The controller

The controller
The Controller Langkah kedua



Anggi terbangun dari tidurnya, wanita itu hendak buang hajat, namun sayangnya di dalam kamar mandi tidak ada sabun. Pasalnya tadi saat dirinya mandi Anggi memang tidak mengenakan sabun, dirinya lupa untuk meminta tolong kepada Agung, terlebih keadaan Agung yang tampak masih bersedih.


Ingin keluar namun Anggi takut tersesat, karena menurutnya seluruh jalan di perumahan yang ia tinggali saat ini semuanya sama, yang berbeda hanya bentuk pagarnya saja.


Anggi memilih berjalan ke arah dapur, dan masuk ke dalam kamar mandi, namun sabun juga tidak ada di sana. Anggi memutuskan untuk bertanya kepada Agung, meski sedikit ragu, pasalnya selama ini Anggi tak pernah masuk ke dalam kamar Agung saat malam hari, terkecuali atas urusan pekerjaan rumah (pr) dan lain lain.


"Gung... Gung, udah tidur ya? Mau numpang bo*ker," Anggi berteriak dari luar. Anggi mengetuk pintu kamar Agung, namun tak ada jawaban.


"Lah kan mungkin aja Agung udah tidur kali ya?" Anggi sudah berada di ujung tanduk segera membuka pintu kamar Agung. "Tau ah bodo amat."


Namun tempat tidur itu tidak ada orang. Oh kamar mandi kali," Anggi mengira Agung berada di dalam kamar mandi.


"Gung, aku mau numpang bo*ker nih, cepetan keluar, udah di ujung tanduk, di kamar aku ga ada sabunnya..." Anggi mengetuk pintu kamar mandi tersebut, kembali lagi tak ada jawaban. Anggi segera membuka pintu kamar mandi tersebut, ternyata kosong. Tanpa pikir panjang Anggi segera membuang hajatnya di kamar mandi Agung.


"Ah leganya, untung ada sabun di sini. Agung mah curang, kamar aku ga ada sabunnya," gerutu Anggi sembari keluar dari kamar mandi Agung. "Lah ngomong ngomong Agung mana ya?"


Tiba tiba Anggi mendengar sesuatu dari arah balkon, yang pintunya tidak terkunci, Anggi yang mengira ada maling seger mengendap endap hendak mengajar orang tersebut, namun alangkah terkejutnya Agung ketika melihat Agung yang tengah memanjat balkonnya sendiri.


Anggi menjadi yakin penyebab ia tak menemukan Agung di kamarnya dan kamar mandi adalah karena Agung keluar secara diam diam.


"Dari mana?" Anggi memandang Agung, seperti seorang istri yang curiga kepada sang suami yang ketahuan pulang tengah malam.


"Dari... bawah," ujar Agung berbohong.


"Mau bohong ya? Ngapain kebawah pakai jas? Terus pakai topeng wajah lagi, plus masker?" Anggi memicingkan matanya, melipat tangannya ke arah dada. "Kamu mau alasan apa? Habis ikut jadi juri di kontes pesta dansa bertopeng kucing?"


Wajar saja Anggi mengatakan hal tersebut, karena topeng yang di kenakan untuk mata Agung adalah topeng berbentuk kucing, entah terinspirasi dari apa.


"Engga bukan gitu loh Nggi," Agung tampak bingung menjelaskannya.


"Engga apa? Jangan banyak alasan deh Gung, kalau aja aku ga kebelet bo*ker, aku ga akan tau kalau kamu keluar," ujar Anggi mulai mengoceh.


^^^Serasa di omelin istri gue. Agung menghela nafasnya. Kalau udah bisa di cium gue cium lo biar diam.^^^


"Lah kamu ngapain bo*ker di sini? Di kamar kamu toiletnya mampet?" Agung bukannya menjelaskan malah menanyakan prihal kenapa buang hajat harus di kamarnya.


"Ga ada sabun," ketus Anggi membuat Agung menepuk jidatnya.


"Sorry lupa," Agung melewati Anggi kemudian mengambil sabun di lemarinya, ia memang lupa meletakkan sabun di kamar mandi Anggi. "Ayo sini duduk dulu."


Agung menarik tangan Anggi untuk duduk di Dafa yang ada di kamarnya. "Tadi sore kamu ga mandi atau ga pakai sabun?"


"Ga pakai sabun," ketus Anggi yang malu karen ketahuan mandi tidak mengenakan sabun.


"Soalnya waktunya ga tepat tadi," ujar Anggi dengan suara kecil, ia khawatir Agung akan kembali sedih.


"Ok lain kali bilang aja ok," ujar Agung mengusap lembut kepala Anggi.


"Hm... tapi tadi dari mana kamu?" Anggi mengembalikan topik utama mereka.


"Masih ingat aja, ya ampun..." Agung menggeleng dengan kemampuan mengingat wanita yang ada di sebelahnya.


"Iya lh..." sewot Anggi.


"Iya deh tadi aku ngawasin orang orang warung bubur," ujar Agung mengusap lembut kepala Anggi, baginya kecerewetan Anggi terhadapnya merupakan bentuk kekhawatiran wanita cantik itu.


"Kamu udah mulai?" Anggi kini terlihat antusias.


"Iya, tapi masih sebatas mengawasi," bohong Agung.


"Boleh ikutan ga?" Anggi tampak berbinar. "Aku juga bisa bela diri."


"Iya tapi besok aku mau ngelatih kamu supaya bisa lebih jago ok? Kalau sudah jago, kamu boleh ikut. Untuk saat ini hanya boleh ikut mengawasi saja," ujar Agung senang atas dukungan Anggi. "Ya udah keluar gih tidur."


...........


Give away time. Untuk teman teman yang ingin menghasilkan pulsa sebanyak 20K untuk 2 orang, yuk segera ikutan giveaway.


Caranya mudah kok.



Follow


Like


Komentar apa saja, mu kritik, saran, atau apa aja deh.


jangan lupa kasih hadiahnya berupa mawar secangkir kopi atau votenya ya...



Abaikan othor, sesungguhnya othor tidak ikut di dalamnya, hanya saja menyemangati diri sendiri dengan memberikan banyak dukungan untuk diri sendiri.


Terimakasih...