This Is My Girlfriend

This Is My Girlfriend
Maaf



Semenjak jadi buronan dan kecelakaan yang menimpa Rama, Hanun langsung menengok Rama di rumah sakit begitu Sarah menghubunginya. Hanun sudah mengetahui sebagian ceritanya dari Sarah dan juga Rama.


Begitu mendengar kisahnya yang begitu pelik, Hanun menangis sedih. Sarah memeluk Hanun dan berusaha menenangkannya, tapi tangisan Hanun semakin pecah dan menjadi-jadi.


“Sekarang, Hafidz di mana, Rah?” tanya Hanun pelan dengan mata sendunya.


“Gue nggak tahu, Nun. Sekarang, Hafidz dan teman-temannya menjadi buronan.”


“Lo yang sabar yah, elo harus percaya sama Hafidz. Dia nggak salah, dia pasti ingin membanggakan lo dengan segala kelebihannya dan tidak ingin membuat lo khawatir seperti ini. Elo percayakan semua ini kepada Hafidz,” kata Rama berusaha untuk menghibur.


“Aku takut. Takut kehilangan Hafidz, takut dia masuk penjara. Takut dia jadi urakan lagi seperti dulu,” tangisnya kembali.


Sarah dan Rama saling beradu pandang. Mereka berdua juga ikut sedih jika melihat Hanun seperti ini. Sarah berusaha untuk tetap menghiburnya dengan memeluknya erat dan membelai-belai rambutnya lembut.


“Maaffin gue, Nun. Semua ini salah gue, harusnya gue tidak membuat Hafidz terlibat dalam kasus ini. Maaffin gue juga yang selama ini tidak bisa menjadi teman yang baik buat lo, tentang masa lalu juga dan kesalahan-kesalahan gue sebelumnya.”


Hanun menundukkan kepalanya. Ia kembali menangis hingga membuat Sarah berusaha untuk menenangkannya.


“Boleh aku tanya sesuatu sama kamu, Ram?” tanya Hanun sambil menatap wajah Rama hingga membuat Rama mengangguk pelan. “Apa benar, dulu kamu dan Rian menjadikanku sebagai barang taruhan? Apa itu benar?”


Rama terdiam hingga membuat Sarah yang mendengarnya begitu terkejut. Rama memalingkan wajahnya. Ekspresi wajahnya juga terlihat panik dan juga gugup.


“Maaf.” Rama akhirnya bersuara dan hanya kata itulah yang keluar dari mulutnya. “Maaf karena gue sudah membuat lo kecewa. Sebenarnya, gue tidak bermaksud seperti itu. Gue hanya bercanda, tapi Rian menanggapinya dengan serius. Kalau dia berhasil menjadikan lo sebagai pacarnya dan berhasil merebut ciuman lo, dia akan memberi uang satu juta sama gue secara kontan.


“Tapi, sungguh. Gue tidak menerima uang itu, demi Tuhan. Percaya sama gue, Nun. Elo mau maaffin gue, kan?”


Hanun menutup kedua matanya. Ia berusaha untuk tetap tenang, tapi air mata ini terus mengalir begitu deras.


“Kenapa lo tega menjadikan Hanun barang taruhan, Ram?” tanya Sarah tak percaya.


“Gue nggak melakukan itu, Rah. Ini salah faham, gue tahu gue salah menjadikan hal ini sebagai lelucon. Tapi, jujur, gue tidak melakukan itu.” Rama berusaha untuk meyakinkan Sarah dan juga Hanun. Tapi, nyatanya, Hanun malah menangis semakin kencang.


“Maaffin gue, Nun,” ucap Rama kembali.


“Aku akan memaafkan kamu, kalau kamu berhasil membuat Hafiz tidak dijadikan sebagai tersangka dalam kasus ini. Kalau kamu berhasil, aku akan memaafkanmu.”


Rama mengangguk dengan cepat. Ia menggenggam kedua tangan Hanun dan menatapnya penuh arti. “Gue pasti akan membuat Hafidz tidak bersalah dalam kasus ini. Percayalah!”


Dengan begitu, Hanun kembali tersenyum. Namun, kabar buruk kini berdatangan kembali. Salma datang menghampiri Hanun, Sarah dan Rama di rumah sakit. Ia tiba-tiba saja menangis dan memeluk Hanun begitu erat. Mereka semua tampak bingung dengan sikap Salma yang aneh seperti ini.