
Anggi yang telah mengerti segera keluar dan menjemput orang yang di maksudkan oleh Agung, saat sampai di depan Anggi terkejut melihat siapa yang datang.
"Lah ikut juga?" Anggi memandangnya penasaran.
"Iya dong," ujar Fadila bangga.
Ya wanita itu adalah Fadila, orang yang akan membantu dalam meretas CCTV dari acara tersebut. Namun satu hal yang membuat Anggi bingung, mengapa tidak menggunakan anak buah saja, jika mereka memang memiliki uang yang banyak? Jika di pikir pikir di antara mereka hanya dirinya lah yang tidak memiliki uang, alias paling kere.
Terkadang Anggi sedikit tidak percaya diri, namun Agung selaku menyemangatinya, dan memberikan dirinya kepercayaan diri yang tinggi. "Kita semua sama, ingat apa yang aku miliki itu juga milik mu," ujar Agung.
Sesampainya mereka di ruang tengah Angkasa di kejutkan dengan kedatangan Fadila. Wanita itu tampak mengumbar senyum manis di bibirnya.
"Nah inilah yang akan meretas CCTV nanti," ujar Agung menunjuk ke arah Fadila yang baru datang. Wanita itu segera mengambil posisi di samping Angkasa, di mana laki laki itu tampak masih sangat syok melihat kedatangan Fadila, yang benar-benar mengejutkan.
"Maaf tadi ada kesalahan teknis sedikit," ujar Fadila meminta maaf kepada seluruh peserta rapat.
"Kau ikut juga?" Angkasa terkejut berbisik kepada Fadila.
"Tentu saja, imbalannya benar benar menggiurkan," balas Fadila dengan berbisik juga.
"Tapi ini berbahaya," Angkasa sedikit kesal di buatnya.
"Tapi amat menantang," Fadila tersenyum ke arah Angkasa.
"Hei bisa berhenti berpacaran? Tunjukkan kemampuan mu, jika hanya mengenai masuk ke dalam sosial media orang aku pun bisa," ujar Robby malas melihat kemesraan keduanya.
"Tidak masalah," ujar Fadila santai, wanita cantik itu kemudian mengambil alih laptop milik Agung, dan semua orang mulai menatap layar proyektor, tampak Fadila masuk ke dalam sistem diamond festival, di mana berbagai macam berlian akan di pamerkan di tempat tersebut. Fadila mendaftarkan nama Purwono sebagai pengantar minuman, dan Malik sebagai orang yang akan berada di pencucian piring. Sementara Anggi, Fadila tempatkan di bagian koordinator artis, dimana Anggi yang akan mengambilkan seluruh pakaian termaksud berlian mahal tersebut, sementara Angkasa dan Robby di tempatkan sebagai tamu VVIP.
"Oh my goodness... I think I'm in love again," gumam Angkasa menggelengkan kepalanya melihat kepiawaian tersembunyi kekasih hatinya.
"Kau boleh juga," ujar Robby memuji namun juga gengsi, Nadia yang memang mengenal sikap kakaknya hanya menyikutnya pelan.
"Nah untuk urusan penempatan semua telah selesai, sekarang giliran bang Robby yang membuat berlian palsunya," ujar Agung mengambil alih laptop. "Ini gambar berliannya, tetapi untuk lebih jelasnya, hari sabtu sore hingga malam hari Purwono, Malik dan Anggi akan pergi ke tempat tersebut, bisa saja kalian akan bertemu dengan bang Melvin."
"Untuk urusan berlian nanti kita serahkan kepada Anggi," ujar Agung tersenyum ke arah Anggi. "Besok kita akan memulai latihan penyamaran untuk posisi kita masing masing."
"Ok..." ujar Robby tersenyum.
Agung meletakkan tangannya di ikuti oleh Anggi, kemudian yang lainnya. "Semangat!" Agung mulai berseru menyemangati mereka.
"Semangat!"
.........
Sementara di tempat lain, Mila tampak tengah duduk di meja makan, hendak makan malam. Kini Mila duduk tepat di bangku yang mamanya kenakan dulu.
Jika biasanya mereka makan bertiga, namun sekarang ini mereka hanya makan berdua saja, ibu Sinta akan makan setelah mereka makan, itupun berada di dapur belakang. Makan serentak bersama pembantu lainnya.
Bukan hanya menyapunya, namun ibu Sinta di minta untuk mengepel dan mencuci perabotan. Ibu Sinta menggantikan seorng asisten rumah tangga yang beberapa bulan lalu ia pecat karena mengetahui rahasianya bersama kekasih gelapnya saat itu.
"Ngapin sih buk? Kerja di dapur sana, nanti tuan dan nona marah," ujar kepala pelayan tersebut kepada ibu Sinta yang tengah memerhatikan Mila dan pak Prabu makan dengan lahap. Rindu rasanya ibu Sinta makan dengan lauk pauk seenak itu.
Ibu Sinta segera ke dapur dan segera ke kamar mandi, ia melihat wajahnya dari cermin, entah berapa lama ia tak ke salon. Dulu seminggu sekali ia mendatangi salon langganan ya meski hanya untuk memotong kuku, atau menata rambutnya, melulur tubuhnya, hingga mengurangi kerutan di wajahnya. Tetesan air mata menjatuhi pipinya. Kini kulitnya semakin kusam, wajahnya timbul keriput.
Ia tak lagi bisa membeli krim mahal untuknya. Masih baik pak Prabu memberinya gaji sebesar lima ratus ribu, lebih rendah dari ada pelayan lainnya pastinya.
Di meja makan sendiri Mila tampak melayani pak Prabu dengan baik, menambahkan lauk pauk untuk pak Prabu, dan menuangkan air minum. Pak Prabu tersenyum, sebagai seorang laki laki normal, ia bahagia. Pasalnya dulu saat menikah dengan istrinya, tak pernah sekalipun wanita itu memperlakukannya dengan begitu baik. Pak Prabu menatap anaknya dengan intens.
Ternyata anaknya telah dewasa, dengan pakaian tidur berbahan sutra lembut itu, anaknya terlihat begitu dewasa dan seksi...
Pak Prabu menggelengkan kepalanya, meski Mila bukan anak kandungnya, namun dirinya membesarkan Mila sejak memasuki sekolah dasar. Ia mengadopsi anak itu dari sebuah panti asuhan, pak Prabu tertarik dengan kecerdasan anak tersebut. Meski awalnya istrinya tidak setuju, namun karena saat itu mereka belum memiliki anak, pak Prabu mengatakan hal itu untuk pancingan.
Mila mulai di ajarkan untuk hidup seperti seorang wanita kelas atas, berjalan dan berprilaku anggun. Selayaknya memang terlahir dari sendok emas. Namun sayangnya semua aktivitasnya di kekang oleh ibu Sinta dengan alasan menjaga pergaulan, dan harus pandai memilah milih teman.
"Papa kenapa? Papa sakit?" Mila mendekati pak Prabu dan memegang kepala pak Prabu.
"A... papa ga apa apa," ujar pak Prabu sedikit salah sangka.
"Pa biar Mila antar ke kamar, Mila minta bibi hantarkan obat dan alat kompres," ujar Mila, segera menuntun ayahnya berdiri.
...........
Give away time. Untuk teman teman yang ingin menghasilkan pulsa sebanyak 20K untuk 2 orang, yuk segera ikutan giveaway.
Caranya mudah kok.
Follow
Like
Komentar apa saja, mu kritik, saran, atau apa aja deh.
jangan lupa kasih hadiahnya berupa mawar secangkir kopi atau votenya ya...
Abaikan othor, sesungguhnya othor tidak ikut di dalamnya, hanya saja menyemangati diri sendiri dengan memberikan banyak dukungan untuk diri sendiri.
"JFI : BAGI YANG IKUT GIVEAWAY, JANGAN CUMAN BERI DUKUNGAN DARI VOTE DAN JUGA HADIAH YA, SOALNYA KOMENTAR JUGA DIMINTA, JADI TOLONG KOMENTAR YA. APA KEK, MISAL; OTHOR CANTIK GITU WKWKWK, APA AJA DEH YANG ENTING KOMENTAR YA, MAU MASUKAN KRITIKAN ATAU APA LAH YANG MEMBANGUN YA...
Terimakasih...