
"Kakak iblis? Siapa yang kau maksud?" tanya Xio lagi, anak satu ini ingin rasanya aku melemparkan dia ke Gunung Suci!
"Ikuti aku! Jangan banyak bicara kau!" ucapku melewatinya tanpa menatap Xio yang kebingungan.
"Rain, antar aku ke kerajaan Queen sekarang," ucapku sambil menaiki Rain.
Xio tidak banyak bicara, dia mengikutiku dibelakang.
Kakak itu benar-benar sangat menyebalkan sekali! Ingin sekali aku menghancurkan dia tanpa sisa wujudnya yang sudah hancur-hancurnya! Aku benar-benar tersulut emosi sekarang! Kenapa sih dia terus saja menggangguku? Padahal aku sudah terasingkan gara-gara dia juga! Sekarang, dia mau mengambil semua milikku? Itu tidak akan terjadi kakak iblis!
Angin mulai berhembus sangat kencang, kilatan petir menyambar-nyambar terlihat begitu menyeramkan siapapun yang melihatnya. Cuaca pun menjadi gelap seperti malam hari, sepertinya kemarahanku kali ini sangat dahsyat dari pada yang kemarinnya itu.
Deg!
Rambutku sudah berubah kala aku tidak sengaja melihat rambutku yang berterbangan karena angin, aura kegelapan dan aura suci milikku sudah keluar. Bagaimana kalau aku tidak bisa mengendalikan dua elemen itu?
AAARRHH! Aku tidak peduli, toh yang rugi bukan aku saja. Aku benar-benar tidak menyangka kakakku akan berbuat seperti itu, Yein. Zao dan Qin mereka diambil oleh kakak iblis itu!
Akhirnya sampailah kami ke kerajaan Queen, kerajaan ini sudah aku tolong saat mereka terkena musibah. Adikku yang saat itu diculik, kata orang-orang adikku akan ditumbalkan untuk mengambil kekuatan yang lebih besar.
Iya, adikku istimewa.
Eh tau-taunya mereka malah tidak tau terima kasih! Andai saat itu tidak usah aku tolong mereka! Pasti sekarang mereka sekarat! Mati saja sekalian! Benar-benar keterlaluan sekali!
Aku masuk ke dalam melewati gerbang, terlihat orang-orang di sana berlarian ke sana kemari karena angin yang berhembus kencang ini dan kilatan petir yang terus menyambar. Aku terus berjalan dan sampailah di pintu kerajaan, orang-orang memandangku dengan bingung.
"Kau siapa? Dan mau apa kau kesini?" tanya salah satu prajurit menatapku.
"Aku ingin bertemu dengan Zei iblis itu!" ucapku menatapnya dengan sorot mata yang tajam.
"Hei! Jangan memanggilnya dengan iblis! Kau bisa saja dibunuh hidup-hidup!" ujarnya mengancamku, bukankah dia memang pantas disebut iblis? Ya, seharusnya begitu!
"HAHAHA!" Aku tertawa kencang mendengar ucapannya barusan, seperti lelucon.
"Aku tidak takut, seharusnya Zei iblis itu yang dibunuh!" ucapku dingin dan penuh penekanan. Menatap dingin prajurit yang ada didepanku.
"Kau siapa! Jang---"
"Diam!" teriakku.
Bruk!
"Akh!"
Aku sudah emosi, dia yang terus saja bicara membuatku muak saja. Jadi aku melemparkan dia ke dinding kerajaan menggunakan kekuatanku. Aku kesal, apakah kau tau?
"Tangkap dia!" perintah prajurit lainnya.
Kini aku dikepung oleh para prajurit, tentu saja aku tidak punya banyak waktu untuk menyerang mereka dengan jurus silatku. Ku gunakan saja kekuatanku ini.
Dan...
Wush! Bruk!
Mereka terhempas kemana-mana, seharusnya panggil saja Zei iblis itu untuk menemuiku kenapa harus menyerangku begini! Buang-buang waktuku saja mereka!
"Ada apa ini!" ucap seseorang dari arah belakang. Aku membalikkan badan dan melihat siapa yang berbicara barusan.
"Siapa kau!" ucapnya, ya dia adalah Zei iblis yang aku inginkan. Akhirnya dia datang juga untuk menemuiku.
Hahahaha! Dia tidak mengenalku karena aku benar-benar tidak bisa dikenali oleh siapapun jika sudah begini. Baguslah!
"Apakah kau lupa denganku, Zei si iblis kejam?" tanyaku menatap dia dengan dingin sembari berjalan pelan ke arahnya.
"K-kau si-siapa ha! A-aku tidak mengenalmu! Dan aku bukan iblis kejam!" ucapnya membela diri, dia terus mundur kala aku mendekati dia.
"Kau memang sungguh kejam, Zei. Teganya kau lupa denganku ha! Dulu bahkan kau tega mengasingkan adikmu sendiri hanya karena hal sepele, kau kejam Zei!" ucapku penuh penekanan, memalingkan muka sekilas lalu menatap ia dengan tajam.
"T-tidak mungkin k-kau---."
"HAHAHAHA!" Aku tertawa sangat kencang membuat adanya gema yang bersahut-sahutan akibat tawaanku.
"K-kau tidak mungkin a-adikku!" ucapnya, membuatku berhenti tertawa dan menatapnya tajam.
"Kalau begitu, dimana Yein serta kedua adik angkatku? Kau pasti menyembunyikan mereka!" ucapku tidak mau berbasa-basi lagi dengan dia!
Terlihat dia hanya menggelengkan kepala, ya sudah pasti Zei iblis ini tidak percaya bahwa aku adalah adiknya yang ia asingkan.
"Ada apa ini?" tanya seseorang, aku menengok ke arah sumber suara. Ternyata ayah dan ada beberapa orang dibelakangnya.
"Ayah!" panggil Zei kepada ayahnya dan mendekati.
"Dia siapa Zei? Kau mengenalnya?" tanya kaisar atau ayah itu sembari menatapku tidak suka.
"Aku tidak mengenalnya ayah, dia tiba-tiba datang dan menyerang para prajurit." Zei iblis itu! Dia benar-benar pandai sekali berakting seperti itu didepan ayah!
"Siapa kau? Mau apa kesini?" tanya kaisar tidak sadar bahwa aku adalah anaknya yang diasingkan dari kerajaan Queen!
"Aku adalah Sioa Shi! Anak yang diasingkan oleh keluarganya sendiri yang tidak bersalah!" ucapku setengah berteriak agar para orang-orang yang ada di depanku ini maksud.
Semua saling pandang dan seakan tidak percaya apa yang aku ucapkan barusan, Zei si iblis kejam itu menatapku tidak suka.
"Apa buktinya kalau kau si anak gembel itu!" ucapnya menatapku dengan tajam.
"Cepat kembalikan Yein!" ujarku berteriak, membuat cuaca menjadi gelap. Kilatan petir terlihat sekali ikut marah apa yang aku rasakan sekarang.
"Hei! Kenapa kau mengenalnya?" tanya Zei dengan raut muka yang sangat bingung. Hah! Mereka benar-benar idiot!
"Bod*h! Tentu saja aku mengenalnya, aku adalah SIOA SHI!" ucapku dengan menekan kata namaku.
Lagi dan lagi mereka seperti orang kehilangan akal saja, saling tatap dan menatapku dari atas sampai bawah. Sudahlah, kesabaranku mulai habis!
Brak!
Wush!
Jder!
"AAA! Cepat kembalikan mereka padaku!" ucapku, emosiku sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Mereka hanya membuang waktu saja!
"B-baiklah, prajurit tolong bawa para budak itu kesini, cepat!" perintah sang ayah kepada prajurit yang ada di belakangnya.
"Baik!"
Sedangkan Xio, dia ku suruh untuk menunggu di luar. Aku tidak mau orang lain ikut campur urusanku. Biarkan aku sendiri yang menyelesaikan masalah ini.
"Ba-bagaimana kau---"
"HAHAHAHA! kalian terkejut? Hah! Ini benar-benar kejutan untuk kalian!" ucapku menatap Zei dan ayah secara bergantian.
"Kau ... kau Sioa Shi? Aku benar-benar tidak menyangka ini kau?" tanya sang ayah yang akan mendekatiku.
Aku terdiam terpaku, menatap sang ayah dengan tatapan tajam. Ya, aku tidak suka jika ada yang mendekatiku secara terang-terangan seperti ini.
"Jangan mendekat!" teriakku, membuat ayah berhenti mendadak.
"Kau kenapa Sishi? Apakah kau tidak rindu dengan ayah?" tanya ayah menatapku sendu, ada raut kesedihan di sana. Aku tahu itu hanyalah raut wajah pembohong!
"Apa kau bilang? Rindu? Hahaha! Pembohong!" ucapku setengah berteriak. Menatap ayah dengan tatapan tajam.
"Kau---"
"Huhuhu kak Shi! Tolong kami!" teriak seseorang dari arah belakang ayah berdiri, aku menengok ke arahnya. Dan ternyata Yein serta kedua adik angkatku, mereka diseret paksa oleh para prajurit.
"Lepaskan mereka!" teriakku.
Bruk!
Para prajurit terpental jauh, aku tidak suka jika orang yang ku sayangi disakiti seperti itu. Semua melongo, menatapku seakan tidak percaya apa yang baru saja mereka lihat. Yein dan kedua anak itu berlari ke arahku.
Tapi ... tiba-tiba Yein dan kedua anak itu terangkat keatas. Aku tahu ini perbuatan siapa, tentu saja Zei iblis itu! Dia memang tidak ada kapok-kapoknya!
"Tidak semudah itu kau mengambil mereka! Dasar gembel!" ujar Zei sembari menatapku sinis. Benar-benar keterlaluan!
"Zei! Apa yang kau lakukan! Cepat turunkan mereka!" ucap ayah membela diriku, entah benar-benar membela atau hanya drama saja.
"Tidak ayah! Si gembel itu tidak pantas untuk dikasihani!" ujar Zei menatap ayahnya sekilas lalu beralih menatapku.
"Kau jangan membuatnya marah! Cepat turunkan!" Lagi dan lagi ayah membela, ah tidak ku hiraukan ayah saat ini. Aku benar-benar dibuat emosi oleh Zei iblis ini!
Yuk like sma komen biar author tambah semangat:)