
Waktu semakin berjalan, tak terasa kini saatnya melaksanakan rencana balas dendam mereka. Saat ini Anggi telah sten by menanti kedatangan sang aktris, sementara Purwono dan Malik saat ini sedang berada di dapur. Mereka tengah menjalankan tugas mereka masing masing.
Anggi melihat ke arah peserta pesta yang tampak telah berkumpul, terlihat Angkasa yang tampak tampan mengenakan jas, dan tiket VVIP bersama kedua orang tuanya. Wajar saja ini adalah acara bergengsi, dan pastinya beberapa orang ikut dalam acara ini juga memiliki niat tertentu. Mungkin saja salah satunya untuk mengikuti pelelangan yang akan menjadi ajang pencucian uang mereka. Karen menurut informasi yang beberapa waktu lalu mereka terima, bahwa bukan hany kalung incaran mereka saja yang ada, tetapi ada beberapa.
Bazar dan festival terbesar hanyalah topeng untuk menyembunyikan pencucian uang yang akan mereka lakukan. Dan berlian incaran mereka adalah yang terbesar untuk pencucian uang tersebut, yang saat ini berada di tangan tuan Buana Abraham.
"Semua siap? Sang bintang utama telah datang," ujar Agung tersenyum ketika melihat sang aktris datang, acara memang belum di mulai, karena sang aktris akan bersiap siap saat acara belum mulai.
Mendengar arahan dari Agung, semua team bersiap siap untuk melancarkan aksi mereka. Sang aktris papan atas datang untuk mengganti pakaiannya, di bantu dengan Anggi. Baru saja sang aktris datang untuk mengganti pakaiannya. "Halo kak, selama datang, kita make over dulu ya, baru ganti pakaiannya," ujar Anggi sopan.
Namun di depan pintu tampak terjadi keributan yang membuat beberapa keamanan keluar, dan melihat sumber keributan. "Saya ini tamu VVIP loh, kok tidak bisa masuk?" Angkasa terdengar kesal di buat beberapa pihak keamanan.
Di saat yang bersamaan Anggi memasukkan berlian ke dalam kantung.
"Kok gini keamanannya? " Angkasa terdengar protes di luar sana. "Ini bukti undangan VVIP saya.m," Angkasa memberikan undangan VVIP dari dalam jasnya.
"Maaf sebelumnya," ujar pihak keamanan tersebut. Kemudian Angkasa masuk karena ingin berfoto dengan sang aktris, setelah menunjukkan kartu VVIP.
Sementara Anggi mendekat dan diam diam memasukkan kalung ke dalam jas Angkasa. Bersamaan Angkasa memasukkan undngan VVIP ke dalam jasnya, jelas orang tidak akan sadar, pasalnya Angkasa saat ini sudah berada di belakang sang aktris, yang bersiap siap untuk di potret bersama dengan Angkasa.
"Kak saya fans berat kakak loh," ujar Angkasa tampak begitu antusias mengajak sang aktris bersalaman.
"Iya terimakasih," ujar sang aktris tak curiga sedikitpun, pasalnya ia sudah biasa menghadapi fans yang seperti Angkasa ini.
Setelah sesi foto bersama aktris selesai Angkasa segera pergi dan mendatangi Purwono, Purwono tampak menyajikan sebuah minuman di dalam nampan untuk Angkasa. Angkasa segera meminumnya, sembari memasukkan kalung berlian ke dalam nampan yang berisi beberapa gelas kotor. "Terimakasih, selanjutnya giliran mu."
Purwono sedikit gugup ketik menjalankan aksinya, beberapa kali ia merasakan lehernya tercekik karena gugup dengan aksinya.
"Kenapa aku ikutan sih?" gumam Purwono melihat sekeliling. Purwono masih tampak sedikit gugup.
Setalah masuk ke dalam ruang dapur, Purwono segera berjalan ke arah pencuci piring, di mana Malik telah menunggui di sana dengan beberapa tumpukan piring kotor. Purwono segera meletakkannya tepat di hadapan Purwono.
"Semoga sukses," bisik Purwono meninggalkan Malik yang kini memasukkan kalung tersebut ke dalam kantungnya.
Malik kemudian izin memasuki toilet, "Maaf saya permisi ke toilet boleh tolong gantikan saya?"
"Iya tapi jangan lama," ujar rekannya, segera mengambil alih piring kotor.
"Maaf tidak janji, pasalnya saat ini sedang mules," ujar Malik tersebut tidak enak. Malik segera bejalan menuju toilet, dan memasuki bilik toilet yang di sampingnya terdapat tanda bahwa bilik sedang tidak dapat di gunakan, karena sedang mampet.
Malik mengetuk dinding bilik di sampingnya, tampak kaki Robbi mengetuk lantai, menandakan telah sip, Malik mengoper kalung berlian tersebut, sementara Robbi memulai aksinya, Malik menungguinya.
Sementara itu Anggi sedikit gelisah karena kalung belum juga di kembalikan. "Apa sudah selesai? Make up artisnya hampir selesai," ujar Anggi kepada reka rekannya.
"Ini hampir selesai," jawab Robby membuat Anggi sedikit bernafas lega.
Sementara Robby mengganti semua berlian yang terdapat di kalung tersebut. Angkasa, Agung, dan Nadia tampak mulai membuat pesta sedikit kacau. Nadia dengan sengaja menumpahkan sesuatu di karpet, hingga membuat beberapa petugas harus membersihkan karpet tersebut. Sementara Agung segera memotong kartu nama laki laki tersebut, demi mendapat akses ke dalam ruangan pembersih.
Setelah mendapatkannya, Angkasa mengecoh beberapa staf acara dengan mendatangi sang pembawa acara. "Angkasa," Angkasa menjabat tangan laki laki itu.
"Ah iya, saya sangat mengagumi mu, nanti saat saya ada acara, mungkin saja saya dapat mengundang anda untuk menjadi pembawa acara di tempat saya," ujar Angkasa tersenyum manis ke arah wanita tersebut.
"Benar kah?"
Saat sedang berbincang, Agung memanfaatkan kesempatan untuk mengambil sebuah flashdisk, dan menyalin semua datanya. "Bagaimana Dil?" Agung tampak santai membersihkan beberapa peralatan di atas tempat tersebut, memotret name tag orang tersebut.
"Hampir selesai," ujar Fadila tampak memegang beberapa komputer di dalam mobilnya, yang letaknya tak jauh dari tempat acara, menunggu anggota uang lain untuk kembali.
"Kalung telah selesai, Malik akan segera membawanya," terdengar suara Robby di dalam sana.
"Baiklah aku masih mengecoh Buana Abraham," ujar Melvin yang saat sedang mengulur waktu kedatangan Buana Abraham.
Malik segera mengembalikan kalung tersebut ke dalam sakunya dan masuk ke dalam dapur kembali.
"Kemana sih? Kok lama?" Seorang rekan menegur Malik yang tampak tersenyum tidak enak.
Malik melihat seorang pelayan hendak membawa minuman segera mencegatnya. "Ya sudah aku antar ini ke depan saja, nanti aku yang mencuci piring, tunggu saja di sini," ujar Malik sedikit gugup dan bingung memikirkan cara untuk menemui rekamnya Purwono.
"Purwono meluncur mendekat ke arah Malik," ujar Angkasa mendengar ketegangan dari nada bicara Malik.
"Ok sip," ujar Purwono segera berjalan menuju arah dapur. "Bos tunggu di depan."
Bagaimanakah selanjutnya?
...........
Give away time. Untuk teman teman yang ingin menghasilkan pulsa sebanyak 20K untuk 2 orang, yuk segera ikutan giveaway.
Caranya mudah kok.
Follow
Like
Komentar apa saja, mu kritik, saran, atau apa aja deh.
jangan lupa kasih hadiahnya berupa mawar secangkir kopi atau votenya ya...
Abaikan othor, sesungguhnya othor tidak ikut di dalamnya, hanya saja menyemangati diri sendiri dengan memberikan banyak dukungan untuk diri sendiri.
"JFI : BAGI YANG IKUT GIVEAWAY, JANGAN CUMAN BERI DUKUNGAN DARI VOTE DAN JUGA HADIAH YA, SOALNYA KOMENTAR JUGA DIMINTA, JADI TOLONG KOMENTAR YA. APA KEK, MISAL; OTHOR CANTIK GITU WKWKWK, APA AJA DEH YANG ENTING KOMENTAR YA, MAU MASUKAN KRITIKAN ATAU APA LAH YANG MEMBANGUN YA...
Terimakasih...