
" Hai Tante! Maaf ya Airin datangnya agak lama. "
Ucapku menyapa Tante Kirana setelah aku turun dari mobil.
" Iya gak papa kok Rin! "
Jawab Tante Kirana sambil tersenyum.
" Wah ternyata si kembar juga ikut! Kalian berdua apa kabar? "
Tanyaku dengan ramah ketika melihat ada Yana dan Yura yang berdiri di samping Tante Kirana.
" Kabar kami baik ka. "
Jawab mereka berdua dengan kompak sambil tersenyum manis.
" Sekarang kalian sudah besar ya! "
Ucapku kepada mereka berdua dan kemudian mereka pun tersenyum malu-malu kepadaku. Setelah itu aku pun langsung mengajak mereka semua untuk masuk kedalam mobil, masalah barang bawaan mereka akan diurus olehku dan Darius. Kami yang akan mengangkat barang bawaan mereka kedalam bagasi mobil.
Setelah semuanya siap, kami pun masuk ke dalam mobil lalu langsung saja kami berangkat kembali menuju rumah sakit.
Di perjalanan menuju ke rumah sakit aku bercerita-cerita bersama Yana dan juga Yura.
Aku menanyakan tentang sekolah mereka dan juga hal yang lainnya hitung-hitung basa-basi untuk pendekatan kembali setelah cukup lama kami tidak berjumpa.
Kami terus bercerita panjang lebar dan sesekali Tante Kirana juga ikut bercerita dengan kami membahas apa pun yang menurut kami asik untuk dibahas hingga akhirnya Tante Kirana pun terfokus pada Darius.
Tante Kirana bertanya kepadaku siapa pria yang sedang menyetir mobil ini lalu aku pun menjawab kalau dia adalah teman satu kampusku. Tante Kirana tidak percaya dan menduga bahwa Darius adalah kekasihku. Mendengar dugaannya itu aku sontak merasa malu lalu berbisik kepada Tante Kirana.
" Tante apa-apaan sih malu tau! "
Aku merasa tidak enakkan dengan dugaan si Tante dan kemudian Tante Kirana pun terus menggodaku hingga akhirnya Darius pun angkat bicara.
" Doakan saja Tan, semoga kami bisa jadian. "
Aku tidak menyangka dengan ucapannya itu. Dia mengatakannya sambil tersenyum humoris dan membuat satu mobil mengucapkan kata " Cie... " Mereka semua menggodaku dan membuat aku semakin merasa malu tapi di sisi lain aku mau doa Darius itu terkabul. Darahku mendidih rasanya, hatiku gembira mendengar doanya itu tak perduli jikalau dia hanya bercanda, aku akan mengaminkan doanya tadi supaya benar-benar terkabul. Karena sejak pertama kali aku melihatnya, aku Lang menempatkan hatiku untuknya.
Setelah menempuh waktu yang cukup lama, akhirnya kamipun sampai di rumah sakit. Aku, Tante Kirana, dan si kembar Yana dan Yura turun di luar gerbang parkiran dan kemudian kami pun langsung pergi ke ruangan ka Adit. Sedangkan Darius akan memarkirkan mobilnya terlebih dahulu, katanya nanti dia akan menyusul kami keruangan ka Adit.
" Mah! Lihat pipinya ka Airin berwarna merah muda, sepertinya dia sedang kasmaran. "
" Cie.. "
Sambung Yana dengan iseng lalu Tante Kirana pun menyuruh mereka untuk diam karena ini adalah rumah sakit. Seketika Yana dan Yura pun jadi murung lalu aku mentertawakan mereka dan membalas godaan mereka tadi.
" Ha.. ha.. ha.. karma berlaku tau! "
Ucapku dengan iseng lalu mereka pun menjadi semakin murung.
Kami terus berjalan sambil berdiam-diaman hingga kami sampai di ruangan ka Adit.
" Selamat datang Tante! "
Sambut Klara dan juga Riana lalu aku pun memperkenalkan kedua temanku kepada Tante Kirana dan juga si kembar yang masih murung gara-gara teguran dari ibunya tadi ditambah sindiran dariku. Mereka berdua memang sangat mudah terbawa perasaan dan akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyetabilkan emosinya. Mereka juga sangat peka terhadap perasaan siapa saja yang dekat dengannya.
" Airin, kamu bilang kamu dan teman-temanmu harus belanja kebutuhan untuk di asrama kan! Kamu bisa pergi sekarang ini belanjanya pake kartu Tante aja. "
Ucap Tante Kirana kepadaku sambil memberikan aku kartu kreditnya untuk aku berbelanja kebutuhan asrama.
" Nggak usah Tan, Airin masih ada pegangan yang cukup kok. "
Aku menolaknya karena aku merasa tidak enakkan.
" Udah nggak papa kok! Ini kartunya ambil aja, yang udah ada di simpan aja untuk jaga-jaga barang kali ada kebutuhan di kampus nanti. "
Tante Kirana bersikeras menyuruhku untuk memakai kartunya dan aku tidak bisa menolak lagi. Aku hanya bisa tersenyum lebar lalu berterimakasih kepadanya. Kemudian kami pun langsung pamit untuk pergi berbelanja kebutuhan selagi hari masih siang. Pada awalnya aku mengajak si kembar untuk ikut berbelanja namun Tante Kirana menahan mereka dengan alasan si kembar akan bergantian menjaga ka jika Tante Kirana merasa lelah. Si kembar pun tambah murung untuk membuat mereka ceria, aku pun menawarkan mereka pesanan yang nantinya akan aku belikan untuk mereka. Dengan ceria mereka pun meminta es krim cup yang besar, tanpa berpikir panjang aku pun langsung menyetujuinya lalu pergi bersama kedua temanku untuk mencari taksi terlebih dahulu. Setelah mendapatkan taksi kami pun langsung berangkat menuju ke mall terdekat.
Tak terasa waktu libur kami hanya tersisa hari ini saja. Besok kami sudah harus berada di sana, agar tidak terlambat sebelum kami ke mall kami memutuskan untuk ke loket bus terlebih dahulu. Kami akan membeli tiket pulang ke universitas kami yang sebenarnya tidak terlalu jauh. jika ka Adit baik-baik saja mungkin dia bisa mengantar kami.
Setelah membeli tiket kami pun langsung saja berangkat menuju mall terdekat. Rencananya kami akan membeli beberapa pakaian dan juga kebutuhan anak asrama pada umumnya. Semua kebutuhan yang wajib kami beli sudah ada dalam catatan yang di bagikan di grup WhatsApp yang di beri nama Pendatang baru asrama.
Pada saat sampai di mall kami pun langsung masuk dan mencari barang barang yang kami butuhkan, tak hanya itu setelah berbelanja kami pun menyempatkan untuk menyantap makanan Jepang yang tak sengaja kami lihat di daftar menu sebuah restoran. Setelah menyantap makanan Jepang kami hendak pulang, namun tak sengaja kami melihat poster film bioskop yang sedang tayang. Karena menarik kami pun langsung pergi mencari lokasi bioskop lalu membeli tiket dan menunggu sampai pintu teater di buka.
Hari ini adalah hari yang paling menyenangkan bagiku. Aku bersenang-senang sesuka hatiku dan untuk kesenangan ini aku tidak sedikitpun menggunakan kartu kredit Tante Kirana. Aku menggunakan kartu kredit Tante Kirana hanya untuk membeli kebutuhan saja sesuai dengan amanahnya tadi.
Kami terlalu asik berbahagia sampai larut malam, kami lupa kalau kami sudah memesan tiket bus. Kami baru mengingatnya ketika kami keluar dari dalam mall. Kami merasa bingung dan tidak tau harus apa, kami hanya bisa mengikhlaskan tiket bus kami hangus. Dengan kecewa kami pun kembali ke rumah sakit, kami menyesali kebahagiaan kami yang berlebihan.
–Bersambung–