
Aku duduk dan berbincang bersama mereka. Kami saling berkenalan dan juga saling bercerita alasan mengapa kami ada di alam ini dan selain aku semuanya memiliki alasan untuk hal itu.
Sebenarnya hanya lima orang saja yang mau mengobrol denganku dan selebihnya pada asik sendiri. Aku hanya mengenal lima orang itu untuk saat ini, Lima orang itu terlihat santai dan ramah.
Yang pertama kali mengenalkan diri adalah Farah Zubir. Dia adalah gadis yang menjelaskan tentang alam ini kepadaku. Dia bilang alasannya berada di alam ini karena dia kecelakaan terpeleset dari lantai dua dirumahnya sehingga menyebabkan pendarahan hebat di kepalanya dan karena pendarahan itu dia mengalami koma hingga saat ini tiga tahun sudah lamanya dan katanya dia sangat merindukan alam normal.
Selanjutnya ada Faris Aditama. Dia pria yang tampan dan jika dilihat lihat dia seumuran denganku. Alasan mengapa dia ada di alam ini adalah karena dia mengalami kecelakaan motor ketika balap liar bersama temannya. Baru saja dua Minggu lamanya dia berada di alam ini. Katanya dia pernah tersadar dari komanya namun itu hanya satu hari saja, katanya ketika dia sadarkan diri dia tidak mengingat apapun tentang dimensi alam bawah sadar ini.
Kemudian yang ketiga ada Amanda adinda gadis SMA yang sangat gemuk. Dia bilang dia adalah korban bullying yang berupa body sheming. Dia sering di bully karena berat badannya yang berlebihan dan karena putus asa dia minum racun dan lima hari sudah dia koma di rumah sakit ini. Itu adalah alasan mengapa dia ada di alam ini.
Di urutan ke empat ada Dias Kai yang berumur delapan tahun. Dia adalah anak kecil yang tadi, yang menuntunku untuk bertemu dengan arwah arwah orang yang koma ini. Kepalanya botak dan kulitnya terlihat sangat pucat dan pada saat aku tanya alasannya ada di alam ini ternyata dia juga tidak tau alasan mengapa dia berada di alam ini dan berapa lama sudah dia berada di alam ini. Katanya dia hanya mengingat namanya, dia tidak ingat yang lainnya dan dia berharap dia bisa segera sadar dan keluar dari alam ini.
Kemudian di urutan yang terakhir ada Regan Arsy. Dia adalah teman satu tongkrongan dengan Faris Aditama yang sama sama koma Kate kecelakaan motor. Alasan dan durasinya di alam ini tidak jauh berbeda dengan Faris Aditama.
Setelah berkenalan kami pun terus bercerita dan mencari bahan untuk bercerita hingga akhirnya cerita kami aku arahkan ke tentang ka Adit. Aku bertanya kepada mereka apakah mereka melihat Arwah baru selain aku dan kemudian mereka pun menggelengkan kepala. Mereka bilang tidak ada arwah baru hari ini selain aku sendiri dan jikalau ada pun pasti mereka akan tau.
Mereka kemudian bertanya kepadaku kenapa aku menanyakan hal itu. Kemudian aku pun menjelaskan semuanya kepada mereka.
" TUNG... TUNG... TUNG... "
Tiba-tiba saja suara gong terdengar bergema entah darimana asal sumbar suaranya.
" Titan keluar!!! "
Teriak seseorang dan seketika itu semuanya berhamburan dengan panik.
" Ayo sembunyi! "
Ajak Faris dengan tiba-tiba dan kemudian mereka juga ikut berlarian dengan panik. Faris menarik tanganku untuk mengikuti Farah dan yang lainnya untuk bersembunyi.
" Kenapa ini? Siapa Titan? "
Tanyaku kepada Faris dan kemudian dia pun menjelaskannya kepadaku sambil tetap menarik tanganku untuk berlari mencari tempat untuk bersembunyi.
Faris bilang Titan adalah arwah jahat yang suka menyegel arwah arwah orang koma sebagai bentuk amarahnya Kate dia sudah tidak bisa kembali lagi ke jasadnya. Titan akan keluar di setiap jam dua belas siang maupun malam. Titan hanya keluar selama satu jam setelah jam dua belas berlalu dia pun akan kembali ke tempatnya yang ada diruang jenazah. Tak perduli dapat atau tidak dia akan kembali setelah jam dua belas berlalu. Titan menyegel para arwah orang koma yang dia tangkap di ruang jenazah itu agar dia tidak sendirian.
Maksud Titan menyegel para arwah adalah supaya para arwah itu abadi di dimensi alam bawah sadar ini dan menjadi budaknya. Kata Faris dia mengetahui hal ini dari Farah yang sudah lama dan berulang kali mengalami kepanikan ini.
" Bruk! "
Aku tak sengaja bertubrukan dengan arwah lain dan membuat tanganku lepas dari genggaman tangan Faris.
" Airin! "
Faris memanggil namaku dan mengulurkan tangannya kembali namun percuma.
Aku merasakan aura yang sangat kuat dibelakang ku lalu pada saat aku berbalik badan aku pun melihat arwah yang menyeramkan hendak menerkam ku.
" Airin! "
Teriak Faris lalu aku pun teriak ketakutan dan menutup mataku dengan kedua tanganku.
" Airin! Rin! Bangun Rin! "
" Huh! Untung cuma mimpi. "
Ucapku dengan lega.
" Tadi Klara udah beli makanan, kita makan yuk! "
Ajak Riana dan kemudian aku pun mengangguk dan sebelum makan aku pun pergi ke kamar mandi terlebih dahulu untuk membasuh wajahku.
" Eh, kamu udah bangun Rin? "
Tanya Klara kepadaku.
Aku bertemu dengannya di kamar mandi, dia juga sedang membasuh mukanya.
" Iya nih Ra. "
Jawabku dengan singkat kemudian aku pun membasahi wajahku sambil memikirkan mimpi tadi.
" Gimana tidurnya Rin? Puas gak? "
Tanya Klara kepadaku lalu aku pun menjawab kalau aku masih mengantuk tapi sudahlah mungkin setelah membasuh wajah rasa kantuk itu akan pergi. Kemudian setelah membasuh wajah kami pun langsung keluar untuk mengisi perutku yang mulai keroncong ini.
" Hah? Jam dua belas? "
Aku bergumam setelah tak sengaja melihat jam dinding. Seketika aku teringat dengan mimpi barusan.
" Kenapa Rin? "
Tanya Klara yang melihat aku bengong menatap ke arah jam dinding.
" Oh enggak kok. "
Jawabku sambil tersenyum dan kemudian aku pun berjalan ke arah sofa dan duduk bersama mereka.
" Kamu ngeliatin jam pasti karena gak sadar kalau udah jam segini kan? "
Ujar Riana sambil membagikan nasi kotak kepada aku dan Klara. Kemudian aku pun hanya mengangguk untuk menjawab.
" Kami tadi bangun jam sembilan dan kami melihat kamu tertidur pulas, kami nggak sampai hati mau bangunin kamu. "
Ucap Klara kepadaku. Lalu kami pun mulai menyantap nasi kotak ini dengan hening.
Setelah makan, mereka pun melihat mataku yang merah lalu mereka pun menyuruh aku untuk beristirahat dan Riana memutuskan untuk ke apotek membeli obat mata. Setelah beberapa saat akhirnya Riana pun kembali dengan membawa obat mata dan juga Darius.
" Loh kok ada Darius sih? Kalian ketemu dimana? "
Tanya Klara dengan ceria dan kemudian Darius pun menjawab kalau dia bertemu Riana di apotek pada saat dia sedang membeli obat lalu dia ikut dengan Riana untuk datang kemari menjenguk ka Adit dan juga aku. Darius sudah mendengar tentang ka Adit dari cerita Riana dan dia pun menyemangati aku agar tetap ceria dan dia memberikan aku spirit lah pokoknya lalu dia pun pergi karena dia harus mengantar obat untuk keponakannya.
–Bersambung–