This Is My Girlfriend

This Is My Girlfriend
Para Sahabat Jeri



Sejak rencana Rama mulai dilaksanakan, mereka mengumpulkan berbagai bukti untuk menjebloskan orang yang sering dipanggil si Bule itu ke penjara.


Dengan bantuan Tito yang mulai mendapatkan kata maaf dari anak-anak Broxe, mereka berkumpul dan bersatu untuk menyelamatkan Hafidz, Rey, Ruli dan Ohen yang kini menjadi buronan.


Rama juga mulai meminta bantuan ayahnya Hafidz untuk pembebasan Hafidz dari segala tuduhannya. Dengan bantuan anak buah ayahnya Hafidz, mereka mulai memasuki tempat rahasia anak-anak Drozr dari Tito yang selama ini tak pernah mereka ketahui.


“Jangan bergerak! Angkat tangan, kalian semua sudah kami kepung!!”


Beberapa polisi mulai meringkus dan membawa anak-anak Drozr yang tercyduk sedang menyelenggarakan pesta alkohol dan shabu-shabu.


Walau ada dari beberapa mereka yang kabur, tapi masih bisa di amankan dan diringkus polisi. Si Bule yang panik, langsung kabur begitu saja saat polisi mengetahui tempat persembunyiaannya.


Namun, polisi dengan cekatan langsung menembakkan peluru ke udara, hingga membuat si Bule terkejut dan membuat Rama langsung berlari untuk menghajarnya berberapa kali.


“Brengsek! Cowo macam lo, emang pantes dimasukkan ke dalam penjara!” teriak Rama sambil memukuli wajahnya.


Si Bule itu tersenyum sinis dan menghapus noda darah yang keluar dari hidungnya.


“Yakin lo bisa masukin gue ke penjara? Bokap gue nggak akan membiarkan anaknya berlama-lama di kantor polisi.”


“Lo tenang aja, bokap lo yang DPR itu tidak lama lagi akan membusuk di penjara bersama dengan anaknya. Karena apa? Bokap lo sudah diperiksa keterkaitannya dengan kasus korupsi,” jelas Rama tersenyum penuh kemenangan.


“Anak koruptor lo!” teriak beberapa anak Broxe seraya melempari si Bule itu dengan makanan busuk.


Si Bule memberikan jari tengahnya kepada anak-anak Broxe setelah ditarik secara paksa oleh polisi. Hanun dan Sarah memberikan dua jempolnya kepada Rama. Rama pun tersenyum lebar, akhirnya penantiannya selama ini berhasil juga. Dengan begitu ia bisa bernafas lega dengan semua yang telah ia lakukan untuk sahabatnya, Jeri.


Jer, gue berhasil. Gue berhasil membuat pembunuh lo mendekam di penjara. Jer, lo lihat ini semua, kan?Batinnya.


Semenjak kejadian anak-anak Drozr dan ketuanya tercyduk melakukan pesta shabu-shabu dan di bawa ke kantor polisi. Mereka langsung diintrogasi dan membuat anak-anak Broxe meminta polisi untuk menghukum mereka seberat-seberatnya.


Dengan dibawanya mereka ke kantor polisi, Riki yang merupakan anggota Broxe juga memberitahukan, kalau selama ini Hafidz dan yang lainnya bersembunyi di rumahnya. Begitu mereka kembali pulang, semua teman-temannya menyambut mereka dengan suka cita di base camp mereka.


Hafidz juga kembali ke rumah dan bertemu dengan keluarganya. Begitu mendengar ayahnya mengundurkan diri dari jabatannya, ia merasa menyesal. Bahkan, ia sampai bertekuk lutut di hadapan ayahnya dan juga teman-temannya.


“Maafkan Hafidz, Yah. Hafidz bukan anak yang baik, selalu menyusahkan orang tua dan membuat kalian malu. Maafkan Hafidz, Yah, maafkan Hafidz, Bu.”


Hafidz menundukkan kepalanya dengan air mata yang sudah membanjiri pelupuk matanya. Salma dan Haris merangkul ibu mereka dan hanya memandangi Hafidz dengan tatapan sendu.


Hanun, Sarah dan Rama hanya bisa menundukkan kepala. Mereka juga ikut bersedih dengan kejadian yang sudah menimpa mereka akhir-akhir ini.


Ayah Hafidz membangunkan anak laki-lakinya itu. Beliau memegang kedua pipi anaknya dan menatapnya penuh kasih sayang.


“Sudahlah, kamu tidak bersalah. Ayah kan sudah bilang, ayah tidak marah. Tapi, ayah bangga padamu. Ayah juga sudah mengatakan bukan, kalau kamu itu tidak terlibat dalam kasus ini. Kamu hanya melawan dan membela keadilan. Bukan begitu?”


Hafidz menganggukkan kepalanya dan tak berani menatap wajah ayahnya.


“Kamu anak yang hebat, Nak. Ayah bangga padamu.”


Ayah Hafidz memegang kepala anak laki-lakinya itu dengan kedua tangannya hingga membuat Hafidz kembali meneteskan air matanya. Ia seperti kembali ke masa kanak-kanak, di mana ia selalu membuat ayahnya marah karena kenakalannya itu.


“Ayah masih bisa kembali menjadi kepala polisi, Yah. Hafidz sudah terbukti tidak bersalah dalam kasus ini.” Rama membuka suara dan menatap wajah ayahnya Hafidz lirih.


Ayah Hafidz hanya membalasnya dengan tersenyum.


“Ayah mau istirahat, sudah saatnya ayah berhenti. Ayah sudah tua, sekarang ayah ingin melakukan apapun yang ayah inginkan. Ayah tidak menyesal dengan keputusan ayah. Justru, sejak dulu ayah sudah merencakan untuk pensiun dini.”


“Tapi, Yah?” kata Hafidz kembali.


“Sudahlah. Kalian tetap akan mendukung apapun keputusan ayah, kan?” tanyanya kepada ketiga anaknya dan istrinya. Mereka mengangguk pelan dan tersenyum kecil.


Dengan keputusan tersebut, ayah Hafidz memutuskan untuk pensiun dini dari dunia kepolisian secara terhormat. Semua masalah pun sudah terselesaikan secara perlahan. Anak-anak Drozr yang mengikuti pesta shabu-shabu itu pun diberikan hukuman yang setimpal.


Sedangkan si Bule yang ternyata nama aslinya adalah Zaky, diberikan hukuman 7 tahun penjara dengan ayahnya yang tersangkut korupsi pun ikut mendekam di penjara juga.


Dengan begitu, Rey memutuskan untuk membubarkan kelompok Broxe. Mereka saling berpelukan dan berjanji, base camp mereka saat ini akan menjadi tempat yang baru untuk berkumpulnya para sahabat Jeri.


Kini, mereka mengubah base camp mereka yang kotor dan penuh dengan peralatan tempur mereka ketika tawuran, menjadi rumah kenangan para sahabat Jeri.


Ohen berkata, sekarang ini kelompok mereka akan di beri nama ‘Para Sahabat Jeri’. Dengan begitu, mereka akan merasa tetap dekat dengan almarhum sahabat terkasih mereka.


Hafidz dan teman-temannya kembali mengunjungi pemakaman Jeri. Mereka berziarah di sana dengan suasana yang mengharu biru. Sarah menaburkan bunga di atas kuburan Jeri. Mereka kembali mengenang kembali persahabatan mereka dengan Jeri yang terkenal sebagai teman yang setia kawan dan juga periang.


“Ini kuburan Jeri, kamu mau kenal Jeri lebih dekat, kan?” kata Hafidz sambil menggandeng tangan Hanun.


“Aku sudah merasa lebih dekat dengan Jeri sekarang.”


Hanun dan Hafidz saling melempar senyum dan saling menatap satu sama lainnya dengan mesra.


“Terimakasih, yah? Terimakasih karena sudah kembali padaku dan memperkenalkan aku dengan sahabat terbaikmu.”


“Sama-sama, Sayang,” kata Hafidz sambil menatap lembut kekasihnya itu.


“Ke mana kita sekarang?” tanya Rama.


“Touring ke Ciwidey, yuk!” ajak Rey bersemangat.


“Oke, ayo pergi sekarang!” kata Sarah yang langsung bergegas memakai helmnya.


Setelah berziarah dari kuburan Jeri, Hafidz dan teman-teman touring bersama menuju Ciwidey. Dengan segerombolan motor yang ikut konvoi bersama, mereka terlihat bahagia dengan akhir yang manis ini.


Sarah memeluk Rama begitu erat. Ia terlihat begitu bahagia, karena akhirnya ia bisa merasakan kembali diboncengi oleh Rama di motor Ninja hitamnya.


“Gue juga suka sama lo, Ram. Sayang lebih dari sahabat,” kata Sarah tiba-tiba.


Rama yang mendengarnya hanya tersenyum kecil hingga membuat Sarah mempererat pelukannya. Sedangkan Hafidz dan Hanun, mereka ikut senang melihat kebersamaan Rama dan juga Sarah yang terlihat begitu mesra.


“Fidz, lo di depan sama Rey,” kata Ohen memberi tahu.


“Oke!” katanya yang langsung mengendarai Vespanya untuk berada di posisi terdepan. “Nun,” panggil Hafidz pelan. “Abdi bogoh ka anjeun!!” teriaknya hingga membuat teman-temannya yang lain langsung menyoraki pasangan muda yang sedang dilanda kasmaran itu.


“Abdi oge bogoh ka anjeun!” balas Hanun dengan berteriak keras dan kembali membuat teman-temannya membunyikan klakson mereka secara bersamaan.


“This is my girlfriend, kalian harus tahu itu!” katanya Hafidz lagi kembali berteriak.


“Iya, bawel lu! Sok Inggris bener!” sahut Rama dan juga Sarah hingga membuat semuanya kembali tertawa.


“Nun, panggil aku beb, dong?” pinta Hafidz yang membuat Hanun begitu mendengarnya, langsung tertawa.


“Gak ah, alay banget manggil kamu beb.”


“Terus kamu mau manggil aku apa?”


“Pacarku tersayang,” kata Hanun menjawab.


“Oke deh, Pacar. Aku suka dengan panggilan itu. Pacar, aku izin, yah?” kata Hafidz tiba-tiba hingga membuat Hanun bingung dengan pertanyaan kekasihnya itu.


“Izin kentut,” tawanya yang membuat Hanun langsung memukuli helm Hafidz karena kesal.


“Hafidz pea!!” teriaknya.



Terimakasih karena sudah setia membaca novel This is My Girlfriend. Semoga kita masih bertemu di season selanjutnya dengan kelanjutan kisah cinta Hanun dan Hafidz, juga Rama dan Sarah. Dan, tentunya persahabatan indah mereka yang penuh warna. See you next story :)