
"Kami adalah pasukan bayaran terbaik di wilayah ini. Kami ingin bergabung dengan Anda semua untuk mengalahkan pasukan monster jahat yang ingin menghancurkan dunia,” kata seorang pemimpin tentara bayaran. "Kami tahu betapa sulitnya tugas yang kalian hadapi, dan kami siap membantu."
Ethan dan kelompok pahlawan lainnya merasa tidak yakin dengan niat pasukan bayaran itu. Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh pasukan bayaran itu. Namun, mereka memutuskan untuk mendengarkan tawaran tersebut.
"Ethan, apa yang kamu pikirkan tentang tawaran mereka?" tanya Sarah pada Ethan.
"Aku tidak tahu," jawab Ethan. "Aku merasa tidak yakin apakah kita dapat mempercayai mereka."
"Ya, aku juga merasa sama," kata Maria. "Mereka terlihat tidak terlalu jujur."
"Namun, kita harus mengambil risiko," kata Hanzel. "Kita butuh bantuan sekarang dan kita tidak punya banyak waktu untuk mempertimbangkan hal ini terlalu lama."
Setelah beberapa diskusi, kelompok pahlawan itu memutuskan untuk menerima bantuan dari pasukan bayaran itu. Mereka memutuskan untuk bergabung dan bekerja sama untuk mengalahkan pasukan Dart. Mereka merasa tidak yakin, tetapi mereka tidak punya banyak pilihan selain menerima tawaran itu.
"Siapa namamu?” tanya Gwyneth pada seorang tentara bayaran.
"Namaku adalah Kain," jawab tentara bayaran itu.
"Dan berapa banyak anggota pasukan bayaran kalian?” tanya Gregor.
"Kami memiliki sekitar lima puluh orang di pasukan kami," jawab Kain. "Kami terdiri dari orang-orang yang berbakat dan berpengalaman dalam pertempuran. Kami sering disewa untuk melindungi wilayah dari serangan dan juga membantu pasukan dalam pertempuran."
"Bagaimana kami bisa yakin bahwa kami bisa mempercayai kalian?" tanya Sarah dengan nada curiga.
"Kami mengerti kecurigaan kalian, tetapi kami ingin membantu kalian. Kami tahu betapa sulitnya tugas yang kalian hadapi dan kami siap membantu," jawab Kain dengan tegas.
Setelah beberapa jam berbucara di dalam kafe di desa kecil itu, tiba-tiba saja terdengar suara ribut dari luar kafe. Ketika mereka keluar, mereka melihat pasukan monster menyerang desa milik kelompok tentara bayaran.
"Mereka melakukan serangan mendadak," kata Ethan. L
Mereka merencanakan serangan dan membagi pasukan mereka menjadi beberapa kelompok. Kelompok pahlawan dan pasukan bayaran itu mengambil rute yang berbeda dan mempersiapkan diri untuk menyerang secara bersamaan.
"Kalian telah sampai di sini, kelompok pahlawan. Kalian telah datang untuk mati," teriak salah satu monster.
"Kami tidak akan menyerah," jawab Ethan dengan tegas. "Kami akan mengalahkanmu dan pasukanmu."
Kelompok pahlawan telah mempersiapkan diri untuk pertempuran. Mereka telah mengumpulkan senjata mereka dan mengecek perlengkapan mereka satu per satu. Ethan memegang erat pedangnya, Sarah mempersiapkan busurnya, David mengecek tombaknya, Maria memeriksa keadaan pisau, Hanzel mengatur dirinya untuk mengeluarkan ilmu bela dirinya, Gwyneth memegang kedua pedangnya dengan mantap, dan Gregor siap menggunakan kekuatan titan miliknya.
Mereka tiba di medan perang bersama dengan pasukan bayaran. Pasukan bayaran dipimpin oleh Kain yang sangat berpengalaman daam pertempuran, yang memberi tahu kelompok pahlawan tentang taktik dan strategi yang akan mereka gunakan untuk mengalahkan pasukan monster yang sedang mendekati mereka.
Pertempuran dimulai dan pasukan monster mendekat dengan cepat. Pasukan bayaran dan kelompok pahlawan berdiri bersama, siap menghadapi serangan mereka. Pasukan bayaran meluncurkan panah mereka, menghujamkan banyak monster dan mengerem serangan mereka. Ethan melompat maju dan memotong monster dengan pedangnya, memisahkan kepala mereka dari tubuh. Sarah terus meluncurkan panahnya dengan tepat dan mematikan. David memanfaatkan tombaknya dengan keterampilan dan ketepatan, menusuk monster satu per satu. Maria menggunakan pisau kecilnya dengan cekatan, melukai banyak monster. Hanzel mengeluarkan ilmu bela dirinya yang mematikan, mengalahkan monster dengan beberapa gerakan tangan saja. Gwyneth menari dengan cepat dengan kedua pedangnya, memotong monster dengan kecepatan kilat. Gregor menggunakan kekuatan titan miliknya, menghancurkan banyak monster dalam sekali pukul.
Meskipun mereka telah berhasil membunuh banyak monster, namun pasukan monster terus datang. Kelompok pahlawan dan pasukan bayaran terus berjuang mati-matian. Mereka bergantian menyerang dan bertahan, menghancurkan monster satu per satu. Komandan pasukan bayaran terus memberikan instruksi dan strategi, dan kelompok pahlawan membantunya dalam melaksanakan rencana tersebut.
"Teruslah menyerang,” kata Kain. "Kita hampir memenangkan pertatungan ini.”
Pertempuran berlangsung selama berjam-jam, dan kelompok pahlawan dan pasukan bayaran semakin kelelahan. Namun mereka tidak menyerah, melanjutkan pertempuran dengan tekad yang kuat. Akhirnya, pasukan monster mulai mundur, dan kelompok pahlawan dan pasukan bayaran berhasil memenangkan pertempuran.
"Kita berhasil," kata Ethan. "Kita telah mengalahkan mereka.”
Setelah pertempuran berakhir, kelompok pahlawan itu dan pasukan bayaran kembali ke dalam kafe di desa kecil itu. Mereka semua merasa lelah dan memutuskan untuk istirahat di kafe desa tersebut.
Kafe itu tenang dan nyaman, dan kelompok pahlawan itu duduk di meja yang terpisah dari pasukan bayaran. Namun, David merasa penasaran dengan pasukan bayaran itu dan memutuskan untuk bergabung dengan mereka di meja mereka.
"Permisi, bisakah saya bergabung dengan kalian?" tanya David.
David duduk dan mereka semua saling memperkenalkan diri. Ada enam anggota inti pasukan bayaran itu, dan semuanya memiliki latar belakang yang berbeda.
"Saya Kain, saya adalah pemimpin pasukan bayaran ini. Saya telah bekerja sebagai tentara bayaran selama 10 tahun," kata Kain.
"Saya Martin, saya berasal dari desa kecil ini. Saya bergabung dengan pasukan bayaran ini karena saya butuh uang untuk menghidupi keluarga saya," kata Martin.
"Saya Rachel, saya adalah mantan prajurit tentara kerajaan. Saya keluar dari angkatan bersenjata karena tidak setuju dengan kebijakan pemerintah," kata Rachel.
"Saya Jack, saya berasal dari keluarga petani. Saya bergabung dengan pasukan bayaran ini karena saya tidak punya banyak pilihan dalam hidup saya," kata Jack.
"Saya Alex, saya adalah mantan pelaut. Saya berhenti dari pekerjaan saya karena saya tidak tahan dengan hidup di laut selama bertahun-tahun," kata Alex.
"Saya Linda, saya adalah seorang pelatih bela diri. Saya bergabung dengan pasukan bayaran ini karena saya ingin mencari pengalaman baru," kata Linda.
David mendengarkan dengan penuh perhatian saat mereka menceritakan asal usul mereka.
"Kenapa kalian memutuskan untuk menjadi tentara bayaran?" tanya David.
"Kami semua punya alasan yang berbeda-beda," kata Kain. "Tetapi yang pasti, kami semua mencari kebebasan dan keadilan. Kami ingin membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan, dan kami yakin bahwa dengan menjadi tentara bayaran, kami bisa melakukan itu."
"Mungkin terdengar aneh bagi orang lain, tetapi bagi kami, ini adalah panggilan kami," kata Rachel.
"Mereka benar," kata Linda. "Ketika Anda melihat betapa banyak orang yang membutuhkan bantuan, sulit untuk tidak membantu. Dan menjadi tentara bayaran adalah cara kami untuk melakukan itu."
"Terima kasih sudah menceritakan cerita kalian,” kata David. David izin pamit untuk kembali ke teman-temannya, David mempunyai firasat buruk tentang para tentara bayaran itu dan dia berinisiatif untuk mengawasi mereka.
Keesokan harinya, setelah sarapan, kelompok pahlawan dan pasukan bayaran itu berkumpul. Mereka tahu bahwa musuh mereka berada di dalam persembunyiannya di Abyssal Dungeon dan mereka siap untuk menghadapinya.
Namun, Kain, pemimpin pasukan bayaran itu, memberitahu kelompok pahlawan tentang bahaya yang lebih besar di dalam dungeon.
"Mungkin musuh kita mengincar naga terhebat di dungeon ini," kata Kain.
"Naga terhebat? Apa itu?" tanya Sarah.
"Divine Dragon, ia dikenal sebagai naga terbesar dan paling kuat di seluruh dungeon ini," jawab Kain. "Banyak yang percaya bahwa jika seseorang dapat mengalahkan Divine Dragon, maka mereka akan memiliki kekuatan yang luar biasa."
"Jadi, musuh kita mencari kekuatan itu," kata Ethan.
"Ya, mungkin itu adalah tujuan mereka yang sebenarnya," kata Kain.
"Mereka berani sekali mencoba menantang naga itu," kata David.
"Mereka mungkin memiliki rencana yang lebih besar," kata Maria.
"Hmm, mungkin kita harus mencari naga itu juga," kata Hanzel.
Gwyneth mengangguk. "Aku setuju. Jika musuh kita mencari naga itu, berarti itu juga menjadi ancaman bagi kita."
***
Komen, like dan votenya ya semua. Terima kasih. ❤️❤️❤️