The Abyssal Dungeon

The Abyssal Dungeon
Chapter 21



Pada suatu hari yang cerah, Ethan dan timnya melanjutkan perjalanan, mereka mencari letak keberadaan ayah Ethan, Dart.


Setelah berjalan cukup jauh, mereka melihat sesuatu yang aneh di kejauhan. Ada asap hitam yang mengepul dari arah sebuah desa. Tanpa ragu-ragu, mereka berlari menuju desa tersebut.


Tiba di desa, mereka melihat rumah-rumah yang telah hancur berantakan, api masih menyala di beberapa tempat, dan mayat-mayat yang berserakan di sekitar. Mereka langsung menyadari bahwa desa ini diserang oleh monster yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.


"Ada apa ini?" ujar Sarah dengan suara bergetar.


"Mungkin ada monster yang baru muncul," jawab Maria dengan tegas.


Tiba-tiba, monster itu muncul di hadapan mereka. Monster tersebut berukuran besar dan memiliki tanduk panjang yang menonjol di kepalanya. Kulitnya berwarna hijau keabu-abuan dengan bintik-bintik berwarna hitam yang menghiasi tubuhnya. Monster tersebut memandang mereka dengan mata merah yang tajam.


"Mari kita bunuh monster ini!" ujar Hanzel dengan semangat.


Semua pahlawan mengeluarkan senjata mereka dan menyerang monster tersebut. Ethan dengan pedangnya menebas ke arah kepala monster, Sarah dengan panahnya menembakkan panah ke arah badan monster, Maria dengan pisau menyerang dari samping, Alex dengan tombaknya menikam ke arah kaki monster, Hanzel dengan ilmu bela dirinya menghindari serangan monster dan menyerang dengan tendangan, dan Gwyneth dengan dua pedangnya menyerang dari depan dan belakang.


Monster tersebut mengeluarkan suara marah dan menyerang balik. Mulai terjadi pertarungan yang sengit. Monster tersebut menggunakan tanduknya untuk menyerang Ethan, menghindari serangan Sarah, mengejar Maria, dan menyerang Alex dengan mengayunkan ekornya. Namun, pahlawan-pahlawan tersebut berhasil menghindari serangan monster dan melawan balik dengan semangat yang tinggi.


"Ayo kita bersatu!" ujar Gwyneth dengan suara lantang.


Semua pahlawan menganggukkan kepala mereka dan bersatu dalam satu gerakan.


Monster itu muncul dari balik semak-semak dengan kecepatan yang luar biasa. Dengan kelincahannya yang tak terkalahkan, monster tersebut mulai menyerang para pahlawan dengan cepat dan lincah. Para pahlawan dengan cepat mengambil posisi masing-masing untuk melawan monster itu.


Ethan dengan cepat memotong serangan monster tersebut dengan pedangnya yang tajam, menghindari serangan monster yang cepat dan kuat. Sarah menghindari setiap serangan monster dengan panah-panahnya yang tepat sasaran. Maria dengan cepat menghindari serangan monster tersebut dan menyerangnya dengan pisau yang tajam. Alex memanfaatkan tombaknya dengan keahlian yang tinggi untuk menyerang monster dari kejauhan. Hanzel dengan cepat melompat dan menghindari serangan monster dan menyerang dengan pukulan yang cepat. Sementara itu, Gwyneth dengan mantap memegang dua pedangnya dan menyerang monster dari depan dan belakang dengan serangan yang tajam.


Setiap pahlawan bertarung dengan keahliannya masing-masing dan bekerja sama dengan sangat baik. Mereka bergerak dengan sinergi yang luar biasa dan berhasil menghindari setiap serangan monster tersebut. Akhirnya, setelah pertarungan yang sengit, para pahlawan berhasil melukai monster itu dan mengalahkannya dengan serangan gabungan yang mematikan.


Pahlawan-pahlawan tersebut beristirahat sejenak untuk mengambil napas dan memeriksa desa. Mereka menemukan beberapa orang yang masih hidup dan memberikan pertolongan kepada mereka. Setelah beberapa saat, orang-orang tersebut membuka diri dan menceritakan bahwa monster tersebut adalah monster yang disebut dengan nama "Zalba".


"Zalba adalah monster yang sangat kuat dan sangat sulit untuk dikalahkan. Biasanya, Zalba hanya tinggal di dalam hutan dan tidak pernah keluar ke desa. Namun, beberapa waktu yang lalu, para penduduk desa melihat Zalba keluar dari hutan dan menyerang desa mereka tanpa alasan yang jelas," jelas seorang penduduk.


Pahlawan-pahlawan tersebut merasa sedih mendengar cerita tersebut. Mereka merasa bahwa mereka harus melindungi penduduk desa dari monster-monster yang merusak. Setelah itu, mereka memutuskan untuk mengunjungi hutan untuk mencari tahu mengapa Zalba keluar dari hutan dan menyerang desa.


Setelah berjalan beberapa jam, mereka sampai di dekat tempat Zalba biasa tinggal. Mereka melihat bahwa hutan tersebut penuh dengan tumbuhan yang subur dan mengeluarkan aroma yang harum. Namun, ketika mereka mulai berjalan masuk ke dalam hutan, mereka merasakan kegelapan dan keheningan yang mencekam.


Saat mereka berjalan lebih dalam lagi, mereka mendengar suara aneh yang terdengar dari kejauhan. Suara tersebut semakin kuat ketika mereka semakin dekat dengan sumbernya. Mereka berhenti dan melihat ke arah sumber suara tersebut. Mereka melihat bahwa ada sebuah gua yang gelap dan misterius.


Mereka memutuskan untuk memasuki gua tersebut. Ketika mereka masuk, mereka melihat bahwa gua tersebut sangat besar dan gelap. Mereka mulai berjalan dan mencari sumber suara tersebut. Ketika mereka sampai di dekat sumber suara tersebut, mereka melihat Zalba yang sedang terjebak dalam jaring besar yang dibuat oleh David.


"David, apa yang kamu lakukan?!” tanya Ethan berlari mendekati David.


David hanya tersenyum sinis dan melepaskan Zalba dari jaring tersebut. Zalba langsung menyerang Ethan dan timnya, Ethan, yang bersenjatakan pedang, berlari ke arah monster dan melancarkan serangan pertamanya. Monster itu menghindar dengan cepat, membuat serangan Ethan meleset dan membenturkan pedangnya ke tanah.


Alex, yang membawa tombak, melihat celah dan meluncur ke arah monster dengan tombaknya yang tajam. Dia menusuk monster dengan kecepatan yang luar biasa dan berhasil melukai bagian belakang monster. Namun, monster itu terus bertahan dan menyerang Alex dengan kekuatan yang luar biasa.


Maria, yang bersenjatakan pisau, masuk ke pertarungan dan meluncurkan serangan beruntun ke arah monster. Namun, monster itu terus menyerang mereka dengan gigi dan cakarnya yang tajam. Maria berhasil menghindari serangan monster dan melukai monster dengan pisau tajamnya.


Hanzel, yang ahli dalam ilmu bela diri, mulai mengeluarkan gerakan yang sangat cepat dan akurat untuk menghindari serangan monster. Dia melompat dan menyerang monster dari segala arah dengan teknik bela dirinya yang memukau.


Gwyneth, yang membawa dua pedang, maju ke depan dan memimpin serangan terakhir. Dia meluncurkan serangan yang cepat dan akurat ke arah monster. Monster itu terus berjuang, tetapi akhirnya mereka berhasil mengalahkannya setelah beberapa jam pertempuran sengit.


“Monster itu terlalu kuat, apakah ini juga salah satu perbuatan ayahmu, Ethan?” Tanya Alex.


“Aku tidak tahu, tapi yang sekarang kita tahu sepertinya ia mulai memulai penyerangan ke seluruh dunia. Kita harus dengan segera menemukan keberadaannya,” ucap Ethan dengan penuh tekad.


Mereka pun memutuskan kembali lagi ke desa kecil yang mereka selamatkan sebelumnya. Mereka tidak tahu bahwa monster-monster akan kembali dengan jumlah yang lebih besar dari sebelumnya.


Ketika mereka tiba di desa, mereka melihat bahwa monster-monster itu telah menghancurkan sebagian besar desa dan sekarang tengah mengamuk di sekitar kampung. Kelompok pahlawan itu memutuskan untuk bergerak dengan hati-hati, mengambil posisi mereka di antara bangunan yang hancur dan puing-puing.


"Kalian siap?" tanya Ethan, mengangkat pedangnya.


"Siap," jawab kelompok pahlawan itu dengan tegas.


Mereka mengamati gerakan monster-monster itu dan mencari titik lemah mereka. Sarah merangkul panahnya, mencari sasaran yang tepat. Alex memegang tombaknya dengan erat, siap untuk menyerang monster-monster yang mendekat. Maria mengamati gerakan monster-monster, siap untuk menyerang mereka dari belakang. Hanzel mengeluarkan energi dalam tubuhnya, siap untuk melumpuhkan monster-monster dengan ilmu bela dirinya. Dan Gwyneth, dengan dua pedangnya, siap untuk menangkis serangan dari berbagai arah.


Tiba-tiba, monster-monster itu melompati puing-puing bangunan dan menyerang kelompok pahlawan itu. Sarah melepaskan panahnya dengan cepat, mengenai salah satu monster tepat di matanya, tapi monster itu tidak terhenti. Alex menyerang dengan tombaknya, mencoba untuk menghentikan serangan monster-monster itu, tapi tombaknya pecah menjadi dua saat mengenai kulit yang keras dari monster-monster itu.


Kelompok pahlawan itu terdesak ke belakang oleh serangan monster-monster itu. Mereka terpaksa bertahan, mencoba untuk menghentikan serangan monster-monster itu. Hanzel mencoba menggunakan ilmu bela dirinya, tapi monster-monster itu menyerangnya terlalu cepat, sehingga dia tidak bisa menghindar. Gwyneth berjuang dengan dua pedangnya, menangkis serangan dari monster-monster itu. Ethan mencoba menghentikan serangan monster-monster itu dengan pedangnya, tetapi pedangnya hanya menimbulkan goresan kecil di kulit monster-monster itu.


"Tidak mungkin!" teriak Maria, ketika dia melihat monster-monster itu mengamuk di sekitar mereka.


"Mereka terlalu kuat!" teriak Alex.


"Kita harus melakukan sesuatu!" teriak Sarah.


"Tenanglah, kita akan menang," kata Hanzel, mencoba menenangkan kelompok pahlawan itu.


Mereka melanjutkan perjuangan mereka, mencoba untuk menahan serangan monster-monster itu. Tapi, semakin lama mereka bertarung, semakin terdesak mereka ke belakang. Kelompok pahlawan itu mulai kehilangan kekuatan dan semangat mereka, bahkan Gwyneth yang biasanya begitu kuat dan tangguh, terlihat terluka dan mulai kesulitan untuk bertahan. Namun, pada saat yang paling kritis, sebuah suara terdengar dari kejauhan.


***


Halo para readers, jangan lupa untuk like, vote dan komennnya ya, biar Author makin semangat buat up!!! Terima kasih.