
Dikediaman keluarga besar Alister
"Dokter Jason bagaimana kondisi anak saya? Cepat katakan...! " teriak tuan besar Harry Alister yang merupakan ayah dari Shiyun.
"Tuan tenang, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Nona besar Shiyun baik-baik saja. Dia pingsan hanya karena kecapean. "
Setelah mendengar penjelasan dari dokter Jason, tuan besar Alister akhirnya tenang. Shiyun merupakan satu satunya putri dari keluarga Alister, dan keluarga Alister sangat menyayanginya.
"Yah, bagaimana keadaan Shiyun?" tanya nyonya besar Mitsuha Alister, yang tidak lain adalah ibu Shiyun. Dia baru saja bangun dari pingsan setelah mengetahui Shiyun pingsan.
"Putri kita baik-baik saja. Saya rasa kita tidak perlu membawa Shiyun ke perjamuan makan malam di perusahaan. Biarkan dia istirahat dirumah. " ujar tuan besar Harry Alister.
"Ayah, tapi Shiyun sangat ingin ikut dalam acara perjamuan makan di perusahaan. Aku takut dia akan nangis jika kita tinggal. " ujar seorang anak laki laki yang 5 tahun lebih tua dari Shiyun. Saat ini usianya 10 tahun. Ia merupakan Putra pertama keluarga Alister, dan kakak yang sangat baik bagi Shiyun, Elvis Alister.
"Pfft..... Elvis! " balas ayahnya tertawa kecil mendengar perkataan Elvis.
"Ayah, aku serius. Shiyun selalu takut sendiri. Aku tidak ingin melihat dia menangis. "
"Nak, Shiyun sedang sakit. Kita hanya akan datang sebentar untuk menghargai perjamuan tersebut. Lalu kita akan langsung kembali lagi kerumah. " timpal sang ibu dengan nada lembut.
"Baiklah... " balas Elvis dengan sedikit kecewa.
Lalu mereka bergegas untuk pergi ke perjamuan makan malam perusahaan. Perusahaan Alister Group merupakan salah satu perusahaan terbesar di kota Altaraya. Namun, banyak pesaing yang ingin menjatuhkan perusahaan Alister Group dengan cara kotor.
______
"Baiklah dokter Jason, saya titip Shiyun, tolong rawat dia dengan baik. Saya beserta istri saya dan Elvis akan segera kembali. " ujar tuan besar Harry Alister.
"Siap.... Anda tenang saja, nona besar Shiyun aman bersama saya. Anda segeralah kembali ya... Karena saya tidak tahu harus berkata apa jika Shiyun terbangun, dan menyadari dia tidak ikut perjamuan makan malam yang anda janjikan.... "
"Haha...Shiyun tidak seperti yang anda bayangkan. Dia gadis kecil yang kuat. Tetapi tenang saja kami akan segera kembali untuknya. "
________
Diperjamuan makan malam perusahaan Alister Group.
Bising... Ramai.... Banyak orang sedang berbincang-bincang......
"Selamat datang tuan dan nyonya besar Alister. Kami sudah menunggu anda" sambut salah seorang dari tamu perjamuan makan malam itu juga, Franco Floyd.
Franco Floyd merupakan presdir dari perusahaan Floyd Group. Ia sangat dekat dengan keluarga Alister. Hubungan kedua keluarga ini juga cukup baik.
"Terimakasih tuan besar Franco Floyd. Seharusnya kami yang mengucapkan itu sebagai penyelenggara perjamuan ini. Tetapi tadi ada sedikit masalah dirumah. " balas tuan besar Harry Alister.
"Tidak apa - apa, itu tidak masalah tuan besar Harry Alister"
Lalu mereka masuk kedalam ruangan makan yang besar di perusahaan Alister Group.
__________
Di halaman belakang perusahaan Alister Group. Elvis sedang duduk dibangku panjang. Dia tampak sedang kesal. Muka masamnya terpasang sempurna. Rambut hitam legamnya bergoyang-goyang tertiup angin malam.
"Huh... kenapa ayah dan ibu lama sekali. Mereka bilang, hanya sebentar. Shiyun pasti sedang menunggu dirumah. Awas saja kalau Shiyun kenapa-napa akan kuhabisi dokter Jason itu. Tapi dokter Jason sudah sangat berjasa dalam kedokteran keluarga besar Alister.... Shh... Sudahlah. " gumam Elvis sendiri.
Di usianya yang baru 10 tahun, Elvis sudah mempunyai jiwa seorang lelaki dewasa. Dia juga sangat menyayangi Shiyun.
Setelah bergumam tidak jelas. Elvis tiba-tiba mulai mencium aroma yang tidak seharusnya ada ditaman perusahaan. Elvis mulai mengendus-endus, sambil mencari sumber bau ini.
Setelah merangkak, berjungkir balik, bergerak dengan hati hati, dia akhirnya menemukan sumber bau tersebut.
"I.... Ini kan bensin.... Kenapa berceceran disini? " Elvis mengerutkan dahinya, dan mulai curiga.
"Sepertinya ada yang tidak beres. Aku harus beri tahu hal ini pada ayah dan ibu. " batin Elvis dalam hati.
Elvis pun berlari kedalam ruang perjamuan yang tidak jauh dari taman belakang. Tiba-tiba...
"Ouch....kenapa lantainya licin? "
Elvis pun bangkit dari posisi jatuhnya sambil mengusap celananya yang kotor. Ketika dia melihat keatas, air jatuh mengenai tangannya.
"Ini bensin! Oh tidak ruangan ini sudah dilumuri bensin. Sudah tidak sempat jika harus menyelamatkan banyak orang. Aku yakin pelakunya sudah bergegas membakar ruangan ini. Ayah, ibu...! "
Elvis berlari mencari ayah dan ibunya. Hingga di pojok ruangan, Elvis melihat ibunya sedang duduk, dan tampaknya wajah nyonya besar Mitsuha Alister sedang bosan menunggu seseorang.
"Ibu...! " sahut Elvis.
"Elvis, kemana saja kamu nak? Ayah sedang mencari kamu saat ini. Ibu ingin bantu cari, tapi dia bilang tunggu saja disini, takutnya kamu mencari ayah dan ibu kesini. Ternyata benar ya.... "
"Sudah bu, bicaranya nanti lanjut lagi dirumah. Ibu ruangan ini sudah dilumuri bensin. Tidak akan lama lagi terbakar. Ini bisa memicu ledakan, karena banyak benda yang membantu kebangkitan si jago merah... Ibu cepatlah pergi, dan cari taksi. Sudah tidak sempat keparkiran."
Tiba-tiba mata nyonya besar Mitsuha Alister membulat, terkejut. "Tidak, kita harus mencari ayah mu dan memberitahukan kepada semua orang untuk segera keluar"
"Ibu, kumohon. Shiyun sendiri dirumah. Jika diantara kita tidak ada yang selamat, maka Shiyun akan sendirian. "
Tiba-tiba suara pengumuman dari ruangan siaran berbunyi " Maaf mengganggu, kepada semua orang diharapkan segera keluar dari gedung perusahaan melalui jalur evakuasi, gedung sedang dalam masalah, dan akan segera terbakar. Sekali lagi dimohon kepada semua orang segera keluar dari gedung perusahaan. Terimakasih"
"Bu, itu suara ayah! " ujar Elvis.
"Ruang siaran, masih dilantai satu, tetapi agak jauh dari ruangan perjamuan ini. Elvis dengarkan ibu, pergilah keluar. Kalau ibu dan ayah tidak kunjung keluar, segeralah naik taksi dan pinjamlah uang dokter Jason. "
"Ti... Tidak mau.... Ibu biarkan aku saja yang membawa ayah. "
"Elvis, tolong jangan bersikeras"
Tiba-tiba, api muncul dan merambat. Semua orang berlari menuju jalur evakuasi. Nyonya besar Mitsuha Alister pun langsung mendorong Elvis ke jalur evakuasi.
Elvis masih tidak bisa membiarkan ibu dan ayahnya. Dia belum keluar dari gedung perusahaan.
________
"Harry, kamu dimana? Uhuk... Uhuk.. Apinya membesar, terlalu banyak asap. " ujar Nyonya besar Mitsuha Alister.
"Sayang.... Mitsuha? Kamu disana? "
Tiba-tiba tuan besar Harry Alister melompat bagaikan singa liar melewati kobaran api.
"Mitsuha.... Uhuk.... Cepat lari, masih ada orang yang harus kuselamatkan di ruang siaran. " ujar tuan besar Harry Alister sambil memeluk erat nyonya besar Mitsuha Alister.
"Tidak, aku akan keluar bersamamu.! "
"Mitsuha, tolong. Demi anak-anak kita. Demi Elvis dan Shiyun. Walaupun aku tidak selamat, kuharap kamu tetap bisa menjaga anak-anak kita"
Dengan berat nyonya Mitsuha melepas genggaman tangan tuan Harry. Sambil merintikkan air mata, nyonya Mitsuha berlari.
"Jangan lihat kebelakang, teruslah berlari. Mitsuha.... Aku mencintaimu. "
Nyonya Mitsuha langsung berhenti dan melihat kebelakang.... Ini terakhir kalinya aku lihat kebelakang. Aku janji... ujar nyonya Mitsuha dalam hatinya.
"Harry, aku juga mencintaimu. Akan kujaga anak-anak kita dengan baik. "
Tidak mengulur waktu, nyonya Mitsuha berlari. Menerobos kobaran api. Berusaha melompat melewati puing-puing bangunan yang terbakar dan berjatuhan, sambil mengusap air mata yang sudah tidak dapat lagi terbendung.
"Elvis kuharap kamu selamat. Shiyun ibu bersyukur kamu tidak ikut perjamuan makan malam ini nak."
_______
"Cepat panggil ambulans. Gedung perusahaan Alister baru saja meledak. " teriak salah satu pengawal perusahaan.
"Hei.... Nyonya Mitsuha disini, cepat bawakan tandu! "
Keadaan sangat ricuh... Banyak orang yang menangis.... Setidaknya masih ada sebagian orang didalam yang tidak dapat diselamatkan.
Dikediaman keluarga besar Alister
"Dokter Jason... Kenapa ayah, ibu dan kak Elvis belum pulang? " tanya Shiyun.
"Shiyun, sepertinya mereka masih ada urusan. Mungkin sebentar lagi pulang." balas dokter Jason.
Tiba-tiba terdengar nada dering dari handphone dokter Jason.
"Halo, ini siapa? "
"Maaf mengganggu, saya salah satu pengawal perusahaan Alister. Perusahaan Alister terbakar dan meledak beberapa waktu lalu. Nyonya Mitsuha sudah dilarikan ke Rumah Sakit Besar Altaraya. Lukanya sangat parah. Sedangkan tuan Harry Alister-"
"Bagaimana dengan tuan Harry dan tuan muda Elvis? "
"Hmm....! "
"Cepat katakan....! "
"Dengan berat saya beritahu, bahwa tuan Harry dan tuan muda Elvis tewas ketika ledakan terjadi. Mayat mereka sudah dikremasi pihak polisi."
Tuut... (Panggilan terputus)
Brak....! (Suara handphone terjatuh dari genggaman tangan dokter Jason).
"Dokter Jason? Ada apa? Apa ayah, ibu dan kak Elvis akan segera kembali? " tanya Shiyun dengan wajah penuh harap.
"Shiyun, bolehkah aku memeluk mu sebentar? "
"Eh, baiklah. "
Dokter Jason memeluk Shiyun dengan penuh prihatin.
"Jadilah gadis kecil yang tangguh dan kuat ya Shiyun. Aku percaya padamu"
"Hah... Dokter Jason?"
"Shiyun, katakan. Bahwa kau akan menjadi gadis kecil keluarga Alister yang kuat! "
"Hmm... Tentu.... Tentu saja. "
Dokter Jason melepaskan pelukannya dari Shiyun kecil. Shiyun yang baru berusia 5 tahun itu, tidak tahu apa yang baru saja menimpa keluarganya.
"Shiyun, dokter sudah buatkan kamu segelas susu. Kamu minum dulu ya. Agar tubuh kamu cepat pulih. "
"Baiklah, jika Shiyun sehat, maka Shiyun bisa ikut ayah, ibu dan kak Elvis kemana saja" ujar Shiyun dengan senyuman manis yang terukir diwajahnya.
Tidak lama Shiyun merasa mengantuk dan kembali tertidur.
Shiyun, maaf. Aku harus memberimu obat tidur. Setidaknya tubuh kamu cepat pulih. Besok aku akan membawamu kerumah sakit untuk bertemu ibumu, nyonya Mitsuha Alister. Walaupun suatu saat nanti keluarga Alister sudah tidak diingat, aku yakin kamu tetap bisa bahagia. Shiyun aku turut berduka cita. Selamat malam. ( batin dokter Jason sambil merasakan kesedihan yang mungkin akan dirasakan Shiyun).
Keesokan harinya
"Shiyun, apa kamu sudah siap? Aku akan membawamu bertemu dengan ibu. "
"Tentu saja dokter Jason. Aku sangat rindu mereka. "
"Kalau seperti itu, cepat naik mobilku dan kita berangkat"
Sesampainya dirumah sakit besar Altaraya.
"Dokter Jason? Nyonya Mitsuha diruangan atas. Dia masih dalam keadaan kritis. Seluruh tubuhnya penuh luka bakar. " ujar salah satu perawat.
"Baiklah, terimakasih Abigail"
"Sama-sama. Tapi bagaimana dengan nona Shiyun? " tanya perawat yang tidak lain adalah adik dari dokter Jason, Abigail Lin.
"Abigail, aku akan memeriksa keadaan nyonya Mitsuha. Kamu tolong jaga Shiyun ya"
"Hmm... Baiklah kak Jason. Tapi kamu tidak berencana menyembunyikan ini dari Shiyun kecil kan? "
"Dia punya hak untuk mengetahui kebenaran keluarganya, jadi aku tidak akan mungkin menyebunyikannya terus dari Shiyun! " balas dokter Jason.
_________