The Rise Of A Princess

The Rise Of A Princess
Part 25 Apa yang terjadi?



Aku memandangi bulan yang bersinar terang di atas sana, sembari mengingat ucapan Gold tadi siang. Ternyata segelan ini bisa dibuka, hanya saja orang-orang tidak tahu tentang hal ini. Hanya beberapa saja, ya aku harus menyembunyikan rahasia besar ini. Kata Gold, aku harus berada di Gunung Ice dan bermeditasi di sana. Haa aku harus bagaimana? Gunung Ice itu sangat jauh, butuh waktu beberapa hari untuk sampai ke sana.


Lagi pula, Gunung Ice kan dikelilingi oleh es yang begitu dingin. Bagaimana aku bisa bertahan? Bisa-bisa aku mati kedinginan di sana, huh! Ini benar-benar sangat sulit bagiku. Lalu, bagaimana caranya aku keluar dari sini secara diam-diam? Kerajaan ini dijaga ketat oleh para prajurit, aku harus menemukan caranya.


"Kau belum tidur, Putri?" tanya seseorang, aku menengok dan ternyata Xio dan Yein.


"Belum," ucapku singkat, lalu kembali memandang bulan.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Xio.


Aku menghembuskan napas pelan, berbalik menghadap mereka lalu berjalan menuju kasur dan duduk di sana.


"Aku sedang memikirkan, bagaimana caranya aku pergi dari sini? Kerajaan ini dijaga ketat oleh para prajurit," ucapku menatap Xio yang tengah berfikir setelah aku mengucapkan itu.


"Benar juga, tapi masalah itu bisa dibicarakan besok. Aku dan Yein mau mengatakan sesuatu padamu. Ini sangat penting." Xio memandangku dengan sangat serius, begitu juga dengan Yein.


Sesuatu yang sangat penting? Apa itu? Aku terdiam saja, menunggu mereka berbicara.


"Aku mendengar bahwa kau akan---"


"Hei! Bukankah ini sudah malam! Kenapa kalian masih disini? Cepat pergi tidur! Atau aku akan mengadukan hal ini pada kaisar!"


Hah! Lagi dan lagi seseorang telah memotong ucapan ini, padahal kata Xio ini adalah hal penting. Ternyata dia seorang penjaga malam di kerajaan.


"Apa yang kalian tunggu! Cepat pergi!" usir penjaga tersebut memarahi Yein dan Xio.


"Beraninya kau berteriak didepan seorang Putri?!" Xio kembali memarahi penjaga tersebut.


"Sudah Xio, orang seperti dia tidak pantas untuk dihiraukan. Lebih baik kalian beristirahat sekarang," ucapku melerai mereka yang saling melotot. Haah! Kalau mata mereka lepas bagaimana?


"Kalau begitu, selamat malam Putri," ucap Yein sambil tersenyum dan berlalu bersama Xio.


Aku merebahkan diri di kasur, memandang ke atas. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku sangat bosan sekali, dimana kedua hewan milikku ya? Kalau saja kekuatanku tidak disegel, pasti sekarang aku bertelepati dengan mereka.


Ah! Iya! Aku melupakan sesuatu! Buku tentang dua aura itu belum aku baca!


'Kau belum tidur, Putri?' tanya suara itu, ya dia adalah Putih.


Dia sudah berada di sampingku bersama Gold, aku tidak menghiraukan pertanyaan Putih. Aku mengambil buku itu yang berada di bawah bantal.


'Kau mau apa dengan buku itu, Putri?' tanya Gold sembari mendekati buku yang aku pegang.


"Aku mau membacanya, siapa tau ada petunjuk disini," ucapku terus membaca buku ini tanpa memandang ke arah Gold.


'Bisakah kau membacanya dengan keras? Aku juga ingin tau apa artinya,' ucap Putih yang berada di depanku.


Dua hewan ini sangat kepo sekali, aku seperti akan mendongeng untuk seorang anak! Huh!


"Baiklah, dengarkan baik-baik," ucapku yang akan membaca isi buku ini.


"Aura kegelapan dan aura suci adalah dua elemen yang sangat langka, elemen ini hanya bisa dimiliki oleh seorang Putri bangsawan yang beruntung. Kegelapan, menandakan bahwa ada kejahatan yang selalu mengintai orang yang memilikinya. Begitupun dengan Suci, ini menandakan bahwa ada kebaikan dibalik kejahatan tersebut. Tapi ada pesan tersembunyi dibalik dua aura ini, yaitu seseorang tersebut bisa menjadi sangat kuat dan penuh aura yang berbeda diantara orang-orang lain. Mereka yang memiliki aura ini benar-benar sangat beruntung." Aku menghentikan ucapanku, membalik buku yang belum aku baca.


'Ada apa? Kenapa kau berhenti?' tanya Gold menatapku.


"Lihat, tulisannya hilang. Kenapa disaat hal penting selalu begini. Apakah kalian bisa menerawang tulisan ini?" tanyaku sembari menunjukbuku yang aku pegang.


'Aku tidak bisa menerawang, apakah kau bisa, Gold?' tanya Putih menatap Gold yang terus menatap buku ini.


Terdiam sejenak, lalu dia menggelengkan kepala pelan sembari menatapku.


"Huh! Ya biarkan saja, nanti aku cari tau." Aku menutup kembali buku ini lalu meletakkannya di bawah bantal.


Aku kembali termenung memikirkan cara agar bisa keluar dari kerajaan ini tanpa ketahuan.


'Kau jangan khawatir, Putri. Serahkan saja hal itu pada kami,' ucap Putih menatapku, dia tau apa yang aku pikirkan sekarang.


"Tapi, kalau kalian dihukum bagaimana? Aku tidak mau itu terjadi." Aku menatap kedua hewan ini dengan sedih, ya aku takut kalau terjadi apa-apa dengan mereka.


'Jangan khawatir, apakah kau tidak percaya pada kami?' tanya Gold menatapku.


'Sudahlah Putri, jangan dipikirkan. Lebih baik kau tidur saja,' ucap Putih yang kini sudah berbaringan di sampingku.


Ya kurasa aku harus tidur sekarang, agar besok bisa semangat menghadapi masalah. Aku pun merebahkan diri.


Aku merasakan ada seseorang yang mengguncangkan tubuhku, aku mengecek mata sebentar lalu melihat siapakah yang telah mengganggu tidurku.


"Zao, Qin, ada apa? Mengapa kalian membangunkanku? Bukankah ini masih pagi?" tanyaku menatap kedua anak ini sembari terus menguap berkali-kali.


"Kakak, kau harus pergi sekarang!" ucap Zao setengah berbisik padaku.


Pergi sekarang? Apa maksudnya itu? Kedua hewanku terbangun dari tidurnya, mungkin mereka merasa terusik.


"Apa maksudmu, Zao?" tanyaku menatapnya dengan heran.


"Ini benar-benar gawat! Kau---"


"Hei! Anak kecil rendahan! Cepat pergi! Anak gembel itu harus mandi sekarang!" ucap seseorang menyuruh dua anak ini untuk pergi.


Masuk ke kamar seorang Putri dengan cara seperti itu apakah sopan? Bahkan mereka berteriak dengan suara keras dihadapanku.


"Zao, Qin, kalian pergi dulu ya, nanti kesini lagi bersama kak Yein oke!" ucapku menyuruh mereka untuk segera pergi, kalau lama-lama bisa jadi para maid itu menyakiti dua anak ini.


Mereka mengangguk dan melenggang pergi.


Bam!


Mereka benar-benar tidak memiliki sopan santun! Pintu pun ditutup sampai bunyi begitu keras, huh! Hari ini aku ditindas oleh mereka, tapi tunggu saja.


Makasih buat kalian setia membaca:) yuk kasih author semangat