Unforgettable Love

Unforgettable Love
CH. 21_ BIMBANG



Sam pun menatap Shiyun dan menjawab “Iya....”’


Shiyun makin berdelik tidak percaya. Dia tidak habis pikir bahwa anak lelaki itu ternyata adalah Sam Li Hanyu yang dingin, datar tanpa ekspresi dan sedikit paranoid.


“Shiyun....waktu itu kamu bilang mau main sama aku disini. Waktu itu aku tunggu kamu sampai petang, tapi kamu ngga datang datang. Hingga akhirnya aku memutuskan pergi kerumah dokter Jason. Lalu....seakan kehilangan lagi, dokter Jason bilang kamu sudah punya keluarga baru dan pindah keluar kota” jelas Sam dengan ekspresi sedikit kecewa.


Shiyun yang mendengarkan penuturan Sam, benar-benar makin tidak percaya.


“Kamu....?”


“Shiyun, sejak kamu pergi. Aku merasa kecewa dan kesepian lagi. Tidak ada yang ingin menjadi temanku. Aku terus menunggumu. Aku terus berusaha agar suatu saat aku bisa menemukanmu....!” ujar Sam dengan penuh penekanan.


Shiyun tidak tahu harus berkata apa.


“Shiyun! Kumohon jangan tinggalkan aku lagi tanpa pamit....” pinta Sam tulus.


Shiyun langsung terkejut dengan permintaan Sam.


“Sudah cukup! Apa hak mu mengaturku? Aku juga menderita dengan kehidupanku! Tidakkah kamu berpikir aku juga lelah? Sekarang kamu membuatku bertambah pusing....”


Jawaban Shiyun membuat Sam tidak percaya.


“Shiyun.....Kenapa? Apakah permintaan kecilku itu salah?”


“Hm....Kalau begitu aku minta maaf karena waktu itu tidak pamit....Dan ini sapu tanganmu...” balas Shiyun datar sambil mengeluarkan sapu tangan milik Sam yang ternyata sudah siap dalam tasnya.


Lalu Shiyun pun mengambil pitanya.


“Terimakasih sudah menjaga pita kecilku. Bisakah kamu tidak memegang tanganku terus ketika berjalan. Tolong beri jarak sedikit, karena kita tidak punya hubungan apa pun. Aku tidak ingin ada salah paham nantinya” pinta Shiyun yang langsung berbalik meninggalkan Sam tanpa menunggu balasan dari Sam atas permintaannya.


Mendengar Shiyun begitu, Sam langsung merasa hampa. Tapi atas apa yang dia hadapi selama ini, Sam tidak mudah menyerah.


Lalu dia pun mengejar Shiyun dari belakang. Shiyun yang sedari tadi berjalan duluan ternyata masih merasa tidak percaya dan membenci Sam, karena Sam tahu bahwa dia adalah Shiyun Alister kenapa Sam tidak bilang diawal pertemuan mereka.


Memang wajah mereka sudah berubah, ditambah lagi Shiyun tidak tahu nama Sam saat itu.


Sam terus mengikuti Shiyun dibelakang. Hingga akhirnya Shiyun datang ketempat yang dari dulu ingin dia datangi namun sangat sulit.


Ayah....Ibu...Kak Elvis....Aku akhirnya bisa mengunjungi kalian. Kalian tahu selama ini aku selalu sendiri. Namun, aku akan tetap selalu kuat. Meskipun tidak ada yang menginginkanku....(batin Shiyun sambil meneteskan air matanya lagi).


Sam juga ternyata sudah ada disana. Sam sudah tahu kemana Shiyun akan berjalan.


Paman...Bibi....dan Elvis Alister.....Aku janji akan menjaga Shiyun dengan baik mulai saat ini (batin Sam tulus dalam hatinya).


Ketika mereka selesai berdoa, Shiyun langsung pamit kepada ayah, ibu dan kakaknya disana.


“Shiyun! Tunggu dulu” panggil Sam sambil kembali mnegejar Shiyun yang sengaja berjalan dengan cepat.


Mereka terus berjalan hingga akhirnya sampai ditaman kecil. Disitu Sam sudah lelah dan langsung menarik tangan Shiyun.


“Shiyun....! Kamu kenapa? Apakah kamu tidak suka padaku? Atau pertemuan kita ini mengganggumu?” tanya Sam penuh penekanan.


“Kamu pura-pura tidak tahu atau bagaimana?!”


“Shiyun....! Sungguh aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan!” geram Sam seketika.


“Benarkah? Kamu sudah tahu selama ini aku Shiyun Alister kan? Tapi kenapa kamu tidak kasih tahu aku kalau kamu si anak cowok yang nangis waktu itu? Kamu sengaja kan mau mempermainkan aku?! ”


Sam menganga tidak percaya dengan apa yang dikatakan Shiyun.


“Pfft....Hahaha” Sam langsung tertawa lepas.


“Jadi, dari tadi kamu kesal karena itu? Dengar! Diawal pertemuan kita, aku juga tidak tahu kalau kamu adalah gadis kecil yang membujukku waktu itu. Aku baru tahu ketika kamu dirumah sakit waktu beberapa hari yang lalu. Saat itu aku juga sempat terkejut. ”


Shiyun langsung berdecak tidak percaya.


"Begitukah? Baiklah aku minta maaf... ” ucap Shiyun malu, karena salah paham.


Sam langsung diam. Dia pun menarik lembut tangan kanan Shiyun. Shiyun yang mendapatkan itu langsung terkejut.


Sam menggenggam erat tangan Shiyun.


“Shiyun Alister izinkan aku mencintaimu” tekad Sam.


Kali ini Shiyun seperti baru disambar petir.


“Sam....Apa maksudmu?” tanya Shiyun untuk memperjelas.


“Aku Sam Li Hanyu mencintaimu....!” balas Sam yakin.


“Ti...tidak...”


“Shiyun aku janji tidak akan membuat luka dihatimu....Aku bukanlah pria brensek seperti Lonza....!”


Mendengar nama Lonza Shiyun langsung teringat pada sosok yang dulu sangat mencintainya dan berjanji akan menjaganya.


Shiyun tidak ingin kembali tersakiti.


“Tidak.....!” tolak Shiyun sambil melepaskan tangannya dari Sam.


“Shiyun. Aku tahu kamu sudah tersakiti. Tapi kali ini bukan janji belaka. Bukan ucapan belaka yang aku berikan padamu! Melainkan bukti nyata!” balas Sam dengan sangat yakin dan penuh harap.


Shiyun langsung terpaku mendengar hal itu dari Sam. Dia mulai kembali menatap wajah Sam.


“Sam....aku tidak bisa semudah itu menjawabnya....”


Sam pun angkat bicara“Aku tahu, tapi Shiyun percayalah padaku. Aku tidak ingin kamu tersakiti. Aku hanya ingin melihatmu bahagia.”


“Aku sudah percaya padamu Sam. Sudah dari dulu aku percaya. Tapi aku tidak mencintaimu.” balas Shiyun dengan senyuman hambarnya.


Sam langsung terdiam, tapi dia sudah yakin bahwa dia bisa.


“Shiyun, aku tahu kamu masih menyimpan perasaan mu untuk Lonza. Tapi berilah aku sedikit ruang dihatimu. Memang sekarang kamu tidak mencintaiku, tapi aku akan tetap sama, mencintaimu selamanya! ” jelas Sam.


“Hubungan tanpa didasarkan cinta, apa kamu mau aku anggap sebagai angin lewat, meskipun kita bersama?”


Sam pun memegang kedua bahu Shiyun sedikit erat.


“Shiyun, cukup aku yang mencintaimu, dan  percaya padaku. Aku yakin suatu saat nanti kamu akan mencintaiku. Perlahan, tapi pasti. Suatu saat nanti akan timbul rasanya cinta itu, jadi tolong berilah aku sedikit ruang dihatimu dan hidupmu. ”


Shiyun tetap dalam mode silent nya. Dia begitu bingung.


Sam yang melihat Shiyun seperti itu, langsung menyerah. Dia tahu pasti Shiyun akan menolaknya. Sam pun melepaskan kedua tangannya dari bahu Shiyun.


“Aku tidak suka memaksa kalau untuk perasaan. Jika kamu tidak bersedia dan masih mencintai Lonza. Aku bersedia melihatmu bersamanya. Asalkan kamu bahagia, itu sudah cukup. Baiklah ayo kita bergegas kembali kenegara asal. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan disana! ” ujar Sam kembali dingin.


Kecewa? Pastinya Sam kecewa. Akan tetapi Sam bukanlah pria yang tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan termasuk wanita.


_______