyun justru semakin membuat Sam terkejut tidak percaya.


"Sejak kapan?" tanya Sam.


"Sejak kamu meyakinkanku. Seharian penuh aku memikirkanmu. Awalnya aku menepis kenyataan bahwa aku mulai mencintaimu. Namun, semakin kutepis, semakin besar rasa itu tumbuh. Sam....You right! Enough you love me, I will begining to love you!" balas Shiyun.


"Shiyun, thanks because you've believed me! I love you Shiyun....I love you forever...." balas Sam.


Mereka berdua tidak tahu jika mereka sedang ada ditengah keramain bandara. Ditambah sosok Sam Li Hanyu Ceo dingin, datar, dan paranoid yang terkenal dan sosok desainer yang sedang naik daun, Shiyun membuat mata semua orang disana tertuju pada mereka.


Tiba-tiba suara tepukan tangan semua orang disekitar pecah.


"Kalian sangat cocok.....!" teriak para pengunjung.


Shiyun yang baru menyadari itu langsung merasa bahwa dirinya tidak tahu malu. Sam yang baru menyadari itu langsung memasang ekspresi datarnya yang tampak dingin dan menarik Shiyun dari keramaian.


Terimakasih Shiyun. Aku akan menjagamu mulai saat ini. Mencintaimu saja sudah cukup bagiku untuk terus hidup (batin Sam yang sebenarnya merasa sangat bersyukur dan bahagia).


Thanks Sam....You're strong man in my life. I love you too Sam Li Hanyu...(batin Shiyun bahagia, akhirnya perasaanya tidak salah lagi).


Kejadian yang menarik perhatian banyak orang dibandara itu, ternyata juga ditonton oleh Lonza. Lonza yang melihat Shiyun datang memeluk Sam, langsung merasa hatinya ditusuk-tusuk. Apalagi ketika mendengar Shiyun juga mencintai Sam. Dirinya semakin terasa hancur.


Sam Li Hanyu jangan salahkan aku jika suatu saat nanti Shiyun tidak ada lagi untukmu! Aku mencintainya, dan aku yakin dia masih memiliki perasaan padaku walaupun hanya sedikit. Shiyun aku akan membuatmu kembali padaku, bagaimana pun caranya! (batin Lonza penuh ambisi dengan seringaiannya).


______