
Kenzo POV
Aku kehilangan sebagian besar dari diri ku, sekarang yang tersisa hanyalah orang yang tidak berharga, semuanya hancur.
"Lihat apa yang kamu lakukan! Begitu anak ini lahir, kita akan melakukan tes DNA. Kamu benar-benar merusak kesempatan terakhirku untuk bahagia, keluar sekarang! Sebelum aku lebih marah lagi!" Aku menunjuk ke arah pintu, Clara mengangguk saat air mata meraba pipi kemerahannya dan berlari keluar pintu.
Ibu datang dan menatapku dengan pandangan minta maaf, "Kenzo, kejar dia. Jelaskan padanya aku yakin dia mau mengerti dengan semua ini," Ibu tersenyum, memelukku.
Aku balas memeluknya, "Bagaimana aku tahu kalau dia mau mendengarkanku? Caranya memandangku dengan matanya yang dipenuhi air mata itu, dia tidak akan pernah memaafkanku. Aku mengacaukan semuanya ibu, aku mengacaukan semuanya. Jika ada yang bisa ku lakukan untuk membuatnya kembali percaya padaku aku akan melakukannya dalam sekejap."
"Aku tahu. Aku tahu kau akan melakukannya, berikan dia waktu. Bicara dengannya besok pagi, aku yakin dia akan memberi pertimbangan," Ibu menarik diri, menciumku di pelipisku lalu pergi ke dalam.
Ibu benar. Aku akan menebus kesalahanku, Isabel tunggu saja, aku akan membuktikan betapa berartinya dirimu bagiku.
Aku tidak bisa tidur, air matanya, patah hati nya.
Kelemahan pria adalah tangisan wanita.
Isabel adalah milikku, tanpa dia aku bukan apa-apa.
Tidak mungkin Clara tahu di mana aku berada, dia tidak akan pernah datang kecuali seseorang memberitahunya, dia bahkan tidak pernah menghubungiku.
Aku meminum pil tidur karena sangat sulit aku tertidur jika keadaanku kacau seperi ini dan setelah meminumnya, aku akhirnya bisa tertidur nyenyak.
"Kenzo, bagaimana mungkin kamu berbohong padaku? Kamu pembohong, aku membencimu," Isabel menangis.
"Isabel, tolong cobalah mengerti."
"Kamu jahat! Keluar dari rumahku juga dari hidupku, aku tidak mau lagi melihatmu."
Dia menyeringai jahat padaku, "Kamu pikir aku mau percaya dengan alasan yang omong kosong dari pria sepertimu? Haa! Kamu membuatku tertawa Kenzo, wahhh, aku tidak pernah mencintaimu tidak akan pernah. Aku sudah memiliki seseorang di hatiku dan dia segalanya bagiku."dia tersenyum menunjukkan padaku cincin di jarinya.
"Isabel, jangan katakan hal seperti itu. Tentu saja kamu mencintaiku, apa kamu tidak ingat?"
"Oh, aku tahu. Dengan caramu membohongiku, aku menemukan seseorang yang baru, yang jauh lebih baik darimu. Kenzo, temui tunangan baruku," katanya berpegangan tangan dengan Mike ?
"Halo, Pak Kenzo. Senang bertemu Anda di sini. Aku tahu Anda sudah mendengar kabar baik ini."
"Pergi darinya, dasar penjahat." kataku mengepalkan tinjuku.
"Setidaknya aku tidak pernah berbohong padanya, sedangkan kamu selalu berbohong padanya, itu menyebalkan teman ku. Terima kasih, kawan. Jika bukan karena dirimu, kami tidak akan pernah bertunangan."
"Isabel, tolong. Dengar! Jangan lakukan ini padaku. Aku tidak bisa hidup tanpamu"
"Kalau begitu, anggap saja aku sudah mati jadi kamu tidak perlu merasakan rasa sakit ini di hatimu. Kamu tahu aku benar-benar benci dengan orang yang suka berbohong, jadi kenapa kamu mengatakan yang sebenarnya padaku? Bagaimanapun juga semuanya sudah terlambat. Aku mengandung anaknya yang belum lahir. kehidupan yang menyenangkan bukan?" dia tersenyum berjalan pergi berpegangan tangan dengan Mike, aku berlari mengejar mereka tapi mendapati diriku dikelilingi oleh kegelapan. Aku bangun terengah-engah, keringat membasahi seluruh tubuhku.
Dia tidak pernah melakukan itu padaku. Dasarr mimpi buruk yang bodoh.
Aku melihat ke arah jam dinding, 1.30. Isabel pasti sudah bangun saat ini. Dengan cepat aku berpakaian dan melaju langsung ke rumah Isabel, mengetuk pintu, Isabel membukanya. Matanya merah dan bengkak, dia tampak pucat dan terkuras.
Oh, apa yang sudah aku lakukan padanya, aku minta maaf sayang.
"Isabel, maafkan aku—" Aku melirik lehernya di mana disana ada bekas habis di cup'ng, lalu kulihat di belakangnya ada Mike keluar dari kamarnya. Dia mengenakan kaos dan celana olahraga, rambutnya berantakan yang berarti dia baru saja bangun.
Aku tidak tahu apa yang salah dengan ku.