
Mila kini tengah di kunjungi ayahnya, sungguh ia sangat malu dengan apa yang di lakukan oleh anaknya itu, namun anak tetap anak.
"Kenapa kamu melakukan ini?" Pak Prabu itu tampak pusing mendengar kelakuan anaknya yang mencoreng nama baik dirinya, sebagai seorang jendral besar.
Mila tampak berfikir, ia bingung harus menjawab apa. Papanya tak akan mungkin percaya dengan ucapannya. Mila mencoba memutar kembali otaknya, ia tak ingin di penjara. Ada seseorang yang harus di salahkan dalam tindakannya. Jika salah satu dari korbannya itu tidak mungkin.
Tiba tiba sudut bibir Mila tertarik halus, tanda ia telah menemukan kambing hitam dari perbuatannya. "Ini karena mama," ujar Mila tiba tiba.
Ya, kali ini Mila akan mengorbankan mamanya sendiri, ia akan membuat seolah olah ini adalah bentuk protes dari kelakuan mamanya. Sekali lagi ia akan melakukan segalanya demi bisa lolos dari jeratan hukum, bahkan dengan mengorbankan mamanya.
"Mama?" Pak Prabu bingung dengan ucapan anaknya. Bagaimana mungkin istrinya yang menjadi penyebabnya? Bahkan istrinya itu lah orang yang sangat menyayangi Mila menurutnya. Selalu mencari sesuatu hal yang terbaik untuk anaknya, bahkan baru saja kemarin mamanya mengabulkan keinginan Mila untuk bermain piano, dan membelikannya piano termahal.
"Iya, asal papa tahu saja, aku kesal karena papa ga pernah ada waktu untuk aku, sementara mama? Wanita itu sibuk selingkuh," ujar Mila berapi api, ia bahkan membuang pandangannya, dengan sedikit menarik sudut bibirnya.
Mila meneteskan air matanya, memposisikan dirinya sebagai seorang korban. Korban dari mamanya yang berselingkuh, dan membuat psikis sirinya terganggu, sehingga melakukan hal hal yang seharusnya tidak di lakukan oleh anak SMA.
"Agh... aku benci papa, aku benci mama, aku benci kalian," teriak Mila dengan nyaring.
Kepiawaiannya dalam berakting membuat beberapa petugas menjadi kasihan. Pasalnya sejak tadi di interogasi, Mila tak pernah membuka suaranya, baik itu mengenai kehidupan pribadi, bahkan tentang alasan dirinya melakukan semua itu. Mila baru mau membuka suara setelah ayahnya sendiri yang mengintrogasi dirinya.
"Mohon semuanya keluar sebentar, saya ingin berbicara dengan anak saya," perintah atasan adalah sesuatu hal yabg harus di penuhi, sehingga semua keluar dari ruangan tersebut menyisihkan Mila dan pak Prabu. Mila tampak tertekan, dan menangis tersedu-sedu. Seolah benar benar terpukul akan kenyataan yang ia ceritakan. "Selingkuh? Maksud kamu?"
Pak Prabu jelas masih sedikit sangsi dengan pernyataan Mila, jelas jelas ia selalu meletakkan anak buahnya sebagai supir pribadi istirnya, Supriadi namanya.
Bagaimana Supriadi bisa menjadi selingkuhan istrinya? sementara itu merupakan salah satu anak buah kepercayaannya, yang selalu menyampaikan segala laporan tentang kegiatan mereka? Lalu kenapa selama ini Supriadi tak pernah melaporkan kepada dirinya? Apa dia telah di ancam atau di sogok oleh istrinya?
"Iya dia selingkuh dengan supirnya. Orang kepercayaan papa, Supriadi." Mila berucap dengan menunduk, seringai di bibirnya tak pernah lepas, ia akan segera terbebaskan. Meski kedua orang tuanya harus berpisah.
"Jangan ngaur kamu," pak Prabu jelas tak percaya, bagaimana mungkin ini semua terjadi?
"Iya pa, aku lihat sendiri, ini buktinya," ujar Mila menyerahkan ponselnya. "Karena itu sejak tadi aku tak ingin menyerahkan ponsel ku karena aku tak ingin mereka melihat video ini," lanjut Mila sesegukan.
Flashback.
Kemarin setelah melihat kemesraan ibunya dengan Supriadi, Mila tak dapat tidur. Ia berpikir kemungkinan kecil ia akan masuk ke dalam penjara, karena bukti dirinya menyekap Fadila memang kuat. Mila akhirnya memutuskan untuk mencari kambing hitam. Namun saat berfikir kembali, Mila segera berjalan ke arah balkon kamarnya. Tanpa sengaja melihat mamanya dan supir pribadi sekaligus orang kepercayaan papannya tengah bertukar saliva (ber*ci*uman)
Senyum di bibir Mila terbit, ia membuat foto tersebut secara diam diam. Kemudian setelah melihat ibu dan selingkuhan nya memasuki rumah, Mila yakin bahwa ibunya akan ke kamar milik kedua orangtuanya. Mila segera masuk ke dalam kamar papanya.
Mila masuk ke dalam lemari, dan meletakkan ponselnya. Kemudian keluar dari sana. Benar saja Dugan Mila bahwa merek memasuki kamar orang tuanya. Tanpa rasa bersalah Mila segera masuk ke dalam kamarnya.
Setelah pagi hari barulah ia menyusup masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya, tampak ibunya masih terlelap di sana. Setelah mengambil ponselnya, Mila mendekati ibunya, dan membelai wajahnya.
"Ini semua salah mu, dan keinginan mu. Keputusan mu menyelingkuhi papa merupakan sesuatu yang amat salah. Kini saat nya kau menggantikan kesalahan ku, aku yang akan naik ke posisi mu," ujar Mila pelan.
^^^Saat ini kau masih bisa tersenyum, tapi besok kau akan habis. Mila berucap di dalam hatinya, namun bibirnya tetap tersenyum.^^^
"Nikmati hari hari bapak," ujar Mila ramah kepada Supriadi, tak seperti biasanya.
flashback off.
Mata pak Prabu terbelatak melihat adegan dewasa di ponsel anaknya, yang tak lain bintangnya adalah istri dan orang kepercayaannya. Mereka tampak begitu menikmati momen tersebut, saling berucap cinta, dan sesekali ber*ci*uman. Pak Prabu meletakkan ponselnya kembali, ia memandang anaknya yang masih sesegukan. Hati seorang ayah sekaligus suami terkoyak melihat hal tersebut. Anaknya yang masih di bawah umur melihat adegan dewasa perselingkuhan orang tuanya, pantas saja anaknya menggila.
"Ini... Bagiamana mungkin..." gumam pak Prabu dengan suara nyaris hilang, pak Prabu meremas rambutnya, dengan kencang.
"Aku yakin anak yang ada di dalam kandungannya bukan anak papa..." ujar Mila sesegukan.
"Kau benar, papa harus melakukan sesuatu," pak Prabu kini mengepalkan tangannya, amarahnya kini telah di ubun ubun. "Pokoknya kamu lampirkan bukti ini. Biar papa yang urus ini sebagai tindakan kelalaian dari mama kamu. Kamu tenang saja pokoknya kali ini kamu akan lolos."
^^^Sorry ma, aku harus lakuin ini semua untuk menyelamatkan diri ku. Salah sendiri selingkuh dari papa.^^^
...........
Give away time. Untuk teman teman yang ingin menghasilkan pulsa sebanyak 20K untuk 2 orang, yuk segera ikutan giveaway.
Caranya mudah kok.
Follow
Like
Komentar apa saja, mu kritik, saran, atau apa aja deh.
jangan lupa kasih hadiahnya berupa mawar secangkir kopi atau votenya ya...
Abaikan othor, sesungguhnya othor tidak ikut di dalamnya, hanya saja menyemangati diri sendiri dengan memberikan banyak dukungan untuk diri sendiri.
"JFI : BAGI YANG IKUT GIVEAWAY, JANGAN CUMAN BERI DUKUNGAN DARI VOTE DAN JUGA HADIAH YA, SOALNYA KOMENTAR JUGA DIMINTA, JADI TOLONG KOMENTAR YA. APA KEK, MUSAL; OTHOR CANTIK GITU WKWKWK, APA AJA DEH YANG ENTING KOMENTAR YA, MAU MASUKAN KRITIKAN ATAU APA LAH YANG MEMBANGUN YA...
Terimakasih...