
Kami sampai di rumah sakit tepat di jam sebelas malam. Sebelum pergi ke rumah sakit kami pergi menuju ke rumah orangtuaku terlebih dahulu untuk meletakkan barang belanjaan kami tadi setelah itu barulah kami pergi ke rumah sakit.
Rasa kecewa masih mengganjal di hati begitu juga dengan rasa khawatir. Kami tidak tau apa konsekuensinya yang akan kami terima jika tidak ikut kegiatan siswa baru besok di kampus.
" Loh kok pulangnya malam sekali sih? "
Ucap Tante Kirana kepada kami ketika kami baru saja sampai di ruangan ka Adit.
" Tadi di ajakin nonton film Tan makannya baru bisa pulang jam segini. "
Jawabku sambil tersenyum.
Kemudian si kembar pun datang menghampiriku untuk menagih es krim cup yang aku janjikan sebelum aku pergi berbelanja. Untungnya aku tidak melupakan pesanan mereka itu, walaupun sudah mencair setidaknya aku sudah menepati janji. Untungnya mereka juga tidak merasa keberatan karena esnya sudah mencair.
Si kembar pun tidur setelah menghabiskan esnya dan Tante Kirana meminta kami untuk ikut tidur bersama si kembar. Kami menolak dan berbalik meminta Tante Kirana untuk tidur bersama si kembar karena Tante Kirana sudah menjaga ka Adit selama kami pergi. Ada baiknya kan dia beristirahat dan kami menggantikannya untuk menjaga ka Adit.
Awalnya Tante Kirana bilang kalau dia masih sanggup untuk berjaga dan dia kembali menyuruh kami untuk tidur karena kata Tante Kirana pasti kami lelah setelah seharian penuh berbelanja. Kami melihat mata Tante Kirana yang sudah lelah dan ketika sekali lagi kami minta dia untuk tidur barulah dia mau untuk tidur akan tetapi dia berpesan untuk membangunkannya jika kami mengantuk agar dia bisa bergantian untuk berjaga-jaga. Agar Tante Kirana lekas tidur, kami pun mengiyakan pesannya.
Setelah Tante Kirana dan si kembar tidur, kami pun memutuskan untuk berjaga di luar ruangan ka Adit. Kami duduk di kursi panjang yang ada di koridor ruangan UGD. Agar tidak mengantuk aku dan Riana memutuskan untuk membeli kopi di kantin terdekat dan Klara aku minta untuk tetap menjaga ka Adit. Kami pun kembali secepatnya setelah pergi membeli kopi lalu kami menikmati kopi itu sambil bercerita-cerita santai sehingga akhirnya waktu fajar pun akhirnya tiba dan Tante Kirana bangun untuk menunaikan ibadah solat subuh.
" Anak-anak kita solat bareng yuk! "
Ajak Tante Kirana dan kemudian tanpa berpikir panjang kami pun langsung ikut bersamanya. Setelah melaksanakan ibadah, Tante Kirana pun meminta kami untuk beristirahat. Dia akan bergantian menjaga ka Adit.
Sangking mengantuknya aku pun langsung terlelap setelah berbaring dan seperti biasa aku tidak pergi ke alam mimpi melainkan dimensi alam bawah sadar.
Begitu aku berada di dimensi alam bawah sadar, aku langsung di sambut oleh Dias Kai dan juga yang lainnya. Kemudian seperti biasa kami berkumpul di satu tempat untuk bercerita tentang pengalaman mereka selama aku tidak ada di alam ini. Mereka bilang tidak ada pengalaman yang menarik, sepertinya biasanya katanya mereka hanya bisa berkumpul dan bercerita agar tidak merasa bosan menunggu bisa sadarkan diri dari koma. Seperti biasanya juga, Titan keluar setiap jam dua belas tiba dan ketika itu mereka harus bersembunyi agar mereka aman dari segel si Titan yang jahat.
Bicara soal Titan, aku jadi merasa penasaran dengannya. Aku merasa ada motif lain dibalik penyegelan arwah yang dia lakukan sehingga akhirnya aku pun tak sengaja teringat dengan dokter Eric. Aku curiga energi negatif Dokter Eric ada hubungannya dengan si Titan.
" Eh tunggu! Kok kayak ada yang kurang sih? "
Ucapku dengan bingung lalu aku pun memandangi mereka dengan seksama.
" Dimana Amanda? "
Tanyaku setelah menyadari bahwa Amanda tidak ikut berkumpul bersama kami sejak aku datang tadi.
" Kemarin Amanda sudah sadar dari komanya ka. "
Jawab Farah kepadaku.
Lalu aku pun kembali bertanya kepadanya " sejak kapan Amanda sadarkan diri? " lalu dia pun menjawab kalau kemarin Amanda sadarkan diri di jam satu siang.
" Amanda ayo makan! Ini Kaka bawakan kamu makanan kesukaanmu. "
Ucap seorang gadis yang berusaha untuk menyuapi si Amanda makan.
" Enggak ah kak! Amanda gak mau makan sebelum Amanda kurus. "
Si Amanda menolak untuk makan dan kemudian gadis yang ternyata adalah kakaknya itu terus membujuknya untuk makan tetapi dia terus menolaknya.
Setelah melihat Amanda aku pun jadi penasaran dengan keluarga Farah dan yang lainnya. Kemudian aku pun langsung meminta mereka untuk mengantarkan aku melihat keluarga mereka yang menjaga jasad mereka selagi mereka koma.
Dimulai dari Regan sampai Dias mereka semua menunjukkan kepadaku siapa yang menjaga jasad mereka selagi mereka sedang mengalami koma.
Selain Dias mereka semua dijaga oleh keluarga mereka dan Dias hanya dijaga oleh baby sitter yang dia panggil Kaka. Selama dia koma katanya dia sangat sering mengunjungi ruang rawatnya akan tetapi kedua orang tuanya tidak pernah ada di sisinya selama dia koma dan itu membuatnya sangat sedih. Dia merasa iri dengan Farah dan yang lainnya karena karena selain dia tidak ada lagi yang tidak dijaga oleh keluarganya sendiri. Katanya dia sebenarnya sudah bisa kembali ke jasadnya akan tetapi dia tidak mau kembali sebelum orang tuanya datang melihatnya. Jika orangtuanya tidak datang-datang, katanya dia lebih baik tidak kembali selamnya. Katanya mungkin saja kedua orang tuanya sudah tidak menginginkannya lagi dan kalau sudah begitu apa gunanya dia hidup.
Anak yang malang, mendengar curhatannya kami merasa sangat tersentuh dan merasa kasihan kepadanya. Tak seharusnya anak seusianya membebani dirinya dengan pikiran seperti itu.
Untuk menghiburnya aku bilang kepadanya kalau sebenarnya dia juga dijaga oleh keluarganya. Mungkin pada saat keluarganya datang untuk menjenguk dia tidak melihatnya.
" Dari mana kaka tau? "
Tanya Dias sambil tersenyum ceria kemudian aku pun menjawab kalau aku adalah teman pamannya yang bernama Darius. Setelah itu Dias pun terlihat lebih ceria dari sebelumnya dan keceriaan si bocah kecil itu mengundang senyum bahagia kami.
" Ka Airin! "
Tiba-tiba suara si kembar terdengar, mereka berdua memanggilku dan pada saat aku melihatnya ternyata mereka juga ada di alam ini.
" Yana? Yura? "
Aku bingung mengapa mereka berdua bisa berada di dimensi alam bawah sadar ini. Apakah mereka berada di sini karena keracunan es krim yang aku beli tadi.
" Ka! Kita dimana? Kok tempat ini aneh banget sih? "
Tanya si kembar dengan setelah mereka menghampiriku.
" Loh kalian kok bisa ada disini? Kalian kenapa? "
Aku kembali bertanya dengan khawatir lalu mereka pun menjawab kalau mereka tidak tahu apa-apa, setelah mereka tidur katanya tiba-tiba saja mereka berada di alam ini. Kemudian mereka pun kembali bertanya dimanakah mereka berada saat ini? Kemudian aku pun menjelaskan semuanya kepada mereka dan penjelasan itu membuat mereka khawatir. Mereka takut kalau mereka benar-benar koma karena keracunan es krim yang aku berikan kepada mereka.
–Bersambung–