
Kami sampai di kampus pada pukul enam pagi. Beruntung kami tidak di permasalahkan oleh satpam dan penjaga asrama karena pulang terlambat.
Saat kami masuk ke asrama, kami pun melihat bahwa suasana masih sangat sepi dan hening maka dari itu kami kembali ke kamar kami dengan santai.
Kami bergegas untuk mempersiapkan diri pada hari pertama masuk kampus ini. Entah mengapa aku merasa sangat bersemangat sehingga aku selesai bersiap-siap lebih dulu dari pada yang lainnya.
"Aduh... Kalian kok lama banget sih!"
Ucapku dengan tidak sabaran lalu aku pun duduk di kursi belajarku sambil mengetuk-ngetuk meja belajarku karena aku merasa sangat bersemangat dan ingin segera merasakan bangku di perguruan tinggi.
"Kami yang lambat atau kamu yang kayak kilat Rin?"
Ucap Riana sambil mengantri di belakang Keyla untuk bergantian masuk ke dalam kamar mandi yang di dalamnya ada si Klara yang sedang mandi dengan santainya.
"Aduh apapun itu cepat sedikit lah... Aku udah gak sabaran nih!"
Jawabku dengan penuh ambisi.
"Kalau gak sabar duluan aja sudah, nanti kami menyusul"
Ucap Keyla menoleh ke arahku.
Tanpa basa-basi aku pun mengangguk dengan sangat bahagia lalu aku menggendong tas ranselku dan kemudian aku keluar dari dalam kamar.
Dengan perasaan bahagia aku berjalan di antara anak-anak asrama lain yang sama sama berjalan menuju kampus.
Senyuman bahagia terlihat di setiap wajah mahasiswa maupun mahasiswa baru di pagi hari ini. Udara sangat sejuk sehingga rasanya hari pertama kuliah di universitas swasta ini memberikan kesan yang akan selalu ingin aku alami dalam kehidupanku.
"Hey... Airin!"
Seseorang memanggilku dan kemudian aku berhenti untuk mencari orang yang memanggilku di antara kerumunan mahasiswa dan mahasiswi yang lainnya.
"Airin! Hai Airin..."
Ternyata itu adalah Reihan dan Darius, mereka berdua menghampiriku dan aku pun memandangi mereka berdua sambil tersenyum lebar.
"Ternyata kalian"
Ucapku sambil tersenyum dan kemudian Reihan pun mengangguk sambil membalas senyumku.
"Oh iya ngomong-ngomong kok kamu sendirian? Klara dan kedua temanmu dimana?"
Tanya Darius kepadaku lalu aku pun menjawab kalau Klara, Keyla, dan Riana tadi masih bersiap-siap dan karena aku merasa tidak sabaran makannya aku berangkat lebih dulu dan nanti Klara, Keyla dan Riana akan menyusul.
Mendengar jawabanku kemudian mereka berdua pun bilang kepadaku bahwa aku tidak setia kawan karena itu akhirnya mereka berdua pun meminta aku untuk menunggu Klara dan Riana di kursi yang ada di samping jalan. Sembari menunggu Klara, Keyla, dan Riana, Darius dan Reihan pun mengajak aku untuk bercerita tentang.
Mereka berdua menanyakan apa saja yang aku lakukan beberapa hari terakhir ini dan aku pun menceritakan semuanya kepada mereka, kecuali tentang kejadian mistis yang baru saja kami alami semalam. Entah kenapa aku tidak ingin membicarakan tentang hal mistis kepada siapapun lagu kecuali kepada anak-anak yang memiliki kemampuan di bidang indigo.
"Eh itu bukannya Klara ya?"
Ucapku dengan tidak sengaja ketika melihat Klara, Keyla dan Riana. Setelah beberapa saat kami bercerita akhirnya Klara, Keyla dan Riana pun lewat. Malahan mereka sudah kelewatan jauh sehingga kami harus menghampiri mereka.
"Klara... Keyla... Riana... Tunggu"
Aku memanggil mereka bertiga dan akhirnya mereka berdua pun berhenti dan menoleh kearah kami bertiga.
"Lama banget sih"
Ucapku kepada mereka bertiga dan kemudian mereka bertiga pun menjawab kalau sebelum mereka meninggalkan kamar, mereka membereskan kamar terlebih dahulu. Maka dari itu mereka lama.
"Cie... pagi-pagi udah dikawal dua cowok ganteng, kakak senior pulak!"
Goda Klara sehingga membuat aku sedikit malu.
"Ih apaan sih Ra?"
Ucapku kepadanya lalu aku pun mendekatinya dan menyenggol tangannya dengan tanganku.
"Ya udah saya dan Darius duluan ya, sampai jumpa lagi nanti."
Ucap Reihan dan kemudian mereka berdua pun beranjak dari hadapan kami untuk pergi ke ruangan mereka.
"See you!"
Ucap Klara sambil melambaikan tangan.
"Lebay! Udah ayo kita cari ruangan kita."
Ucapku sambil menarik Klara dan kemudian kami pun berjalan memasuki area kampus.
"Orang aneh!"
Ucap Klara dengan kesal kepada ibu Margareth pada saat kami tidak sengaja bertemu dengannya di jalan.
"Apaan sih Ra? Gak sopan tau!"
Aku menegur Klara lalu Klara pun kembali fokus berjalan bersama kami menuju ke ruangan. Ibu Margareth melihat kami dengan sinis dan kami pun mengabaikannya seolah-olah tidak melihat apapun.
Setelah kami melihat Mading, akhirnya kamipun menemukan nama kami beserta ruangan tempat kami belajar.
Beruntung sekali kami semua satu ruangan dan kemudian dengan gembira kami pun berjalan cepat menuju ke ruangan absensi.
"Kita duduknya di belakang aja"
Ucap Klara saat kami sudah tiba di ruangan yang ternyata masih belum ada orangnya. Orang-orang lain masih asik diluar menunggu waktu belajar tiba sedangkan kami dengan angkuhnya duduk di bangku yang telah kami pilih masing-masing dengan perasaan yang amat gembira. Kami bersama-sama saling bercerita dan terus menerus bercerita dan bernostalgia sehingga akhirnya para mahasiswa dan mahasiswi lainnya pun berbondong-bondong masuk lalu disusul oleh dosen mata kuliah pertama.
"Teman-teman coba lihat! Bukannya itu doker Eric ya?"
Ucap Riana kepada kami lalu kami pun langsung menoleh untuk memastikan ucapan Riana.
"Iya kok bisa sih?"
Ucap Klara dengan bingung kemudian aku pun bilang kepada mereka bahwa aku sudah tau kalau dokter Eric adalah dosen di universitas ini karena sebelumnya aku dan Darius pernah bertemu dengannya di rumah sakit.
"OOO.."
Mereka pun menganggukkan kepala lalu kami masing-masing mulai kalem dan fokus memperhatikan dokter Eric sebagai dosen mata kuliah pertama kami.
"Selamat pagi semuanya!"
Sapa dokter Eric dengan ramah.
"Pagi pak..."
Jawab kami dengan kompak lalu dokter Eric pun memperkenalkan dirinya dengan cukup detail. Aku rasa hari ini tidak ada tugas dan semacamnya karena hari pertama masuk adalah hari untuk saling berkenalan, namun ternyata dugaan ku salah. Dokter Eric memberikan tugas sebelum dia meninggalkan ruangan lalu datanglah dosen yang lainnya dan semuanya meninggalkan tugas untuk kami bawa pulang sebelum mereka keluar meninggalkan ruangan.
Aku pikir hari perkenalan akan sama seperti semasa aku SD, SMP, dan SMA yang beberapa harinya hanya fokus untuk berkenalan. Memang hari ini tidak belajar tapi tugas tetap ada dan itu membuatku kesal. Aku adalah orang yang malas tapi mau bagaimana lagi, mungkin nanti aku akan terbiasa.
"Temui aku di perpustakaan."
Suara bisikan halus seorang gadis terdengar samar-samar di telingaku. Aku menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memeriksanya namun tidak satupun gadis berada di dekatku.
Bersambung....
Perhatian:
Maaf kawan-kawan novel ini kembali Hiatus karena banyak sekali halangan author untuk menulis.
Author berencana untuk kembali up pada bulan 12 dan pada saat itu juga novel ini akan tamat.
Mohon doanya untuk kelancaran Author
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ