Unforgettable Love

Unforgettable Love
CH. 31_You Come Back!



Keesokan harinya Shiyun pergi pagi-pagi sekali. Ia memesan taksi daripada menunggu bis karena memang itu akan membuatnya lama. Shiyun sedang menuju kediaman Sam. Tampak ia sangat buru-buru.


Ketika taksi itu sampai didepan mansion Sam yang cukup besar. Shiyun langsung  turun. Shiyun izin masuk pada penjaga keamanan yang menjaga mansion Sam itu.


“Maaf nona Shiyun. Tuan Sam sudah pergi keperusahaan pagi-pagi sekali. Tampak dia sangat buru-buru” balas penjaga keamanan  itu.


“Apa? Dia sudah pergi pagi-pagi sekali?”


“Iya nona. Sepertinya perusahaan dalam masalah”


“Kalau begitu terimakasih!” balas Shiyun.


Untung saja taksinya belum disuruh pergi oleh Shiyun. Shiyun pun segera menaiki taksi itu dan meminta mengantarkannya ke perusahaan Shi Group.


Jarak dari mansion dan Shi Group cukup jauh, ditambah jalanan sudah cukup macet. Tampak jam menunjukkan pukul 08:10 pagi.


Setelah cukup lama dijalan, akhirnya Shiyun sampai didepan gedung perusahaan yang besar nan megah itu. Shi Group tampak ramai. Sepertinya kedatangan tamu dan banyak sekali  para wartawan dan reporter.


Pagi ini saham Shi Group jatuh. Kabar tersebut langsung membuat jantungku terasa berhenti sesaat. Aku memang tidak berguna, aku harusnya menuruti Sam untuk segera mengambil posisi Ceo itu. Namun aku tidak yakin dan menolaknya. Hingga akhirnya pagi ini Lonza Flores mengumumkan bahwa ia akan mengambil alih perusahaan Shi Group. Aku langsung membeku mengetahui itu. Pagi ini adalah keputusan besar dan konfrensi pers yang sangat penting! (batin Shiyun sambil berjalan menuju ruangan dimana Sam berada).


Lonza yang sudah membuat rencana yang sangat matang, memanfaatkan kerjasamanya dengan Vogue Corp yang sebanding dengan Shi Group. Dia juga mengajak Floyd Group untuk menjatuhkan saham Shi Group dari belakang. Hingga akhirnya berhasil.


“Bukankah itu nona muda dari keluarga Alister?” ucap salah satu wartawan.


Para bodyguard yang sudah dikirim Sam langsung menuntun Shiyun dan melindungi Shiyun dari para wartawan yang gila info.


“Nona Shiyun Alister tolong berikan penjelasan anda untuk Shi Group AL ini!” ucap wartawan tersebut.


Shiyun hanya diam dan terus berjalan. Dia pun segera naik lift khusus. Dan langsung berada diruang konfrensi pers.


Diruangan itu banyak sekali  wartawan dan terdapat beberapa reporter yang berhasil diizinkan masuk. Terdapat beberapa direktur dari perusahaan lain yang sebelumnya ikut mendukung Shi Group.


Tampak pula Lonza sedang duduk mewakili Flores Group. Tampak ayah angkat Shiyun yang sudah lama tidak ia temui. Ayah angkatnya tampak acuh meskipun Shiyun sudah melemparkan senyuman kecilnya.


Tampak Sam sedang duduk mewakili Zeemperor dan Shi Group. Wajah Sam tampak sedikit pucat. Shiyun yakin sedari malam Sam sudah bekerja keras.


Shiyun pun duduk dibangku yang sudah disediakan.


Konfrensi pun dimulai.


Maaf Ayah, ibu. Aku tidak bisa menjaga apa yang kalian titipkan. Maaf Sam, aku sudah merepotkanmu....Ku harap tuhan berbaik hati....Sekarang aku hanya bisa berdoa (batin Shiyun yang tampak menyesal dan sedih itu).


Sam yang melihat wajah khawatir Shiyun langsung menggenggam tangan Shiyun erat. Ya, Sam dan Shiyun duduk bersebelahan.


“Tenang, yakinlah Shi”


“Sam...I’m sorry and thank you” balas Shiyun.


“Don’t say it. Please show your smile Shi. Don’t make your parents sad!”


“Hm...Of course Sam!” balas Shiyun yang mulai mengumpulkan semangatnya lagi.


Maafkan aku Shiyun....Aku hanya mencintaimu. Ketika aku tahu bahwa Shi Group adalah milik keluarga Alister, aku sadar hanya ini yang bisa membuatmu kembali padaku.....(batin Lonza yang sedikit bersalah).


“Baiklah, tuan Sam Li Hanyu. Saya sebagai perwakilan dari Flores Group, Lonza Flores ingin menyatakan bahwa saya akan mengambil alih perusahaan Shi Group! Posisi Ceo diperusahaan Shi sedang kosong dan saham perusahaan besar ini jatuh. Perusahaan anda , Zeemperor juga tidak dapat memenuhi kriteria untuk mengambil alih Shi Group saat ini!” jelas Lonza formal.


“Hm....Saya tahu itu tuan Lonza Flores. Namun, saat ini Shi Group masih ada kesempatan untuk stabil. Shiyun Alister merupakan salah satu pewaris dalam wasiat dari Harry Alister. Mungkin jika suara mayoritas diantara kalian pemegang saham setuju. Maka, Shiyun Alister dapat menduduki posisi Ceo itu!” jelas Sam formal namun terkesan dingin.


“Ah....Begitu ya. Kalau begitu mari kita lihat suara mayoritas yang setuju dengan usulan anda itu!” balas Lonza menantang secara halus.


Lalu semua pemegang saham disana yang setuju hanya suara minoritas, bukan mayor. Sungguh hari ini membuat Shiyun tegang.


“Tuan Sam, anda lihat sendiri. Suara yang setuju adalah Minor. Walaupun nona Shiyun Alister layak dan berkemampuan baik terutama dalam desain, tetapi untuk kembali membangkitkan perusahaan ini sangatlah  sedikit kemungkinan”


“.....” diam Shiyun.


“Shiyun...maafkan aku” bisik Sam kecil.


Shiyun terkejut medengar permintaan maaf Sam. Shiyun hanya menggeleng dan tersenyum tipis pada Sam.


“Jangan minta maaf Sam. Mungkin ini akhirnya jika memang ada keajaiban, aku harap itu segera datang! ” bisik Shiyun pelan. Tampak wajah Shiyun putus asa.


“Baiklah, mungkin ini jalan satu-satunya. Jika memang anda Lonza Flores ingin mengambil alih Shi Group, maka saya akan menyerahkannya secara resmi!” balas Sam tegas.


Para wartawan dan reporter yang hadir disana mulai riuh....Mereka terkejut dengan hasil akhirnya. Konfrensi pers yang disiarkan langsung kepada publik itu sangat menyita banyak perhatian. Tentu saja, karena Shi Group merupakan salah satu deretan perusahaan terbesar.


Shiyun tampak ragu, sangat ragu. Hatinya sangat sedih. Ingin rasanya ia menjerit dan menangis. Ketika ia hendak menandatangani surat itu. Tiba-tiba saja datang segerombolan bodyguard.


“Berhenti Shiyun Alister!” teriakan itu langsung membuat semua yang ada dikonfrensi pers terkejut terutama Shiyun.


Tampaklah sosok lelaki mengkenakan jas nya dengan rapi. Rambut hitam yang rapi. Tubuhnya yang tinggi dan kekar. Disampingnya tampak berdiri seorang wanita yang cantik dengan kemeja berbalut blezer dan rok selutut.


“Relvis?! Nagisa?!” terkejut Sam.


Semuanya mulai riuh. Tiba-tiba Sam berteriak “Tidak bisakah kalian semua diam. Ini konfrensi resmi!”.


“Ka....Kak!” ucap Shiyun yang mulai mengeluarkan air matanya.


Masih teringat jelas bagaimana sosok kakaknya saat ia masih kecil. Sosok kakak yang sangat ia sayangi. Kakak yang selalu melindunginya.


Sam yang mendengar hal itu sontak terkejut. Bukan hanya Sam, tetapi semua orang terkejut bukan main saat mendengar Shiyun memanggil Relvis kakak.


“Shi kecilku....Bagaimana kabarmu?” tanya Relvis yang tadi bersikap dingin dan menyeramkan kali ini begitu lembut dan penuh kasih sayang kapada Shiyun.


“....” Shiyun masih tetap silent tidak percaya.


“Baiklah....Saya Elvis Alister akan mengambil alih perusahaan ini. Mungkin sebelumnya saya tidak ada, tapi ketahuilah saat sebelumnya saya tidak bisa memegang perusahaan ini. Tetapi sekarang saya, Elvis Alister, salah satu ahli waris dan salah satu pemegang saham terbesar memutuskan untuk mengambil alih perusahaan ini!” ucap Elvis tegas.


Semua orang diruangan itu terkejut bukan main. Sam yang masih belum begitu mengerti, tampak masih berusahan mencerna kenyataan.


Namun, sepertinya Sam mulai berpikir “Silahkan para pemegang saham memutuskan. Sama seperti tadi, suara mayor!” jelas Sam tegas.


Hampir 95% para pemegang saham setuju dan merasa puas serta lega dengan kenyataan yang tiba-tiba itu.


“Baiklah. Sudah diputuskan bahwa Ceo perusahaan ini adalah Elvis Alister!” tegas Sam dan mengakhiri konfrensi pers tersebut.


Hingga akhirnya Elvis menjadi Ceo kedua setelah ayahnya, Harry Alister.


Setelah konfrensi itu selesai. Tampak Shiyun, Sam, Nagisa, dan Elvis dalam satu ruangan khusus pertemuan. Ruangan yang tidak dipakai itu pun hening meskipun terdapat empat orang disana.


“Ka...kamu adalah Elvis Alister?!” tanya Sam yang sedari tadi masih tidak percaya.


Elvis menaikkan alisnya sebelah. “Hm....Iya Aku Elvis Alsiter. Shiyun  pun langsung mengenaliku. Meskipun sudah terpisah belasan tahun. Meskipun aku sudah dewasa, dia tetap mengenaliku, kakaknya!”


“Nagisa, kamu pasti sudah mengetahui ini bukan? Kenapa kamu tidak meberitahuku!?” tanya Sam.


“Aku juga sebenranya baru mengetahuinya Sam.....” balas Nagisa pelan.


“Baiklah....aku mengerti. Ini pasti rumit untukmu El?!” balas Sam yang mulai memelankan intonasinya.


“Begitulah. Kecelakaan belasan tahun lalu merenggut kedua orang tuaku. Menghancurkan keluargaku, dan memisahkan aku dengan Shiyun. Kamu tahu aku terbaring koma selama beberapa bulan stelah kecelakaan itu! Ketika aku bangun, aku hanya menanyakan Shiyun....Shiyun Alister adikku. Hingga akhirnya aku bangkit seorang diri untuk menjadi hebat. Jika hebat maka aku bisa menemukan adikku. Aku pun mengubah namaku. Entah darimana ide Geraldo itu!”


“Lalu?” tanya Sam.


“Dendam untuk keluarga, aku tidak ada rencana untuk melakukan balas dendam itu. Walaupun sudah mengatahui siapa pelakunya. Aku hanya terus mencari Shiyun sambil membangun usahaku. Hingga akhirnya aku menemukan teman sekaligus kekasih pertamaku, Nagisa. Sejak ada dia aku akhirnya bisa tersenyum. Aku kembali bersemangat. Tapi aku tetap saja sedihh karena meski sudah menjadi orang yang cukup hebat, tetapi aku tidak bisa menemukan Shiyun kecilku!” balas Elvis.


Elvis pun menatap Shiyun, tampak kedua mata Shiyun berusaha menahan tangis. Elvis yang sudah sangat mengenal aduknya itu, merasa sangat bersalah karena tidak menjaganya selama ini. Elvis masih tetap menatap Shiyun. Tampak adik kesayangannya itu sudah dewasa. Rambutnya juga sudah panjang, dan terikat rapi dalam bentuk kuda poni.


“Shiyun kecil....” panggil Elvis pelas.


Shiyun pun langsung menoleh. Elvis pun langsung mendekat dan memeluk erat adiknya itu.


“Menangislah Shi....Jangan menahannya jika memang kamu tidak kuat!” ucap Elvis pelan.


Hingga kahirnya Shiyun pun langsung mengeluarkan air matanya. Ia langsung menagis dalam pelukan kakaknya.


“Kak...kau kemana saja? Kau tahu, kukira kau sudah bersama ayah dan ibu disana! Aku selalu kesepian setiap harinya. Tidak ada lagi senyuman. Tidak ada lagi ayah yang selalu menjahiliku, tidak ada lagi ibu yang selalu memelukku ketika tidur, tidak ada lagi kaka yang selalu menjagaku! Hiks....Aku membencimu!” ucap Shiyun terisak.


“Maaf....I’m so sorry my little Shi. Please forgive me” balas Elvis yang ternyata ikut menitikkan air mata. Bukan hanya Elvis, ternayata Nagisa dan Sam juga ikut menitikkan air mata mereka.


“Aku sudah memaafkanmu kak....Berjanjilah jangan tinggalkan aku lagi. Aku sangat takut” balas Shiyun sambil memeluk erat kakaknya itu.


“Pasti....Aku akan selalu ada untukmu. Meskipun kamu sudah memiliki lelaki es itu!” balas Elvis sambil menunjuk Sam.


Elvis berusaha menenamgkan Shiyun.


“Kak...dia bukan hanya es. Tapi juga cahayaku. Dia sangat baik. Aku mengenalnya ketika aku belum lama kehilangan keluargaku. Aku sangat mencintainya kak” ucap Shiyun. Shiyun seakan-akan meminta izin Elvis akan hubungannya dengan Sam.


_______