
Saat mendengarkan pertanyaan Agung, tiba tiba dada Nadia seolah di hujani seribu jarum, Nadia yang tak ingin kesedihannya di ketahui oleh orang asing segera menjauh, dan memilih pergi dari tempat tersebut.
Nadia melajukan motornya, hingga tanpa sengaja menabrak mobil silver yang tengah melaju di hadapannya. Mila berhenti sejenak untuk sekedar menanyakan keadaan mobil tersebut.
Namun tampaknya salah satu di antara pengendara itu juga turun dengan wajah emosional, segera mencabut kunci motor yang masih bertengger di motor sport milik Nadia.
"Dasar cewek breng*sek lo ya, semua cewek sama aja!"
Nadia jelas bingung, ia merasa bahwa apa yang di katakan laki laki itu jelas sebenarnya bukan untuknya. Namun tampaknya kesadaran laki laki itu hanya sedikit. Nadi malas meladeninya, Nadia memilih untuk menjadi pendengar setia uneg uneg laki laki yang Nadia duga tengah mabuk karena para hati. "Udah gue kasih semua yang lo mau, tapi lo malah selingkuh dengan Anton. Asal lo tau dia itu teman gue ha?!"
"Huf..." Nadia hanya menghela nafas mendengar ocehan laki laki mabuk tersebut.
"Maaf mbak teman saya mabuk mbak, dia habis putus dengan pacarnya," seorang laki laki segera menahan laki laki yabg tengah mabuk tersebut, dapat Anggi duga bahwa mereka berteman. "Mbak ini kunci motornya, langsung pergi aja mbak."
"Tapi mas," Nadia sedikit tidak enak.
"Engga apa apa mbak, ini juga salah teman saya, maksa nyetir dalam keadaan mabuk," ujar laki laki itu.
"Ya sudah saya pergi dulu," ujar Nadia segera menaiki motor nya.
Setelah Nadia melaju, kedua laki laki itu tersenyum. "Sudah mendapatkan cetakannya?"
"Sudah, wanita itu sedikit ceroboh, meletakkan kunci rumahnya bersama dengan kunci motornya," ujar laki laki yang tadi menengahi mereka.
"Hm, segera cetak, jika sampai di sana, maka kita harus menyelesaikannya," ujar laki laki yang berpura pura mabuk tadi.
Mereka segera melajukan mobilnya ke rumah Nadia dengan pelan. Tadi saat dirinya mengambil kunci motor Nadia, ia juga meletakkan alat pelacak di motor tersebut.
Benar saja setelah sampai tak lama kemudian sebuah taksi berhenti. Tampak Agung turun dari mobil taksi tersebut. "Tunggu jangan masuk aku akan masuk sendiri,"
"Tapi tuan saya takut anda akan meninggalkan jejak," ujar anak buah Agung.
"Tenang saja, aku sudah mengatur semuanya," ujar Agung tersenyum misterius. "Mana kuncinya?"
Mereka segera memberikan kunci tersebut kepada Agung, namun juga hendak ikut memanjat.
"Kan sudah ku bilang biar aku saja," ujar Agung sedikit kesal.
"Maaf tuan saya lupa kalau sudah meletakkan pelacak di motornya, jadi itu mau saya ambil dulu," ujar anak buah Agung.
"Hm, ya sudah, jika selesai tunggu aku di luar," ujar Agung membuat orang itu mengangguk. "Jangan lupa cctv nya."
Agung segera masuk dengan sedikit mengendap endap. Anak buahnya dari sebrang sana telah meretas cctv nya, sehingga tidak menampakkan mereka ketika sedang bekerja membobol rumah Nadia.
Agung membuka setiap kamar yang ada di dalam rumah tersebut, hingga saatnya ia menemukan kamar Nadia, namun Agung harus berhati hati, ia tidak tahu siapa yang ia hadapi. Agung khawatir jika yang ia hadapi sama seperti dirinya, pasalnya hingga saat ini Agung tak tahu berapa banyak yang memiliki kekuatan yang sama seperti dirinya.
Agung memutar kepalanya, hingga sebuah ide gila ia dapatkan tepat di kepalanya, Agung meletakkan sebuah gas penenang ke dalam kamar Nadia, kemudian menutupnya. Setelah lima belas menit, Agung segera mengenakan masker, dan membuka kamar tersebut. Tampak Nadia telah tertidur pulas. Kabut asapnya juga terlihat masih ada.
Nadia berusaha melepas masker Agung, setidaknya pelakunya juga akan menghirup udara yang membuat ngantuk tersebut. Namun ternyata kekuatan dirinya kalah jauh dengan Agung. Saat ini ia hampir di ambang kesadaran.
Di saat sisa kesadarannya yang Nadia miliki, Agung membuka masker miliknya. Namun masalahnya saat ini Agung juga mengenakan masker yang menutupi area matanya. Nadia tak dapat melihatnya, dan menandainya.
Agung segera menekan area nadi Nadia, dan sebuah cahaya putih kembali terpancar di sana. Agung sedikit terkejut, namun sebenarnya ia juga telah mempersiapkan keterkejutannya.
Agung senang ternyata Nadia adalah orang yang sama seperti dirinya, setidaknya ia akan menghisap seluruhnya, kemudian menghilangkan ingatan Nadia. Itu adalah hal yang amat sangat aman untuknya. Karena sat ini levelnya berada di level enam.
Setelah menghirup seluruh kekuatan dan energi yang di miliki Nadia, agung segera membuka sistem miliknya, tampak ia menekan sebuah tombol, yaitu penghilang ingatan pada korban. Di mana korban akan melupakan ingatannya saat bertemu dengan dirinya. Sehingga seolah olah mereka tidak pernah bertemu, bahkan mengatur dari mana ingatan itu akan terhapus. Meski mengorbankan beberapa poin miliknya.
Setelah semua selesai, Agung segera menghilangkan barang bukti, dan membawa Nadia keluar. Ia akan membuat skenario seolah seseorang telah menculik Nadia, namun ternyata ia akan membawa Nadia ke suatu temat dimana pasti akan membuat Hiro dan Dony dalam keadaan yang berbahaya.
Agung melemparkan kunci motor tersebut ke salah satu anak buahnya. "Antar benda ini ke area taman yang paling dekat dengan penjual bubur di tempat biasa langganan ku," ujar Agung membuat yang menyambut kunci tersebut mengangguk. "Dan kau antar aku ke rumah seseorang, ini alamatnya."
Anak buahnya mengantarkan motor tersebut ke tempat yang Agung inginkan, kemudian pergi dengan berjalan kaki dari area tersebut, melemparkan kunci ke arah salah satu taman.
Kembali lagi kepada Agung, Agung segera mengusap leher Nadia, ia memastikan bahwa tidak ada jejak di sana, lagi ia menghela nafas. Ia lagi lagi harus kehilangan poin saat ini. Meski levelnya telah mencapai level sebelas, namun poin juga penting untuknya.
"Tuan kita telah sampai," ujar anak buah Agung, yang tampak menatap perumahan kompleks mewah tersebut.
"Bagus," Agung tersenyum misterius kemudian meletakkan Nadia di salah satu pagar mewah, dan kembali menaiki mobil tersebut. "Antar aku pulang."
Sesampainya di rumah, Agung seperti saat pergi tadi, ia segera berancang-ancang untuk melompat dari bawah menuju lantai dua area kamarnya. Loncatan pertama tangannya telah berhasil menggapai agar balkonnya, Agung segera naik. Baru saja Agung sampai di atas, Agung dikejutkan dengan kehadiran seseorang.
..........
Give away time. Untuk teman teman yang ingin menghasilkan pulsa sebanyak 20K untuk 2 orang, yuk segera ikutan giveaway.
Caranya mudah kok.
Follow
Like
Komentar apa saja, mu kritik, saran, atau apa aja deh.
jangan lupa kasih hadiahnya berupa mawar secangkir kopi atau votenya ya...
Abaikan othor, sesungguhnya othor tidak ikut di dalamnya, hanya saja menyemangati diri sendiri dengan memberikan banyak dukungan untuk diri sendiri.
Terimakasih...