Unforgettable Love

Unforgettable Love
CH. 30_ PROBLEMATIC



Di pagi harinya. Tampak Sam sedang bergegas kesuatu tempat. Setelah selesai, ia segera mengambil kunci mobilnya.


Tiba-tiba ketukan keras mengganggu Shiyun.


“Siapa pagi-pagi begini bertamu ke apartemen orang? Awas saja akan kupukul dia jika urusannya tidak penting” gerutu Shiyun karena merasa sedikit terganggu dipagi harinya.


Ketika Shiyun membuka pintu, betapa terkejutnya dia.


“Sam!” Shiyun langsung memeluk Sam tiba-tiba.


“Eh? Shi apa sekarang kamu sedang demam?”


“Tidak!”


“Sedang bad mood?”


“Sedikit!”


“Baiklah, ada angin apa langsung memelukku?” tanya Sam jahil. Tapi memang benar Shiyun sebelumnya tidak pernah memeluk Sam jika Sam tiba-tiba bertamu.


“Aku hanya butuh seseorang. Aku merasa lelah pagi ini. Entah kenapa ketika melihatmu datang, aku merasa sangat senang!” jelas Shiyun seperti gadis bodoh.


“Hmm? Mana mungkin perlakuanmu berubah drastis?”


“Aku hanya merasa lelah saja. Butuh seseorang!”


“Shi....kamu lelah kenapa?”


“Aku tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan masalah Cherry dengan Lonza!” balas Shiyun yang langsung melepaskan pelukannya dari Sam. Jujur saja, Shiyun juga tidak tahu kenapa dia refleks memeluk Sam ketika melihatnya datang.


“Haih...Sudah kukatakan jangan memikirkan masalah itu lagi” balas Sam lembut sambil mengacak rambut Shiyun.


“Tapi Sam...Aku takut hubungan mereka benar-benar berakhir karena aku!”


“Sstt...Jangan salahkan dirimu. Ini adalah takdir!”


“Sam.....”


“Sudah!” balas Sam sambil kembali memeluk Shiyun erat untuk memberikan ketenangan pada Shiyun.


Shiyun yang tadinya ingin mengelak langsung menenagkan diri dalam pelukan Sam.


“Maaf....” lirih Shiyun kecil. Tetapi Sam tentu mendengarnya. Sam tersenyum tipis mendengar kata maaf dari Shiyun.


“Hei....sudah sarapan?” tanya Sam.


“Belum...” balas Shiyun sambil mendongakan kepalanya agar bisa menatap lawan biacarnya itu.


“Kalau begitu kamu duduk yang manis disini. Aku akan buatkan sarapan untukmu”


“Hah....? Kamu? Buatkan sarapan? Kamu bisa memasak?”


“Hei Shi, jangan meremehkan Sam Li Hanyu! Masak sudah menjadi keahlianku!” balas Sam bangga.


“Hmmph....Itu pun bangga. Cepat masak! Akan kucicipi rasa masakkan mu itu. Apakah benar sesuai dengan kesombonganmu tadi? Lagi pula siapa yang dapat percaya, seorang Ceo yang dingin pada orang lain, ekspresinya hanya datar saja, terkadang paranoid. Eh ternyata bisa memasak! Bukankah lucu?”


Tak....Sam menyentil kening Shiyun.


“Aw....sakit tau....keningku yang malang” balas Shiyun sambil memegangi keningnya yang tadi disentil oleh Sam.


“Makanya jangan meremehkan Sam-mu ini!” balas Sam sambil berlalu menuju dapur yang minimalis itu.


“Hah...Sam-mu? Siapa yang ingin memilikimu?” tanya Shiyun ketus.


“Hahah...tentu saja kamu....Shiyun ku!” balas Sam dari dapur.


“Huh dasar....sepagi ini merusak moodku dengan gombalan tidak bermoral milikmu itu!”


Sam dan Shiyun pun terus berbicara, tertawa dan bercanda bersama sambil memasak. Hingga akhirnya masakan mereka pun selesai. Mereka berdua pun menikmati masakan itu.


Ternyata benar saja. Suapan pertama Shiyun langsung membuat Shiyun ingin cepat-cpeat menyuapkan yang kedua. Masakan Sam sangat enak pastinya.


“Bagaimana masakanku?” tanya Sam bangga.


“Huh...Biasa saja” balas Shiyun bercanda.


“Masa sih biasa aja, tapi kamu sikat habis begitu semua sarapannya. Aku Cuma makan sedikit lho!” balas Sam jahil.


Tiba-tiba handphone Sam berdering. Sam pun mengangkat telpon tersebut dan menuju balkon apartemen Shiyun untuk mengangkatnya. Shiyun hanya memperhatikan Sam dari ruang tengah. Tampak Sam begitu serius dan sepertinya sedang geram.


Setelah selesai menelpon. Sam kembali masuk keruang tengah, tetapi dengan wajah sedikit lesu.


“Ada apa?” tanya Shiyun heran.


“Ah? Tidak ada apa-apa. Shiyun karena hari ini hari libur. Kamu jangan kemana-mana. Takutnya sakit kamu kambuh, kan belum sepenuhnya pulih. Nanti sore aku kesini lagi jenguk kamu. Ok? Sekarang aku ada urusan penting, jadi harus pergi dulu. Bye...” balas Sam sambil mengusap lembut kepala Shiyun dan mengambil jasnya sebelum pergi.


Sam....hati-hati. Aku akan menunggumu (batin Shiyun sambil tersenyum).


Ya, Shiyun sudah mulai mencintai Sam. Dan Shiyun tidak dapat memungkiri hal itu. Dia mulai melupakan Lonza sebagai cinta lamanya.


Sam pun melajukan mobilnya bagai kilat. Membelah jalan kota Los Nevera. Hingga akhirnya mobilnya terpakir tepat didepan perusahaanya, Zeemperor.


Sam langsung turun dan segera menaiki lift pribadinya agar lebih cepat. Dia segera menuju ruangannya. Diatas mejanya sudah ada laporan dari bagian pemeriksa saham dan keuangan perusahaan.


“Ma...maaf Pak, kami juga sudah memeriksa data bulan lalu. Tapi ini semacam tidak masuk akal untuk perusahaan Zeemperor”


“Cukup! Sekarang keluar!” marah Sam. Begitulah Sam jika dikantornya. Apalagi jika sudah marah.


Ada apa ini sebenarnya? Kenapa secara tiba-tiba saham perusahaan Zeemperor yang stabil menurun? Sebelumnya saham perusahaan Shi yang merupakan perusahaan besar itu juga menurun. Ini bukanlah kebetulan. Sepertinya ada propaganda dibalik semua ini. Yang pasti perusahaan Shi harus kuamankan dulu keadaan sahamnya (batin Sam serius).


Sebelumnya tidak pernah terjadi penurunan saham secara signifikan. Hal ini membuat Sam bekerja lebih keras.  Sore pun tiba,sesuai janji Sam pada Shiyun. Ia akan menjenguknya.


Sam pun meninggalkan pekerjaannya dulu. Dia segera membeli makanan untuk Shiyun dan melajukan mobilnya kearah apartemen Shiyun berada.


Tok...tok (ketukan pintu).


“Shiyun? Kamu didalam?”


Shiyun yang mendengar ketukan pintu dan suara Sam langsung beranjak dari posisi duduknya.


“Sam!”


“Hai...”


“Cepatlah masuk”


“Shi...Lihat aku membawa sedikit makanan untukmu. Nikamtilah! Bagaimana keadaanmu? Sudah lebih baik?” tanya Sam sambil tersenyum hangat.


“Hm....Baikan. Terimakasih makanannya” balas Shiyun, tetapi dingin. Sangat dingin dan datar.


Sam heran dengan intonasi biacar Shiyun yang datar dan dingin itu.


“Hei...Apakah ada yang salah? Apa kamu merasa sakit lagi?” tanya Sam mulai khawatir.


“Cukup! Sam....Jangan menyembunyikan bebanmu dariku! Jangan bersikap seolah kamu mampu menangani semuanya! Dan jangan terus-terusan mengkhawatirkan aku! Khawatirkan dirimu juga!”


“Shi...ada apa?!”


“Saham perusahaan menurun drastis kan?!” tembak Shiyun tegas.


“Kamu sudah mengetahuinya? Dari mana? Kabar keadaan saham perusahaan dirahasiakan dari publik!”


“Tentu saja aku mengetahuinya! Dan kamu mencoba menanganinya sendiri? Dasar Sam bodoh! Kenapa tidak bilang padaku. Siapa tahu aku dapat membantumu! Ny. Sara Xiao bilang sendiri padaku, bahwa Shi Group dalam keadaan krisis, karena saham menurun secara siginifikan!”


Sam yang mendengar hal itu langsung terkejut.


“Kamu...Kamu mengetahui Shi Group?” tanya Sam.


“Tentu. Aku sudah lama mengetahuinya. Dan aku sangat terkejut, kalau kamu mengembangkan Shi Group sejauh ini, tetapi tidak mengambil posisi Ceo!”


“Itu...Itu hak mu! Aku ingin menjagamu dan juga memberikan apa yang menjadi hakmu!”


“Sam...tapi jika posisi Ceo itu kosong. Maka ketika saham jatuh, dengan mudah musuh yang sudah bersiap bisa mengambil alih perusahaan besar itu kapan pun!”


“Aku tahu, Shi. Oleh karena itu aku langsung saja....Apakah kamu mau menjadi Ceo itu. Surat wasiat ayah dan ibumu masih tetap berlaku dimata hukum. Secara sah kamu bisa menempati posisi itu!”


“Tidak....Tidak bisa Sam!” balas Shiyun.


Sam semakin berdelik tidak percaya.


“Tidak bisa? Kenapa? Why?”


“Because I’m not ready! Aku tidak menginginkan posisi itu Sam. Aku hanya ingin orang yang layak untuk itu!’


“Tentu itu kamu Shiyun....!”


“Tidak! Sekali tidak, maka aku tidak akan melakukannya”


“Shiyun....demi perusahaan juga!”


“Bukan aku tidak ingin....Tapi aku tidak layak. Aku juga belum siap. Tapi aku rela berkobran demi Shi Group! Tapi bukan menjadi Ceo!”


“Shi....Kalau bukan karena Vogue Corp. Maka saham Shi Group tidak akan menurun drastis seperti ini!”


“Hah....Vogue Corp?”


“Iya!...Shiyun aku sangat khawatir dengan perusahaan Shi Group. Sahamnya sudah sangat menurun. Jika seperti ini terus, maka saham Shi Group akan jatuh!”


“Aku harus menyokong saham Shi Group semampuku! Aku akan memberikan saham Zeemperor dan memindahkannya ke Shi Group. Walaupun rumit kuharap bisa membantu sementara waktu!”


“Tidak....Saham perusahaan Zeemperor juga tiba-tiba menurun. Kalau dipaksakan, maka Zeemperor akan gulung tikar!”


“Shiyun....percayalah!”


“Sam....percuma saja. Perhitungkan dengan matang. Saham Zeemperor sedang menurun. Itu tidak dapat membantu Shi Group. Dari pada gulung tikar, lebih baik Zeemperor menstabilkan keadaan terlebih dahulu!”


“Floyd dan Flores Group juga bersekongkol dalam hal ini!” dingin Sam.


“A...Apa?! Bagaimana mungkin?”


“Hm....Aku rasa ini propaganda! Aku takut saham Shi Group jatuh besok. Melihat kondisinya yang tidak stabil dan terus-menerus ditekan dari belakang oleh perusahan-perusahaan seperti Flores Group!”


“....” Shiyun hanya diam. Dia merasa sangat tidak berguna dalam menjaga amanah kedua orang tuanya.


_______