
David sadar dan kembali menjadi dirinya yang sebenarnya. Namun, sayangnya, Alex tidak selamat dari pertarungan itu dan meninggal dunia.
Ethan menangis setelah menguburkan jenazah Alex. “Alex, teman kami yang baik, kamu akan selalu dikenang dalam hati kami.”
“Kita kehilangan teman yang berharga,” ucap Maria menangis.
Hanzel menundukkan kepalanya dan berkata. “Maaf, kami tidak bisa melindungimu dengan baik.”
Ethan di timnya merasakan kesedihan saat menatap pusara Alex.
“Aku sangat menyesal atas tindakanku yang telah membuat Alex meninggal dunia. Terima kasih, Ethan dan semuanya karena telah membantuku kembali menjadi diriku yang sebenarnya,” ucap David.
Ethan menatap David dan berkata. “Kami senang kamu kembali, David. Kami tahu kamu bukanlah orang jahat dan kamu selalu menjadi teman kami.”
Sarah mendekati David. “Kita harus bekerja sama dan melawan musuh kita bersama-sama.”
David memandang ke arah teman-temannya. “Ya, aku akan membantu. Kita harus mengalahkan musuh kita untuk keamanan dunia kita dan juga untuk Alex!”
Maria berseru dengan semangat. “Kita bisa melakukannya, teman-teman! Mari kita bersatu dan melawan kejahatan bersama-sama.”
Hanzel tersenyum. “Aku setuju. Mari kita berjuang bersama-sama.”
Gwyneth mengangguk. “Ya, kita tidak boleh menyerah.”
Tiba-tiba, batu roh naga angin bersinar terang melayang dan menimpa David yang berada di tengah-tengah mereka. Mereka melihat David terjatuh dan terlihat pucat.
Sarah mendekati David. “David, apa yang terjadi?”
David terdiam sejenak. “Aku merasa seperti ada kekuatan besar yang memasuki tubuhku.”
Gwyneth memandang ke arah David. “Itu artinya roh naga angin memilih David sebagai pengganti dari Alex, karena David memiliki potensi yang besar dan dapat membantu melindungi dunia dari kejahatan.”
“Aku akan menggunakan kekuatan ini untuk melawan kejahatan dan bertanggung jawab atas kepercayaan Alex padaku,” kata David semangat.
Ethan dan timnya menganggukkan kepala mereka dan mereka memutuskan untuk bermalam di hutan sebelum mencari petunjuk keberadaan Dart musuh mereka.
Ethan melihat cahaya samar-samar di kejauhan. Dia memberi isyarat kepada timnya untuk mengikuti dia. Setelah beberapa jam berjalan, mereka akhirnya sampai di sebuah desa tersembunyi.
Namun, tiba-tiba mereka mereka mendengar suara ribut yang keras. Mereka segera menyadari bahwa para Naga menyerang desa tersebut.
"Mari kita bertarung dan melindungi desa ini!"
Ethan dan timnya segera bersiap untuk bertarung. Mereka melihat para Naga yang mendekati desa dengan ganas, dan mereka siap menghadapinya.
"Kita akan mempertahankan desa ini!" teriak Ethan kepada penduduk desa.
Penduduk desa tersebut kembali ke rumah mereka dan bersembunyi, sementara Ethan dan timnya bersiap untuk melawan para Naga. Mereka mempersiapkan senjata mereka dan bersiap untuk bertempur.
"Kalian siap?" tanya Ethan kepada timnya.
"Kita siap!" jawab mereka dengan semangat.
Naga-naga itu meluncurkan serangan-serangan yang mematikan ke arah penduduk desa, memporak-porandakan rumah-rumah dan mengejar orang-orang yang berusaha kabur. Tiba-tiba, Ethan dan timnya tiba di desa dengan kecepatan tinggi, membawa kekuatan Roh Naga mereka untuk melawan para Naga.
Sementara itu, Sarah menggunakan kekuatan Roh Naga Cahaya-nya untuk menerangi area sekitar, memberikan pandangan yang jelas bagi tim. Maria memfokuskan kekuatan Roh Naga Es-nya, dan segera membekukan beberapa Naga di tempat mereka berdiri. David membuka sayapnya dan menggunakan kekuatan Roh Naga Angin-nya untuk menghembuskan Naga menjauh dari desa. Hanzel berdiri tegap dan menyiapkan kekuatan Roh Naga Petir-nya, mengejutkan dan melumpuhkan beberapa Naga yang mendekat.
Gwyneth menggunakan kekuatan Roh Naga Kegelapan-nya dengan sangat pandai, menyerang Naga dari belakang dan membingungkan mereka. Dia bergerak dengan cepat dan tanpa terlihat, mengambil kesempatan pada setiap celah yang ada di antara pertahanan para Naga. Sementara itu, Gregor menggunakan kekuatan Roh Naga Tanah-nya untuk menahan serangan Naga dan menjaga pertahanan desa.
Serangan dari para Naga menjadi semakin brutal, mereka mulai menyerang dengan lebih ganas dan bergerak dengan lebih cepat. Ethan dan timnyaterus bergerak dan menyerang dengan kekuatan penuh mereka, saling melindungi satu sama lain dari serangan Naga.
Ethan melompat turun dari udara dan mengeluarkan kekuatan Roh Naga Api-nya sekali lagi, membakar beberapa Naga secara langsung. Sarah bergerak dengan cepat dan mengeluarkan kekuatan Roh Naga Cahaya-nya, membutakan beberapa Naga untuk beberapa saat. Maria terus memfokuskan kekuatan Roh Naga Es-nya, membekukan Naga yang bergerak terlalu cepat dan menghentikan gerakan mereka.
David terus menggunakan kekuatan Roh Naga Angin-nya, menghembuskan Naga jauh dari desa, sedangkan Hanzel mengejutkan beberapa Naga dengan kekuatan Roh Naga Petir-nya, menimbulkan luka parah pada mereka. Gwyneth terus menyerang dari belakang dengan kekuatan Roh Naga Kegelapan-nya, sedangkan Gregor terus menjaga pertahanan desa dengan kekuatan Roh Naga Tanah-nya.
Para pahlawan itu terus bergerak dengan cepat, menyerang dengan kekuatan penuh mereka. Mereka terus mempertahankan desa itu, menghindari serangan Naga dan bergerak dengan kecepatan yang tinggi. Serangan dari para Naga menjadi semakin brutal, dan Ethan dan tim merasa semakin lelah.
Namun, mereka tidak menyerah. Mereka terus berjuang dengan semangat yang tinggi, mengeluarkan kekuatan mereka dengan cara yang lebih fokus dan berani. Mereka terus bekerja sama, menutupi celah yang mungkin ada dalam pertahanan mereka.
Ethan mengeluarkan kekuatan Roh Naga Api-nya untuk membakar Naga yang terus menyerang, dan Sarah menggunakan kekuatan Roh Naga Cahaya-nya untuk mengejutkan beberapa Naga yang bergerak terlalu cepat. Maria terus menggunakan kekuatan Roh Naga Es-nya, membekukan Naga yang bergerak terlalu dekat, sedangkan David terus menghembuskan Naga jauh dari desa dengan kekuatan Roh Naga Angin-nya.
Hanzel mengeluarkan kekuatan Roh Naga Petir-nya untuk mengejutkan beberapa Naga lainnya, dan Gwyneth menyerang dari belakang dengan kekuatan Roh Naga Kegelapan-nya. Gregor terus menggunakan kekuatan Roh Naga Tanah-nya untuk menjaga pertahanan desa, memblokir serangan Naga dengan kekuatan tanah.
Setelah beberapa saat, serangan Naga mulai melambat. Ethan dan tim melihat bahwa mereka hampir berhasil, dan mereka terus menyerang dengan semangat yang tinggi. Dalam waktu singkat, Naga yang tersisa melarikan diri ke hutan, meninggalkan desa yang aman.
Setelah mereka berhasil mengalahkan para Naga, Ethan dan timnya duduk bersama penduduk desa dan penduduk desa berterima kasih kepada Ethan dan timnya.
“Aku tidak tahu bahwa ksatria naga sudah bangkit kembali,” ucap seorang tua dari penduduk desa itu.
“Apa maksud anda?” Tanya Ethan.
Tetua itu kemudian menceritakan cerita legenda tentang kekuatan Roh Naga kepada Ethan dan timnya.
"Kisah ini bermula pada zaman dahulu kala, ketika dunia masih dipenuhi dengan kegelapan dan kejahatan," kata si Tua. "Pada saat itu, para Naga yang dikuasai oleh kegelapan menjadi semakin kuat dan meneror penduduk desa, memakan hewan ternak dan merusak tanaman pertanian untuk menguasai dunia.”
"Lalu, apa yang terjadi?" tanya Sarah.
"Untuk melawan kejahatan, kekuatan Roh Naga diciptakan oleh para pendekar terhebat di dunia," jawab si Tua. "Kekuatan Roh Naga memiliki kekuatan elemen yang sangat kuat dan hanya bisa digunakan oleh orang-orang yang terpilih."
"Terpilih bagaimana?" tanya David.
"Hanya orang-orang yang memiliki kekuatan spiritual yang kuat dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan Roh Naga yang bisa mengendalikan kekuatan Roh Naga," jawab si Tua. "Kekuatan Roh Naga dibagi menjadi tujuh elemen: api, cahaya, es, angin, petir, kegelapan, dan tanah."
"Dan apa yang terjadi setelah kekuatan Roh Naga diciptakan?" tanya Maria.
"Pendekar-pendekar terhebat di dunia mempertaruhkan nyawa mereka untuk mengalahkan kejahatan,” kata si Tua. "Mereka menggunakan kekuatan Roh Naga mereka untuk menghentikan kejahatan dan membebaskan dunia dari kegelapan. Namun, tidak semua mahluk-mahluk jahat itu bisa dikalahkan dan beberapa dari mereka berhasil melarikan diri ke tempat yang tidak diketahui."
"Dan mengapa pendekar-pendekar itu tidak menggunakan kekuatan Roh Naga untuk mengejar para mahluk jahat itu yang melarikan diri?" tanya Hanzel.
"Kekuatan Roh Naga membutuhkan banyak energi spiritual untuk digunakan dan tidak semua orang bisa menggunakan kekuatan Roh Naga dengan baik," jawab si Tua. "Selain itu, pendekar-pendekar itu tahu bahwa para mahluk jahat akan kembali suatu hari nanti dan mereka harus mempersiapkan generasi berikutnya untuk melawan mereka."
"Maka dari itu, pendekar-pendekar itu membentuk perguruan Rahasia Roh Naga untuk melatih orang-orang terpilih dalam menggunakan kekuatan Roh Naga," lanjut si Tua. "Perguruan Rahasia tersebut hanya terbuka untuk orang-orang yang dianggap layak dan memenuhi syarat untuk menjadi pahlawan yang bisa melawan kejahatan.”
"Ethan dan timnya pasti adalah orang-orang terpilih yang akan menjadi pahlawan yang bisa melawan para Naga," kata Gregor.
"Kami akan melakukan apa yang kami bisa untuk melawan kejahatan dan melindungi dunia dari kejahatan mereka," kata Ethan dengan tekad.