
Setelah menjelajah waktu, aku tidak bisa tidur karena terus memikirkan ancaman itu. Begitu juga dengan ka Amara, dia terus terjaga dengan raut wajahnya yang terlihat cemas.
Aku bersamanya tidak tidur semalaman hingga akhirnya kami pun sampai ditujuan pada pukul tujuh pagi sesuai dengan perkiraan ka Amara tadi malam.
" Ayo semuanya bangun! Kita sudah sampai ditujuan. "
Ucap ka Amara dengan semangat dan kemudian kami pun bangun dan terus menunggu sampai Bus diparkiran.
Setelah Bus diparkiran, barulah kami turun dan menghabiskan sisa waktu yang tinggal sedikit lagi. Awalnya kami bersama sama menurunkan barang bawaan ku dan juga barang bawaan Riana, kemudian kami pun saling berpesan sebelum mereka berpisah dengan kami. Tak hanya itu, kami juga saling bertukaran benda yang akan menjadi kenangan antara kami dengan masing-masing dari mereka.
" Jaga diri baik-baik buat kalian ya! Terimakasih untuk kado yang kalian berikan, maaf kaka gak bisa kasih apa apa. "
Ucap ka Aditya kepada aku dan Riana, dia berpesan dan juga berterimakasih atas kenangan yang kami berikan kepadanya. Dia kelihatan sangat terharu menerima pemberian dari kami.
" Iya kak! Kami akan jaga diri kami dengan sebaik mungkin. "
Jawab Riana sambil tersenyum kepada ka Aditya dan kemudian aku pun menyambung jawaban Riana dengan berkata.
" Apa yang telah kami berikan ini tidak sepadan dengan pengorbanan Kaka menjaga kami selama ini. "
Mendengar itu, ka Aditya pun tersenyum dan kemudian dia pun menyuruh kami untuk mendekatinya dan setelah kami berada dekat dengannya, dia pun memeluk kami dan berkata.
" Kaka akan merindukan kalian, sekali lagi Kaka minta kalian jaga diri baik-baik ya!. "
Kami pun mengangguk lalu dia pun akhirnya berkata kalau dia dan yang lainnya harus kembali ke yayasan saat ini juga.
Sepertinya ka Aditya sangat buru-buru maka dari itu waktu kami untuk bersama sama cukup sampai disini. Kini kami benar-benar berpisah dengan mereka.
" Sampai jumpa! "
Mereka melambaikan tangan kepada kami melalui jendela bus yang terbuka.
" Sampai jumpa! Jangan lupa kasih kabar kalau sudah sampai! "
Ucapku kepada mereka sebelum akhirnya Bus pun keluar dari area universitas swasta ini dan pergi untuk kembali ke yayasan.
" Huh! Kita pasti akan merindukan mereka Rin! "
Ucap Riana sambil menghela napas.
" Itu pasti. "
Jawabku dengan singkat.
Kami masih melihat ke arah pintu gerbang tempat Bus terlihat meninggalkan kami.
" Puk! "
Seseorang menepuk pundakku dan setelah itu aku pun langsung bertatap dengan Riana yang sepertinya dia juga merasakan tepukan di pundaknya. Kemudian baru kami berbalik badan untuk melihat siapakah orang yang menepuk pundak kami.
" Hai! "
Setelah berbalik badan, orang itu menyapa kami dengan sangat ramah.
" Klara? "
Ucap kami dengan sangat terkejut dan kemudian kami pun mundur beberapa langkah. Kami benar benar terkejut melihat tiba-tiba saja ada arwah Klara hadir di sini. Padahal tiga tahun lalu dia benar-benar sudah pergi ke alam selanjutnya.
" Kok kalian bisa tau namaku? "
Gadis itu merasa bingung dengan nama yang kami ucapkan barusan. Seketika kami pun jadi merasa kalau dia bukanlah arwah dari mendiang Klara.
Bisik Riana dengan perlahan kepadaku.
" Aku juga merasa begitu! Tapi aku juga merasa hal ini sulit untuk dipercaya. "
Aku kembali berbisik ke telinganya.
" Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? "
Tanya gadis itu kepada kami dengan raut wajah yang penasaran.
" Em.. sepertinya belum. "
Jawabku sambil tersenyum.
" Lantas kenapa kalian begitu terkejut ketika melihatku? Dan dari mana kalian tau kalau namaku adalah Klara? "
Gadis itu kembali bertanya dengan penasaran dan pertanyaannya membuat kami tidak bisa berkata apa-apa. Kami seakan kehilangan kata-kata karena kami masih berpikir apakah dia ini manusia sungguhan atau arwah Klara yang kembali ke bumi.
Ini sungguh membingungkan bagi aku dan Riana. Kami seperti patung ketika memperhatikannya untuk memastikan siapakah dirinya itu? Apakah dia arwah atau manusia sungguhan aku hanya memiliki satu cara untuk memastikannya.
Aku akan memejamkan mata dan melihatnya menggunakan mata batin di dunia yang berbeda. Aku pun segera melakukannya. Setelah beberapa saat akhirnya aku pun dapat memastikan bahwa dia bukanlah arwah karena aku tidak bisa melihatnya di alam lain dengan menggunakan mata batinku.
" Dia manusia sungguhan! "
Aku berbisik kepada Riana dengan keadaan mataku yang masih terpejam.
" Bagaimana bisa? "
Riana kembali berbisik dengan masih tidak percaya kalau gadis itu adalah manusia sungguhan. Lalu dengan perlahan aku pun kembali menjelaskan apa yang telah aku lakukan untuk memastikan bahwa gadis itu adalah manusia sungguhan. Setelah itu barulah dia mengerti dan mencoba untuk mempercayai bahwa gadis itu manusia sungguhan.
" Hai kalian kenapa? "
Dengan penasaran gadis itu pun kembali bertanya.
" Kamu mirip banget sama mendiang sahabat kami! tak hanya itu, namamu juga sama dengan nama mendiang sahabat kami makannya tadi kami sangat terkejut ketika melihatmu! "
Jelas Riana menjawab pertanyaan gadis itu dengan sangat lembut dan sedikit malu malu bahkan sepertinya dia masih tidak percaya kalau gadis itu benar benar manusia.
" Oh ternyata begitu ya? "
Gadis itu pun merasa lega setelah mendengar penjelasan dari Riana dan kemudian dia pun memberitahu kami kalau dia ditugaskan untuk membimbing kami ke Asrama. Setelah mengetahuinya kami pun ikut bersamanya dan kami pun berbincang-bincang di sepanjang perjalanan menuju ke asrama mahasiswi.
" Kalau boleh tau, apakah aku boleh lihat foto sahabat kalian yang katanya mirip sekali dengan saya? "
Ucapnya dengan penasaran dan kemudian aku pun mengangguk dan mengambil handphoneku dan segera mencari foto mendiang Klara.
" Ini dia. "
Aku pun memberikan handphoneku dan menunjukkan foto Klara setelah aku menemukannya boom! Raut wajahnya berubah drastis, dia juga sepertinya sangat terkejut melihat foto itu.
" Wah... Ternyata benar benar mirip ya! "
Serunya dengan terkejut dan kemudian dia pun melirik ke arahku dan juga Riana.
Kami hanya menjawabnya dengan menganggukkan kepala. Sepertinya dia juga merasa ini sulit dipercaya namun walaupun sulit hal ini nyata dan harus dipercaya.
Setelah itu kami sama sama merasa kagum atas keajaiban yang kami temui hari ini. Untuk diriku pribadi, aku merasa sangat senang atas keajaiban yang aku temui hari ini. Aku sangat senang karena aku merasa kalau Klara kembali hidup di dunia ini lagi. Aku harap Klara yang ini bisa menjadi sahabatku layaknya klara yang dulu. Tak hanya wajah dan nama saja yang sama, gerak gerik mereka juga terlihat sama.
–Bersambung–