
"Putri, mengapa kamar ini berantakan?" tanya seseorang, Yein berdiri mematung melihat kamar ini yang ada sedikit berantakan.
"Tolong bereskan semuanya ya, Yein. Nanti aku jelaskan bagaimana bisa seperti ini," ucapku yang kini sedang menyisir rambut, sembari bercermin.
"Aku tahu, ini pasti ulah maid nya Putri Zei," ucap Yein membuatku beralih menatapnya.
"Apa kau bilang? Maid nya Zei iblis itu?" tanyaku menatap Yein seakan tidak percaya.
"Iya Putri, sebelum anda diasingkan. Anda sering sekali disakiti oleh mereka para pengikut Putri Zei," ucap Yein menjelaskan dengan hati-hati.
"Benar-benar keterlaluan! Lihat saja nanti! Akan ku buat mereka tunduk padaku!" ucapku penuh penekanan, dan membayangkan wajah maid tadi serta Zei iblis itu.
Aku beranjak dari kursi yang ku duduki, berjalan keluar kamar. Yein terus saja memanggilku, namun tidak ku hiraukan.
Aku menelusuri seisi kerajaan Queen ini, ternyata sangat luas sekali. Di duniaku sebelumnya pasti tidak ada kerajaan yang seluas dan sebagus ini. Banyak para maid-maid yang melihatku sambil berbisik-bisik, ada juga yang mengatai ku secara terang-terangan. Bodo amat ah, yang penting tujuanku adalah mencari perpustakaan disini.
"Lihat semuanya! Ada seorang gembel masuk ke kerajaan Queen! Walaupun dia adalah seorang Putri, namun sangat tidak pantas disebut sebagai Putri. Dia pantasnya disebut gembel!"
Suara ini, aku tau ulah Zei iblis kejam itu! Dia merendahkan ku didepan orang-orang disini.
Hahahaha!
Suara tertawa terdengar, ah mereka menertawakan ku ternyata. Sudahlah, lebih baik aku cepat-cepat pergi dari sini.
Aku sudah sedari tadi berputar-putar, namun tidak menemukan perpustakaan kerajaan Queen. Dimanakah perpustakaan itu? Kenapa seperti disembunyikan?
"Kakak!" panggil seseorang, aku mencari sumber suara tersebut. Seorang gadis kecil tengah berlari ke arahku dengan senyuman lebarnya.
"Kakak kenapa? Bukankah kak Shi masih sakit?" tanya bocah kecil ini menatapku khawatir, dia adikku yang saat itu diculik.
"Kakak sudah baik-baik saja, kau jangan khawatir ya," ucapku tersenyum kepadanya dan mengelus kepalanya.
"Baiklah, apakah kakak sedang mencari sesuatu?" tanyanya menatapku.
Hmm aku tanyakan saja kepada Chiu soal perpustakaan kerajaan, siapa tau dia bisa membantuku. Kan lumayan hehe, dari pada mencari tau sendiri bisa memakan waktu lama.
"Apakah kau tau perpustakaan disini?" tanyaku menatap Chiu dengan serius.
"Untuk apa kakak mencari perpustakaan?" tanya Chiu dengan muka yang polos, gemesin banget tapi tahan jangan terlalu berlebihan.
"Tentu saja kakak ingin membaca buku," ucapku agar dia cepat-cepat memberi tahuku.
"Baik, ikuti aku kak," ucapnya sembari tersenyum lebar dan menarik tanganku.
Aku akhirnya sampai di perpustakaan yang aku cari, huh! Ternyata berada di ujung. Pantas saja aku cari-cari tidak ketemu juga. Untung saja ada Chiu, kalau tidak entah apa yang akan terjadi padaku.
Kami masuk ke dalam perpustakaan ini, wah! Luas sekali! Banyak rak-rak buku yang tertata rapi, buku-buku pun sangat banyak.
"Mau aku bantu mencari buku yang kakak maksud?" tanya Chiu membuyarkan lamunanku karena menatap perpustakaan ini.
Aku tersenyum dan mengelus kepalanya, "Tidak apa-apa Chiu, lebih baik kau bermain saja ya," ucapku menatapnya.
"Baiklah, aku akan bermain dengan kak Qishe saja. Sampai jumpa kak," ucapnya sembari melambaikan tangan dan berlari keluar.
Huh! Aku bisa bebas mencari buku itu, tapi ini sangat banyak. Bagaimana caranya agar cepat menemukannya dalam sekali cari? Kekuatanku saja sudah disegel. Haah! Aku harus bersabar!
Hendak melangkah lagi, terdengar suara orang mengobrol. Sepertinya akan menuju ke sini, duh! Bagaimana ini? Mmm tenang Sioa, tenang!
Aku mengintip dibalik rak-rak buku ini, juga melihat siapa yang datang. Mengganggu saja!
"Apakah kau sudah menemui putri Sioa?"
Ternyata dua orang maid, mungkin mereka akan membersihkan perpustakaan ini. Lebih baik aku mendengar pembicaraan mereka, siapa tahu aku mendapat informasi yang tersembunyi.
"Belum, kau bagaimana?"
"Tadi aku hendak mengantarkan makanan kepada putri Sioa, tapi putri Zei mencegahku dan menyuruh maid nya untuk mengantarkan makanan. Aku takut kalau Putri Zei akan bersikap buruk lagi kepada Putri Sioa."
"Apa? Mengapa kau bod*h sekali? Seharusnya kau lewati saja Putri Zei!"
"Aku tahu, tapi putri Zei mengancam akan memecat ku."
"Benar juga, tapi apa kau tau tentang putri Sioa yang sekarang berbeda?"
"Benar, Putri Sioa ternyata memiliki dua aura yang langka itu. Aku benar-benar tidak menyangka."
"Iya, dan dia memiliki 7 elemen sekaligus! Bukankah itu sangat mengejutkan?"
"Tapi sayangnya, kekuatan putri Sioa telah disegel. Aku benar-benar kasian sekali dengan putri Sioa."
"Hei! Kenapa bersedih? Segelan itu bisa dibuka, hanya saja sangat sulit."
"Apa kau bilang? Bisa dibuka? Hei! Setiap orang yang kekuatannya telah disegel maka tidak akan bisa dibuka selamanya!"
"Berita dari mana?"
"Aku tahu sendiri! Dari kebanyakan orang yang telah disegel maka tidak bisa dibuka!"
"Apa kau bermimpi? Segelan tersebut bisa dibuka jika orang itu berada di puncak Gunung---."
"Hei! Apa yang kalian lakukan? Cepat bersihkan tempat lainnya!" perintah seseorang maid yang tadi mengantarkan makanan busuk ke kamarku.
Ish! Dia lagi dan lagi mengganggu saja, aku hampir menemukan informasi tentang cara membuka segelan ini. Kalau aku bertanya langsung, pasti banyak mata-mata dan akan melaporkan dia ke kaisar.
Dua maid tadi berjalan tergesa-gesa dan menatap maid satunya itu dengan tidak suka. Aku tau arti tatapan itu, mereka sangat tidak suka dengan para maid milik Zei!
Aku menatap kepergian mereka, setelah mereka sudah tidak ada dari perpustakaan ini, aku kembali berfikir.
Kata maid tadi, cara membuka segelan ini adalah berada di puncak gunung, tapi Gunung apa? Gunung Suci? Tapi itu tidak mungkin. Aish! Lama-lama pusing juga memikirkan masalah ini, sudahlah aku cari buku tentang dua aura itu terlebih dahulu. Masalah segelan ini biar nanti saja aku pikirkan.
Aku kembali mencari buku yang aku maksud, tapi tidak kutemukan buku itu. Apakah seseorang telah menyimpan buku itu? Tidak mungkin, kata Putih buku itu berada di perpustakaan ini.
Aku terus berjalan menelusuri rak-rak buku ini, namun ada yang aneh. Rak buku yang berada di ujung, ada sebuah pintu rahasia. Pintu apa ini? Aku mencoba membuka pintu tersebut, tapi sangat berat sekali. Apakah dikunci? Tapi tidak ada lubang ataupun gembok untuk memasukkan kunci. Hanya saja ... ada gambar tangan, apakah aku harus menyentuhnya menggunakan tanganku? Aku coba saja deh.
Dam!
Yeay akhirnya author update lagi, makasih buat para reader yang setia membaca, jgn lupa like and komen:)