The controller

The controller
Ungkapan rasa



"Maaf..." cicit Anggi, seger meninggalkan tempat tersebut.


Agung meremas rambutnya, semua keadaan membuatnya sakit kepala. Rasanya semua keadaan menuntutnya untuk berfikir. Ia masih SMA, tak seharusnya ia memiliki pikiran itu semua, pikirnya.


Agung segera masuk ke dalam kamarnya melihat seluruh isi kamarnya, ia tak setenang permukaannya. Di dalamnya penuh guncangan yang ia tahan. Ia hanya berharap Anggi mengerti keadaannya.


Agung menghela nafasnya berkali kali, ia mencoba menenangkan pikirannya. Pikirnya ia harus mendengar penjelasan lebih lanjut dari Anggi. Namun ia khawatir, Anggi dan dirinya saat ini dalam keadaan emosi yang tak terkendali. Agung tak ingin marah dan membentak Anggi seperti tadi. Agung memilih membersihkan dirinya, kemudian beristirahat.


Malam menjelang, Agung terbangun dari tidurnya. Ia melihat Anggi tengah memasak, pikirnya sejak kapan gadis itu pintar memasak? Bahkan selama ini Anggi tak pernah memasak.


Agung mendekat dan mengurung Anggi dari belakang. Ia tak ingin melihat wajah Anggi dari dekat, biarlah Anggi marah dan memukulinya, asal Anggi tak lagi seperti tadi siang.


"Aaaa..." Anggi berteriak terkejut, Anggi memegang dadanya yang berdetak cepat.


"Kau memasak apa?" Agung tersenyum ketika Anggi menyenderkan kepalanya di bahu miliknya, Tampaknya gadis itu tak lagi marah padanya.


"Masak spaghetti, aku penasaran. Tapi ini pertama kalinya," ujar Anggi yang bahkan terlihat tak memiliki masalah sama sekali dengannya.


"Ah, mau ku bantu?" Agung meletakkan kepalanya di atas kepala Anggi. Ia memejamkan matanya.


"Ini sudah mau selesai, sana siapkan alat makan aja," ujar Anggi segera memperbaiki posisinya.


Agung segera mengambil piring dan sendok, tak lupa gelas dan air untuk mereka. Sungguh kehidupan mereka kini berbanding terbalik dengan kehidupan dulu, yang serba kekurangan.


Anggi datang meletakkan spaghetti buatannya di atas meja, agung tersenyum. "Sepertinya enak," puji Agung segera menyodorkan piringnya.


Anggi menyambutnya dan meletakkan spaghetti tersebut ke dalam piring agung. "Besok aku mau belajar masak barbeque. Besok sore ikut bakar ya, kita kan ga belanja," ajak Anggi tersenyum ke arah Agung.


Agung mengangguk menyanggupinya. "Besok kita pulang cepat," ujar Agung tersenyum.


Mereka segera makan dalam ketenangan, bahkan pertengkaran tadi siang seolah tidak pernah terjadi.


Seusai makan malam, Agung membantu Anggi untuk membersihkan meja makan. Sementara Anggi mencuci piring kotor mereka.


Seusai makan mereka duduk bersama di ruang keluarga, Agung dengan sengaja menjatuhkan kepalanya di paha Anggi, dan Anggi membiarkannya saja.


"Kau tahu," Agung membuka pembicaraan. sembari memandang ke arah Anggi yang tampak fokus menonton. "Ada banyak hal harus ku syukuri dengan musibah yang terjadi pada ku," lanjut Agung meraih tangan Anggi yang memegang remote.


Anggi mengalihkan pandangannya, memandang ke arah Agung yang tampak begitu serius dengan pembicaraannya. Anggi penasaran dengan apa yang akan di ucapkan oleh agung selanjutnya.


"Aku bersyukur bahwa kau lah yang menemani ku. Aku bersyukur di pertemukan dengan mu," ujar Agung menyatukan telapak tangan mereka. "Bagi ku kau bukan sekedar sahabat dan teman ku, bagi ku kau segalanya yang ingin selalu ku jaga."


Agung segera bangkit dari baringnya dan memandang ke arah Anggi dengan seksama. "Kau seperti keajaiban di dalam hidup ku," bisik Agung mengulurkan tangannya menyentuh pipi Anggi.


Anggi yang mendengar pernyataan dari Agung meneteskan air matanya, ia tak perlu ragu akan hubungan mereka pikir Anggi. Tidak ada yang akan ia percaya selain Agung yang selama ini selalu menjaganya. "Aku minta maaf, tadi sempat salah paham," ujar Anggi kembali meneteskan air matanya.


Agung menggeleng, ia tersenyum sembari mengusap lembut wajah Anggi. "Kalau kamu ada keraguan segera bertanya, dan aku akan mencoba menjawabnya dengan sebisa ku," ujar Agung.


Laki laki menarik dan menghela nafasnya berkali kali matanya terfokus kepada bibir Anggi, ia menginginkannya, sungguh namun sedikit takut jika Anggi menolaknya.


Anggi menggigit bibirnya salah tingkah melihat Agung yang memandangnya dengan pandangan yang entahlah ia bingung dengan hal tersebut, tapi rasanya menyenangkan.


Agung membuka matanya, memegang bibirnya yang baru saja bersentuhan langsung dengan bibir Anggi. Agung memandang Anggi yang telah menutup kamar tidurnya, bibirnya tertarik ke atas, ia pikir wanita itu juga mencintai.


Agung tersenyum tak percaya dengan semua ini, bahkan kekehan kecil terdengar di bibirnya. Agung merasa amat sangat bahagia.


Agung kembali ke kamarnya ia berbaring memandang langit langit, ingatannya selalu saja tertuju pada kenakalan kecil yang di lakukan oleh Anggi. Bahkan dirinya dibuat tak dapat tidur nyenyak malam ini.


Agung bangkit segera mendekat ke arah meja kerjanya, memindahkan pion hitam dan mengubah rencananya. Agung segera mengecek beberapa laporan mengenai perusahaan yang di wariskan oleh kedua orang tuanya. Hal yang tidak mudah untuknya, namun malam ini ia sangat bersemangat.


Keesokan paginya Agung kembali melihat Anggi yang mempersiapkan sarapan mereka, meski hanya dengan roti tawar yang di beri selai, dan susu sebagai sarapan mereka, rasanya ia sangat bahagia.


"Pagi," Agung berbisik di telinga Anggi sembari memberanikan diri memeluk pinggang Anggi. "Kau seperti istri yang baik untuk ku," goda Agung membuat wajah Anggi yang memerah.


"Apa apaan sih, sana duduk," ujar Anggi salah tingkah.


"You look so beautiful," puji Agung duduk di kursinya.


"Gung fokus makan Gung," tegur Anggi yang meminta Agung berhenti memujinya.


"Tapi aku serius," ujar Agung bersungguh sungguh sembari memakan makanan.


Memang benar kata orang kalau hati tengah berbunga bunga maka semua akan terlihat indah, dan benar di mata kita.


"Makan Gung nanti telat," ujar Anggi menunduk. Jujur saja ia sangat malu atas keberaniannya semalam, sudah cukup lama ia memendam semua itu. Kini ia berharap dengan melakukan hal tersebut Agung dapat mengerti perasaannya.


...........


Give away time. Untuk teman teman yang ingin menghasilkan pulsa sebanyak 20K untuk 2 orang, yuk segera ikutan giveaway.


Caranya mudah kok.



Follow


Like


Komentar apa saja, mu kritik, saran, atau apa aja deh.


jangan lupa kasih hadiahnya berupa mawar secangkir kopi atau votenya ya...



Abaikan othor, sesungguhnya othor tidak ikut di dalamnya, hanya saja menyemangati diri sendiri dengan memberikan banyak dukungan untuk diri sendiri.


"JFI : BAGI YANG IKUT GIVEAWAY, JANGAN CUMAN BERI DUKUNGAN DARI VOTE DAN JUGA HADIAH YA, SOALNYA KOMENTAR JUGA DIMINTA, JADI TOLONG KOMENTAR YA. APA KEK, MUSAL; OTHOR CANTIK GITU WKWKWK, APA AJA DEH YANG ENTING KOMENTAR YA, MAU MASUKAN KRITIKAN ATAU APA LAH YANG MEMBANGUN YA...


Terimakasih...