
'Itu karena anda tidak fokus dengan sekitar, coba anda lebih fokus ke sekeliling maka kau akan merasakannya.'
Aku mencoba untuk fokus, menatap sekeliling dengan seksama.
Deg! apa-apaan ini? Kenapa tiba-tiba hawanya menjadi dingin? Bukankah tadi terasa sangat sejuk? Aku merasakan memang seperti ada makhluk lain disini.
"Hei Putih, kenapa hawanya menjadi dingin?"
Aku menggosok-gosok telapak tanganku, tidak tahan dengan hawa yang dingin ini.
'Itu artinya kau sudah merasakan nya Putri, mereka ada di sekitar kita. Cukup biasa saja jangan terlalu mempermasalahkan hawa dingin ini dengan serius. Maka perlahan hawanya akan hilang dengan sendirinya.'
Aku mencoba untuk biasa saja, mengikuti instruksi dari si Putih. Ya benar saja, hawa dingin ini perlahan hilang. Aku masih merasakan ada makhluk lain disini.
Sebenarnya aku penasaran dengan wujud para peri yang ada disini, tapi bagaimana caranya agar aku bisa melihat peri itu?
Aku melangkah ke arah bunga-bunga yang bermekaran, entah mengapa. Seperti ada sesuatu dibalik bunga itu, kulihat salah satu bunga itu bergerak padahal tidak ada angin.
Perlahan aku membuka bunga yang bergerak itu, eh?! Ada kaki yang mungil kecil. Perlahan aku membuka bunga yang menutupi sesuatu itu.
Hah?! Inikah yang dinamakan dengan Peri? Sangat kecil dan cantik. Peri ini sepertinya jatuh dari pohon, terlihat dia seperti kesakitan dan sayapnya rusak.
Dia memandangiku dengan ketakutan,aku menyodorkan tanganku didepannya. Agar dia duduk di telapak tanganku dan membawanya kepada kedua hewan ku.
Peri ini tampak bingung dengan perlakuanku, dia juga masih terlihat sangat ketakutan.
"Hei Peri, tenanglah. Aku tidak akan menyakiti mu"
Peri itu tampak ragu-ragu untuk duduk di tanganku, tapi akhirnya dia duduk juga.
Segera aku membawanya kepada kedua hewan peliharaan ku. Aku meletakkan nya di atas rerumputan.
Kedua hewan milikku tampak kaget melihat Peri ini.
'Dari mana kau mendapatkannya, Putri?'
"Di sana," ucapku singkat, sambil menunjuk ke arah bunga-bunga yang tadi aku datangi.
'Sepertinya, Peri ini terluka.'
Sudah tahu dia terluka pake basa-basi lagi.
"Apakah kalian bisa menyembuhkannya?"
'Hei, kita hanyalah hewan spirit mana bisa menyembuhkan Peri ini. Kau kan bisa.'
Putih membuatku jengkel, kenapa harus aku? Aku coba saja deh untuk menyembuhkan Peri ini.
"Peri, kau jangan takut. Aku akan menyembuhkan mu,"
Kulihat dia ragu, tapi setelah itu dia tersenyum sambil mengangguk.
Aku melakukannya dengan apa yang aku lakukan saat menyembuhkan adikku tadi.
Perlahan sayapnya pun kembali seperti semula. Luka-luka yang tadi aku lihat kini sudah sembuh.
Peri itu tampak melihat-lihat sayap nya dan melihat luka-luka yang tadi ada.
Dia sangat senang sambil terbang ke sana kemari mencoba sayap barunya. Lalu menghampiriku lagi.
"Terima kasih," ucap Peri itu.
Aku mengangguk dan tersenyum ke arah nya.
"Siapa namamu Peri?" tanyaku.
"Aku Peri Cia," jawabnya.
Aku mangut-mangut, lalu menatap kedua hewan ini. Mereka tampak bingung sekali. Ada apa?
"Kenapa kalian menatapku seperti itu?"
'Putri, apakah anda bisa bahasa Peri ini?'
"Tentu saja aku bisa, kenapa memangnya?"
'Anda sangat luar biasa, Putri.'
Luar biasa, begini saja sudah dianggap luar biasa? Sungguh aneh dunia ini.
Aku memperhatikan Peri Cia, dia terbang ke sana kemari entah sedang apa. Seperti sedang memanggil teman-temannya.
Tak berselang lama, dan benar saja Peri Cia datang bersama teman-temannya. Lumayan banyak juga ternyata, mereka memakai baju yang beragam warna.
Mereka menghampiriku, duduk di atas rerumputan dan memandangiku dengan penasaran.
"Mereka adalah temanku, oh ya siapa namamu?"
"Aku, Putri Sioa Shi," ucapku singkat.
Kulihat mereka tampak mulai berbisik-bisik, ada yang salah kah? Oh mungkin karena aku Putri dari kerajaan Queen yang terbuang, dan lemah.
"Aku tahu, aku orang yang sangat lemah tidak pantas berada disini memasuki area Peri!"
Aku sungguh kesal dengan mereka, tidak tahu kah kalau Putri Sioa yang sekarang ini sudah berubah.
Aku hendak bangkit dari tempat duduk, tapi Peri Cia menghalangi aku agar jangan pergi.
"Tunggu Putri, jangan tersinggung oleh mereka. Mereka hanya terkejut dengan perubahan anda, Putri Sioa."
Aku kembali duduk menghadap mereka, tapi tiba-tiba muncul sebuah cahaya putih lalu muncullah sosok peri lagi, tapi dia memakai mahkota di kepala nya serta tongkat kecil. Apakah dia Ratu para Peri?
Dan para Peri sedikit membungkuk kepada Peri itu memberi hormat, kedua hewan ku pun seperti ikut memberi hormat. Aku yang tidak tahu caranya pun hanya menatapnya dengan polos.
"Berdiri," ucap Peri itu.
Kulihat para Peri masih menunduk, sedangkan Peri itu menatapku.
"Aku adalah Xia, Ratu para Peri disini"
Lalu apa hubungannya dengan ku? Apakah dia ingin berkenalan dengan ku?
"Aku Putri Sioa Shi, dari Kerajaan Queen yang terasingkan."
Aku menatap Ratu peri itu bingung, karena dia terus menatapku sambil terus tersenyum.
"Kau sudah berubah Putri, dulu kau sangat penakut."
Apakah dia mencoba untuk mengejek ku? Dasar Peri tak tahu diri!
Aku menatapnya sinis, sepertinya aku melihat dua tubuh di Peri itu. Diluar seperti Peri pada umumnya, sedangkan didalam, dia seperti Peri tapi pakaiannya hitam. Dan aku merasakan ada aura mematikan didalam tubuhnya.
Jangan-jangan dia Peri jelmaan.
Entah mengapa aku tiba-tiba merasa ingin menyerang nya sekarang.
Duak!
Dia terpental dan kembali wujud aslinya setelah aku menyerangnya, karena aku menyerangnya dengan kekuatan elemen angin. Para Peri terkejut melihat serangan dariku yang tiba-tiba. Dan melihat yang terpental itu bukanlah ratu mereka, tapi musuh mereka yang sangat kuat.
"Hahahaha, kau sangat cerdik juga Putri yang terbuang!"
Cih! dia benar-benar membuatku marah saja. Ku suruh para Peri untuk bersembunyi, sedangkan hewan ku ikut menyerang Peri jahat itu.
"Hei kau! Tahu apa kau tentang diriku!"
"Sungguh memalukan! Kau Putri yang sangat lemah. Pantas saja Ayahmu membuang mu! Kau tak berguna!"
Peri jahat itu benar-benar membuatku marah, aku bukanlah Putri yang lemah!Aku adalah Putri yang kuat dan penuh dendam!
Angin berhembus kencang, kilatan petir menyambar-nyambar dan cuaca menjadi gelap. Ucapan Peri jahat itu terus terngiang dipikiran ku membuatku semakin marah.
Peri jahat itu tampak ketakutan melihat diriku yang marah, dan melihat kilatan petir ini. Aku tidak takut, toh ini kan elemen ku.
Hai kembali lagi sma author nih, oh ya jangan lupa like yah dan komen:) author sangat menanti hal itu loh:)