The Abyssal Dungeon

The Abyssal Dungeon
Chapter 33



Dart berdiri kembali di depan Ethan. “Ethan, aku ingin menunjukkan kepadamu siapa yang benar-benar memegang kendali api!" ujarnya sambil tersenyum sinis.


Ethan tidak merasa takut. “Ayah, aku tidak ingin melawanmu," katanya dengan suara tegas.


"Kau tidak punya pilihan!" jawab Dart.


Mereka mengeluarkan api dari tubuh mereka, aura merah menyala di sekitar mereka, mengisyaratkan bahaya yang mendalam.


Ethan mengangkat tangan kanannya ke udara, memanggil kekuatan Roh Naga Api. Api merah menyala membara di sekelilingnya, mengalir melalui tubuhnya, memberinya kekuatan ekstra. Kemudian, dengan gerakan tangan yang cepat, ia melepaskan bola api raksasa ke arah Dart.


Dart tidak tinggal diam. Ia merespons dengan cepat dan dengan segera menembakkan bola api dari tangannya. Bola api itu meluncur menuju bola api milik Ethan, meningkat dengan kekuatan yang sama. Kedua bola api itu saling mendekat dengan kecepatan yang menghancurkan, mengguncang tanah di sekitarnya.


Momentum bola api tersebut semakin besar saat keduanya bertabrakan. Ledakan yang mengguncangkan langit terjadi, menghasilkan cahaya terang dan gelombang kejut yang kuat. Detakan ledakan itu terdengar seperti gemuruh petir yang menakutkan.


Seketika, gelombang kejut menerpa medan pertempuran, menerbangkan debu dan reruntuhan di udara. Dalam kilat yang singkat, sinar merah dan jingga memenuhi langit. Begitu cahaya meredup, tampaklah Ethan dan Dart, berdiri tegak dengan tubuh mereka terluka dan pakaian hancur.


Namun, pertarungan belum usai. Kedua pahlawan ini saling menatap, mewujudkan tekad yang kuat dalam tatapan mereka. Mereka menyadari bahwa hanya ada satu pemenang dalam pertempuran ini, dan mereka tidak akan menyerah.


Mereka kembali meluncurkan serangan. Ethan menggerakkan tangannya dengan kecepatan yang tak terlukiskan, membentuk lingkaran api yang berputar di sekitarnya. Ia meluncurkan serangan itu dengan mematok ke arah Dart, berusaha menjebaknya dalam perangkap api yang membara.


Namun, Dart bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan. Ia melompat dengan lincah dan dengan gesit menghindari perangkap api yang dilancarkan Ethan. Kemudian, ia menggabungkan kekuatannya dengan kecepatan yang luar biasa. Ia menggerakkan tangannya dengan presisi yang luar biasa dan melepaskan aliran api yang padat dan mematikan.


Seketika, medan pertempuran dipenuhi dengan adegan pertempuran yang memukau. Ethan dan Dart saling mengejar, melepaskan serangan dan melakukan manuver akrobatik yang mengagumkan. Serangan dan pertahanan mereka terjadi dalam hitungan detik, menciptakan kilatan-kilatan cahaya dan suara letupan yang memenuhi udara.


Ethan terus mengeluarkan bola api besar yang membara, mencoba menghancurkan pertahanan Dart. Namun, Dart menunjukkan keahlian yang luar biasa dalam menghindari serangan itu. Dengan kecepatan yang sulit ditembus, ia melompat, menggelincir, dan berputar di udara, menghindari bola api yang meluncur dengan kekuatan dahsyat.


Tiba-tiba, Dart mengubah taktiknya. Ia mengumpulkan kekuatan api di tangannya dan melepaskan serangan langsung ke arah Ethan. Api meluncur dengan cepat, membentuk panah yang mematikan. Ethan menyadari bahaya yang mengancamnya dan dengan cepat menggerakkan tubuhnya ke samping, menghindari serangan itu dengan selisih yang tipis.


“Kamu masih lemah, Ethan!" kata Dart dengan sinis, "Ayo serang aku dengan kekuatan terbaikmu!"


Ethan marah dan menggunakan kekuatan Roh Naga Api untuk membuat dirinya mengeluarkan api dari seluruh tubuhnya. Dia kemudian mengejar Dart dengan kecepatan yang luar biasa.


"Kau memang hebat, Ethan. Namun, jangan terlalu percaya diri!" ujarnya.


Dart mengeluarkan lebih banyak api dari tubuhnya. Api yang menyala dengan kekuatan yang mempesona itu membara di sekitarnya, menggambarkan kemarahan dan keberanian yang tak terbendung.


Dengan gerakan yang cepat, Dart menembakkan pukulan besar yang terdiri dari api menuju Ethan. Pukulan tersebut membawa kekuatan yang luar biasa, dan melintasi medan pertempuran dengan kecepatan yang menakjubkan. Ethan menyadari bahaya yang mengancamnya dan berusaha menangkis pukulan itu dengan kekuatan Roh Naga Api yang tersisa.


Namun, kekuatan Ethan semakin melemah setiap saat. Pukulan api Dart berhasil menembus pertahanannya, dan dia merasakan energi dalam dirinya menyusut dengan cepat. Ketegangan tergambar di wajah Ethan, dia tahu bahwa situasinya semakin berbahaya.


Dart melihat kelemahan itu dan dia tahu inilah kesempatannya untuk mengakhiri pertarungan. Ia mengumpulkan seluruh kekuatan terakhirnya dan mengeluarkan ledakan api yang maha kuat. Api itu melingkupi tubuhnya, memancarkan cahaya yang memukau, dan memberinya kekuatan dahsyat.


Ethan berusaha melindungi dirinya sendiri. Ia mengaktifkan Roh Naga Api dalam dirinya, mencoba memperkuat pertahanannya. Namun, serangkaian pukulan api yang tak terhitung jumlahnya dari Dart terus menyerangnya. Dart bergerak dengan kecepatan yang sulit diikuti, meluncurkan serangan api dengan ketepatan yang mematikan.


"Sudah kusampaikan padamu bahwa kau tidak pantas memiliki kekuatan itu, Ethan," ujar Dart.


Ethan berusaha bangkit, namun tubuhnya terlalu lemah. "Ayah... kenapa... kau melakukan ini..." ujarnya dengan napas tersengal.


"Kau harus mengerti, Ethan. Kekuatan Roh Naga Api itu terlalu kuat untuk dimiliki oleh orang yang tidak pantas," kata Dart seraya mengangkat tangan kanannya untuk mengeluarkan pukulan api terakhir. “Jadi sebaiknya kamu memberikan batu bercahaya itu.”


Namun, tiba-tiba sebuah panah bercahaya melesat menuju Dart tetapi Dart berhasil menghindarinya dengan mudah.


Dart melihat teman-temannya mendekatinya. “Ethan, kau baik-baik saja?" tanya David khawatir. Ethan membuka matanya perlahan dan tersenyum. "Aku baik-baik saja.”


Dart tersenyum sombong melihat tim kecil itu. "Kalian pikir kalian bisa mengalahkanku? Pikirkan lagi, anak-anak."


Dart menatap mereka dengan tatapan tajam, menyadari bahwa dia memiliki keunggulan kekuatan yang luar biasa.


Sarah menjadi yang pertama melangkah maju. Dia mengangkat tangan kirinya dan mengeluarkan sinar cahaya yang menyilaukan. Cahaya tersebut memancar begitu terang, berusaha melumpuhkan Dart dengan kekuatan suci. Namun, Dart dengan lincah menghindari serangan cahaya tersebut dengan langkah-langkah yang presisi.


Tidak menyerah begitu saja, Maria mengangkat tangannya dan mengeluarkan hembusan es yang dingin. Es- es itu membentuk belitan dan memanjang dengan cepat menuju Dart. Namun, sebelum es tersebut mencapai sasarannya, Dart menggerakkan tubuhnya dengan lincah, menghindar dengan kecepatan yang luar biasa.


David tidak mau kalah. Dia mengangkat tangannya dan mengeluarkan hembusan angin yang kuat. Angin itu membentuk pusaran yang melingkar di sekeliling Dart, berusaha menghambat gerakannya. Namun, Dart mampu menyeimbangkan tubuhnya dan melompat ke udara, menghindari hembusan angin tersebut dengan lincah.


Saat Dart masih di udara, Hanzel dengan cepat mengangkat tangannya dan melepaskan kilatan petir yang menyambar ke arahnya. Kilatan tersebut mengeluarkan dentuman dan menyilaukan, berusaha melumpuhkan Dart. Namun, dengan ketangkasan yang luar biasa, Dart menghindarinya dengan meluncur di udara, mencekik udara di sekitarnya.


Gwyneth menyadari perlunya kekuatan gelap untuk melawan Dart yang kuat. Dia mengumpulkan kegelapan di sekitarnya dan mengeluarkan aura kegelapan yang mengerikan. Kekuatan kegelapan itu mengepung Dart, mencoba menghancurkan keberadaannya. Namun, Dart tetap tenang dan mengeluarkan kekuatan dalam dirinya yang menetralkan serangan kegelapan Gwyneth.


Sementara itu, Gregor mengeluarkan kekuatan tanahnya. Dia menendang tanah dengan kuat, menciptakan gempa bumi yang mengguncangkan medan pertempuran. Tetapi, Dart mengimbangi getaran tersebut dengan kesetimbangan yang sempurna, menjaga dirinya tetap stabil di atas tanah.


"Ethan, kau harus mengeluarkan kekuatan Roh Naga Api-mu yang sebenarnya!" teriak Sarah.


Ethan ragu untuk menggunakan kekuatannya yang sebenarnya, karena dia takut akan melukai orang-orang yang dicintainya. Namun, dia tahu bahwa dia tidak punya pilihan lain.


"Ethan, lakukan sekarang!" teriak David.


Ethan berdiri dengan tubuhnya yang tegap. Matanya berkilauan ketika ia mengumpulkan kekuatan di dalam dirinya. Napasnya terengah-engah, dan detak jantungnya berdetak cepat. Ia tahu saat ini adalah saatnya untuk mengeluarkan kekuatan tersembunyi yang selama ini ia sembunyikan.


Dengan gerakan tangan yang mantap, Ethan mengarahkan energi yang membara di dalam dirinya. Tubuhnya mulai bersinar dengan warna merah menyala, dan kelopak matanya berubah menjadi nyala api yang terang. Aura yang mempesona memancar dari tubuhnya, menandakan kehadiran kekuatan yang luar biasa.


Namun, seiring dengan kekuatan yang keluar, Ethan merasakan sesuatu yang tidak terduga. Roh Naga Api di dalam dirinya membangkitkan getaran yang ganas dan liar. Energinya tidak terkendali, melampaui batas-batas yang pernah Ethan bayangkan. Kekuatan itu meloncat keluar dari kendali Ethan, membentuk semburan api besar yang mengamuk di sekitarnya.


Dart dengan refleks cepat menghindar dari serangan kekuatan yang meluncur ke arahnya. Dia melompat ke belakang, terkejut dengan kekuatan yang terlalu kuat itu. Namun, serangan itu tidak berhenti pada Dart. Kekuatan itu berbelok dan bergerak menuju tim Ethan yang berdiri di sekitarnya.


Seketika, kekacauan terjadi. Energi api membara melingkupi para anggota tim Ethan. Mereka berusaha keras untuk menghindar, tetapi beberapa dari mereka terkena serangan yang hebat. Teriakan kesakitan memenuhi udara, dan luka-luka muncul di tubuh mereka.