The controller

The controller
The Controller (Sebuah Mimpi dan Pencurian)



Setelah perdebatan yang pendek tersebut, Anggi segera kembali ke dalam kamarnya dengan membawa oleh oleh berupa sabun mandi, dan sampo.


Sementara Agung segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Agung menutup matanya, ia berfikir bagaimana langkah selanjutnya ia lakukan untuk membalas kematian orangtuanya. Ia ingin menghabisi semua yang terlibat tanpa melibatkan dirinya secara langsung. Maka ia harus memiliki boneka ataupun pion.


Agung segera keluar dari kamar mandi, ia melihat ke arah kotak coklat miliknya, kotak itu tepat berada di samping meja kerjanya. Di lindungi oleh kaca tebal.


Agung mendekat dan membuka kotak tersebut dengan menekan beberapa tombol, Agung kemudian membuka kaca tersebut, lalu meletakkannya di atas meja kerjanya. Agung kemudian membuka kotak tersebut. Ternyata itu di isi oleh papan catur yang telah tersusun rapi.


Terdapat satu buah pion putih yang berada di e2 dan memindahkannya ke e4. Agung tampaknya melakukan pergerakan "Fried Liver Attack"


Trik ini merupakan variasi pertahanan sekaligus menyerang dengan mengorbankan buah catur untuk membuka ruang Gajah dan Menteri untuk melakukan skakmat dengan cepat. Trik ini dapat dilakukan pada awal babak permainan catur atau pembukaan catur. Namun mungkin itu juga tergantung p


dari permainan lawan.


Namun jika menurut perhitungan agung maka kemungkinan lawan akan berpindah dari pion e7 ke ke e5. Tetapi jika memang tidak begitu maka Agung telah merencanakan kemungkinan lainnya. Besok ia akan pergi ke tempat warung bubur untuk melihat pergerakan lawan.


Agung menghela nafasnya, kemudian kembali menutup kembali kotak tersebut, meninggalkan catur yang masih tersusun rapi. Agung menutupnya kembali dengan kaca, dan menguncinya. Agung akhirnya beranjak ke tempat tidur dan pada akhirnya terlelap dengan segala rencana di dalam benaknya.


.........


Pagi menjelang, Anggi tampak telah mengenakan pakaian traning biru tua berpadu hitam di bagian dada hingga area leher, dengan les berwarna putih. Ayu tengah mengetuk pintu Agung katanya hendak mengajaknya olahraga pagi ini.


"Gung... Gung... Agung Wirapradana bangun..." Anggi berteriak teriak membangunkan Agung. Namun tampaknya tak ada jawaban. "Gung aku masuk ya..."


Anggi masuk ke dalam kamar Agung, tampak Agung masih tertidur Anggi mendekati Agung. Agung terlihat begitu gelisah di dalam tidurnya.


Agung sendiri tengah bersama dengan kedua orang tuanya hingga tiba tiba seseorang datang dan menarik paksa kedua orang tuanya, anehnya Agung tak dapat bergerak barang untuk melawan, ataupun menghentikan mereka. Agung seolah membeku hanya mampu memanggil manggil mereka, yang kini telah jauh dari pandangannya.


"Mama... papa..." Agung berucap begitu lirih, membuat Anggi menitikkan air matanya, Anggi segera mengusap lembut kepala agung.


"Gung bangun Gung, Agung Agung..." Anggi terus berusaha membangunkan Agung yang tampak menangis di dalam tidurnya. Agung terlihat begitu rapuh di mata Anggi saat ini.


"Mama... papa... jangan tinggalkan aku, cuman kalian Agung akan sendirian," ujar Agung di dalam mimpinya.


"Agung bangun Gung, Agung... jangan menangis," Anggi mengusap lelehan air mata Agung dengan lembut.


Lambat laun Agung yang saat ini sedang bermimpi tiba tiba mendengar suara yang terus memanggilnya, Agung kenal itu suara siapa. "Anggi..." gumam Agung perlahan.


Anggi terus memanggil namanya, dan terdengar begitu khawatir. Agung menyukainya, laki laki itu mulai tersenyum, dan bayangan Anggi perlahan muncul di hadapannya. Agung mencoba memeluk Anggi, di dalam mimpinya.


Begitupun di dunia nyatanya, saat ini Agung memeluk erat Anggi. Anggi terus mencoba membangunkan Agung, yang memeluknya sangat erat hingga membuatnya sesak dan sulit bernafas.


Matahari telah bersinar terang, hingga memasuki celah celah kamar agung. Laki laki itu membuka perlahan matanya, karena terganggu oleh cahaya yang menembus kelopak matanya. Agung terkejut melihat Anggi telah berada di dalam pelukannya.


Sudut bibirnya terangkat, laki laki itu tersenyum melihat Anggi tertidur pulas di dalam pelukannya, Agung menyingkirkan anak rambut yang tak ikut terikat. Agung memberanikan diri untuk mengecup puncak kepala Anggi. Tampaknya tidur wanita itu tak terganggu sama sekali, tak ada pergerakan, seperti di drama drama koleksi Anggi yang ada di laptop mereka.


Agung kembali memberanikan dirinya mengecup bibir Anggi. Agung tersenyum, ini adalah kali pertama ia menyentuh bibir seorang perempuan dengan bibirnya. Begitupun dengan Anggi yang Agung tahu betul bagaimana kehidupannya.


Namun kali ini ada pergerakan dari Anggi, yang tampaknya tidurnya telah terganggu. Agung tersenyum menggelengkan kepalanya. Ia pikir mungkinkah drama drama romantis itu terinspirasi dari kenyataan, pasalnya ia mengerti mengapa para pria tersenyum saat mengecup bibir kekasihnya.


Bahagia itulah rasanya, Agung mengusap lembut bibir Anggi yang baru saja ia usap. Namun tampaknya Anggi akan segera bangun, Agung segera menutup matanya, dan pura pura terlelap.


"Kasian pasti kangen banget ya," Anggi mengusap lembut kepala Agung. Jelas laki laki yang berpura pura tidur tersebut sekuat tenaga menahan senyumnya. "Lapar lagi..."


Agung sedikit tak tega mendengar keluhan dari bibir wanita yang ia curi ciumannya. Agung berpura pura terbangun dan membuka matanya. "Eh Anggi, kok..." Agung seolah bingung dengan apa yang terjadi.


"Tadi aku mau bangunin, eh kamu mimpi aneh terus meluk aku, jadinya aku juga ketiduran," jelas Anggi memamerkan giginya kearah Agung.


............


Give away time. Untuk teman teman yang ingin menghasilkan pulsa sebanyak 20K untuk 2 orang, yuk segera ikutan giveaway.


Caranya mudah kok.



Follow


Like


Komentar apa saja, mu kritik, saran, atau apa aja deh.


jangan lupa kasih hadiahnya berupa mawar secangkir kopi atau votenya ya...



Abaikan othor, sesungguhnya othor tidak ikut di dalamnya, hanya saja menyemangati diri sendiri dengan memberikan banyak dukungan untuk diri sendiri.


Terimakasih...