The Rise Of A Princess

The Rise Of A Princess
Part 40 Rahasia



Angin tiba-tiba berhembus sangat kencang dan para pria yang menghadang kami pun terpental menabrak pohon dan berjatuhan ke tanah.


GRROOAARR!


Suara auman harimau yang begitu kencang hingga menimbulkan suara tersebut bergema.


Duk!


Duk!


Duk!


Suara langkah kaki yang membuat tanah ini sedikit bergetar, tidak lama kemudian datanglah seekor hewan berbadan besar datang menghampiri aku dan Rain. Ya, itu Carly. Dia datang tepat waktu.


"Maafkan aku terlambat, kalian cepatlah pergi dari sini. Ingat tujuan kalian, aku akan mengurus para orang-orang bodoh ini!" Kata Carly kepadaku dan Rain.


"Dia siapa?" tanya Rain yang terlihat bingung melihat Carly dalam bentuk badan besar.


"Dia Carly, sudah kita harus pergi sekarang!" Kataku menatap Rain.


Kemudian Rain berubah wujud menjadi kuda dan menyuruhku untuk naik ke punggungnya.


"Baiklah kami akan pergi! Kau berhati-hatilah!"


Kemudian aku menunggangi Rain dan meninggalkan Carly. Aku akan berterima kasih nanti saat aku berhasil membuka segelan ini.


***


Kami berhenti, menatap apa yang ada didepan kamu saat ini. Tampak sebuah Gunung yang dikelilingi oleh salju. Ya, ini Gunung yang aku tuju, Gunung Ice.


Bahkan aku saja belum memasuki kawasan Gunung Ice tetapi rasa dingin sudah aku rasakan saat ini.


"Apa kau bisa terbang sampai ke puncak Gunung Ice itu, Rain?" tanyaku memastikan


"Ya, kurasa aku bisa. Jadi berpeganglah yang erat!"


Rain pun tanpa ragu terbang menuju titik Gunung tersebut. Rasa dingin mulai menusuk ke dalam tulang, sangat dingin sekali. Apakah nanti meditasiku akan lancar atau tidak? Hah! Aku tidak boleh berpikir yang tidak-tidak! Aku pasti bisa!


Ditengah perjalanan, Rain tiba-tiba saja terbang ke bawah. Padahal kami belum sampai dititik puncak Gunung Ice itu. Apakah rasa dingin ini membuat Rain tidak kuat untuk terbang sampai ke sana?


"Kau kenapa? Apa kau baik-baik saja, Rain?" tanyaku khawatir menatap Rain. Kemudian aku pun turun dari punggungnya.


"Entahlah, sepertinya aku tidak kuat lagi untuk terbang sampai ke puncak Ice itu," jawabnya dengan nada yang sangat lemah.


"Kalau begitu, kau kembali saja ke tempat tadi. Biarkan aku berjalan saja. Titik Ice itu tidak jauh lagi, jadi kau tenang saja," ucapku pada Rain.


"Tapi apakah kau masih kuat untuk kembali ke tempat tadi, Rain?" lanjutku bertanya padanya karena benar-benar khawatir.


"Iya kau tenang saja, Putri. Aku masih kuat untuk berjalan, namun tidak kuat lagi untuk terbang," jawabnya, lalu mengubah wujudnya menjadi manusia.


"Kalau begitu cepatlah kembali, tunggu aku ditempat tadi. Aku khawatir kau kenapa-kenapa jika terlalu lama berada disini," ucapku pada Rain.


"Baiklah, aku akan menunggumu. Semoga kau berhasil," ucap Rain padaku.


Aku hanya mengangguk sembari tersenyum, kemudian Rain berbalik melangkahkan kakinya meninggalkanku sembari sesekali terhuyung-huyung.


Aku pun melanjutkan perjalananku menuju titik Ice itu. Semakin aku menuju titik tersebut, Rasa dingin pun semakin menusuk ke tulang ku hingga aku merasa bahwa aku akan membeku disini.


Semua orang tidak akan bisa bertahan sampai disini, karena orang yang berada ditingkat rendah akan mudah membeku. Begitu pula dengan orang yang ditingkat tinggi maka akan mudah melewatinya walaupun merasa tubuhnya akan membeku ditempat.


Setelah lama berjalan, akhirnya aku sampai dititik puncak Ice tersebut. Aku sangat terkejut karena aku melihat dipuncak Ice ini terbentuk sebuah lingkaran yang ukurannya sedang. Lingkaran tersebut sepeti genangan air yang menjadi beku, apakah aku meditasi ditengah lingkaran ini?


Aku menapaki lingkaran tersebut, melihat lebih dekat apa yang ada dibalik lingkaran ini.


Hah?! Ada yang bergejolak didalam sana, seperti ... Lava! Apa ini! Ini sama dengan es menutupi api! Perpaduan ini sangat langka! Dibawah Gunung Ice ini terdapat lava didalamnya. Bahkan lava ini seakan ingin menghancurkan lingkaran es yang aku pijaki sekarang. Apakah ini akan baik-baik saja? Bagaimana kalau tiba-tiba lingkaran es ini hancur kemudian aku jatuh kedalam lava ini? Aku akan gagal membalaskan dendam untuk Putri Sioa Shi. Aku coba saja dulu deh, aku harus bisa!


Aku pun mempersiapkan diriku, duduk bersila ditengah-tengah lingkaran es ini. Menarik napas sedalam mungkin kemudian menghembuskan perlahan. Aku mengulanginya selama 3 kali. Mengosongkan pikiran kemudian memfokuskan pada meditasi ini dan memejamkan mataku.


5 menit


20 menit


35 menit


Aku merasa tubuhku tidak bisa bergerak apalagi membuka mata. Selama ini aku meditasi, aku tidak merasakan apapun dalam tubuhku.


Tiba-tiba saja aku merasa didalam tubuhku ada gejolak aneh, aku merasa gejolakan itu teramat panas dalam tubuhku dan mengalir ke seluruh tubuhku. Padahal kulitku terasa sangat dingin, namun dalam tubuhku terasa amat panas. Aku benar-benar tidak bisa menahan gejolak ini, ingin sekali aku berteriak namun tubuhku seakan membeku!


Mungkin ini adalah proses untuk membuka segelan itu, benar-benar menyiksaku!


Tidak! Kali ini rasa dingin dan panas itu semakin kuat, tubuhku terasa akan hancur!


Dan kali ini aku merasakan dingin dan panas dalam tubuhku ini menyatu, sangat sakit, tubuhku seperti tercabik-cabik, benar-benar sakit sekali!


"ARRGGHH!"


Aku berteriak dan membuka mulutku, karena ada sesuatu yang akan keluar. Ya! Sebuah kepulan asap berwarna hitam pekat. Bahkan lebih hitam dari langit malam!


Setelah kepulan asap tersebut habis, kepulan asap tersebut berubah menjadi cahaya yang berwarna merah darah! Dan kemudian hilang perlahan.


Aku benar-benar merasakan seluruh tubuhku sakit, benar-benar sangat sakit. Untuk melirik saja rasanya sudah tidak kuat lagi.


Bruk!


Aku menjatuhkan tubuhku yang masih berada ditengah lingkaran es ini. Andai lingkaran es ini hancur karena lava yang ada dibaliknya, mungkin kehidupanku sampai disini saja.


Sesaat sebelum aku memejamkan mataku, aku melihat bahwa tubuhku bersinar. Ada apa ini? Apakah aku berhasil membuka segelan ini? Atau aku gagal?


Hah! Aku benar-benar tidak kuat lagi, jika benar aku gagal. Maka aku sangat minta maaf padamu Putri Sioa Shi, aku gagal mewujudkan keinginanmu.


***


Aku merasakan ada hembusan angin yang sangat sejuk, kemudian aku membuka mataku.


Tampaklah sebuah pepohonan dan bunga-bunga yang sangat asri, seperti ada penghuninya.


"Aku sangat senang bisa melihatmu lagi, Sioa Gradsi."


Aku menengok mencari sumber suara yang berada tepat di belakangku.


Seorang wanita cantik terbang melayang tepat di hadapanku. Ya, dia adalah Putri Sioa Shi.


"Aku juga senang bisa melihatmu lagi, Putri. Namun, aku berada dimana?" tanyaku tanpa berbasa-basi.


"Kau ada dikehidupanku saat ini," jawabnya sambil tersenyum.


"Mengapa aku bisa ada disini? Apakah aku gagal, Putri?" tanyaku bingung.


Putri Sioa Shi hanya tersenyum, kemudian ia terbang ke arah pohon yang sangat indah. Pohon itu tidak seperti pohon pada umumnya, pohon tersebut berbunga lebat berwarna kuning. Sangat indah!


"Terima kasih, Sioa Gradsi," ucapnya padaku sembari tersenyum.


"Terima kasih? Untuk apa, Putri? Apakah aku melakukan sesuatu yang--"


"Terima kasih untukmu selama ini, kau telah berusaha keras yang kau bisa," ucapnya sambil mendekat ke arahku.


"Tidak apa, Putri. Itu sudah takdirku," ucapku padanya.


"Aku akan memberitahumu 1 rahasia yang amat besar dan hanya aku seorang yang tau hal ini," ucapnya sambil memegang kedua pundak ku.


"Rahasia apa, Putri?" tanyaku penasaran.


"Ibuku, Yewna Shi sebenarnya masih hidup," ucapnya membuatku terkejut.


Namun, tiba-tiba saja kepalaku sangat sakit seperti dihantam oleh batu besar. Kemudian pandanganku menggelap dan semuanya hilang.


yeay akhirnya dari sudut pandang Putri Sioa Shi selesai, nanti aku akan beralih ke sudut pandang Putri Zei.