
Sarah merintih kesakitan di tengah hutan saat mereka sedang dalam perjalanan menuju kota terdekat. Ethan dan timnya melihatnya dan langsung menyadari bahwa sesuatu yang sangat buruk terjadi padanya. Mereka segera membawanya ke kota terdekat dengan cepat untuk mencari bantuan medis.
Kota itu bernama Rivenwood, sebuah kota kecil yang terletak di dekat tepian hutan. Kota ini terkenal dengan tabib terbaik di wilayah itu, seorang tabib bernama Arin.
Saat mereka tiba di kota itu, mereka berlari ke rumah Arin. Setelah membuka pintu, mereka menemukan Arin sedang duduk di depan meja kerjanya. Arin mengangkat kepala dan terkejut melihat Sarah berwajah pucat dan meringis kesakitan.
"Ada apa ini?" tanyanya.
Ethan dan timnya menjelaskan situasi Sarah dan Arin segera mengambil tindakan. Dia mengecek luka-luka Sarah dengan cermat dan mengeluarkan tas medisnya untuk memberikan pertolongan pertama. Namun, Sarah terus merintih kesakitan dan Arin menyadari bahwa ini bukan hanya racun biasa.
"Kalian harus membawa Sarah ke klinik secepat mungkin. Racun yang beredar dalam tubuhnya sangat mematikan dan saya tidak bisa melakukan banyak hal di sini," kata Arin dengan nada serius.
Ethan dan timnya berlari ke klinik terdekat, yang terletak di ujung kota. Mereka tiba di klinik dalam waktu singkat dan membawa Sarah masuk ke dalam. Tabib yang bertugas di sana segera memeriksa Sarah dan meminta hasil tes darah. Hasilnya menunjukkan bahwa racun itu sangat kuat dan perlu diobati dengan cepat.
"Kita membutuhkan obat yang sangat langka untuk menyembuhkan racun ini," kata dokter.
Ethan dan timnya merasa cemas. Mereka tidak tahu bagaimana cara mendapatkan obat itu dan waktu sangat berharga. Tabib memberi tahu mereka bahwa kota terdekat yang memiliki obat itu adalah Wyvern's Nest, sebuah kota yang terletak di pegunungan yang jauh.
Ethan dan timnya berangkat ke Wyvern's Nest untuk mencari obat itu. Setelah perjalanan yang melelahkan, mereka akhirnya sampai di kota itu dan menemukan toko obat yang bisa memberikan obat yang mereka butuhkan.
Mereka membawa obat itu kembali ke klinik dengan cepat dan memberikannya pada Sarah. Setelah beberapa jam, Sarah merasa sedikit lega setelah menerima obat yang diberikan teman-temannya untuk menyembuhkan racun dalam tubuhnya. Namun, setelah beberapa hari, gejala yang sama muncul lagi dan Sarah mulai merintih kesakitan. Ethan dan timnya merasa khawatir dan bertanya-tanya apa yang salah. Tabib yang mereka temui mengatakan bahwa mungkin racun itu lebih kuat dari yang mereka pikirkan dan obat yang mereka berikan tidak cukup kuat untuk mengatasinya. Mereka merasa frustasi dan kecewa karena telah berusaha keras mencari obat yang tepat.
"Kita harus mencari cara lain untuk menyembuhkan Sarah," kata Ethan.
Saat mereka sedang kebingungan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya, seorang penduduk kota datang menghampiri mereka.
"Maaf mengganggu, tapi saya mendengar bahwa kalian sedang mencari pengobatan untuk teman kalian," kata penduduk kota itu.
Ethan dan tim mengangguk, "Ya, itu benar. Kami tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk menyembuhkannya."
Penduduk kota itu tersenyum, "Saya mungkin bisa membantu kalian. Saya mendengar cerita tentang sumber air yang bisa menyembuhkan penyakit apapun."
"Sumber air?" tanya Maria.
"Iya, sumber air itu dijaga oleh seekor naga suci bernama Saphire," jawab penduduk kota itu.
Maria berkata, "Kita harus mencari sumber air itu.”
"Apakah Anda tahu di mana sumber air itu? Apakah Mungkin kami bisa meminta izin naga itu untuk mengambil air dari sumber itu,” tanya Ethan.
Penduduk kota itu menggelengkan kepala. "Tidak mungkin. Saphire sangat melindungi sumber air itu dan dia tidak akan mengizinkan orang lain mengambil airnya."
Ethan dan tim merasa kesulitan karena mereka tahu bahwa mereka harus meyakinkan Saphire untuk mengizinkan mereka mengambil air dari sumber itu.
"Aku akan mencoba untuk berbicara dengan Saphire," kata Ethan dengan tekad.
"Ethan, kira-kira kita harus mencari sumber air itu dari arah mana?" tanya Alex.
Penduduk kota itu mengangguk, "Betul, itu benar. Tapi kalian harus hati-hati karena lembah itu sangat berbahaya. Ada banyak monster yang tinggal di sana dan mereka sangatlah kuat.”
"Kami tidak akan mundur dari tantangan apa pun. Kami harus menyelamatkan Sarah," kata Ethan tegas.
Penduduk kota itu mengangguk, "Saya percaya kalian pasti bisa melakukannya."
Ethan dan timnya berterima kasih kepada penduduk kota itu, kemudian bersiap-siap untuk pergi. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka tidak akan mudah, tetapi mereka tetap optimis dan yakin bahwa mereka akan berhasil menemukan sumber air itu dan menyembuhkan Sarah.
“Izinkan aku ikut bersama kalian.” Ucap Sarah yang berusaha untuk berdiri. Maria dengan segera memegang tubuh Sarah yang hampir terjatuh.
“Sarah, biarkan kami melakukannya, kamu istirahat saja,” ucap Ethan.
“Maafkan aku karena merepotkan kalian seperti ini,” ucap Sarah sedih.
“Tidak ada yang direpotkan, kalau salah satu dari kami terluka sama sepertimu, pasti kamu juga akan melakukan hal yang sama, iya kan?” Ucap Alex kepada Sarah dan dianggukkan olehnya.
Setelah itu mereka menitipkan Sarah kepada tabib penjaga klinik itu. Mereka berpisah dengan penduduk kota, mereka segera bergerak menuju lembah itu. Mereka berjalan sepanjang jalan yang berliku dan curam, melewati hutan lebat dan jurang yang dalam. Mereka tidak tahu berapa lama waktu yang diperlukan untuk sampai di sana, tetapi mereka tetap berjalan dengan tekun dan semangat yang tinggi.
Tanpa mereka sadari, penduduk kota yang memberitahukan mereka informasi tadi berubah menjadi sosok misterius dengan tatapan kosong dan menghilang.
***
”Bagaimana?” Tanya penyihir jahat yang duduk di kursi kerajaannya.
Sosok misterius menundukkan kepalanya lalu membuka jubah penutup kepalanya, ia adalah David.
“Mereka akan pergi ke lembah maut itu untuk mengambil sumber air dari Saphire,” ucap David.
“Bagus, satu per satu artefak kuno yang akan menambahkan kekuatanku mulai terkumpulkan,” ucap penyihir jahat dengan tawa menggema di seluruh ruangan.
“Terus ikuti mereka, pastikan kamu mengambil artefak kuno kedua itu,” ucap penyihir jahat itu lagi.
“Baik dan bagaimana dengan dia,” ucap David melihat ke arah Isabella yang terikat dengan mata tertutup.
Tubuh Isabella melayang di udara dengan lingkaran bayangan yang menutupi seluruh tubuhnya layaknya penjara.
“Kita harus menunggu saat bulan purnama bersinar sangat terang untuk dapat menggunakan kekuatan moon stone, biarkan dia disini dan kamu cukup lakukan tugasmu,” ucap penyihir jahat.
“Baik, saya akan pergi sekarang,” ucap David dan menghilang.
***
Apa yang direncanakan oleh penyihir jahat dan David dan apakah artefak kuno yang diincar oleh mereka?
Jangan lupa vote, komen dan supportnya ya semua, terima kasih.