
Sesampainya di asrama, Klara pun menunjukkan kepada aku dan Riana kamar yang akan kami tempati.
" Ini sudah ada satu ranjang yang terisi, di mana orangnya? "
Tanya Riana ketika melihat ada satu ranjang yang sudah tertata rapi dengan bad cover berwarna biru.
" Oh iya itu ranjang saya, saya juga satu angkatan sama kalian. "
Jawab Klara sambil membuka lemarinya dan kemudian dia pun mengambil dua lipatan kain berwarna biru lalu dia menghampiri aku dan Riana dan kemudian dia pun mengeluarkan tangannya untuk memberikan kain itu kepada kami.
" Apa ini? "
Tanyaku kepadanya, dia memberikan aku satu dan begitu juga dengan Riana.
" Itu bad cover, silahkan pasang masing-masing ya! Kalian bebas pilih ranjang yang mana. "
Jelas Klara dengan ramah dan setelah kami mengetahui kalau itu adalah bad cover, kami pun langsung memasangnya kepada kasur yang sudah kami pilih masing masing.
Aku memilih ranjang yang ada di bawah ranjang yang telah di pilih oleh Klara, sedangkan Riana memilih ranjang yang berada di sebelah ranjang ku. Ranjang atasnya masih kosong dan kemudian karena penasaran Riana pun bertanya kepada Klara.
" Apakah ranjang yang di atas ranjang ku ini kosong? "
Lalu Klara pun melihat kearah Riana dan menjawab.
" Tidak, ranjang sisa itu akan ditempati oleh mahasiswi baru yang belum datang. Kalau tidak salah namanya Keyla. "
Sepertinya nama itu tidak asing bagiku, kemudian aku pun berpikir sejenak dan berusaha mengingat nama yang menurutku tidak asing bagiku.
" Apakah kamu tau nama panjangnya? "
Tanyaku kepadanya dan kemudian dia pun bilang kalau dia lupa nama panjang orang itu, lalu dia pun bertanya kepadaku.
" Kenapa kamu tanya nama panjangnya? Apakah kamu merasa mengenalinya? "
Lalu aku pun menjawab.
" Sepertinya sih begitu, soalnya namanya nggak asing bagiku. "
" Oh gitu. "
Ucap Klara sambil mengangguk. Kemudian Klara pun membantu kami untuk beres-beres barang bawaan kami dan meletakkannya sesuai dengan tempatnya masing-masing.
Dikamar ini, ada empat lemari dan empat meja belajar. Ada dua kamar mandi dan sepasang ranjang bertingkat. Ada dapur yang tidak terlalu besar dan di dapur itu ada kulkas, microwave, dan juga kompor listrik. Kata Klara, kamar ini adalah kamar yang termasuk ke dalam kategori VIP. Ini adalah salah satu fasilitas yang diberikan kepada mahasiswa maupun mahasiswi yang mendapatkan beasiswa.
Klara banyak mengetahui tentang universitas ini karena dia mengetahuinya dari sahabatnya yang bernama Darius. Dan setelah aku tanya kepadanya apakah Darius yang dia maksud adalah Darius yang kukenal lalu dia pun menjawab kalau dia kurang tau.
" Kamu punya fotonya nggak? "
Tanyaku kepadanya.
Jawabnya dan kemudian dia pun membuka handphonenya lalu mencarikan foto itu lalu setelah dia menemukannya, dia pun langsung menunjukkannya kepadaku.
" Dia senior kita kan? "
Tanyaku setelah melihat foto itu dengan jelas dan aku yakin kalau Darius yang ini adalah Darius yang pernah menginap di yayasan rumah lalu.
" Iya, kalian kenal dimana? "
Tanya Klara penasaran, lalu aku pun menjawab kalau aku kenal Darius di sekolahku ketika Darius mempromosikan universitas ini di sana. Tak hanya itu, aku juga cerita kepada Klara kalau Darius juga sangat mirip dengan mendiang sahabatku yang bernama Varel lalu aku pun menunjukkan foto mendiang Varel dan kemudian untuk memastikannya kami membandingkan foto mereka berdua dari handphoneku dan juga handphonenya.
Klara pun seketika berdecak kagum atas hal ini. Dia merasa ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan sebuah takdir dari Tuhan.
Karena hal yang ajaib ini, Klara pun jadi penasaran dengan asal usul ku dan sambil beres beres aku pun menceritakannya kepada Klara. Aku menceritakannya dari awal sampai akhir dan terkadang dia bertanya ketika ada hal yang membuatnya takjub. Kami terus bercerita sampai selesai beres beres pun kami masih belum selesai bercerita. Kata Klara ceritaku ini sangat menarik maka dari itu dia memintaku untuk tidak berhenti bercerita hingga selesai dan cerita ini pun baru selesai pada pukul dua belas siang.
" Wah, mendengar ceritamu aku jadi ingin mengalaminya. "
Ucap Klara dengan takjub.
" Serukan? Walaupun begitu, hidup sebagai orang yang memiliki kemampuan seperti itu memiliki resiko yang tidak main-main loh! "
Ucapku kepadanya dan kemudian dia pun mengangguk untuk memahami penjelasanku.
Kemudian, Klara pun teringat kalau sebentar lagi waktu makan siang akan segera tiba, kemudian dia pun mengajak aku dan Riana untuk pergi ke dapur asrama jika mau makan secara ketering jika tidak kami bisa masak sendiri di dapur yang ada di kamar kami ini.
Setelah dipertimbangkan, kami pun memutuskan untuk memilih masak sendiri saja kemudian aku pun mengajak Klara dan Riana untuk berbelanja, namun Klara bilang tidak usah karena didalam kulkas sudah ada bahan yang bisa kami masak. Bahan bahan itu sudah disediakan sejak awal sebelum kami datang dan itu semua bisa kami gunakan dengan gratis. Untuk mengisi kulkas itu kembali barulah kami harus mengeluarkan uang.
" Baiklah kalau begitu, Mari kita masak soalnya perutku sudah berbunyi. "
Ucap Riana sambil tertawa kecil.
Dia membuat aku dan Klara ikut tertawa kecil dan kemudian kami pun langsung menuju dapur untuk masak menu makan siang kami.
Ketika di dapur, kami pun langsung saja membuka kulkas dan melihat bahan bahan yang bisa kami masak lalu kami pun memutuskan untuk memasak sup ayam saja dan kemudian kami pun membagi tugas masing-masing dan dengan segera kami pun melakukan tugas yang telah dibagikan. Kami melakukannya sambil menceritakan tentang isu universitas ini. Kata Klara universitas ini menyediakan fasilitas yang luar biasa sebagai penarik agar banyak orang yang mau masuk ke universitas yang memiliki banyak sisi gelap ini.
Kata Klara universitas ini dulunya sering mendapatkan kasus kematian misterius dan katanya ada kemungkinan kasus itu akan kembali terjadi. Bagian keamanan universitas ini juga sering di ganggu dengan hal hal gaib dan bagian keamanan sering sekali ditukar karena banyak yang melapor bahwa mereka sudah tidak tahan dengan gangguan gaib itu.
Konon katanya kejadian aneh biasa terjadi pada saat pukul tiga subuh sampai pukul lima pagi maka dari itu universitas ini sangat melarang ada orang yang keluar pada saat jam segitu dengan alasan apapun sangat dilarang. Namun, sepertinya itu tidak menggangu karena pada umumnya orang masih tertidur pulas pada pukul segitu.
Kata Klara, orang yang terbangun di kisaran waktu yang terlarang itu adalah orang yang sangat tidak beruntung. Gangguan itu akan datang dari luar kamar tidak akan sampai masuk karena setiap kamar sudah dilindungi pagar gaib. Jika ada gangguan, janganlah sekali kali berpikir untuk keluar kamar untuk menjawab rasa penasaran karena akibatnya akan sangat fatal.
–**Bersambung–
Pengumuman**: