
Syukurlah kegiatan ospek kami ikuti tanpa kendala sedikit pun. Enam hari pelaksanaan ospek telah berlalu dan mulai hari Senin kami akan mulai berkuliah seperti biasa.
Hari ini adalah hari Sabtu dan kini sudah jam enam sore. Seperti biasa, kami pun saling bertukar cerita untuk mengisi waktu yang kosong ini.
" Ngomong ngomong ada yang tau gak kalau universitas ini punya beberapa tempat yang sakral. "
Ucap Klara membuka percakapan.
" Masa sih? Coba ceritain! "
Ucap Riana dengan serius dan siap untuk menyimak cerita, begitu juga denganku dan juga Keyla.
" Kalian kan indigo masa sih gak bisa merasakan sesuatu padahal ada tiga tempat sakral yang sudah kita lewati semasa ospek kemarin! Padahal aku berharapnya kalian tau dan kalian yang bakalan ceritain soal tempat-tempat sakral itu ke aku. "
Ucap Klara dengan kecewa.
" Yah! Kamu gimana sih Ra? Kalau kami tau, pasti kami bakalan langsung cerita. "
Ucap Riana dengan kesal.
Kemudian Klara pun mulai kembali melanjutkan ceritanya.
Tujuh puluh delapan tahun lalu di lokasi ini katanya ada sebuah rumah yang dihuni oleh sepasang kekasih yang berasal dari negeri Paman Sam.
Mereka datang ke Indonesia untuk berlibur dan menikmati keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia.
Karena mereka cukup kaya, mereka pun memutuskan untuk membangun rumah dan pindah ke lokasi universitas ini dan membawa semua keluarganya untuk menetap dirumah yang telah di buatnya di lokasi ini.
Sepasang kekasih itu bernama Jhon Kris Valen dan istrinya bernama Sable Erika Valen. Mereka berdua memiliki anak gadis yang sangat cantik dan baik, nama anak gadis mereka itu adalah Belia Sarah Valen.
" Tunggu sebentar! Anak gadis mereka bernama Belia Sarah? "
Aku memotong ceritanya karena aku merasa tidak yakin dengan nama anak gadis yang telah diucapkan oleh Klara.
" Iya apakah ada yang salah. "
Jawab Klara dengan santai lalu kembali bertanya kepadaku.
" Udah lanjutkan ceritanya dulu nanti setelah kamu bercerita aku akan menjelaskan hal yang janggal yang aku rasakan kepada kalian. "
Ucapku menahan diri untuk bercerita lalu menyuruh Klara untuk lanjut bercerita.
" Baiklah. "
Jawab Klara dan kemudian dia pun melanjutkan ceritanya.
Di dekat lokasi ini ada pasar tradisional yang sampai sekarang masih beroperasi. Dulu keluarga mereka sangat sering berbelanja kebutuhan di pasar itu. Menurut rumor yang beredar mereka selalu tampil glamor setiap kali berpergian hingga akhirnya keglamoran mereka mengundang niat jahat para bandit yang haus akan kekayaan.
Pria itu hendak melamar putri tunggal mereka dan setelah proses pelamaran pria itu pun diberikan waktu pendekatan untuk mengenal lebih jauh lagi tentang putri tunggal mereka itu hingga akhirnya pria itu pun berhasil mengenal putri mereka lebih dekat lagi dan bahkan pria itu berhasil mengambil hati putri tunggal mereka.
Pria itu pulang dengan diselimuti kebahagiaan setelah tanggal pernikahannya telah di tentukan.
Semenjak itu pria itu sering berkunjung kerumah keluarga Valen untuk hanya untuk bertemu dengan putri tunggal mereka yang akan segera menjadi pasangan hidup si pria itu.
Pria itu sangat bahagia hingga akhirnya kebahagiaannya luntur ketika dia datang mengunjungi keluarga Valen di malam sebelum pernikahannya.
Kebahagiaannya luntur karena pada saat dia sampai di kediaman keluarga Valen dia melihat calon istrinya dan kedua calon mertuanya sudah tergeletak tanpa nyawa.
Kejadian itu membuat pria itu kecewa dan sangat marah sehingga akhirnya pria itu menyewa pembunuh bayaran untuk mencari pelaku pembunuhan keluarga Valen dan membawa para pembunuh itu ke lokasi kejadian untuk di interogasi lalu di eksekusi dengan sadis di lokasi kejadian itu.
Setelah kejadian itu rumah keluarga Valen diberikan sumpah serapah oleh pria yang sangat rapuh itu sehingga membuat rumah Valen menjadi menyeramkan dan juga angker.
Beredar kabar kalau jasad putri tunggal Valen menghilang sebelum dikebumikan dan sanak saudara keluarga Valen mencurigai bahwa itu adalah ulah si pria yang rapuh itu karena begitu jasad putri tunggal Valen menghilang pria itu pun juga ikut menghilang tanpa jejak.
Upaya pencarian menggunakan jasa pihak yang berwajib sudah dilakukan namun tetap saja tidak dapat ditemukan.
Oh ya, diketahui bahwa para pembunuh itu adalah orang orang yang tertarik atas keglamoran keluarga Valen. Para pembunuh itu adalah para bandit dari pasar tradisional yang sering dikunjungi oleh keluarga Valen untuk berbelanja.
Setelah acara pemakaman keluarga Valen tanah lokasi kediaman keluarga Valen pun di lelang semurah mungkin oleh orang yang mengaku sebagai kakak dari kepala keluarga Valen namun setelah tiga puluh tahun barulah ada peminat serius yang mau membeli lokasi ini untuk dijadikan sebuah universitas swasta yang elite.
Setelah mereka saling bernegosiasi akhirnya sang pembeli pun setuju lalu pembeli itu pun langsung mengadakan pembangunan gedung di lokasi ini sesuai rencananya hingga akhirnya setelah sepuluh tahun pembangunan jadilah universitas swasta yang sekarang ini.
Para kuli yang ikut membangun universitas ini mengaku bahwa mereka sering mengalami kejadian aneh pada saat melakukan pembangunan universitas ini sehingga sang pemilik universitas swasta ini meminta orang pintar untuk melakukan pembersihan sebelum universitas ini dibuka.
Setelah cukup lama dibuka, universitas ini pun ramai di minati hingga akhirnya terjadi kejadian aneh pada alumni terdahulu. Mereka bilang gedung praktek pisikolog sering ada hantu bule yang menampakkan dirinya begitu juga dengan di perpustakaan.
Cerita ini sempat tenar sehingga akhirnya peminat universitas ini berkurang. Karena pemilik universitas ini takut bangkrut akhirnya dia pun menawarkan pendidikan murah berkualitas elit sehingga kembali membuat universitas ini kembali ramai diminati walaupun sebenarnya kejadian aneh itu masih sering terjadi.
Bicara tentang tempat-tempat sakral di universitas ini, masih ada tiga tempat lagi yang memiliki kisah yang berbeda dan dua di antara tiga tempat itu tidak diketahui cerita yang sesungguhnya.
Jadi tempat sakral yang pertama adalah ruangan praktek pisikolog alasannya karena ruangan itu adalah bekas rumah keluarga Valen yang hanya di permak saja dan perpustakaan kampus adalah bekas paviliun si Belia Sarah Valen.
Nah tempat sakral yang ketiga adalah Lab anak biologi. Katanya ketika jam dua belas malam tiba akan ada suara rintihan kuntilanak di Lab itu katanya kuntilanak itu adalah mahasiswi terdahulu yang di temukan meninggal tanpa menggunakan busana. Diduga ini adalah kasus pembunuh dan pemerkosaan sehingga dilakukan penyelidikan namun kebenaran tidak terungkap sampai saat ini.
Pihak keluarga korban meminta pertanggungjawaban pihak kampus dan dengan penuh tanggung jawab pihak kampus pun menyelesaikan masalah ini dengan jalur damai setelah kejadian itu pihak kampus pun mengetatkan keamanan universitas ini agar peminat tidak berkurang karena merasa terancam.
Dua tempat sakral yang tidak diketahui ceritanya adalah tangga menuju lantai tiga dan kamar nomor tiga belas.
Kesakralan kedua tempat itu sangatlah misterius karena hingga sekarang masih tidak diketahui sebab akibatnya.
–Bersambung–