The controller

The controller
Cemburunya



Sementara itu di tempat pak Prabu, tampaknya laki laki dengan pangkat tinggi tersebut sedang termenung di kantornya. Ia memikirkan apa yang ia lakukan dengan anak angkatnya tadi malam, bahkan melangsungkannya kembali di pagi hari, ketika ia terbangun. Sungguh tubuh itu benar benar membuatnya tak bisa jauh dari pemiliknya.


Flashback.


Pak Prabu menggeliat merasakan tangan hangat tengah berada di pinggangnya, sementara nafas teratur menerpa bahunya. Pak Prabu membuka matanya, laki laki itu tersenyum melihat Mila yang tengah menikmati pelukannya. Wanita itu benar benar menunjukkan siapa dirinya di atas tempat tidur, pak Prabu menyukainya.


Laki laki itu menyingkirkan selimut dari atas tubuh mereka, dan pemandangan yang indah kembali tampak, akhirnya pak prabu terpancing dan kembali melakukan aksinya, yang membuat mereka sama sama menikmati pagi itu.


Flashback end.


Ponselnya berbunyi, membuat kesadaran pak Prabu kembali ke tempatnya. Bahkan pak Prabu tersenyum ketika melihat nama yang tertulis di ponselnya.


"Halo sayang?" Pak Prabu sedikit salah tingkah ketika mengatakannya.


"Halo papa sayang," Mila terdengar begitu manja di sana. "Kapan pulang?"


"Hm, sebentar lagi. Jam kerjaku akan selesai," pak Prabu senang bukan main ketika mendengar nada manja dari Mila.


"Oh, cepat pulang aku punya kejutan untuk adik papa," ujar Mila dengan nada sedikit menggoda di ujung sana.


Pak prabu melebarkan senyumnya, bahkan menggigit bibirnya, membayangkan apa yang akan di berikan oleh Mila. Sudah pasti pak Prabu mengerti arah pembicaraan Mila.


"Aku akan kembali secepatnya, setelah aku selesai dengan jam kerja ku," ujar pak Prabu mulai sedikit resah dalam duduknya, bayangannya kembali kepada kegiatan panas mereka. "Mau titip sesuatu?"


"Hm, kamar kita bisa ada connecting room nya ga? Soalnya aku takut mereka curiga," ujar Mila dengan manja.


"Papa usahakan ya sayang," ujar pak Prabu.


"Ok makasih bay daddy," kembali nada suara Mila ia buat begitu menggoda.


Pak prabu segera meletakkan ponselnya, ia tampak menimbang sesuatu yanga ada di pikirannya, akhirnya ia memilih untuk kembali. "Pak..."


Salah seorang anak buahnya menegur pak Prabu yang tampak terbengong melihat ponselnya, wajahnya memerah. Beberapa bawahannya cukup prihatin dengan apa yang terjadi kepada atasannya.


"Aku akan kembali aku sedikit tidak enak badan," ujar pak Prabu segera meninggalkan tempat tersebut.


"Baik Ndan, hati hati," ujar beberapa orang itu sembari memberi hormat kepada pak Prabu.


Pak Prabu segera berjalan menuju ke arah mobilnya, sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya. "Anak ini benar benar."


..........


Kembali lagi kepada rombongan Agung yang tengah berlatih menjadi komplotan pencuri profesional. Anggi saat ini mengambil pesanan kepada seorang kurir.


"Terimakasih," ujar Anggi ketika menerima pesanan mereka.


"Sama sama," ujar kurir tersebut. "Kalau mau pesan apa apa lagi, silahkan hubungi kami kak."


"Iya bang, nanti kalau ketemu di aplikasi lagi," ujar Anggi tersenyum ke arah kurir tersebut, ia tahu kurir tersebut hanya melancarkan aksi modusnya.


"Iya neng, saya permisi dulu," ujarnya sedikit lesu, karena tidak bisa melancarkan aksi modusnya. "Ngomong ngomong itu nomor neng kan?"


"Engga bang itu nomor pacar saya, kami lagi ada tugas kelompok di dalam, jadi pakai nomor pacar saya aja," ujar Anggi tersenyum manis ke arah laki laki tersebut.


"Ya sudah neng, saya permisi dulu ya," Anggi tersenyum melihat wajah lesu laki laki tersebut, jelas ia telah mengetahui jenis jenis modus yang di lancarkan beberapa laki laki yang mencoba mendekatinya.


Tanpa Anggi sadari Agung mengintip dari atas, sedikit meremas ponselnya. Kesal karena jelas tahu kenapa kurir tersebut berlama lama di sana. Pastinya kurir tersebut sedang bermodus ria kepada Anggi.


Anggi segera mengunci pintu pagar kemudian masuk dengan membawa beberapa pizza dan minuman untuk mereka. "Sini biar aku saja, lain kali kalau pesannya ramai ramai, biar yang lain saja, atau ajak yang lain jika aku sibuk," ujar Agung segera mengambil alih semua bawaan dari Anggi.


"Minumnya biar aku saja," ujar Anggi segera mengambil alih minuman yang jumlahnya lumayan banyak. Mereka berjalan berdampingan hingga sampai di tempat latihan mereka.


"Wah makanan datang guys," seru Purwono segera membantu Agung membawa pizza-nya.


"Yup, nah tugas kalian silahkan isi ini," ujar Anggi menampakkan sebuah kertas yang baru saja ia print.


"Apa ini?" Anggi melihat kertas tersebut dengan bingung. Soal ujian? Apa ini salah satu bank soal yang kemungkinan akan muncul di ujian akhir sekolah mereka?


"Itu soal yang akan muncul nantinya," ujar Angkasa santai.


"Apa?!" Purwono dan Malik jelas terkejut mendengarnya. Mereka berebutan kertas yang baru saja keluar dari printer. "Ah... langsung juara umum aku kalau begini!"


"Sok iya," ujar Angkasa bergeleng melihat tingkah keduanya.


"Lah iya lah, lagian kan hacker ada di sini, jelas lah untuk dapat soal mah gampil," ujar Malik tampk berbinar. "Lagian nih ya, lo ga perlu lagi kirim WhatsApp ke seluruh anggota keluarga, yang berisi. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, saya Purwono Aditiya Ardana meminta maaf yang sebesar besarnya kalau selama ini saya ada salah, besok saya akan mengadakan ujian akhir, mohon doanya agar saya dapat lulus."


"Apaan sih gua ga gitu ya, itu lo," kesal Purwono hendak menarik Malik yang tampak amat sangat mengesalkan di matanya. Pasalnya Malik saat ini membocorkan rahasianya dulu saat dirinya akan mengikuti ujian Nasional di sekolah menengah pertama.


"Ciah, gue masih punya SMS lo..." ejek Malik semakin membuat Purwono kesal bukan main.


"Lo gitu juga lo," ujar Purwono tak ingin kalah.


"Mana, lagian nih ya, gue belajar ya," ujar Malik menyombongkan diri.


"Cih ternyata kekuatan doa lebih hebat dari kekuatan belajar. Buktinya gue lebih tinggi hasil UN SMP daripada lo," ejek Purwono mengembalikan keadaan.


"Awas lo ya..."


...........


Give away time. Untuk teman teman yang ingin menghasilkan pulsa sebanyak 20K untuk 2 orang, yuk segera ikutan giveaway.


Caranya mudah kok.



Follow


Like


Komentar apa saja, mu kritik, saran, atau apa aja deh.


jangan lupa kasih hadiahnya berupa mawar secangkir kopi atau votenya ya...



Abaikan othor, sesungguhnya othor tidak ikut di dalamnya, hanya saja menyemangati diri sendiri dengan memberikan banyak dukungan untuk diri sendiri.


"JFI : BAGI YANG IKUT GIVEAWAY, JANGAN CUMAN BERI DUKUNGAN DARI VOTE DAN JUGA HADIAH YA, SOALNYA KOMENTAR JUGA DIMINTA, JADI TOLONG KOMENTAR YA. APA KEK, MISAL; OTHOR CANTIK GITU WKWKWK, APA AJA DEH YANG ENTING KOMENTAR YA, MAU MASUKAN KRITIKAN ATAU APA LAH YANG MEMBANGUN YA...


Terimakasih...