
Ethan dan David saling melengkapi satu sama lain, bergerak dengan kerja sama yang sempurna. Saat Ethan menghindari serangan serangan energi hitam yang ditembakkan oleh penyihir jahat, David menyerang dari belakang dengan tombaknya yang menembus tubuh musuh-musuh mereka. Mereka bertindak seperti satu kesatuan yang tak terpisahkan. Para penyihir jahat menjadi semakin terkejut dan terguncang dengan kecepatan dan ketepatan gerakan para pahlawan ini.
Sementara itu, Sarah mengambil posisi yang strategis di belakang tempat persembunyian, memanjangkan busurnya dengan panah-panah yang mematikan. Dalam konsentrasi yang tinggi, ia mengarahkan panah-panahnya ke arah Dart dan pasukan penyihir jahatnya, dengan tujuan memecah konsentrasi mereka dan memberikan keuntungan kepada teman-temannya.
Maria, dengan pisau-pisau kecilnya yang siap terlempar, meluncur maju dengan gerakan gesit dan sigap. Ia menghadapi penyihir-penyihir yang berusaha melawan mereka dengan keahlian beladiri yang mengagumkan. Dalam serentetan gerakan yang cepat, Maria menebas, menusuk, dan membalikkan serangan lawan dengan keahliannya yang memukau.
Hanzel, dengan teknik bela diri yang luar biasa, meluncurkan dirinya ke tengah kerumunan penyihir jahat, Ia menghindari serangan dengan gerakan yang lincah, sekaligus melancarkan serangan balik yang mematikan. Tendangan dan pukulannya menghantam para penjaga dengan kekuatan yang dahsyat, memaksa mereka mundur dan memberikan ruang untuk langkah teman-temannya.
Gwyneth, dengan kedua pedangnya yang berputar-putar dengan kelincahan yang mempesona, meluncur maju dengan gaya yang menghipnotis. Ia memotong dan menusuk penyihir-penyihir jahat yang berani menghadangnya, dengan gerakan yang cepat dan presisi. Luka-luka terbuka di tubuh para penyihir jahat, membuat mereka terdesak dan kewalahan.
Sementara itu, Ethan dan David berhasil mencapai Isabella yang terikat, terkungkung oleh ikatan yang kuat. Dengan ketekunan dan keterampilan mereka, mereka membebaskannya, memotong ikatan yang mengikatnya dengan pedang dan tombak.
"Pergilah, Isabella! Kami akan melindungimu!" seru Sarah sambil membantu Isabella berdiri.
Sementara itu, Ethan bertarung satu lawan satu dengan Dart. Mereka saling berhadapan, Ethan memegang pedangnya dengan penuh keberanian, sementara Dart memanipulasi kekuatan api yang mengelilinginya. Api-nya membara, siap melahap siapa pun yang menghalangi jalannya.
"Kau tidak akan bisa mengalahkanku, Ethan," kata Dartsambil tersenyum jahat. "Moon Stone akan menjadi milikku, dan kekuatannya akan menjadikanku tak terkalahkan!"
Ethan tetap tegar dan berkata dengan tegas, "Kau tidak akan berhasil! Kami akan menghentikanmu dan menyelamatkan Isabella!"
Ethan memulai serangannya dengan gerakan lincah, mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang luar biasa. Ia melancarkan serangan-serangan bertubi-tubi ke arah Dart, berusaha menyerangnya dari segala sudut. Namun, Dart adalah lawan yang tangguh. Dia menghindari setiap serangan dengan kecepatan yang sama, bergerak dengan lincah di antara nyala api yang terus berkecamuk.
Dalam keadaan ini, Ethan menyadari bahwa ia harus menjauhkan Dart dari Isabella. Isabella berdiri beberapa langkah di belakangnya, meliht pertarungan dengan cemas. Ethan mengumpulkan keberaniannya dan memutar tubuhnya, menarik perhatian Dart.
"Dart! Aku di sini!" serunya, berusaha menarik perhatian lawannya.
Dart berbalik ke arah Ethan, memandanginya dengan penuh tantangan. Api yang mengelilinginya semakin membesar, menciptakan tekanan yang mengerikan. Namun, Ethan tidak mundur. Dia tahu bahwa ia harus bertarung demi melindungi Isabella.
Tanpa ragu, Ethan melancarkan serangan terakhirnya. Pedangnya berkelebat di udara, menembus lapisan api yang melindungi Dart. Namun, tiba-tiba, serangan Ethan terhenti. Dart, dengan cepatnya, menangkap lengan Ethan dan mengunci gerakannya. Ethan merasakan sakit yang menusuk tulang saat Dart mengeluarkan kekuatan api yang melahap lengannya.
Dalam keadaan terjepit, Ethan merasakan kekalahan yang menghampirinya. Dart mengerahkan seluruh tenaganya dan memukul Ethan dengan kekuatan penuh. Tubuh Ethan terpental ke belakang, jatuh ke tanah dengan keras. Isabella menjerit melihat keadaan itu, tetapi tidak dapat berbuat apa-apa.
Dart melangkah maju dengan senyum puas di wajahnya. Namun, ketika dia hendak menyelesaikan Ethan, Isabella tiba-tiba muncul di depannya. Dia memandang Dart dengan mata yang penuh kemarahan.
"Kamu tidak akan bisa membunuhnya!” ujar Isabella dengan suara yang bergetar oleh keberanian dan tekadnya. "Kamu harus melewati aku jika kamu ingin membunuhnya.”
Dart tersenyum dengan sinis, mencoba menguji keberanian Isabella. “Kau berani menghadapiku, putri Isabella. Tapi sayangnya, kau tidak akan bisa menghentikanku," Dart meremehkan.
Namun, pada saat itu, sesuatu yang luar biasa terjadi. Sebuah cahaya terang yang memancar dari kepala Isabella, mengelilingi tubuhnya dengan aura yang menyilaukan. Cahaya itu begitu kuat sehingga Dart dan pasukan penyihir jahatnya terdorong mundur, merasakan energi yang tajam dan mematikan.
Dart terkejut dan berusaha melawan efek cahaya tersebut. "Apa yang terjadi? Apa ini kekuatan moon stone?” serunya dengan suara terengah-engah.
Isabella terlihat tidak sadarkan diri, bola matanya terbuka dengan semua berwarna putih. Tubuh Isabella sedikit melayang dan mengarahkan cahaya di kepalanya ke arah Dart dari sebuah batu yang tiba-tiba saja ada pada kepala Isabella.
Saat itu, Ethan mulai sadar dari keadaannya yang pingsan. Dia berusaha membangunkan dirinya dari tanah dan melihat adegan yang tak terduga di depannya dengan kebingungan. "Isabella... apa yang sedang terjadi?" gumamnya lemah.
Cahaya yang berasal dari kepala Isabella terlihat sedikit melemah. Dalam keadaan ini, Dart melihat peluang untuk mengambil Moon Stone yang ada di tubuh Isabella, ia melihat peluang saat Ethan masih lemah dan tidak dapat bergerak dengan bebas. Dalam gerakan yang cepat, Dart melesat menuju Isabella dan dengan kecepatan yang luar biasa, ia berhasil meraih Moon Stone yang terletak di kepala Isabella.
Ethan, terkejut dan terpaku, menyaksikan bagaimana Moon Stone yang sangat berharga itu terlepas dari kepala Isabella dan jatuh ke tangan Dart. Tubuh Isabella terjatuh lemah ke tanah tetapi berhasil di tangkap Ethan.
"Dart, kembalikan Moon Stone itu!" seru Ethan.
Dart tertawa sinis, menggenggam erat Moon Stone di tangannya. "Kamu terlalu naif, Ethan. Moon Stone ini adalah kekuatan yang bisa merubah segalanya, dan aku tidak akan membiarkannya jatuh ke tanganmu."
"Kembalikan Moon Stone itu, Dart!" seru Ethan dengan suara yang penuh dengan keberanian dan ketegasan.
Dart melirik Ethan dengan pandangan sombong. "Kamu pikir kamu bisa menghadapiku, Ethan? Pikirkan lagi."
Tanpa ragu, Dart menggunakan kekuatan Moon Stone untuk menciptakan gempa dan ledakan api yang mengguncang tanah di sekitarnya. Serangan-serangan mematikan dilancarkan ke arah Ethan dan Isabella. Ethan dengan cepat menggunakan pedangnya untuk melindungi mereka berdua, tetapi serangan-serangan Dart sangat kuat dan sulit ditahan.
Ethan berjuang dengan segenap kekuatannya, tetapi gerakannya menjadi lambat akibat oleh luka-lukanya dan kekuatan yang dimiliki Dart.