The Abyssal Dungeon

The Abyssal Dungeon
Chapter 45



Ethan dan Gwyneth melangkah dengan hati-hati ke dalam gua yang gelap dan menyeramkan. Mereka berjalan pelan-pelan di sepanjang lorong-lorong sempit gua itu, bergantung pada obor kecil yang mereka bawa. Suara langkah mereka bergema di dinding-dinding gua yang keras, menciptakan suasana yang mencekam.


"Sangat gelap di sini," kata Gwyneth sambil menggenggam erat pedangnya. “Tetapi kita harus terus mencari, kita pasti akan menemukannya."


"Benar," sahut Ethan, mencoba untuk menjaga suaranya tetap tenang. "Kita telah melakukan persiapan yang baik untuk hal ini, dan aku yakin kita akan berhasil."


Mereka terus menjelajahi gua itu, menyusuri setiap lorong dan memeriksa setiap celah. Setelah beberapa saat, mereka tiba di sebuah ruangan yang luas dan terang, yang dipenuhi dengan panas yang menyengat.


"Mungkinkah ini tempatnya?" tanya Gwyneth dengan keheranan.


Ethan melihat sekeliling, mencoba mencari tanda-tanda keberadaan naga. Dan kemudian, dia melihatnya. Di ujung ruangan, terbaring di atas tumpukan batu, Granard, Sang Naga Api. Semburan api muncul dari mulutnya, dan sinar-sinar mata merahnya menyala dalam kegelapan.


"Mengagumkan," bisik Ethan dengan kagum.


Mereka berdua menghampiri naga itu dengan hati-hati, berusaha tidak membuatnya terbangun. Tetapi naga itu memanggil mereka dengan suara gemuruh yang dalam, "Siapa yang datang ke sini di malam hari?"


Ethan dan Gwyneth berlutut di depan naga, menunjukkan rasa hormat mereka. "Kami adalah Ethan dan Gwyneth," kata Ethan dengan penuh keyakinan.


Granard mengernyitkan alisnya saat melihat Ethan. "Siapa kamu, manusia? Apa yang membawamu ke sini?" tanyanya dengan suara yang menggelegar.


Tiba-tiba, dengan gerakan cepat, Granard mengibaskan sayapnya dan menghembuskan nafas api yang kuat ke arah Ethan. “Kamu adalah orang yang telah mencuri kekuatanku.”


Ethan terkejut dengan serangan Granard, ia dengan cepat menghindar dari semburan api itu.


"Apa yang kau maksud, Granard? Aku belum pernah sama sekali kesini sebelumnya.” Tanya Ethan.


Granard menatap tajam Ethan, mencari tanda-tanda kebenaran dari perkaatan Ethan. Setelah ia melihat dengan lebih teliti, ternyata Ethan bukanlah orang yang ia pikirkan.


“Beberapa tahun yang lalu, setengah kekuatanku di curi oleh seseorang, ia mempunyai niat jahat akan menguasai Abyssal Dungeon bahkan dunia, ia memperkenalkan dirinya kepadaku sebagai Dart.” Ucap Granard marah.


Ethan menelan ludah, merasa tegang dan takut akan kemarahan naga itu. "Granard, aku harus mengungkapkan bahwa aku adalah keturunan dari Dart, tetapi aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan ayahku, aku ingin meawannya dan mencegahnya menguasai dunia.”


Granard mengedarkan pandangannya di antara Ethan dan Gwyneth, mencoba mencari tanda-tanda kebenaran dalam kata-kata Ethan. Api di sekelilingnya berkobar-kobar dengan kegugupan dan kemarahan. "Apakah kamu berani menyatakan bahwa kamu adalah keturunan sang pencuri?"


Ethan menengadah dengan penuh penyesalan. "Ya, Granard, aku takut harus mengakui kebenarannya. Aku ingin mengalahkannya, tetapi sekarang setelah bertemu dengannya, aku tidak dapat mengendalikan kekuatan apiku lagi sepenuhnya. Aku datang ke sini dengan tujuan untuk meminta bantuanmu agar dapat melatihku mengendalikan kekuatanku lagi dan dapat melindungi dunia.”


Mendengar kata-kata Ethan, Gwyneth mencoba untuk berbicar. “Granard, kami ingin menggunakan kekuatan ini untuk melawan kejahatan, bukan untuk tujuan jahat."


Ethan bangkit, menatap naga itu dengan tekad dalam matanya. "Aku mengerti keraguan dan ketidakpercayaanmu, Granard. Tetapi aku bersedia menempuh segala macam pengujian dan tantangan untuk membuktikan bahwa aku bersungguh-sungguh.“


Granard diam sejenak, mempertimbangkan kata-kata Ethan. Lalu, dengan perlahan, api yang melingkupi dirinya mulai mereda. "Kamu telah mengungkapkan kebenaran dan memiliki tekad yang kuat. Tapi kata-kata saja tidak cukup. Kamu harus membuktikan kesungguhanmu dengan melewati ujian dariku.”


Sebuah batu bersinar dari dada Granard, sinaran dari batu tersebut seketika menciptakan medan pertempuran yang luas di sekitar Granard. Medan pertempuran ini terlihat seperti sebuah arena yang memantulkan warna-warni spektrum energi. Granard sendiri berada di tengah-tengah medan pertempuran ini, dengan tatapan yang penuh tekad.


Namun, yang paling menarik perhatian adalah api yang mulai melilit dan berputar di udara. Api tersebut memiliki warna-warni yang memukau dan terlihat begitu kuat dan mematikan. Api- api tersebut membentuk rintangan-rintangan yang mengerikan di sekitar mereka, seperti barikade yang sulit ditembus oleh siapa pun.


"Ethan, jika kamu benar-benar berjuang untuk kebaikan, kamu harus membuktikannya melalui perjuangan ini. Hentikan dan kendalikan api yang ada di dalam dirimu. Tunjukkan bahwa kamu berbeda." Ucap Granard.


Ethan memusatkan pikirannya dan mengambil napas dalam-dalam. Dia merasakan getaran yang mengalir dalam dirinya, membangkitkan energi yang tersembunyi. Pikirannya terfokus pada elemen yang membara di dalamnya - api. Dalam keadaan tenang, ia memulai perjalanan menuju pengendalian penuh atas kekuatan tersebut.


Ethan menutup matanya, membiarkan dirinya tenggelam dalam aliran energi yang membara di sekitarnya. Dia merasakan kehangatan melintasinya, membangkitkan perasaan berani dan penuh kekuatan di dalam dirinya.


Dalam kesunyian yang hanya terisi dengan gemuruh api, Ethan membuka matanya dengan perlahan. Tatapannya yang fokus dan penuh konsentrasi menyelidiki api- api yang melingkar di sekelilingnya. Dia merasakan kekuatan mereka, dan dengan perlahan, ia mulai meredakan api yang membara dengan gerakan tangannya.


Ethan memanfaatkan kekuatan api yang tersembunyi di dalam dirinya untuk memahami dan mengendalikan setiap gerakan api tersebut. Dia membiarkan energi magisnya menyatu dengan api- api yang melilit di udara, menciptakan ikatan yang kuat di antara mereka. Dalam kehati-hatian yang ekstrem, ia mengatur aliran api, memperlambatnya dan membentuk rintangan- rintangan yang lebih terarah.


Gwyneth melihat dengan takjub saat Ethan memancarkan aura kekuatan yang tenang. Api yang sebelumnya ganas dan liar sekarang tunduk di hadapannya.


Tiba-tiba saja, api yang sebelumnya terkendali oleh Ethan tiba-tiba menjadi liar dan tidak terkendali. Sinaran yang memancar dari batu di dada Granard menjadi semakin lemah, seolah-olah kehilangan kekuatannya. Medan pertempuran yang mengelilingi ethan dipenuhi dengan nyala api yang melahap segala yang ada di sekitarnya.


Ethan terkejut dan tercengang melihat perubahan yang tak terduga ini. Dia berjuang untuk mempertahankan kendali atas api, tetapi kekuatannya tidak cukup untuk mengendalikan kekuatan yang sedemikian besar. Rintangan-rintangan yang pernah ia ciptakan dengan api sekarang hancur dan terurai oleh kekuatan yang liar ini.


Granard, yang menyaksikan kekacauan itu, menyadari bahwa dia harus bertindak. Dengan hati yang penuh kepercayaan kepada Ethan, dia melepaskan batu kekuatan miliknya dari dadanya.


“Gunakan batu ini,” teriak Granard.


Batu itu terbang menuju ke arah Ethan, Ethan menggapai batu itu, ia merasakan aliran energi yang kuat memasuki tubuhnya. Dia merasakan kehangatan dan kekuatan yang membara dalam dirinya. Napasnya menjadi tenang, dan ia merasakan kekuatan yang baru.


Dengan mantap, Ethan mengarahkan perhatiannya pada api yang liar di sekitarnya. Dia memusatkan pikirannya pada batu kekuatan yang dia pegang erat di tangannya. Dengan perlahan-lahan, energi dari batu tersebut berpadu dengan energi api yang melingkupi mereka.


Dalam sekejap, api yang liar mulai meredup dan mengikuti arahan Ethan. Dia merasakan kekuatan baru yang mengalir melalui tangannya, memungkinkannya untuk mengendalikan api dengan lebih baik daripada sebelumnya. Api yang dulunya liar dan mematikan sekarang bergerak sesuai keinginannya, membentuk rintangan-rintangan yang kuat namun teratur di sekitarnya.