
Ethan dan timnya berusaha mencari pintu keluar dari gua. Mereka berjalan dalam kegelapan dan akhirnya sampai di sebuah ruangan besar. Di tengah ruangan itu, mereka melihat monster raksasa yang sudah siap untuk bertarung. Monster itu memiliki kulit yang sangat tebal dan nafas yang berapi-api.
"Ethan, kita harus mencari cara untuk mengalahkannya," kata Gwyneth.
"Kita semua harus bekerja sama," kata Ethan, "aku akan menyerang dari dekat dan kalian bisa menyerang dari jarak jauh."
Ethan melompat ke depan, mengeluarkan pedangnya, dan mulai menyerang monster itu. Dia menebas dan menusuk monster itu dengan kecepatan dan ketepatan yang luar biasa, menghindari serangan monster tersebut dengan lincah.
Sementara itu, Sarah, Alex, Maria, Hanzel, dan Gwyneth menyerang monster itu dari jarak jauh dengan senjata mereka. Mereka menyerang monster itu dari segala arah, memaksa monster itu untuk menghadapi serangan dari berbagai arah sekaligus.
Monster itu berusaha untuk menghindari serangan-serangan tersebut, tetapi mereka berhasil mengenai monster itu beberapa kali. Monster itu merespons dengan marah dan mulai menyerang mereka secara langsung.
Pertarungan itu semakin sengit ketika monster itu menggunakan ekornya untuk memukul para anggota tim. Namun, mereka berhasil menghindari pukulan itu dan terus menyerang monster itu.
Setelah beberapa saat pertarungan yang sengit, monster itu mulai lemah. Ethan melompat ke udara dan menghunjamkan pedangnya ke tenggorokan monster itu. Monster itu jatuh ke tanah, tidak berdaya.
"Kita berhasil,” kata Ethan.
"Kita harus cepat keluar dari sini," kata Hanzel, "kita tidak tahu apakah masih ada bahaya lain di dalam gua ini."
Mereka cepat-cepat berjalan keluar dari gua, tetapi di tengah jalan, mereka dihadang oleh monster raksasa yang sama. Monster raksasa itu menyerang mereka dengan kekuatan yang luar biasa.
"Kalian tidak bisa kabur begitu saja," kata monster raksasa itu, "aku akan menghancurkan kalian semua."
“Bagaimana dia bisa hidup lagi? Dan ia terlihat lebih kuat dari sebelumnya, ada kekuatan sihir mengelilinginya,” Kata Sarah.
“Sekarang kita harus benar-benar pastikan dia mati kali ini,” ucap Ethan penuh tekad.
Tim itu bersiap untuk melawan moster raksasa itu. Ethan berlari menuju monster raksasa dengan kecepatan penuh dan mengayunkan pedangnya ke arah monster raksasa. Namun, monster raksasa tersebut mengeluarkan kekuatan magis yang sangat kuat dan menghantam Ethan dengan kekuatan yang cukup besar.
Ethan terlempar jauh oleh kekuatan magis tersebut dan jatuh ke tanah dengan keras. Dia merasakan sakit yang luar biasa di seluruh tubuhnya dan sulit untuk bangkit kembali.
Sarah mencoba untuk menyerang monster raksasa tersebut dengan panah yang telah disiapkan sebelumnya. Namun, meskipun ia membidik dengan baik, panah yang ia lepaskan hanya berhasil mengenai lengan monster raksasa itu. Monster raksasa tersebut mengangkat tangannya dan menangkis dengan mudah, menghancurkan panah tersebut menjadi serpihan kecil.
Setelah Sarah gagal, Alex memutuskan untuk menyerang dengan tombaknya. Dia berlari menuju monster raksasa dengan tombaknya terarah, namun monster raksasa tersebut dengan cepat menghindar dan mendorong Alex dengan kekuatan yang cukup besar. Alex jatuh terjengkang beberapa meter jauhnya.
Maria, yang telah memperhatikan serangan sebelumnya, memutuskan untuk menggunakan pisaunya. Dia berlari ke arah monster raksasa dan menyerang dari samping. Namun, monster raksasa tersebut dengan mudah membelokkan arah serangan Maria dengan menendangnya ke samping. Maria hampir jatuh, tetapi berhasil menjaga keseimbangannya.
Akhirnya, Hanzel memutuskan untuk menyerang dengan ilmu bela dirinya. Dia menyerang dengan sikap defensif, tetapi cepat beralih ke serangan ofensif yang cepat. Monster raksasa tersebut berusaha memblokir serangan Hanzel dengan tangannya yang besar, tetapi Hanzel menggunakan gerakan yang lincah dan cepat untuk menghindar dan membalas serangan.
Gwyneth yang sejak berdiri tegak di tengah pertempuran meraih dua pedangnya yang tergantung di pinggangnya dan siap berlari ke arah monster itu.
Monster itu mengeluarkan suara menggeram yang menggema. Aura magisnya terasa kuat dan menggetarkan tanah di bawah kaki Gwyneth. Namun, Gwyneth tidak gentar. Ia memfokuskan pikirannya dan mempercepat langkahnya, mencoba untuk mengecoh monster itu.
Monster itu mengeluarkan serangan magisnya, melepaskan beberapa serangan bola api yang besar. Gwyneth menghindari serangan itu dengan kecepatannya dan bergerak menjauh dari monster tersebut. Ia melihat celah untuk menyerang dan berlari dengan cepat ke arah monster raksasa itu. Dua pedangnya berkilauan di tangan Gwyneth saat ia menyerang monster itu.
Pedang Gwyneth mengenai lengan monster raksasa itu, dan ia dapat merasakan getaran yang kuat ketika pedangnya menembus kulit monster itu. Monster itu mengeluarkan suara mengaum yang keras dan melepaskan sihirnya dalam rasa sakit. Siapapun yang berada di dekatnya akan merasa panas dan terbakar oleh sihirnya.
Namun, Gwyneth terlatih dan berhasil menghindari serangan sihir itu dengan tangkas. Ia terus menyerang monster itu dengan pedangnya yang kedua dan berhasil membuatnya terus mundur. Monster raksasa itu mengeluarkan suara marah yang mengerikan, tetapi Gwyneth tidak menyerah.
Gwyneth terus menyerang monster itu dengan kecepatan yang tidak bisa diimbangi oleh monster itu. Ia menembakkan beberapa serangan pedang dan berhasil mengenai lengan monster raksasa itu, membuatnya terluka dan melepaskan sihirnya.
Monster raksasa itu terdiam sejenak, tetapi kemudian mengeluarkan kekuatan magis yang lebih kuat dari sebelumnya. Tim itu kesulitan untuk menghadapinya, tetapi Gwyneth berhasil mengeluarkan kekuatan pedangnya dan memotong tangan monster raksasa itu.
Monster raksasa itu jatuh ke tanah, tidak berdaya. Tetapi secara perlahan tangan monster raksasa itu tumbuh lagi.
Monster raksasa menjadi lebih besar dan kuat. Ethan dan timnya kesulitan untuk mengalahkannya dengan senjata mereka sendiri. Mereka mencoba berbagai strategi dan serangan, tetapi monster raksasa itu terus menyerang dan melukai mereka.
"Mungkin kalian harus menggunakan kekuatan roh naga kalian,” kata Hanzel dengan ragu.
"Ethan memiliki roh naga api," kata Sarah, "aku memiliki roh naga cahaya, dan Gwyneth memiliki roh naga kegelapan. Sedangkan Alex, Hanzel dan Maria hanya bisa menggunakan senjata mereka untuk saat ini, apa yang harus kita lakukan?"
"Mungkin kita harus menggabungkan kekuatan roh naga kita untuk membentuk kekuatan yang lebih besar," kata Ethan.
"Mungkin benar," kata Maria, "tetapi bagaimana caranya?"
Mereka berdiskusi untuk mencari tahu bagaimana cara menggabungkan kekuatan roh naga mereka. Setelah beberapa saat, mereka menemukan sebuah cara untuk menggabungkan kekuatan roh naga mereka.
Mereka berdiri dalam lingkaran dan menempatkan tangan mereka di atas batu besar di tengah lingkaran. Mereka memusatkan pikiran mereka dan menggabungkan kekuatan roh naga mereka.
Tiba-tiba, cahaya terang memancar dari batu besar itu. Cahaya itu menyatukan kekuatan roh naga mereka menjadi satu. Kekuatan itu sangat besar dan membuat monster raksasa itu goyah.
"Mari kita serang monster raksasa itu dengan kekuatan roh naga kita," kata Gwyneth.
Tim itu menyerang monster raksasa itu dengan kekuatan roh naga mereka. Ethan mengeluarkan kekuatan roh naga api, Sarah mengeluarkan kekuatan roh naga cahaya dan Gwyneth mengeluarkan kekuatan roh naga kegelapan.
Sementara itu Alex mencari celah untuk menghunuskan tombaknya, Maria bergerak dengan lincah dengan pisaunya pada bagian kaki monster raksasa itu, sementara itu Hanzel memfokuskan energi di telapak tangannya dan memukulkannya dengan sekuat tenaga ke arah tubuh monster raksasa itu.
Monster raksasa itu mengeluarkan suara mengerikan ketika terkena serangan kekuatan dari Ethan dan timnya. Namun, monster raksasa itu masih kuat dan terus menyerang tim itu.
Mereka terus bertarung selama berjam-jam. Namun, kekuatan roh naga mereka mulai melemah. Mereka tahu bahwa mereka harus menemukan cara untuk mengalahkan monster raksasa itu sebelum kekuatan roh naga mereka benar-benar habis.
"Ethan, bagaimana jika kita menggabungkan kekuatan roh naga kita lagi, tetapi kali ini kita memfokuskan kekuatan itu pada satu serangan?" kata Sarah.
"Mungkin itu ide yang bagus," jawab Ethan, "tetapi kita harus segera melakukannya sebelum kekuatan roh naga kita habis."
Mereka segera menggabungkan kekuatan roh naga mereka lagi. Kali ini, mereka memfokuskan kekuatan itu pada satu serangan. Mereka mengeluarkan serangan kekuatan roh naga yang sangat besar dan menghantam monster raksasa itu.
Monster raksasa itu terdorong mundur dan jatuh ke tanah. Mereka menyerang monster raksasa itu dengan serangan kekuatan roh naga mereka yang terakhir, dan monster raksasa itu akhirnya mati dan menjadi debu.
Tim itu terlihat lelah dan kehabisan tenaga setelah pertarungan yang sengit itu. Mereka merasa senang karena berhasil mengalahkan monster raksasa itu, tetapi mereka juga merasa sedih karena beberapa anggota tim mereka terluka parah.
"Mari kita keluar sekarang,” kata Ethan, "kita perlu istirahat dan merawat luka-luka kita."
Mereka meninggalkan gua dan mendirikan sebuah kamp di tempat yang tersembunyi.
"Mari kita merawat luka-luka kita dan istirahat," kata Ethan, "besok kita akan melanjutkan perjalanan kita untuk mengalahkan penyihir jahat itu."
“Maafkan aku, tenagaku terkuras habis akibat pertarungan tadi,” kata Sarah.
“Tidak apa-apa, Sarah. Untuk sekarang kita beristirahat terlebih dahulu untuk memulihkan tenaga kita.
“Ethan, bagaimana dengan roh naga kami?” Ucap Alex dan diangguki oleh Hanzel dan Maria.
“Kita akan mencarinya besok, tidak akan aku biarkan mereka menggunakan kekuatan roh naga untuk kejahatan,” ucap Ethan penuh tekad.
***
Jangan lupa like, komen dan vote semuanya. ❤️❤️❤️